• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Resolusi Yang Dapat Ditempuh Untuk Menangani

Bontomanai

Arti Resolusi adalah Sebuah semangat untuk bertindak sesuatu yang mendasar dalam kehidupan seseorang, yang pengaruhnya sangat besar dalam kehidupan seseorang sepanjang tahun yang akan di jalaninya. Dan jika resolusi itu berhasil dilaksanakan, maka satu langkah besar dalam kehidupan seseorang untuk sampai kepada cita-cita dan tujuan hidupnya. Melihat berbagai masalah yang ditimbulkan pabrik batu kerikil maka dibutuhkan jalan keluar sehingga masalah ini biasa terselesaikan dan mencari keputusan bersama menangani simbiosis parasitisme, tentu di sinilah peran yang sangat penting pemerintah desa, tokoh masyarakat, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan masyarakat sendiri membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh agar permasalahan ini dapat terselesaikan dengan resolusi yang baik tanpa merugikan siapa pun.

Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak LS 48 tahun mengungkapkan

“sebagai kepala desa saya akan melakukan negoisasi dengan pihak pabrik yang membahas kerugian masyarakat, lalu meminta pertangung jawaban, namun ketika pihak pabrik tidak bersedia, saya akan mengambil langkah penutupan kasian masyarakat kalau begini terus”.

(wawancara, 8 Juli 2016) wawancara dengan bapak AA50 tahun mengungkapkan

“tentunya membahas masalah hal yang pertama dilakukan adalah musyawarah dan mufakat, memanggil pihak pabrik dan masyarakat yang isinya mencari jalan keluar yang paling baik tanpa ada perselisihan dan dirugikan lagi”. (wawancara,24 Juli 2016)

Dari hasil wawancara para informan di atas dapat ditarik kesimpulan resolusi yang di tempuh untuk menangani simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat sekitar di Desa Bontomanai, dengan melakukan negoisasi atau tawar menawar dengan pihak pabrik meminta pertangung jawaban atas kerusakan yang merugikan masyarakat, kemudian upaya musyawarah dan mufakat mencari jalan keluar yang paling baik.

63

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan rumusan masalah penelitian tentang simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat sekitar di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, maka berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dapat menyimpulkan bahwa :

Simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba ini ternyata di sebapkan oleh berbagai faktor berikut ini: (1)Proses sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik sebelum berdirinya pabrik batu kerikil, sosialisasi yang dilakukan tidak menyeluruh kelapisan masyarakat akibatnya sebagian masyarakat tidak mengetahui bahwa akan di bangun pabrik batu kerikil. (2) Pemerintah kurang terbuka terhadap masyarakat mengenai kebijakan yang akan ditetapkannya sebelum berdirinya pabrik batu kerikil, kurang terbukanya pemerintah terhadap kebijakan diambil mengakibatkan banyaknya permasalahan yang terjadi yang justru merugikan masyarakat imbasnya dampak keberadaan pabrik batu kerikil polusi dan dampak kebisingan. (3) perbedaan kepentingan, keberadaan pabrik batu kerikil yang diiringi kepentingan pribadi, hanya mementingkan keuntungan semata, akibatnya masyarakat yang mendapat dampak negatifnya, hal ini terlihat rusaknya jalan masyarakat, debu akibat aktivitas mobil pabrik batu kerikil dan tidak taatnya pihak pabrik batu kerikil terhadap kesepakatan yang telah di buat

dengan pemerintah desa, perbedaan kepentingan dengan masyarakat hanya melahirkan simbiosis parasitisme kemudian akan memicu konflik yang akan memperburuk kualitas hidup masyarakat.(4) antisipasi yang lambat, lambatnya antisipasi yang dilakukan baik itu pihak pabrik batu kerikil, pemerintah desa dan masyarakat sendiri di karenakan ketidak sadaran mereka tentang sebap akibat yang akan ditimbulkan keberadaan pabrik dan segala aktivitas pabrik kedepannya, seharusnya yang tak kalah penting adalah antisipasi dini sehingga tidak menimbulkan masalah, kemudian pertimbangan dampak positif dan negatifnya, ketika ini dilakukan masing-masing pihak maka tidak akan terjadi kerugian yang menimpah masyarakat.

Terdapat beberaparesolusi yang dapat ditempuh menangani simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat sekitar di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu antara lain: Negosiasi dengan pihak pabrik batu kerikil dan musyawarah dan mufakat.

B. Saran

Setelah memberikan kesimpulan dalam penelitian, maka peneliti dapat memberikan beberapa saran sebagai bahan masukan bagi pemerintah, pihak pabrik batu kerikil dan masyarakat dalam penelitian ini yaitu :

Saran Untuk Pemerintah

1. Seharusnya pemerintah yang memiliki peranan penting dalam sebuah lembaga kemasyarakatan, hendaklah senantiasa melakukan penyampaian ataupun sosialisasi terhadap masyarakat terkait hal-hal yang menyangkut kepentingan

bersama, agar masyarakat mengerti dan memahami rencana-rencana positif yang ingin dilakukan.

2. Hendaknya pemerintah dalam mempergunakan wewenangnya harus mempertimbangkan sebaik mungkin dampak yang ditimbulkan dan selalu mengedepankan transparansi.

3. Setiap kebijakan yang telah di realisasikan harusnya terus di awasi setiap saat dan selalu berkordinasi dengan masyarakat kemudian melibatkan masyarakat dalam pengawasan.

Saran Untuk Pihak Pabrik Batu Kerikil

1. Aktivitas pabrik yang merugikan masyarakat harus menjadi tanggung jawab pabrik kemudian menjadi pelopor dalam penyelesaian masalah.

2. Pihak pabrik harus taat terhadap aturan yang sudah disepakati, aturan menjadi pedoman dalam segala aktivitas pabrik.

3. Mengedepakan kepentingan bersama dengan menhilangkan kepentingan pribadi artinya menjaling hubungan yang saling menguntunkan dengan pemerintah maupun masyarakat.

Saran Untuk Masyarakat

1. Mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dalam menyelesaikan permasalahan jangan sampai menimbulkan masalah baru yang memperburuk keadaan sendiri.

2. Masyarakat harus aktif dalam mengawasi industri dan tidak membebankan semua kepada pemerintah.

66

DAFTAR PUSTAKA

Brown, Lawrence A, 1981, Innovation, A New Perspective. New York: Nethuen, London.

FKIP,2015. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Makassar. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Gandhi, R. 2011. Pengaruh industrialisasi pedesaan terhadap taraf hidup masyarakat. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Kartodirdjo, Sartono, 1987, Kebudayaan Pembangunan Dalam Perpektif Sejarah, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kolip, Usman dan Setiadi Elly M. 2011.Pengantaran Sosiologi Pemahaman Fakta Dan Gejala Permasalahan Social: Teori, Aplikasi, Dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana.

Martono, Nanang. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Rajawali Pers.

Martono, Nanang. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial:Perspektif Klasik, Modern, Postmodern, dan Poskolonial. Jakarta: rajawali pers.

Moleong. J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Permendagri RI Nomor 7 Tahhun 2007 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat, Bandung: Fokus Media.

Rogers, Everett M and Floyd Shoemaker, 1971, Communication of Innovation.

New York: The Free Press, A Division of The Mac Millan Publishing co,Inc.

Rogers, Everett M, 1983, Diffution of Innovations.New York: The Free Press, A Division of The Mac Millan Publishing co,Inc.

Sajogo, Pudjiwati. 2007. Sosiologi Pembangunan. Jakarta: Fakultas Pascasarjana IKIP Jakarta.

Soeroto, 1983, Strategi Pembangunan dan Perencanaan Tenaga Kerja, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Soetomo.2012 Pembangunan Masyarakat Merangkai Sebuah Kerangka.Yogyakarta: pustaka belajar.

Sutopo, HB. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Sutoro Eko, 2012, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Materi Diklat Pemberdayaan Masyarakat Desa, yang diselenggarakan Badan Diklat Provinsi Kaltim, Samarinda, Desember 2012.

Sztomkpka, Piotr. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada.

Online

Ediusman92.blogspot.com/2014/03/proposal- dampak berdirinya.html diakses pada tgl 19 Mei 2016.

Gandhi. 2011. Respons Masyarakat terhadap Industrialisasi Kehadiran Industri terhadap Perubahan-Perubahan di Bidang Sosial Ekonomi Masyarakat.Skripsi.Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekologi Manusia.

http://www.academia.edu/3183521/Pengaruh_Industrialisasi_Pedesaan_Te rhadap_Taraf_Hidup_Masyarakat_di_RW_01_dan_RW_09_Desa_Benda_

Kecamatan_Cicurug_Kabupaten_Sukabumi_Provinsi_Jawa.pdf. Diakses pada tanggal 20 Mei 2016.

http://repository.uin-suska.ac.id/886/6/BAB%20V.pdf diakses pada tgl 20 Mei 2016.

Nasrudin.2009. Pengertian pekerjaan, (Online)

http://www.konsultank3.com/training/pengertian-pekerjaan-menurut-depkes.html, diakses 19 Mei 2016).

Safitri. 2013.Dampak Sosial Ekonomi Kegiatan Pabrik Karet Pt. P&P Bangkinang Di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyandamai KotaPekanbaru. Skripsi. Universitas Riau. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.ediusman92.blogspot.com/2014/03/proposal-penelitian-dampak-berdirinya.html. Diakses pada tgl 11 Mei 2015

Syamsuddin.2011. Dampak Berdirinya Perusahaan Kelapa Sawit (PT. Damai Jaya Lestari) Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Tondowolio.Skripsi.Universitas Muhammadiyah Malang.Fakultas Pertanian.ediusman92.blogspot.com/2014/03/proposal-penelitian-dampak-berdirinya.html diakses pada tanggal 20 Mei 2016.

68 BIODATA

I. Nama : II. Pekerjaan : III. Umur : IV. Agama : V. Alamat : VI. No. hp :

VII. Pendidikan terakhir :……….

A. Faktor-faktor apa penyebap simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat sekitar di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

1. Sosialisasi 2. Transparansi 3. Kepentingan 4. Antisipasi

B. solusi yang dapat ditempuh menangani simbiosis parasitisme keberadaan pabrik batu kerikil dan masyarakat sekitar di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

1. Negoisasi 2. Mediasi

3. Musyawarah dan mufakat

69

FAJRUL ISLAM.Lahir di Kabupaten Bulukumba, pada tanggal 07Juli 1994.Anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan buah cinta kasih pasangan H. Syahrir dan Ibunda Hj. Rosdiana.Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 36 Bulukumbamulai tahun 2000 sampai tahun 2006,pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Bulukumba dan tamat pada tahun 2009, dan pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 7 Bulukumba dan tamat pada tahun 2012.

Kemudian pada tahun 2012 penulis berhasil lulus pada jurusan pendidikan sosiologi, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah Makassar program strata 1 (S1) kependidikan.Dan menyelesaikan studi pada tahun 2016 dengan gelar sarjana pendidikan.

FAJRUL ISLAM.Lahir di Kabupaten Bulukumba, pada tanggal 07Juli 1994.Anak pertama dari dua bersaudara dan merupakan buah cinta kasih pasangan H. Syahrir dan Ibunda Hj. Rosdiana.Penulis menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 36 Bulukumbamulai tahun 2000 sampai tahun 2006,pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Bulukumba dan tamat pada tahun 2009, dan pada tahun yang sama melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 7 Bulukumba dan tamat pada tahun 2012.

Kemudian pada tahun 2012 penulis berhasil lulus pada jurusan pendidikan sosiologi, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan universitas muhammadiyah Makassar program strata 1 (S1) kependidikan.Dan menyelesaikan studi pada tahun 2016 dengan gelar sarjana pendidikan.