• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

2. Responden Agus

a. Creative Values (nilai-nilai kreatif)

Nilai ini dapat diwujudkan dalam aktivitas yang kreatif dan produktif. Pada responden yang kedua yaitu Agus, aktivitasnya saat ini diisi dengan bergabung di LSM seperti Doni juga, Agus juga sering diundang untuk memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS. Selain itu Agus juga bergabung di sebuah band untuk menyalurkan bakat musiknya. dan dia berperan sebagai vokalis. Sewaktu masih di panti rehabilitasi ketergantungan narkoba Agus bersama-sama teman Odha membikin komunitas kecil antar mereka yang fungsinya dapat saling memberikan duikungan dan kekuatan satu sama lainnya.

b. Experiental Values (nilai-nilai pengalaman)

Pada responden yang kedua Agus juga sudah mulai menjalin komunikasi yang baik dengan anggota keluarganya yang ada di luar kota karena sebelumnya hubungan Agus dengan keluarganya kurang begitu harmonis tetapi semenjak dia hidup menjauh dari keluarganya, justru komunikasinya ke keluarga sekarang tambah baik. Sewaktu masih dipanti rehabilitasi dan telah divonis menderita HIV, Agus sempat ikut pelayanan di gereja dengan bermain musik. Walaupun sekarang ini tidak dilakukan lagi tetapi Agus tidak pernah lupa setiap hari untuk berdoa.

c. Attitudinal Values (nilai-nilai bersikap)

Pada Agus, sama saperti Doni awalnya dia sempat frustrasi karena sempat divonis dokter usianya tidak lebih hanya tinggal 2 tahun lagi, hal itu yang membuat Agus sampai mengurung diri terus, tidak mau bergaul dengan orang lain karena merasa orang lain tidak akan banyak membantu dirinya. Bahkan Agus menyembunyikan keadaannya dari keluarga sampai hampir setahun lebih. Sampai pada suatu ketika Agus berbagi pengalaman dengan Odha perempuan. Odha perempuan tersebut yang banyak memberikan dorongan untuk bisa bangkit dan merasa hidup tidak akan kiamat sampai hari ini saja karena sebagai Odha pun kita masih punya masa depan dan akhirnya Agus mulai dapat menerima keadaannya dan mau bergabung di LSM yang sekarang ini.

Skema Proses Penemuan Makna Hidup dari Agus Derita

Divonis positif HIV pada tahun 2000

Hidup tanpa makna

Merasa depresi, putus asa, lebih banyak mengurung diri, tidak mau bersosialisasi dengan orang lain

Mengubah sikap

Menemukan makna

Setelah bergabung dan mengikuti kegiatan di LSM Rumah Cemara

Hidup bermakna

Dapat merealisasikan nilai creatif, nilai pengalaman dan nilai sikap ke dalam kehidupannya sehari-hari

Bahagia

Merasakan kebahagiaan walaupun di tengah penderitaannya sebagai Odha

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keduanya melewati proses yang tidak mudah untuk sampai dapat menenemukan makna hidupnya. Makna hidup mereka sama-sama didapatkan melalui proses berpikir mengubah pola pikir mereka dari yang irrasional ke yang rasional mengenai stigma Odha. Setelah itu mereka sama-sama berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan mereka yang sekarang, bahwa walaupun telah menjadi Odha tetapi mereka juga masih dapat berkreasi atau berproduktif dengan memberdayakan kemampuan yang mereka miliki tentu saja semua itu tidak lepas dari

59 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian seperti yang telah dicantumkan pada bab IV, dapat ditarik kesimpulan bahwa penderita HIV ternyata dapat menemukan makna hidupnya walaupun virus ini belum ada obat penyembuhannya dan tentu saja siapapun yang menghidap virus ini harus sudah siap kemungkinan terburuknya akan lebih cepat meninggal dibanding dengan orang yang tidak terkena virus ini. Mereka dapat dikatakan memiliki makna hidup setelah mereka dapat merealisasikan nilai-nilai kreaativitas, nilai pengalaman dan nilai sikap dalam hidup mereka.

1. Nilai kreatif yang ditemukan pada mereka berdua ternyata hidup mereka setelah menjadi Odha lebih berguna setelah mereka bergabung di LSM yang sama, karena disini mereka dapat bebas untuk berkreasi dan menyalurkan ide-ide mereka. Selain hal itu berguna buat perkembangan diri mereka sendiri tetapi juga di LSM ini keberadaan mereka dapat berguna buat orang banyak berkat penyuluhan-penyuluhan yang mereka lakukan kepada masyrakat baik yang sudah tertular maupun sebagai pencegahan.

2. Nilai pengalaman yang ditemukan dalam diri responden adalah berkat cinta dan dorongan dari orang-orang terdekat terutama keluarga yang membuat mereka dapat bertahan sampai sekarang dan tidak merasa sendiri lagi. Selain

cinta yang berikan keluarga, kedua responden ini juga memberikan cinta kepada keluarga dengan menjalin hubungan yang baik dengan keluarga yang dulu sempat tidak harmonis.

3. Nilai sikap, yang merupakan nilai tertinggi. Kondisi sebagai penderita HIV/AIDS merupakan kondisi yang tidak dapat dirubah. Sikap yang tampak pada kedua responden awalnya memang menolak, bahkan sampai depresi. Tetapi setelah berbagi pengalaman dengan para Odha-Odha yang lain yang bisa tabah dalam menerima kenyataan dirinya, selain itu juga kedua responden ini mendapat bimbingan di LSM yang mereka gabung sekarang ini, akhirnya lama kelamaan mengubah pola pikir dan pandangan mereka tentang HIV/AIDS. Sekarang ini mereka sudah dapat menerima keadaannya dengan penuh ketabahan, kesababaran dan kekuatan diri. Dengan demikian beban hidupnya menjadi berkurang dan kedua responden ini bisa lebih fokus mengurus kesehatannya dan buktinya di tahun mereka yang lebih 5 tahun menghidap HIV, mereka berdua belum memasuki tahapan AIDS ini berarti akibat kebermaknaan hidup yang mereka miliki, mempengaruhi pola hidup yang dapat memperpanjang usia mereka.

B. Saran

1. Saran untuk orang tua

a. Meningkatkan komunikasi yang baik dengan anaknya (terutama anak-anak yang telah HIV positif), juga antar orang tua sendiri. Dengan demikian

orang tua lebih memahami keadaan psikologis anak dan memahami kebutuhan mereka.

b. Memberikan dukungan dan kepercayaan kepada anak-anak untuk melakukan kegiatan yang kreatif dan positif (terutama bila anak-anak tersebut positif HIV)

c. Memberikan suasana keagamaan dalam keluarga seperti beribadah bersama- sama

d. Mengenali perubahan yang terjadi pada diri anak-anaknya, sehingga apabila ditemukan perilaku yang agak mencurigakan dapat segera diambil tindakan. Seperti suka menyendiri, suka berbohong.

e. Memberikan pendidikan seks yang tepat dan sesuai dengan usia anak kepada anak sejak dini, terutama juga mengenai bahaya narkoba sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS.

2. Bagi masyarakat

a. Memberikan dukungan bagi para Odha dalam melakukan kegiatan yang positif di lingkungan mereka.

b. Hilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Odha, karena stigma merupakan tindakan yang kejam bahkan lebih kejam dari membunuh hal ini menurut mereka pada Odha karena menurut Odha, itu sama saja mereka tidak punya kesempatan untuk melakukan kegiatan apapun jika sudah begitu sama saja dengan orang yang sudah mati. Untuk itu beri mereka peluang kepada setiap aktivitas yang dilakukan para Odha.

3. Bagi konselor

Memberikan bimbingan dan bantuan psikis kepada para Odha dan mengubah pola pandang mereka yang keliru terhadap HIV/AIDS. Diharapkan para Odha tersebut dapat menemukan sendiri makna dari hidupnya.

4. Bagi peneliti lain

a. Penelitian ini dikhususkan untuk mengetahui kebermaknaan hidup penderita HIV/AIDS, maka untuk penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengetahui secara mendalam tentang sindroma ketidakbermaknaan pada penderita HIV/AIDS.

b. Kedua responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki, untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan responden untuk mengetahui perbedaan penemuan makna hidup antara laki-laki dan prepmpuan.

5. Bagi responden sendiri

Makna hidup yang telah dimiliki oleh responden, diharapkan tetap dijaga karena jika tidak bukan tidak mungkin responden akan mengalami keterpurukan lagi. Hal-hal yang dapat dilakukan supaya makna hidup tersebut tetap dimiliki oleh responden antara lain:

a. Lebih mendekatkan diri dengan Tuhan sesuai dengan keyakinannya sehingga selalu mendapatkan penguatan dalam hidup.

b. Selalu mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan motivasi hidup c. Berkonsultasi dengan para konselor, dokter, psikolog bila mengalami masalah

Dokumen terkait