• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPONDEN DAN RELASI GENDER RESPONDEN DI DALAM UKM “BATIK PESISIR”

Karakteristik responden dan Hubungannya dengan Akses dan Kontrol responden dalam UKM Batik Pesisir

Hubungan Jenis Kelamin dengan Akses dan Kontrol dalam UKM Batik Pesisir

Melihat hubungan antara jenis kelamin dengan akses dan kontol dalam UKM Bati Pesisir, maka kelompok responden dibagi menjadi dua, laki-laki dan perempuan. Jumlah responden tidak sama, antara keduanya, jumlah laki-laki sebanyak 15 orang dan jumlah perempuan sebanyak 20 orang. Bagian ini digunakan untuk melihat bagaimana tingkat akses dan kontrol antara laki-laki dan perempuan apakah rendah atau tinggi. Tertera Tabel 15 dan Tabel 16 untuk melihat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat akses dan kontrol di dalam UKM Batik Pesisir.

Tabel 15 Jenis Kelamin dengan akses di dalam UKM Batik Pesisir Jenis

Kelamin

Akses

Rendah Tinggi Total

N % N % N %

Laki-laki 4 66,67 11 32,35 15 37,50 Perempuan 2 33,33 23 67,50 25 62,50

Total 6 100,00 34 100,00 40 100,00

Berdasarkan Tabel 15, maka dapat disimpulkan bahwa perempuan memiliki tingkat akses lebih tinggi daripada laki-laki. Data menunjukkan bahwa akses perempuan lebih tinggi, yakni sebanyak 23 orang atau 67,50 persen, sedangkan akses laki-laki lebih rendah dengan jumlah 4 orang atau 66,67 persen. Hal ini dikarenakan karena proses dari produksi batik lebih banyak dibutuhkan tenaga perempuan daripada laki-laki. Namun demikian, data secara keseluruhan menunjukkan bahwa baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki akses yang sama.

Hubungan antara jenis kelamin dengan kontrol antara laki-laki dan perempuan berdasarkan data pada Tabel 16. Menunjukkan hal yang berbeda dengan akses buruh laki-laki dan perempuan dalam UKM Batik Pesisir. Perempuan memiliki kontrol yang lebih tinggi yaitu sebanyak 21 orang atau 60 persen, namun untuk yang memiliki kontrol yang rendah yaitu perempuan juga sebanyak 4 orang atau 80 persen.

Tabel 16 Jenis Kelamin dengan akses di dalam UKM Batik Pesisir

Jenis Kelamin

Kontrol

Rendah Tinggi Total

N % N % N %

Laki-laki 1 20,00 14 40,00 15 37,50 Perempuan 4 80,00 21 60,00 25 62,50

Total 5 100,00 35 100,00 40 100,00

Terjadinya hal demikian, kontrol tinggi dipegang oleh perempuan dikarenakan banyaknya responden perempuan yang dapat bekerja di dalam produksi batik di UKM Batik Pesisir. Kontrol rendah juga didapati pada responden perempuan, sedangkan kontrol tinggi didapati oleh responden laki-laki dikarenakan di dalam UKM tersebut selama bekerja, responden laki-laki walaupun memiliki akses yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan responden perempuan, akan tetapi responden laki-laki lebih dapat mengambil kesempatan tersebut.

Misalnya saja mengenai waktu lembur yang diberikan terhadap seluruh buruh, baik laki-laki dan perempuan, pada akhirnya hampir seluruhnya yang dapat mengambil kesempatan tersebut hanya responden laki-laki. Responden perempuan memang sebenarnya juga dapat melakukannya, namun terbentur dengan tugas dan tanggung jawab mereka menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi urusan rumah tangganya, ataupun mereka yang masih berstatus sebagai anak jika belum keluarga. Perempuan mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengurusi kegiatan dalam rumah tangganya.

Hubungan Usia dengan Akses dan Kontrol dalam UKM Batik Pesisir

Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan (Cahyono 1998 seperti yang dikutip oleh Putri dan Setiwina 2013). Pendapatan seseorang akan selalu berkaitan dengan pekerjaan, karena sebagian besar sumber pendapatan berasal dari pekerjaan yang mereka tekuni. Artinya, usia menjadi salah satu faktor produktivitas seseorang dalam bekerja. Mereka yang tergolong usia produktif tentunya akan berbeda pendapatnya dengan mereka yang bukan usia produktif.

Usia memiliki pengaruh terhadap kesempatan dan peluang seseorang untuk bekerja atau kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya. Usia berkaitan pula dengan perkembangan tugas dari seseorang termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan ekonominya. Penentuan kategori golongan usia responden dalam penelitian ini merujuk pada pendapat Havigurst (1950) seperti yang dikutip Mugneisyah (2006), bahwa setiap golongan usia akan berbeda tugas perkembangannya satu sama lain.

Tabel 17 Usia dengan akses dan kontrol tinggi di dalam UKM Batik Pesisir Usia

(Tahun)

Akses Tinggi Kontrol Tinggi

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

N % N % N % N %

17-22 3 20,00 10 40,00 3 20,00 6 24,00

23-34 7 46,67 6 24,00 5 33,33 5 28,00

> 35 5 33,33 4 16,00 3 20,00 8 20,00 Total 15 100,00 20 80,00 11 73,33 19 72,00 Data pada Tabel 17 menunjukkan hubungan usia dengan akses dan kontrol antara responden laki-laki dan perempuan. Di bedakan antara responden laki-laki dan perempuan karena agar bisa terlihat perbedaan secara nyata akses dan kontrol di dalam UKM Batik Pesisir pada setiap golongan usia, terdapat hubungan dalam antara usia dengan akses dan kontrol atau tidak.

Pada bagian akses, terlihat bahwa secara keseluruhan total antara responden laki-laki dan perempuan, responden laki-laki memiliki akses yang tinggi semua, sejumlah 15 orang atau 100,00 persen, sedangkan untuk responden perempuan yang berakses tinggi hanya sebesar 80,00 atau sebanyak 20 orang dari total 25 orang responden perempuan. Pada bagian kontrol terlihat bahwa secara keseluruhan total antara responden laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan kontrol, responden laki-laki memiliki kontrol tinggi yang lebih besar daripada responden perempuan yaitu, sejumlah 11 orang atau 73,33 persen, sedangkan untuk responden perempuan yang memiliki akses tinggi hanya sebesar 72,00 persen atau sebanyak 19 orang dari total 25 orang responden perempuan.

Perbedaan ini salah satunya disebabkan karena seorang perempuan akan mempunyai beban tanggungan pekerjaan rumah yang lebih banyak ketika seorang perempuan tersebut tengah memasuki usia dewasa pertengahan. Salah satunya adalah kewajiban untuk mengurus anak-anak yang masih tergolong kecil dan belum bisa ditinggal terbukti tabel di atas menunjukkan akses tinggi berpusat pada usia 23-34 tahun, sejumlah 7 orang atau sebesar 46,67 persen dan. Berbeda dengan mereka yang baru memasuki usia dewasa awal, kebanyakan dari mereka belum atau baru menikah sehingga tugas di dalam umah tangganya masih belum banyak, terbukti pada tabel terdapat. Berbeda lagi bagi mereka yang sudah memasuki usia dewasa akhir, kecenderungan ciri dari usia dewasa akhir adalah anak-anak yang mereka lahirkan sudah tumbuh remaja, sehingga dapat dtinggal bekerja.

Kondisi demikian menunjukkaan bahwa kontrol untuk dapat bekerja sebagai buruh dalam UKM Batik pesisir, tidak ditentukan oleh usia yang melekat pada responden. Secara keseluruhan baik usia muda dan usia tua sama-sama memiliki tingkat kontrol tinggi yang lebih sedikit rendah dibandingkan dengan usia tengah, karena usia tidak menjadi dasar penentuan untuk berkesempatan bekerja sebagai buruh. Meskipun demikian tetap adanya golongan usia di keduanya yang memiliki akses dan kontrol yang rendah, dikaitkan dengan ada atau tidaknya pengalaman bekerja sebelumnya jika hendak menempati posisi yang membutuhkan ketrampilan tinggi. Seseorang yang berusia tinggi cenderung selalu

memiliki pengalaman yang lebih banyak, termasuk pula dengan pengalaman bekerja sebelumnya.

Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Akses dan Kontrol dalam UKM Batik Pesisir

Pendidikan seseorang akan mempengaruhi jenis pekerjaan yang akan dipilih, semakin tinggi pendidikan seseorang maka jenis pekerjaan yang dipilih merupakan jenis pekerjaan yang sedikit peluangnya. Sebaliknya, tingkat pendidikan yang rendah cenderung akan membatasi jenis pekerjaan yang akan dipilih. Terlebih untuk seorang perempuan, mereka yang berpendidikan rendah dan masih harus mengurusi pekerjaan rumah tangga akan memiliih pekerjaan yang sewajarnya, yang mampu dan pantas untuk mereka. Fenomena umum yang terjadi di kalangan pedessaan atau kondisi masyarakat menengah ke bawah, bekerjanya perempuan dikarenakan untuk membantu suami dalamm mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan biasanya mereka bekerja sebagai buruh.

Pada penelitian ini responden laki-laki dan perempuan berjumlah sebanyak 40 orang. Tingkat pendidikan responden yang bekerja di dalam UKM Batik Pesisir itu sendiri cukup beragam. Sebagian besar dari responden tingkat pendidikannya berada pada level SMP yaitu sebanyak 19 orang atau sebesar 47,50 persen. Urutan kedua berada pada tingkat pendidikan SD yaitu sebanyak 13 orang atau sebesar 32,50 persen dan tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 8 orang atau sebesar 20,00 persen.

Melihat hubungan antara tingkat pendidikan dan akses yang dibedakan antara responden laki-laki dan perempuan berdasarkan Tabel 19. terlihat bahwa tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan tingginya akses responden di dalam bekerja di Batik Pesisir. Tidak ada data yang menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan akan semakin tinggi akses dari seorang responden sebagai buruh, baik antara responden laki-laki maupun responden perempuan demikian pula sebaliknya.

Tabel 18 Tingkat pendidikan dengan akses dan kontrol tinggi di dalam UKM Batik Pesisir

Tingkat Pendidikan

Akses Tinggi Kontrol Tinggi

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

N % N % N % N %

SD 4 26,67 9 36,00 3 20,00 6 24,00

SMP 5 33,33 11 44,00 6 40,00 7 28,00

SMA 3 20,00 5 20,00 3 20,00 5 20,00

Hubungan Lama Bekerja dengan Akses dan Kontrol dalam UKM Batik Pesisir

Tabel 19. menunjukkan hubungan antara lama bekerja terhadap tingkat akses dan kontrol responden selama bekerja di dalam UKM Batik Pesisir antara responden laki-laki dan responden perempuan. Tingkat akses berdasarkan lama bekerja responden, tergolong tinggi yakni diantara keduanya baik responden laki- laki maupun rsponden perempuan menunjukkan persentase angka diatas 90 persen, 93,33 persen untuk akses responden laki-laki dan 92,00 persen untuk responden perempuan.

Lama bekerja sepertinya berdasarkan perolehan data secara keseluruhan tidak begitu mempengaruhi akses responden perempuan, yang terjadi bahkan sebaliknya baik untuk akses maupun kontrol pada responden perempuan pada waktu bekerja yang semakin lama responden yang memiliki akses tinggi jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan waktu lama bekerja yang rendah. Tertera pada tabel, pada kelompok lama bekerja > 4 tahun, jumlah responden permpuan yang berakses tinggi berjumlah 5 orang atau sebanyak 20,00 persen, sedangkan untuk kelompok bekerja 0-2 tahun jumlah responden perempuan yang berakses tinggi berjumlah 10 orang atau sebesar 40,00 persen.

Tabel 19 Lama Bekerja dengan akses dan kontrol tinggi di dalam UKM Batik Pesisir

Lama Bekerja

Akses Tinggi Kontrol Tinggi

Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan

N % N % N % N %

0-2 tahun 4 26,67 10 40,00 3 20,00 7 28,00 3-4 tahun 5 33,33 8 32,00 4 26,67 6 24,00 > 4 tahun 5 33,33 5 20,00 5 33,33 5 20,00 Total 14 93,33 23 92,00 12 80,00 18 76,00 Berbeda dengan responden perempuan, yang terjadi dengan responden laki-laki lama bekerja berhubugan dengani akses dan kontrol responden tersebut. Semakin lama bekerja semakin tinggi akses dan kontrol yang dimiliki oleh responden laki-laki. Tertera pada tabel jumlah responden laki-laki yang berada pada kelompok lama bekerja lebih lama 3-4 tahun berjumlah 5 orang atau sebesar 33,33 persen, sedangkan jumlah responden yang berada pada kelompok lama bekerja 0-2 tahun berjumlah 4 orang atau sebesar 26,67 persen.

Kondisi dilapang, sebenarnya untuk perolehan akses baik untuk responden perempuan maupun responden laki-laki adalah tidak begitu berbeda. Salah satu hal yang sedikit membedakan adalah karena adanya kebijakan mereka yang sudah bekerja lama di UKM Batik Pesisir terutamanya laki-laki akan mendapatkan sedikit. tambahan upah. Dasar pertimbangannya karena laki-laki merupakan kepala keluarga yang bertanggung jawab sebagai pencari nafkah dan karena kesetiaannya yang sudah bertahan bekerja di dalam UKM Batik Pesisir.

PENUTUP

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bagian sebelumnya mengenai perbedaan proses produksi batik tulis dan batik cap dan pembagian kerja di dalam UKM Batik Pesisir Desa Kemplong, diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

Simpulan

1. Terdapat perebedaan pembagian kerja yang jelas antara proses produksi batik tulis dan batik cap. Batik tulis identik dengan proses membatik yang dilakukan oleh perempuan, sedangkan batik cap identik dengan mengecap yang dilakukan oleh laki-laki. Pembagian kerja ini disesuaikan dengan sifat masing-masing yang dimiliki oleh perempuan ataupun laki- lakiPemberian upah antara laki-laki dan perempuan dibedakan walaupun melakukan aktivias kerja yang sama. Hal ini menggambarkan masih terdapatnya bias gender di dalam pemberian akses dan kontrol terhadap buruh perempuan.

2. Karakteristik responden berhubungan positif dengan relasi gender (akses dan kontrol) di dalam UKM Batik Pesisir, akan tetapi tidak semuanya berhubungan positif. Jenis kelamin, lama bekerja dan usia yang mempengaruhi akses dan kontrol, sedangkan tingkat pendidikan tidak mempengaruhi.

3. Perbedaan jenis produksi mempengaruhi relasi gender (akses dan kontrol) di dalam UKM Batik Pesisir, terkhusus pada bagian awal. Responden yang dapat bekerja pada bagian membatik hanya perempuan, dan responden yang dapat bekerja pada bagian mengecap hanya laki-laki. Responden laki-laki dapat melakukan beberapa aktivitas tahapan bekerja di dalam proses produksi batik, sedangkan perempuan hanya dapat melakukan satu aktivitas bekerja saja. Hal ini karena aktivitas bekerja yang dilakukan perempuan membutuhkan tingkat kecermatan dan ketekunan yang lebih tinggi.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, saran yang diajukan oleh peneliti, sebaiknya untuk mengantisipasi pembagian kerja bias gender, perlu diadakan pelatihan pemberian informasi mengenai kesetaraan hak perempuan dalam dunia kerja.