BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAS
B. Responsivitas Gender Program Peningkatan Kualitas dan
Pencari Kerja
Sebagaimana telah dijelaskan pada Bab I, bahwa kebijakan yang responsif gender dalam bidang ketenagakerjaan sangat diperlukan dalam pembuatan kebijakan, yang mana ranah ini juga menjadi ranah bagi administasi publik. Hal ini disebabkan karena melalui kacamata gender kita dapat melihat adanya perbedaan kebutuhan antara tenaga kerja laki-laki dan tenaga kerja perempuan yang mempengaruhi akses, partsipasi, kontrol dan manfaat yang berbeda dalam setiap program pembangunan ketenagakerjaan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hasil dari setiap program tidak memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan ketenagakerjaan.
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan salah satu Satuan Kerja Perangkat Dearah (SKPD) Pemerintah Kota Surakarta. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya membawahi urusan penyelenggaraan pembangunan Kota Surakarta dibidang sosial, ketenagakerjaan dan transmigrasi. Oleh karena itu dalam pembuatan kebijakan-kebijakan haruslah mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surakarta. Berdasarkan hirarki hukumnya, analisis Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja akan dimulai dengan menganalisis
commit to user
muatan isi dokumen RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2015, dilanjutkan dengan analisis Rencana Strategis Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2010 – 2015, dan diakhiri dengan Rencana Kerja Dinas Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2011.
1. Analisis RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2015
Sebelum masuk pada analisis program, maka akan terlebih dahulu dilakukan analisis dokumen terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran Kota Surakarta sebagaimana tertuang dalam dokumen RPJMD.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan Pemerintah Daerah untuk periode 5 (lima) tahun yang memuat penjabaran dari Visi, Misi, dan Program dari Kepala Daerah terpilih. Dalam penyusunan RPJMD berpedoman pada RPJP Daerah dan memperhatikan RPJM Nasional, yang didalamnya memuat Arah Kebijakan Keuangan Daerah, Strategi Pembangunan Daerah, Kebijakan Umum, dan Program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Program Lintas SKPD, dan Program Kewilayahan disertai dengan Rencana-rencana Kerja dalam Kerangka Regulasi dan Kerangka Pendanaan yang bersifat indikatif. RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010 – 2015 disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010. Dokumen RPJMD tersebut memuat strategi dan arah kebijakan pembangunan Kota Surakarta di semua bidang/urusan, tidak terkecuali bidang ketenagakerjaan.
Visi Kota Surakarta adalah adalah “Surakarta Kota Budaya, Mandiri Maju dan Sejahtera”. Ditemukan bahwa dalam visi Kota Surakarta secara
commit to user
implisit bersifat netral gender, namun dalam penjabaran visi tersebut ada penjelasan yang cenderung responsif gender yaitu pada penjelasan Kota Budaya yang berbunyi “ Surakarta sebagai Kota Budaya mengandung maksud bahwa pengembangan Kota Surakarta memiliki arti luas, dimana seluruh komponen masyarakatnya dalam setiap kegiatannya menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, berkepribadian demokratis-rasional, berkeadilan social, menjamin Hak Asasi Manusia (HAM) dan menegakkan supremasi hukum dalam tatanan masyarakat yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa”. Dalam penjabaran tersebut terdapat kata “berkeadilan sosial dan menjamin Hak Asasi Manusia (HAM)”, hal tersebut dapat dinilai responsif gender karena dasar dari responsif gender sendiri adalah adanya perlakuan yang adil antara laki-laki dan perempuan.
Selain dalam penjelasan “Kota Budaya”, responsivitas gender juga dituangkan dalam penjelasan “Kota Surakarta sebagai kota yang Maju”. Dalam hal ini ditinjau dari beberapa indikator, salah satunya indicator social yang diukur dari kualitas sumber daya manusia. Namun dalam penjelasan tersebut kualitas sumber daya manusia hanya diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI), dimana untuk mengetahui kesenjangan gender juga diperlukan Indeks Pembangunan Gender (IPG) / Gender Development Index (GDI). Meskipun dalam penjelasan tersebut tidak menggunakan IPG/ GDI dalam mengukur kualitas sumber daya manusia, tetapi dalam kemajuan yang telah dicapai menjelaskan bahwa pengarusutamaan gender telah menjadi isu penting dalam pembangunan, yang berbunyi “ Selain itu semua kemajuan juga ditandai dengan tingginya tingkat
commit to user
partisipasi masyarakat termasuk pengarusutamaan gender dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”. Hal tersebut membuktikan bahwa keadilan dan kesetaraan gender menjadi isu penting dalam tercapainya program-program pembangunan.
Visi Kota Surakarta tersebut kemudian dijabarkan dalam misi, misi merupakan rumusan mengenai apa-apa yang diyakini dapat dilakukan dalam rangka mewujudkan visi. Visi Kota Surakarat dijabarkan dalam 9 (sembilan) misi, namun keseluruhannya bersifat netral gender karena rumusan tersebut tidak mencantumkan secara eksplisit maupun implisit tentang nilai-nilai keadilan dan kesetaraan gender.
Setelah dilakukan analisis pada visi dan misi, maka dilakukan analisis pada tujuan. Tujuan merupakan pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Tujuan-tujuan dijabarkan dalam 9 (sembilan) klasifikasi, dimana setiap tujuan tersebut menjabarkan dari setiap misi. Dari tujuan-tujuan tersebut isu gender hanya dimasukkan dalam “ Tujuan dari Misi ke-4 yaitu Pelayanan dan Akses Pendidikan” dimana pada tujuan tersebut point kedua adalah “Memperluas akses masyarakat dibidang pendidikan dan berkeadilan gender”. Hal ini membuktikan bahwa isu gender telah menjadi salah satu isu yang diperhatikan namun masih terbatas pada aspek pendidikan.
Berdasarkan tujuan-tujuan tersebut maka dirumuskan sasaran-sasaran kebijakan sehingga dapat membantu dan memandu dalam mempermudah perumusan indikator kinerja. Sasaran memuat penjabaran visi dan visi yang
commit to user
lebih terukur dalam jangka waktu perencanaan, serta memuat besaran-besaran kuantitatif yang menerjemahkan rumusan tujuan. Terdapat 35 sasaran dari seluruh penjabaran tujuan yang ada, dari 35 keseluruhan sasaran tersebut hanya sasaran-sasaran dari tujuan misi ke-4 yaitu pelayanan dan akses pendidikan yang memasukkan isu gender. Sasaran pertama poin A pada tujuan misi ke-4 adalah “ Terwujudnya penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, berkualitas dan berkeadilan dalam pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah, maupun pendidikan non formal.” Kata berkeadilan dalam sasaran tersebut menunjukkan responvitas gender dalam bidang pendidikan tentang pentingnya memberikan pendidikan yang adil baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Selain pada sasaran pertama isu gender juga dimasukkan dalam sasaran kedua pada tujuan misi ke-4 poin D yang berbunyi “Meningkatnya akses perempuan untuk mendapatkan pendidikan non formal untuk kecakapan hidup (life skill)” dalam sasaran tersebut tidak hanya bersifat responsif gender namun justru bersifat affirmative action, dimana hanya salah satu jenis kelamin yang menjadi prioritas yaitu khusus untuk perempuan.
commit to user
Tabel-4.7Analisis Responsivitas Gender terhadap Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pada RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2015
Komponen Kebijakan
Jumlah Rumusan
Hasil Analisis Keterangan Netral gender Responsif gender
(1) (2) (3) (4)
Visi 1 Secara ekplisit
bersifat netral gender Dalam penjabaran visi ada penjelasan yang bersifat responsif gender Ada statement berkeadilan, menjamin HAM dan pengarusutamaan gender Misi 9 Secara keseluruhan bersifat netral gender - Tidak ditemukan statement yang menuangkan nilai keadilan dan kesetaraan. Tujuan 9 Sebagian besar
bersifat netral gender
Satu poin bersifat responsif gender yang tercakup dalam tujuan dari misi ke-4 tentang pelayanan dan akses pendidikan. Adanya statement berkeadilan gender
Sasaran 35 Sebagian besar bersifat netral gender
Satu poin bersifat responsif gender dan satu poin lagi bersifat
affirmative action yang tercakup dalam tujuan dari misi ke-4 tentang pelayanan dan akses pendidikan.
Ada statement berkeadilan dan akses perempuan
Sumber : RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2015
Selain melakukan analisis pada visi, misi, tujuan dan sasaran maka selanjutnya akan dilakukan analisis strategi dan arah kebijakan pembangunan pada RPJMD Kota Surakarta tahun 2010 – 2015. Strategi pembangunan merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan tentang tujuan dan
commit to user
sasaran yang akan dicapai dan akan menjadi dasar dalam menjabarkan arah kebijakan. Berikut adalah hasil analisisnya.
Tabel-4.8
Analisis Responsivitas Gender terhadap Sasaran Umum, Strategi dan Arah Kebijakan pada RPJMD Kota Surakarta 2010 -2015
Komponen Kebijakan Jumlah Rumusan Hasil Analisis Keterangan Netral gender Responsif gender (1) (2) (3) (4) (5) Sasaran Umum Daerah 3 2 1 Adanya statement berkeadilan Strategi Daerah 18 18 0 Tidak ada statement yang menuangkan nilai keadilan dan kesetaraan Arah Kebijakan Daerah 30 28 2 Adanya statement berkeadilan Sumber : RPJMD Kota Surakarta 2010 -2015
Hasil analisis yang dilakukan diperoleh bahwa pada sasaran umum daerah terdapat satu rumusan yang secara eksplisit menunjukkan responsivitas gender yang tertuang pada sasaran umum ketiga yaitu “Pembangunan kualitas masyarakat dengan memperluas kesempatan memperoleh pendapatan pendidikan, kesehatan, pangan, pemukiman dan pelayanan publik lainnya yang berkeadilan bagi semua kelompok tanpa diskriminasi.” Kemudian pada strategi daerah terdapat 18 rumusan namun seluruhnya bersifat netral gender bahkan termasuk strategi daerah yang digunakan dalam mencapai sasaran umum ketiga dimana didalamnya secara ekplisit dapat dikatakan responsif gender. Berikutnya pada arah kebijakan daerah, dimana arah kebijakan daerah merupakan pedoman yang wajib dipatuhi dalam melakukan tindakan untuk
commit to user
melaksanakan langkah-langkah atas strategi yang dipilih agar lebih terarah dalam mancapai tujuan dan sasaran. Dari seluruh rumusan arah kebijakan yang ada, terdapat dua rumusan yang bersifat responsif gender dimana keduanya merupakan arah kebijakan yang dilakukan untuk mencapai sasaran umum daerah ketiga. Dua rumusan tersebut berbunyi “Memfasilitasi penyediaan akses dan penyelenggaraan pelayanan pendidikan yang inklusif, berkualitas dan berkeadilan sehingga masyarakat dapat meningkat derajat pendidikannya” dan “Memfasilitasi penyediaan akses dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas dan berkeadilan sehingga masyarakat dapat meningkat derajat kesehatannya”. Meskipun terdapat rumusan yang responsif gender, namun keduanya hanya sebatas pada aspek pendidikan dan kesehatan. Selain itu, juga terlihat kurangnya konsistensi dalam perumusan. Misalnya pada analisis responsivitas sasaran umum, strategi dan arah kebijakan. Rumusan sasaran umum daerah ketiga menuangkan nilai keadilan tetapi breakdown pada strategi daerah nilai keadilan tersebut tidak tertuang dan nilai keadilan muncul kembali pada arah kebijakan daerah.
Setelah dilakukan analisis terhadap sasaran umum, strategi dan arah kebijakan maka selajutnya akan dilakukan analisis terhadap kebijakan serta program pembangunan daerah pada RPJMD Kota Surakarta tahun 2010 – 2015. Kebijakan umum menjelaskan tentang strategi yang lebih spesifik, konkrit, operasional dan fokus; mengarahkan pemilihan program yang lebih tepat dan rasional berdasarkan strategi yang dipilih dan mengarahkan pemilihan program agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan
commit to user
kepentingan umum. Rumusan kebijakan merupakan sarana untuk menghasilkan berbagai program yang paling efektif mencapai sasaran, dan program-program yang inheren. Berikut adalah analisis terhadap kebijakan umum daerah.
Tabel – 4.9
Analisis Kebijakan Umum Daerah
Kategori Kebijakan Umum Jumlah Rumusan Hasil Analisis Keterangan Netral Gender Responsif Gender (1) (2) (3) (4) Kebijakan Umum Pembangunan Bidang Ekonomi 7 7 0 Tidak ada statement yang menuangkan nilai keadilan dan kesetaraan Kebijakan Umum Pembangunan Bidang Sosial Budaya 7 4 3 Adanya statement tanpa diskriminasi dan menjamin persamaan hak warga negara dan HAM Kebijakan Umum Pembangunan Bidang Fisik Sarana dan Prasarana
5 5 0 Tidak ada statement yang menuangkan nilai keadilan dan kesetaraan Kebijakan Umum
Pembangunan Bidang Tata Pemerintahan 7 6 1 Adanya statement adil bagi semua kelompok tanpa diskriminasi Sumber : RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010 – 2015
commit to user
Berdasarkan tabel-4.9 dapat dilihat bahwa telah terdapat 4 rumusan kebijakan yang responsif gender. Rumusan kebijakan responsif gender tertuang pada rumusan kebijakan umum pembangunan bidang sosial budaya dan rumusan kebijakan umum pembangunan bidang tata pemerintahan. Kebijakan ketenagakerjaan yang justru tertuang kebijakan umum pembangunan bidang ekonomi dimana rumusan-rumusan kebijakannya masih bersifat netral gender.
Analisis berikutnya adalah analisis pada rumusan program pembangunan daerah. Program pembangunan daerah yang dirumuskan pada RPJMD merupakan acuan yang akan digunakan dalam penyusunan program pada Renstra Dinas. Berikut adalah klasifikasi program berdasarkan responsivitas gendernya.
commit to user
Tabel – 4.10Analisis Responsivitas Gender Program Umum Daerah Program Pembangunan Daerah Jumlah Rumusan Netral Gender Responsif Gender (1) (2) (3) (4) Program Penjabaran Misi Ke-1 32 32
Tidak ada statement yang menuangkan nilai keadilan
dan kesetaraan Program Penjabaran Misi Ke-2 23 23 Program Penjabaran Misi Ke-3 6 6 Program Penjabaran Misi Ke-4 16 14 Adanya statement peningkatan kualitas perempuan dan pengarusutamaan gender Program Penjabaran Misi Ke-5 27 27
Tidak ada statement yang menuangkan nilai keadilan
dan kesetaraan Program Penjabaran
Misi Ke-6 14 13
Adanya statement tidak diskriminatif Program Penjabaran
Misi Ke-7 34 34 Tidak ada statement yang
menuangkan nilai keadilan dan kesetaraan Program Penjabaran Misi Ke-8 30 30 Program Penjabaran Misi Ke-9 11 11 Program Lainnya Pendukung Pencapaian RPJM Daerah 61 58 Adanya statement kesetaraan gender dalam pembangunan, peningkatan
kualitas hidup dan perlindungan perempuan
dan pengarusutamaan gender
Sumber : RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010 – 2015
Dari hasil klasifikasi diatas terdapat 6 rumusan program yang responsif gender yang terdapat pada rumusan program penjabaran misi ke-4, program penjabaran misi ke-6 dan program lainnya pendukung pencapaian RPJM Daerah. Program penjabaran misi ke-6 merupakan penjabaran misi akses
commit to user
lapangan kerja, dimana didalamnya memuat “Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja”. Meskipun program tersebut netral gender, tetapi pada misi ke-6 terdapat satu program yang mengandung nilai keadilan dan kesetaraan gender, program tersebut adalah “Program perencanaan ketenagakerjaan yang tidak diskriminatif” dimana program tersebut dapat mendukung program lain pada misi ke-6 agar setiap program dilaksanakan tanpa diskriminasi melalui perencanaan yang tidak diskriminatif.
Hasil analisis secara keseluruhan terhadap RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2014 ditemukan bahwa pada dasarnya isu keadilan dan kesetaraan gender telah menjadi bagian yang dipertimbangkan dalam mencapai tujuan – tujuan pembangunan, hal ini terbukti dengan dituangkannya secara eksplisit dalam perumusan. Namun hal tersebut masih terbatas pada aspek pendidikan dan kesehatan, belum menyentuh pada aspek ketenagakerjaan dimana aspek tersebut menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja.
2. Analisis Renstra dan Renja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta merupakan SKPD yang bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja maupun pencari kerja melalui pelatihan dan pendidikan. Oleh karena itu Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja melalui Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Pencari Kerja menjadi salah
commit to user
satu prioritas bagi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi, sesuai dengan yang tertuang dalam Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015. Analisis Renstra menjadi penting karena Renstra merupakan acuan dalam pelaksanaan setiap program dan kegiatan. Untuk analisis Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015, pertama akan dianalisis visi dan misi dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Trasmigrasi terlebih dahulu.
Tabel – 4.11
Analisis Visi dan Misi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2011 – 2015
Nama Dokumen Visi Misi
(1) (2) (3) Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015 Terwujudnya kesejahteraan melalui pembangunan bidang sosial, ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. 1. Peningkatan kualitas pelayanan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial melalui rehabilitasi, jaminan sosial.
Pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial. 2. Meningkatkan kualitas
sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan produktivitas
3.Peningkatan kualitas layanan bagi pencari kerja serta calon transmigran 4.Menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha, pekerja dan pemerintah guna mewujudkan kesejahteraan pekerja dan kelangsungan usaha.
5. Meningkatkan Pembinaan Pengawasan terhadap norma kerja serta keselamatan.
Sumber : Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 - 2015
commit to user
Berdasarkan dokumen Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015, rumusan visi secara eksplisit bersifat netral gender. Rumusan visi tersebut kemudian dituangkan ke dalam 5 misi, dimana 4 misi diantaranya adalah misi untuk bidang ketenagakerjaan dan rumusan misi juga masih dituangkan dalam rumusan yang bersifat netral gender (lihat tabel-4.11). Kemudian setelah menganalisis rumusan visi dan misi dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, maka selanjutnya dianalisis mengenai tujuan dan sasaran. Tujuan merupakan penjabaran dari misi yang akan dicapai atau dihasilkan, sedangkan sasaran merupakan implementasi dari tujuan secara terukur yang mana sasaran menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses penyusunan perencanaan strategis. Dalam hal ini akan langsung dilakukan analisis tujuan dan sasasaran dari misi kedua. Misi kedua merupakan misi dasar dari pelaksanaan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga tenaga kerja. Berikut analisisnya (lihat tabel – 4.12)
commit to user
Tabel – 4.12Analisis Responsivitas Gender Tujuan dan Sasaran dari Misi Kedua Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2011 – 2015
Nama Dokumen
Misi Kedua
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan Kerja dan Produktivitas
(1) (2) (3)
Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015
Tujuan :
Melaksanakan
peningkatan kualitas dan kuantitas pelatihan tenaga kerja untuk mewujudkan tenaga kerja yang terampil dan profesional.
Sasaran:
1. Tercapainya pelatihan dan ketrampilan SDM (Sumber Daya
Manusia) bagi pencari kerja
2. Terwujudnya legalitas dan sertifikasi LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta) yang berorientasi pasar kerja.
Sumber : Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 - 2015
Hasil analisis di atas menunjukkan bahwa dalam misi meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan kerja dan produktivitas, nilai keadilan dan kesetaraan gender belum tertuang secara eksplisit dalam tujuan dan sasaran. Untuk mengetahui lebih jelas tentang responsivitas gender pada program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja maka dilakukan juga analisis terhadap kebijakan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta.
commit to user
Tabel – 4.13Analisis Kebijakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tahun 2011 – 2015
Nama Dokumen Kebijakan
(1) (2)
Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015
1. Membina dan mendorong pemberdayaan masyarakat dalam ikut serta menanggulangi masalah sosial kemasyarakatan
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian dalam rangka menciptakan lapangan kerja selaras dengan kebijakan ekonomi yang mengarah pada upaya pengurangan pengangguran
3. Mengembangkan sistem pelatihan ketenagakerjaan secara menyeluruh dan terpadu diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kerja
4. Meningkatkan hubungan industrial yang harmonis serasi serta dinamis
5. Meningkatkan perlindungan dan pengawasan lembaga ketenagakerjaan
Sumber : Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 - 2015
Berdasarkan data pada tabel – 4.13 menunjukkan bahwa kebijakan yang tertuang pada Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015 masih netral gender dan belum menuangkan nilai-nilai untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.
commit to user
Tabel – 4.14Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun 2011
Kegiatan Indikator Kegiatan Keterangan
Keluaran Hasil
(1) (2) (3) (4)
1. Penyusunan data base tenaga kerja daerah
Penyusunan data base tenaga kerja daerah Terususunnya data ketenagakerjaan di Surakarta Netral gender 2. Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja Pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi pencari kerja Terlaksananya pelatihan bagi pencari kerja Netral gender
Sumber : Data Sekunder (Renca Kerja Dinsosnakertrans Tahun 2011)
Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja didalam Renja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi masuk dalam urusan wajib ketenagakerjaan. Program ini dianalisis karena program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas. Peningkatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui pendidikan formal, pelatihan kerja, dan pengembangan di tempat kerja sebagai satu kesatuan sistem pengembangan sumber daya manusia yang komprehensif dan terpadu. Pada Tabel – 4.14 dapat dilihat bahwa kegiatan-kegiatan dalam Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja secara eksplisit masih netral gender.
Berdasarkan analisis dokumen mulai dari dokumen RPJMD Kota Surakarta Tahun 2010-2015, Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011-2015 dan Rencana Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011. Nilai –
commit to user
nilai keadilan dan kesetaraan meskipun telah menjadi salah satu nilai penting yang dipertimbangan dalam tercapainya tujuan pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia namun hal tersebut lebih terfokus pada bidang pendidikan dan kesehatan. Pada program RPJMD bidang ketenagakerjaan, memang ditemui program yang mengandung nilai keadilan dan kesetaraan yaitu “Program perencanaan ketenagakerjaan yang tidak diskriminatif” namun program tersebut tidak ditemui pada program – program pada Renstra Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta Tahun 2011 – 2015. Ini dapat disimpulkan adanya inkonsistensi dalam breakdown program – program bidang ketenagakerjaan. Namun, meskipun rumusan kebijakan/program/kegiatan secara ekplisit netral gender hal tersebut belum dapat disimpulkan bahwa “Program Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Tenaga Kerja” juga dilaksanakan secara netral gender pula.
Untuk mengetahui responsivitas gender dari pembuat kebijakan dalam perumusan dokumen kebijakan di lingkungan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta berikut adalah pernyataan dari Informan A selaku pembuat kebijakan :
“Kita dalam merumuskan rencana strategis dinas itu sesuai juga dengan peraturan yang ada di tingkat daerah, selain tiu kami juga melihat dari peraturan pusat jadi tidak berdiri sendiri, kemudian kalau yang menyangkut masalah gender gitu belum adanya soalnya kan memang semua program itu ditujukan untuk semua masyarakat, jadi kan tidak pilih-pilih ”
Kemudian berikut juga pernyataan dari Informan A mengenai terkait Program Perencanaan Ketenagakerjaan yang Tidak Diskriminatif dalam RPJMD Kota Surakarta 2010-2015:
commit to user
“Disana menyebut itu ya? Jadi dalam rangka untuk