BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Teori
2.1.6. Return Saham
Return (kembalian) adalah tingkat keuntungan yang dinikmati pemodal atas investasi yang dilakukannya. Dalam hal ini tujuan dari corporate finance adalah memaksimumkan nilai perusahaan. Memaksimumkan nilai perusahaan berarti memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Kekayaan pemegang saham sangat dinilai dari return yang diterima pemegang saham atas investasi yang telah dilakukan di dalam perusahaan. Return yang diterima pemegang saham dapat berupa penerimaan deviden tunai ataupun adanya perubahan harga saham pada suatu periode (Ross et al, 2002).
Pada dasarnya, return terdiri dari return realisasi (realized return) dan return ekspektasi (expected return). Return realisasi merupakan return yang terjadi. return realisasi penting karena dapat digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja perusahaan dan dihitung berdasarkan data historis. Sedangkan return ekspektasi adalah return yang diharapkan akan diperoleh oleh investor di masa mendatang.
2.2. Review Peneliti Terdahulu
Studi empiris yang dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu mengenai kaitan antara beberapa indikator pengukuran kinerja dengan return saham adalah sebagai berikut :
Penelitian Biddle, et al. (1997) bertujuan untuk mengkaji pernyataan bahwa economic value added mempunyai hubungan yang lebih nyata dengan return saham dan firm values dibandingkan dengan residual income, earnings dan cash flow operation. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengevaluasi komponen unik economic value added mana yang mempunyai hubungan nyata dengan return. Penelitian mengambil obyek perusahaan-perusahaan yang tercantum dalam daftar Stern Steward & Company. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata earnings memiliki hubungan yang lebih nyata dengan return saham dibandingkan dengan economic value added, residual income dan cash flow operation. Disamping itu, tidak ada komponen unik economic value added yang mempunyai hubungan nyata terhadap return.
Peneliti Lehn dan Makhija (1997) bertujuan untuk mempelajari hubungan antara lima indikator pengukuran kinerja keuangan dengan return saham. Kelima indikator tersebut adalah economic value added (EVA), market value added (MVA), return on asset (ROA), return on equity (ROE) dan return on sales (ROS). Penelitian mengambil obyek perusahaan-perusahaan publik di Amerika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator EVA memiliki korelasi yang lebih tinggi terhadap return saham dibanding dengan MVA, ROA, ROE dan ROS.
Penelitian Garvey dan Milbourn (2000) lebih menekankan pada situasi seperti apa EVA dapat mengalahkan earnings dan mengapa demikian. Penelitian ini hanya menggunakan indikator EVA dan earnings dalam kaitannya dengan return saham. Penelitian ini juga membedakan apakah perusahaan telah mengadopsi EVA atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang telah mengadopsi EVA memang memiliki EVA yang berkorelasi lebih tinggin dengan return saham dibandingkan dengan earnings.
Penelitian Pradhono (2004) bertujuan untuk menganalisis pengaruh EVA, residual income. earnings dan arus kas operasi terhadap return saham, serta untuk mengetahui indikator mana yang mempunyai pengaruh dominan. Peneliti mengambil obyek perusahaan-perusahaan manufaktur yang tergolong dalam industri consumers goods di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel arus kas operasi mempunyai pengaruh dominan terhadap return saham. Selain itu, variabel earnings juga mempunyai pengaruh signifikan.
Penelitian De Medeiros (2005) bertujuan untuk menganalisis hubungan antara economic vakue added dengan return saham. penelitian ini hanya menggunakan indikator EVA sebagai variable bebas. Penelitian mengambil obyek perusahaan- perusahaan publik di Brazil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVA mempunyai hubungan yang positif dan signifikan dengan return saham yang menghasilkan model alternatif.
Penelitian Dewanto (2005) bertujuan untuk menganalisis secara parsial dan simultan pengaruh economic value added (EVA), market value added (MVA), residual income dan cash flow operation (CFO) terhadap imbal hasil saham. penelitian ini mengambil obyek perusahaan-perusahaan pada sektor pertambangan di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel EVA, MVA, residual income dan Cash Flow Operation menpunyai hubungan yang positif dengan imbal hasil saham, namun secara statistik pengaruhnya tidak signifikan.
Peneliti Waluyo (2005) bertujuan untuk mengetahui pengaruh return on assets (ROA) dan economic value added (EVA) terhadap tingkat pengembalian saham, baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini mengambil obyek perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata ROA dan EVA baik secara parsial maupun secara simultan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengambalian saham.
Penelitian Ismail (2006) bertujuan untuk mengkajinpernyataan bahwa economic value added (EVA) merupakan indikator yang lebih unggul dalam
menjelaskan return saham bila dibanding dengan residual income, net income dan net operating profit after tax (NOPAT). peneliti mengambil obyek pada perusahaan- perusahaan publik di inggris, hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator NOPAT dan net income mempunyai huubungan yang lebih nyata dibanding dengan EVA dan residual income dalam menjelaskan return saham.
Penelitian Mundaryatiningsih (2006) bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan dengan menggunakan indikator accounting earnings, return on investment (ROI), economic value added (EVA) dan market value added (MVA) terhadap kapitalisasi pasar perusahaan dan return saham. peneliti mengambil obyek perusahaan-perusahaan yang termasuk dalam LQ 45 di Bursa Efek Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EVA mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham. sedangkan MVA mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Penelitian Kyriazis dan Anastassis (2007) bertujuan untuk menyelidiki kekuatan penjelasan dari model EVA berkenaan dengan return saham dan firm market value, dibandingkan dengan indikator variabel akuntansi seperti net income dan operating income. Penelitian mengambil obyek perusahaan-perusahaan publik di Yunani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi yang dihasilkan net incomei dan operating income lebih mempunyai nilai relevan dibandingkan dengan EVA. Selain itu, EVA tidak menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan MVA perusahaan daripada variabel akuntansi lainnya.
Tabel 2.1. : Tinjauan Penelitian Terdahulu Nama Peneliti
& Tahun
Judul Penelitian Variabel
penelitian
Hasil Penelitian
Biddle, Bowen dan wallace (1997)
Does EVA Beat Earnings ? Evidence on Associations with stock return and firm values.
EVA, Residual Income, Earnings dan CFO terhadap return saham
EVA,MVA, Residual Income, dan CFO mempunyai hubungan positif dengan imbal hasil saham, namun secara statistik pengaruhnya tidak signifikan.
Waluyo, (2005) Pengaruh return on assets (ROA) dan Economic Value Added (EVA) terhadap tingkat pengembalian saham.
ROA, EVA terhadap tingkat pengembalian saham
ROA dan EVA baik secara parsial maupun simultan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. Ismail, (2006) Mundaryatiningsih,, (2006) Kyriazis dan Anastassis, (2007)
Is Economic value added more associated with stock return than accounting earnings ? the UK Evidence.
Analisis Pengaruh Kinerja keuangan perusahaan terhadap kapitalisasi pasar dan return saham perusahaan publik di bursa efek jakarta.
The Validity of the economic value added approach : An Empirical Application.
EVA, Residual Income, NOPAT, Net Income with Stock return.
Accounting earnings, ROI,EVA,MVA with return saham.
EVA, Net Income, Operating Income with Stock return
NOPAT dan Net Income mempunyai hubungan yang lebih nyata dengan stock return bila dibandingkan dengan EVA dan residual income.
Eva mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, MVA mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Net Income dan Operating Income lebih mempunyai nilai relevan dibandingkan dengan model EVA
Pradhono (2004) Pengaruh EVA, Residual Income, Earnings dan Arus Kas Operasi terhadap Return Saham.
EVA, Residual Income, Earnings, Arus Kas Operasi dan Return Saham
- Eva tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham. - Residual Income tidak mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap Return Saham.
- Earnings mempunyai pengaruh nyata terhadap Return yang diterima oleh pemegang saham.
- Arus Kas Operasi mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap return yang diterima oleh pemegang saham.