DATA DAN ANALISIS KELITBANGAN 2021-2026
5.1 Review Dokumen Perencanaan Pembangunan Kota Semarang
5.1.1 Review Dokumen LKPJ ATA 2020 Kota Semarang
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Semarang Akhir Tahun Anggaran (ATA) 2020 merupakan laporan yang disusun 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun atau paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.
LKPJ ini diserahkan kepada DPRD sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran, sehingga LKPJ ATA 2020 ini disusun. Ruang lingkup laporn ini meliputi hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah, serta termuat hasil pelaksanaan tugas pembantuan dan penugasan.
Berdasarkan LKPJ ATA 2020 ini akan mengkaji hasil capaian dan permasalahan yang terjadi pada bidang sosial, budaya, dan pemerintahan pada tahun 2016-2021. Capaian dan permasalahan ini dikaji berdasarkan bidang-bidang urusan pemerintahan yang berkaitan dengan bidang sosial, budaya, dan pemerintahan. Adanya review capaian dan pemasalahan ini bertujuan untuk mengetahui capaian selama lima tahun terakhir dan sebagai bahan pertimbangan perumusan kegiatan penelitian dan pengembangan yang akan diadakan untuk tahun 2021-2026. Adapun capaian dan permasalahan berdasarkan LKPJ ATA 2020 dijabarkan pada Tabel V.1.
69
Tabel V.1 Capaian dan Permasalahan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Akhir Tahun Anggaran 2020
Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
Pendidikan • Pencapaian 103,46 % untuk Harapan Lama Sekolah dan 96,78 % untuk Rata-rata Lama Sekolah di tahun 2020 (meningkat sebesar 0,01 % dari capaian tahun 2019)
• Masih terdapat guru yang belum berkualifikasi pendidikan S1/D-IV, terutama di jenjang PAUD.
• Masih terdapat bangunan satuan pendidikan yang kondisinya kurang baik dan memprihatinkan sehingga kadang mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Kesehatan • Pencapaian angka harapan hidup (AHH) Kota Semarang adalah 77,34 tahun (lebih lama 0,09 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya)
• Permasalahan Program KIA
• Permasalahan pencapaian standar pelayanan minimal bidang Kesehatan
• Permasalahan pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis
• Permasalahan pelayanan kesehatan orang dengan resiko HIV Ketentraman,
Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat
• Pencapaian target kemampuan analisa intelijen strategis terhadap potensi gangguan ipoleksosbudhankam sebesar 79% (meningkat 1% dari capaian tahun 2019)
• Pencapaiain target kejadian konflik sosial suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yaitu hanya 1 kejadian
• Pencapaian 3,35 (108,6%) Indeks Pengembangan Demokrasi Pancasila (meningkat 0,49 dari capaian tahun 2019)
• Rasio siskamling pada tahun 2020 mencapai 31,88 % (5.653 siskamling) dibagi 177 kelurahan di Kota Semarang.
• Terdapat total 7.940 anggota Linmas di wilayah se-Kota Semarang yang bertugas dan 4.974 orang terfasilitasi peningkatan kualitas SDM.
• Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran sebesar 34.78% lebih tinggi dari target sebesar 24.26%.
• Peningkatan Tingkat Waktu Tanggap (response time rate) pemadam kebakaran sebesar 77.04% (meningkat 26,78% dari capaian tahun 2019)
• Perlu upaya strategis untuk mencegah penyebarluasan COVID-19
• Munculnya kembali penolakan terhadap pembangunan rumah ibadah Gereja Baptis Indonesia (GBI) Malangsari Tlogosari Kulon.
• Belum optimalnya koordinasi dalam penyelenggaraan ketertiban, ketentraman dan perlindungan masyarakat dan penegakan Peraturan.
• Belum terpenuhinya sarana kelengkapan bertugas untuk Pelaksanaan penyelenggaraan keamanan dan kenyamanan lingkungan
• Tidak adanya kegiatan dan tempat latihan bagi petugas pemadam kebakaran
• Belum maksimalnya peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
• Kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya
• Masih rendahnya pengetahuan teknis personil terhadap kesiapsiagaan dan resiko bencana
• Kurangnya informasi atau peringatan dini yang mengakibatkan ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi bencana
70 Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
• Pencapaian target Persentase Pemenuhan Bagi Korban Bencana sebesar 97,35%
• Pencapaian hingga 90,31% kelompok jejaring kebencanaan terfasilitasi (meningkat 25,58% dari capaian tahun 2019)
• Pencapaian target 80% kawasan rawan bencana dengan EWS (meningkat 40% dari capaian tahun 2019)
• Peningkatan cakupan sarana prasarana kesiapsiagaan bencana sebesar 95,00% (meningkat 9,64% dari capaian tahun 2019)
• Pencapaian 88,36% cakupan pemulihan pasca bencana
Sosial • Pencapaian target untuk indikator kinerja Angka Kemiskinan sebesar 4,60%
• Penurunan penduduk miskin sebesar 16,15% (mengalami kenaikan 2,35%
dari capaian tahun 2019)
• Peningkatan sebesar 99,69% Penanganan Penyandang Masalah
Kesejahteraan Sosial (PMKS) (menurun 0,31% dari capaian tahun 2019)
• Peningkatan sarana sosial (seperti panti asuhan, panti jompo dan panti rehabilitasi) sebanyak 119 panti (bertambah 14 panti capaian tahun 2019)
• Peningkatan sebanyak 513.287 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memperoleh bantuan sosial
• Tidak terlaksananya verifikasi dan validasi BDT/DTKS direncanakan setahun 2 (dua) kali
• Peningkatan PMKS yang disebabkan Pandemi Covid-19.
• Beberapa Sarana dan Prasarana sosial belum terpenuhi : a) Sarana prasarana Rumah Authis belum maksimal.
b) Sarana prasarana Rumah Tampung Among Jiwo yang overload c) Belum memiliki Posko tetap dukungan baik untuk kebencanaan
Alam maupun Sosial.
d) Dukungan Sarana prasarana Disabilitas yang belum maksimal.
Tenaga Kerja • Mengalami kenaikan menjadi 9,57% Tingkat Pengangguran Terbuka/TPT (jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja) di Kota Semarang
• Mengalami kenaikan menjadi 69,89% Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja/TPAK (jumlah angkatan kerja terhadap jumlah penduduk usia kerja)
• Terdapat 163 lulus kompetensi dari 220 peserta uji kompetensi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang
• Banyak kasus pemutusan hubungan kerja maupun pekerja yang dirumahkan akibat COVID-19
• Kurangnya skill pencari kerja yang sesuai dengan pasar kerja
• Tidak optimalnya penempatan tenaga kerja karena tidak sesuai minat
• Belum optimal pengaplikasian teori dan praktek pasca pelatihan wirausaha sebagai pelaku usaha pemula
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
• Terealisasinya 0,29 Rasio KDRT
• Terealisasi 100% Penyelesaian Pengaduan Perlindungan Perempuan dan Anak
• Terpenuhi 4 organisasi Perempuan yang Berpartisipasi dalam Pembangunan yaitu Dharma Wanita, GOW, PKK dan GOP TKI.
• Belum optimalnya kegiatan di Forum Anak Tingkat Kota dan Kecamatan;
• Belum optimalnya pemahaman terhadap perencanaan anggaran responsif gender dan anak di OPD;
71 Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
• terbentuknya Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG)
• Belum optimalnya peran Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) dalam upaya pencegahan kasus kekerasan.
Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
• Belum tercapainya target wajib kepemilikan KTP el menyisakan 23.541 orang (1,89%) dari total 1.242.997 orang.
• Belum tercapainya target wajib kepemilikan akta kelahiran bayi menyisakan 233 bayi (1,19%) dari 19.636 bayi.
• Belum tercapainya target jumlah kepemilikan akta kelahiran menyisakan 335.298 orang (19,89%) dari total 1.685.909 penduduk Kota Semarang
• Belum tercapainya jumlah penduduk berakta kematian menyisakan 5,23%
• Peningkatan jumlah anak memiliki KIA mencapai 249.446 anak (60,57%)
• Kurang optimalnya pelayanan administrasi kependudukan di masa pandemi Covid 19.
• Kurang optimalnya penyediaan blanko KTP el.
• Pelayanan administrasi kependudukan secara daring kurang optimal.
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
• Meningkatnya kapasitas pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan mencapai 100%
• Belum terintegrasinya aplikasi PRODESKEL (Profil Desa dan Kelurahan) dan EPIDESKEL (Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan) dengan SILAKER (Sistem Informasi Layanan Administrasi Kelurahan Terpadu) menyebabkan tumpang tindih input data.
Pengendalian Penduduk dan Keluarga
• Tidap terpenuhinya target cakupan PUS Unmet need yaitu 10.46 % dari target 7.72 % (penurunan 0,83% dari capaian tahun 2019)
• Belum memenuhi target cakupan peserta KB Aktif yaitu sebesar 76.94%
dari 77.32% (menurun 0.53 % dari capaian tahun 2019)
• Belum tercapainya target cakupan keaktifan anggota Bina Keluarga keluarga yaitu 47.63% dari 58.86% (menurun 7% dari capaian tahun 2019)
• Belum optimalnya Kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Lansia (BKL)
• Terjadi peningkatan pada jumlah pernikahan dini
• Kurang optimalnya pencatatan dan pelaporan pelayanan KB yang terdapat pada fasilitas kesehatan (Dokter Praktek Swasta/DPS dan Bidan Praktek Swasta /BPM).
• Tingginya angka unmetneed disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat
Komunikasi dan Informatika
• Teralisasinya Pelayanan Informasi Publik dengan adanya forum koordinasi PPID serta pengelolaan Pusat Informasi Publik.
• Optimalnya Pemanfaatan website Pemerintah Kota Semarang oleh Perangkat Daerah sebagai media penyampaian informasi dan kegiatan
• Belum terdapat ruangan khusus untuk aktivitas dan menyimpan data bagi PPID Pembantu.
• Masih kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tata cara penyampaian pengaduan dan perlunya peningkatan kompetensi SDM/admin pengelola pengaduan.
72 Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
• Penyebarluasan Informasi ke masyarakat dapat terlaksana melalui: dialog interaktif di TV, Radio, E-Radio, Media Cetak Lokal, Media Nasional, Baliho, Spanduk dll.
• Tersedianya peralatan studio serta penunjang Situation Room
• Tersedianya bandwith regular dan bandwith backup
• Tersedianya jaringan internet di kelurahan, wifi di tempat publik, Internet CCTV RT se-Kota Semarang, rehab data center dan pengembangan server.
• Terbangunnya Co Working Space di Gedung Olahraga Tri Lomba Juang.
• Tersusunnya FS Jaringan Telekomunikasi.
• Belum optimalnya koordinasi antar stakeholders dalam rangka pengembangan Semarang smart city
• Belum maksimal pemanfaatan website resmi OPD Pemerintah Kota Semarang sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat.
• Perlunya Update Zonasi Menara Telekomunikasi
• Kurangnya SDM yang menangani server dalam pengelolaan server.
• Kurangnya SDM di bidang TIK terutama untuk keamanan informasi.
• Masih perlunya penambahan server sesuai dengan kebutuhan.
Kepemudaan dan Olahraga
• Peningkatan Pembangunan Pemuda maupun Pembangunan Olahraga di Kota Semarang
• Pelatihan Kewirausahaan hanya bisa melaksanakan 2 dari 6 kegiatan
• Belum maksimalnya Sarana prasarana pendukung untuk pelaksanaan Prestasi Atlet olahraga Kota Semarang
Statistik • Pencapaian target 83% ketersediaan data statistik pembangunan daerah
• Tercapainya pengembangan Sistem Informasi Portal Semarang Satu Data yang bisa mengakomodir pengiriman data / entry serta dapat menampilkan Indikator Kinerja OPD;
• Belum optimalnya ketersediaan data sektoral yang akurat
• Belum semua OPD mengintegrasi Sistem Data Pembangunan
• Belum semua OPD melakukan pengelolaan data sektoral secara sistematis dan mengikuti kaidah statistik
• Kurangnya pedoman dalam pengelolaan data sektoral bagi OPD lain Persandian • Tercapainya target 100% jumlah software server yang melindungi data dan
informasi pemerintahan dari gangguan luar dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik pada beberapa aplikasi OPD
• Perkembangan teknologi informasi membutuhkan aplikasi yang dapat melindungi informasi dari keutuhan dan nirsangkal.
• Masih perlunya penguatan kualitas dan peningkatan kuantitas sumber daya manusia.
Kebudayaan • Tercapainya 157,78% tingkat pelestarian warisan
• Tidak tercapainya target apresiasi terhadap kesenian lokal sebesar 23,92%
dari 32,24%
• Tidak bisa mengadakan pagelaran seni budaya akibat pandemi
• Masih rendah tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap objek cagar budaya dan nilai warisan cagar budaya
• Masih kurang memahami pengembangan atraksi budaya yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman namun tidak
meninggalkan nilai tradisi Perpustakaan • Jumlah perpustakaan masih sama seperti sebelumnya, namun sudah
memasuki tahap FS
• Penyusunan DED Gedung Perpustakaan belum terlaksana, dikarenakan belum adanya lokasi/tempat yang strategis.
73 Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
• Peningkatan jumlah peminjam buku men menjadi 10.471 orang • Belum mampu melaksanakan peminjaman buku secara online Kearsipan • Peningkatan kegiatan Dokumen/arsip daerah yang diselamatkan/dipelihara
sebesar 37.000
• Peningkatan jumlah dokumen didigitalisasi menjadi 83.491 dokumen
• Peningkatan jumlah arsip dengan sistem administrasi yang baik menjadi 28.055 arsip
• Kurangnya pemahaman yang komprehensif tentang pengelolaan, fungsi, dan manfaat arsip bagi instansi (OPD/SKPD), individu, maupun masyarakat.
Pariwisata • Tercapainya target 10,76% kualitas promosi wisata
• Belum tercapainya target jumlah kunjungan wisata MICE yaitu 5.109 orang dari target 8.594 orang
• Terealisasinya 100% usaha pariwisata yang berkualitas
• Terkena dampak pandemi covid-19 sehingga jumlah kunjungan wisata berkurang
• Belum semua jenis usaha pariwisata mempunyai paguyuban atau asosiasi sehingga pembinaan kurang optimal.
Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan
• Teralisasinya 95,12% Capaian Indikator Tujuan Pembangunan pada RPJMD Kota Semarang pada tahun 2020
• Teralisasinya 111,28% Capaian Indikator Sasaran Pembangunan pada RPJMD Kota Semarang
• Penurunan realisasi Peningkatan Kunjungan Wisata di Kota Semarang menjadi sebesar -59,56 %.
• Terealisasi 95,6% Kesesuaian Muatan antar Dokumen Perencanaan dan dengan Dokumen Pelaksanaan Antar Waktu
• Terealisasi 95,96% Hasil Kajian Penelitian yang Dimanfaatkan dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
• Permasalahan terkait kebijakan penggunaan SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) serta penyesuaian nomenklatur Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019
• Permasalahan dalam hal ketersediaan data dan informasi terkait perencanaan pembangunan daerah
• Permasalahan terkait perencanaan pembangunan daerah
• Dibutuhkan konsep keberlanjutan kerjasama yang akan dilakukan dengan petani pasca berakhirnya Kerjasama JSDF.
Keuangan • Teralisasinya 46,02% kinerja Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang dalam upaya mencapai target tingkat kemandirian keuangan
• Terelaisasinya 97,03% Peningkatan Penerimaan terhadap target penerimaan dana transfer
• Pandemi Covid 19 berakibat penurunan Pajak hotel.
• Pandemi Covid 19 berdampak penurunan pajak hiburan
• Tidak tercapainya target pajak mineral bukan logam.
• Tidak tercapainya target PBB karena Covid-19
• Realisasi DBH PBB dan DBHCHT tidak tercapai karena realisasi pajak pusat rendah sehingga bagi hasil ke daerah juga rendah.
74 Bidng Urusan
Pemerintahan Capaian Permasalahan
• DAK Fisik tidak tercapai karena pencairan dana berdasarkan nilai kontrak dan hampir semua bidang nilai kontrak lebih rendah dari target pendapatan
Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan
• Terciptanya aplikasi e-fungsional untuk menjawab tantangan optimalisasi pengelolaan data informasi serta pelayanan admisnitrasi pada jabatan fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang
• Pemberian ijin belajar, ijin gelar, tugas belajar dan ujian dinas
• Pandemi covid-19 menyebabkan seluruh kegiatan tatap muka tidak dapat dilakukan secara langsung sehingga efektifitasnya kurang maksimal
Pengawasan • Tingkat maturitas SPIP Pemerintah Kota Semarang berada pada level 3 (terdefinisi) sesuai level yang ditargetkan
• Terealisasinya 92,43% penyelesaian tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan BPK, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah dan Inspektorat Kota Semarang
• Masih lambatnya penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan oleh beberapa obyek pemeriksaan.
• Masih adanya temuan-temuan berulang hasil pemeriksaan.
• Belum efektif dan belum optimal dalam penerapan SPIP.
Sekretariat DPRD
• Penurunan Penetapan Raperda yaitu dari 16 Raperda yang diusulkan, ditetapkan sebanyak 5 raperda (31,25%)
• Tidak optimalnya realisasi penetapan raperda, berimbas pada penyerapan honor narasumber dan transport peserta publik hearing
• Belum terbentuknya tim ahli DPRD ( terbaru )
• Terealisasi 100% Cakupan Pelayanan Sarana dan Prasarana Aparatur • Kurangnya pemahamanan masyarakat terkait Produk Hukum Daerah
• Kurangnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan Unit Penunjang Jaringan (UPJ) Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH)
• Tuntutan masyarakat yang tinggi terhadap penyelenggaraan pemerintahan umum, daerah, dan kewilayahan
• Belum terintegrasinya penyelesaian Fasilitasi Kepala Daerah dalam Hal Pengurusan Perjalanan
Kewilayahan • Meningkatnya Kualitas Penyelenggaraan Pemberdayaan Masyarakat di Kecamatan dan Kelurahan
• Meningkatnya Manajemen Sumber Daya Aparatur dan Kinerja Pelayanan OPD
• Belum optimalnya penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan
• Jumlah SDM yang terbatas dan tidak sesuai dengan beban kerja
• Masih adanya tumpang tindih pembangunan fisik oleh kecamatan, OPD Teknis, Dana Aspirasi dan sebagian tidak masuk long list;
• Masih ada Wilayah yang rawan banjir dan longsor jika musim hujan
• Tinggi nya angka Covid-19 positif yang tersebar Sumber : LKPJ ATA 2020
75
5.1.2 Arah Kebijakan Pembangunan Bidang Sosial Budaya dan