TINJAUAN PUSTAKA 2.1Budaya Organisasi
2.2 Reward (penghargaan) .1 Pengertian Reward
Reward merupakan komponen yang penting bagi organisasi karena
merupakan dorongan utama seseorang menjadi karyawan juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap semangat dan kegairahan kerja. Pengalaman menunjukkan bahwa kompensasi yang tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja karywan atau bahkan menyebabkan karyawan yang potensial keluar dari perusahaan.
Menurut Hamzah (2007:68), Reward adalah insentif positif yang berupa penghargaan, anugerah, dan imblan akibat hasil kerja yang baik yang dilakukan karyawan.Menurut Rivai (2004: 357),” Reward atau kompensasi merupakan sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribusi jasa mereka pada perusahaan. Pemberian kompensasi merupakan salah satu pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan semua jenis pemberian penghargaan individual sebagai pertukaran dalam melakukan tugas keorganisasian”.
Pengertian reward menurut Byars dan Rue (2000: 299) adalah The Organizational reward system consists of the types of rewards to be offered and their distribution. Dalam organisasi reward system ditetapkan tipe reward apa yang akan digunakan dalam organisasi termasuk hal pendistribusinnya kepada para karyawan. Macam-macam penghargaan tersebut dapat berupa
penghargaan intrinsik maupun ekstrinsik. Herzberg dalam Mangkunegara (2006:31) juga berpendapat sama bahwa ada faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja.
2.2.2 Dimensi dan Indikator Reward
Menurut Byars dan Rue (2008: 302) dimensi dan indikator di dalam Reward :
Tabel 2.1
Dimensi dan Indikator Reward
Dimensi Indikator
Penyesuaian Reward dengan Kebutuhan Karyawan
1. Lokasi kerja
2. Peralatan pendukungpekerjaan 3. Tugas istimewa
4. Pengakuan informal Penawaran Mix Rewards kepada
Karyawan 1. Umur 2. Jenis kelamin 3. Status perkawinan 4. Jumlah tanggungan 5. Masa kerja
Memperhatikan Faktor Eksternal yang Membatasi Reward System
1. Ukuran organisasi 2. Kondisi lingkungan 3. Pasar tenaga kerja Sumber : Byars dan Rue (2008)
Menurut Hamzah, (2007: 70) ada beberapa indikator dari reward yaitu: a. Insentif yang diberikan
Pemberian insentif kepada karyawan bertujuan untuk meningkatkan motivasi karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang baik. Dengan meningkatkan semngat karyawan dalam melaksanakan pekerjaan, tentunya akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja oleh sebab itu manfaat insentif sangat perlu diperhatikan oleh perusahaan yang ingin berkembang.
b. Kenaikan pangkat
Karyawan kompeten yang mempunyai produktivitas kerja yang tingggi dan mampu bekerja dengan baik yang dapat menjalankan tujuan perusahaan, salah satu penghargaan yang tepat diberikan kepadanya yaitu kenaikan pangkat yang sesuai dengan peraturan perusahaan. Dimana ia diletakkan dengan tujuan untuk lebih bisa lagi mengembangkan perusahaan.
c. Pendidikan dan pelatihan
Pendidikan dan pelatihan salah satu hal yang besar pengaruhnya terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Semakin tinggi pendidikan karyawan, semakin besar ia dapat bekerja dengan efektif dan efisien sehingga mampu untuk meningkatkan prestasinya kejenjang yang lebih baik dan lebih tinggi lagi.
d. Motivasi dan tujuan
motvasi dan tujuan yang diberikan dari pimpinan kepada karyawan merupakan hal yang sangat sederhana tetapi sangat besar sekali pengaruhnya terhadap karyawan tersebut. Mereka sangat diperhatikan oleh atasannya dan ini juga salah satu peningkatan produktivitas kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
2.2.3 Jenis-jenis Reward
Menurut Mahsun (2006:112), pada dasarnya ada dua tipe reward : a. Social Reward (Penghargaan Sosial)
Social Reward adalah pujian dan pengakuan diri dari dalam dan luar organisasi, yang merupakan faktor extrinsic reward yang diperoleh dari lingkungannya, seperti finansial dan piagam penghargaan.
b. Psychic Reward (Penghargaan Psikis)
Psychic Reward datang dari self esteem (berkaitan dengan harga diri), self satisfaction (kepuasan diri) dan kebanggan atas hasil yang dicapai, psychic reward adalah intrinsic reward yang datang dari dalam diri seseorang, seperti pujian, sanjungan, dan ucapan selamat yang dirasakan pegawai sebagai bentuk pengakuan terhadap dirinya dan mendatangkan kepuasan bagi dirinya sendiri. 2.2.4 Alternatif Norma Pemberian Reward
Menurut Mahsun (2006:112) terdapat empat alternatif pemberian reward agar dapat digunakan untuk memicu kinerja dan produktifitas pegawai, yaitu : 1. Goal Congruence (kesesuaian tujuan).
Setiap organisasi publik pasti mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Sedangkan setiap individu di dalam organisasi mempunyai tujaun individual yang sering tidak selaras dengan tujuan organisasi. Dengan demikian reward harus diciptakan sebagai jalan tengah agar tujuan organissi dapat dicapai tanpa mengorbankan tujuan individual, dan sebaliknya tujuan individual dapat tercapai tanpa harus mengorbankan tujuan organisasi.
2. Equity (keadilan).
Reward harus dialokasikan secara proporsional dengan mempertimbangkan besarnya kontribusi setiap individu dan kelompok. Dengan demikian siapa
yang berikan kontribusi tinggi maka reward-nya juga akan tinggi, sebaliknya siapa yang memberikan kontribusi yang rendah maka reward-nya juga rendah. 3. Equility (kemerataan).
Reward juga harus didistribusikan secara merata bagi semua pihak (individu atau kelompok) yang telah menyumbangkan sumberdayanya untuk tercapainya produktivitas.
4. Kebutuhan.
Alokasi reward kepada pegawai seharusnya mempertimbangkan tingkat kebutuhan utama dari pegawai. Reward yang berwujud finansial tidak selalu sesuai dengan kebutuhan utama pegawai.
Pemberian reward yang baik dapat memotivasi orang serta memuaskan merekea sehingga dapat menumbuhkan komitmen dan loyalitas terhadap organisasi. Empat alternatif diatas yaitu, goal congruance, equity, equility, dan kebutuhan merupakan hal yang harus diperhatikan oleh setiap organisasi atau perusahaan bila ingin tujuan organisasi dan individu karyawannya ingin tercapai. 2.2.5 Kelayakan Sistem Reward
Menurut Patten dalam Lako (2004:77), agar suatu pemberian reward efektif, maka ada tujuh kriteria yang harus dipenuhi, yaitu:
1. Mencukupi, artinya sistem reward tersebut harus memenuhi ketentuan minimum pemerintah.
2. Adil, artinya setiap orang yang diberi reward hendaknya disesuaikan atau selaras dengan usaha dan kemampuan yang diberikan kepada perusahaan.
3. Seimbang, artinya jumlah gaji, tunjangan, bonus dan lainnya yang diberikan harus seimbang.
4. Efektif dari sisi pembiayaan, artinya gaji yang diberikan harus sepadan dengan kemampuan finansial perusahaan.
5. Memenuhi kebutuhan hidup karyawan.
6. Dapat memotivasi kebutuhan hidup karyawan untuk bekerja lebih efektif dan meningkatkan kinerjanya.
7. Dapat dipahami oleh seluruh karyawan.