• Tidak ada hasil yang ditemukan

RI N GKASAN PERH I TUN GAN N I LAI KOM POSI T

Dalam dokumen Bank Ina Perdana (Halaman 31-46)

kesinambungan bisnis฀

RI N GKASAN PERH I TUN GAN N I LAI KOM POSI T

“SELF ASSESSM EN T GOOD CORPORATE GOV ERN AN CE 2 0 1 2 “”PT. BAN K I N A PERD AN A”””

N o Aspe k Ya n g D in ila i Bobot Pe r in gk a t N ila i Ca t a t a n * ) ( a ) ( b) ( a ) x ( b)

1 Pelaksanaan Tugas 10.00% 2 0.200 Pelaksanaan t ugas dan t anggung j awab Dan Tanggung Jawab Dewan Kom isaris Dewan Kom isaris t elah sepenuhnya

m em enuhi prinsip- prinsip GCG 2 Pelaksanaan Tugas 20.00% 2 0.400 Pelaksanaan t ugas dan t anggung j awab

Dan Tanggung Jawab Direksi Direksi t elah m em enuhi

prinsip- prinsip GCG 3 Kelengkapan dan Pelaksanaan 10.00% 2 0.200 Kom posisi dan kom pet ensi

Tugas Kom it e anggot a Kom it e- Kom it e

sesuai dibandingkan dengan ukuran dan kom pleksit as usaha Bank 4 Penanganan Bent uran Kepent ingan 10.00% 2 0.200 Kebij akan Penanganan Bent uran

Kepent ingan sudah m engat ur m engenai Bent uran Kepent ingan 5 Penerapan Fungsi Kepat uhan Bank 5.00% 2 0.100 Kepat uhan Bank t ergolong baik

nam un pernah m elakukan pelanggaran yang t idak m at erial t erhadap ket ent uan dan kom it m en yang t elah dibuat 6 Penerapan Fungsi Audit I nt ern 5.00% 2 0.100 “ Pelaksanaan fungsi audit int ern Bank

berj alan cukup efekt if, pedom an int ern cukup sesuai dengan st andar m inim um yang dit et apkan dalam st andar m inim um SPFAI B. Kelem ahan m inor yang dapat segera

diperbaiki.”

7 Penerapan Fungsi Audit Ekst ern 5.00% 2 0.100 Pelaksanaan audit oleh Akunt an Publik efekt if dan sesuai dengan persyarat an

m inim um

8 Penerapan Fungsi Manajemen Risiko 7.50% 2 0.150 “Manajemen efektif dalam mengidentiikasi Term asuk Sist em Pengendalian I nt ern dan m engendalikan seluruh risiko Bank.,

Manaj em en akt if pem ant auan kebij akan, prosedur, dan penet apan lim it ,

sist em inform asi m anaj em en yang kom prehensif dan efekt if unt uk m em elihara kondisi int ernal Bank yang sehat .”

9 Penyediaan Dana 7.50% 2 0.150 Tidak ada pelanggaran BMPK dan m aupun prinsip Kepada Pihak Terkait ( Relat ed Part y) kehat i- hat ian Pengam bilan keput usan

Dan Debit ur Besar ( Large Exposures) dalam penyediaan dana kepada pihak t erkait dan penyediaan dana besar

dilakukan secara independen 10 “ Transparansi Kondisi Keuangan 15.00% 2 0.300 “ Bank t ransparan dalam m enyam paikan

dan Non Keuangan Bank, inform asi keuangan dan non- keuangan

Laporan pelaksanaan GCG kepada publik m elalui hom epage

dan laporan I nt ernal” dan m edia yang m em adai,

Cakupan laporan pelaksanaan GCG lengkap, akurat , kini dan ut uh” 11 Rencana St rat egis Bank 5.00% 2 0.100 “ Rencana Korporasi ( corporat e plan)

dan Rencana Bisnis Bank ( business plan) disusun realist is dan t elah m em perhat ikan seluruh fakt or ekst ernal dan fakt or int ernal, prinsip kehat i- hat ian dan azas perbankan yang

sehat ”

Nilai Kom posit 100.00% 2.000 BAI K

* : berisikan penj elasan m engapa penilai m em berikan peringkat sebagaim ana pada kolom ( b)

mekanisme gCg

Pelaksanaan prinsip-prinsip GcG di Bank Ina Perdana telah memiliki mekanisme yang baik dan baku sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Melalui mekanisme GcG yang ada telah dilakukan pemisahan yang jelas antara mekanisme pengambilan keputusan penting yang tertinggi pada Perseroan, mekanisme pengelolaan, dan mekanisme pengawasan.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menjadi mekanisme utama dan organ tertinggi yang dipakai Bank Ina Perdana dalam mengambil keputusan penting. Sementara itu, terkait pembagian fungsi dan tugas, maka pengelolaan bank dilakukan oleh Dewan Direksi, dan mekanisme pengawasan terhadap kinerja pengelolaan bank dilakukan oleh Dewan Komisaris.

Struktur tata Kelola

Mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan GcG di perbankan, struktur GcG pada Bank Ina Perdana terdiri atas organ utama, yaitu Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan organ pendukung yang diantaranya adalah Komite-Komite, Sekretaris Perusahaan, serta Satuan Kerja.

Setiap organ tersebut melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing sebagaimana diatur oleh ketentuan, dan bertanggung jawab meningkatkan kinerja Perseroan, serta mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tidak mengabaikan kepentingan segenap stakeholders. Melalui struktur yang ada diharapkan pelaksanaan prinsip- prinsip GcG bisa berjalan dengan baik.

rapat umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang (RUPS) sebagai organ penting dan tertinggi dilakukan setiap tahun oleh Perseroan. RUPS terdiri atas RUPS Tahunan dalam rangka pengesahan Rencana Kerja

Hasil keputusan yang dicapai dalam RUPS Tahunan (RUPST) diambil berdasarkan kepentingan perusahaan. Agenda penting yang dibahas di dalam RUPST tersebut, di antaranya mengenai persetujuan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2011, pengesahan Neraca dan Perhitungan Laba Rugi Perseroan tahun buku 2011, dan penunjukkan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan perusahaan untuk tahun buku 2012.

RUPS Bank Ina Perdana dilaksanakan pada 22 Juni 2012. RUPS tersebut dilangsungkan di Wisma BSG Lantai 12, jl Abdul Muis No 40, Jakarta Pusat.

dewan Komisaris

Dewan Komisaris memiliki fungsi dan tugas, serta tanggung jawab yang bersifat kolegial dalam mengawasi, memberikan nasihat, dan rekomendasi kepada Direksi. Selain itu, Dewan Komisaris juga bertanggungjawab untuk memastikan bahwa Bank Ina Perdana telah sepenuhnya melaksanakan GcG pada setiap lapisan dan jenjang organisasi.

Proses dan pelaksanaan pengangkatan serta pemberhentian Dewan Komisaris Bank Ina dilakukan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi dan hanya bisa dilakukan oleh para pemegang saham melalui RUPS. Dengan demikian, Dewan Komisaris Bank Ina Perdana bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam RUPS.

Pemilihan setiap anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh Bank Ina Perdana dengan memperhatikan berbagai unsur penting, seperti kompetensi, reputasi keuangan, dan integritas. Hal itu sangat penting, karena terkait dengan fungsi dan tugas yang akan dijalankan oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris sangat mempengaruhi proses bisnis yang ada. Terkait kompetensi, anggota Dewan Komisaris paling kurang mencakup:

1. Pengetahuan di bidang perbankan yang memadai dan

relevan dengan jabatannya;

T A T A KEL OLA PERUSAHAAN

Sementara itu terkait reputasi keuangan, semua anggota Dewan Komisaris paling kurang mencakup:

1. Tidak memiliki kredit macet;

2. Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota

Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit berdasarkan ketetapan pengadilan dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan.

Sedangkan terkait integritas, semua anggota Dewan Komisaris paling kurang mencakup:

1. Memiliki akhlak dan moral yang baik, antara lain

ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan Tindak Pidana Tertentu dalam waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum dicalonkan;

2. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan

perundang-undangan yang berlaku;

3. Memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional

Bank yang sehat;

4. Tidak termasuk dalam daftar tidak lulus uji kemampuan dan kepatutan (it and proper test).

independensi dewan Komisaris

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Komisaris Independen Bank Ina berjumlah 67% dari jumlah anggota Dewan Komisaris secara keseluruhan. Anggota Dewan Komisaris Independen tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali, sehingga tidak mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. Keberadaan Komisaris Independen dapat menciptakan Check and Balance, menghindari benturan kepentingan (conict of interest) dalam pelaksanaan tugasnya serta melindungi kepentingan stakeholders.

Untuk menjaga independensi, seluruh Komisaris Independen Bank Ina tidak memiliki hubungan dengan Bank yang dapat mempengaruhi untuk bertindak tidak independen yakni :

1. Tidak memiliki saham Bank.

2. Tidak terailiasi dengan pihak yang memberikan jasanya kepada Bank.

3. Bukan merupakan Debitur Inti dan/atau Deposan Inti Bank.

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dewan Komisaris Dalam rangka pelaksanaan prinsip-prinsip GcG dalam mendukung menciptakan check and balance dan menghindari benturan kepentingan (conlict of interest) dalam pelaksanaan

tugasnya serta melindungi kepentingan stakeholders,

keberadaan Komisaris pada Bank Ina Perdana telah memenuhi Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Dewan Komisaris seperti yang ditentukan oleh ketentuan Bank Indonesia (BI).

Komposisi dewan Komisaris

Komposisi dan keanggotaan Dewan Komisaris telah sesuai dengan ketentuan GcG dengan gambaran sebagai berikut: 1. Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki kompetensi

yang dipersyaratkan.

2. Semua Anggota dewan Komisaris telah memenuhi

persyaratan telah lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and proper test) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and proper test).

Dewan Komisaris PT. Bank Ina Perdana berjumlah 3 (tiga) orang, dengan komposisi sebagai berikut :

Susunan Dewan Komisaris

Nama jabatan

Birawa Natapradja Komisaris Utama Independen

Hari Sugiharto Komisaris Independen

Winadewi Hanantha *) Komisaris

Denny Soesilo **) Komisaris Independen

catatan :

rapat dewan Komisaris

Sepanjang 2012, Dewan Komisaris Bank Ina telah melaksanakan 8 (delapan) kali rapat, dengan rincian sebagai berikut:

No. Nama jumlah tidak % Hadir

rapat Hadir 1 Birawa Natapradja 8 0 100 2 Hari Sugiharto 8 0 100 3 Winadewi Hanantha *) 3 0 100 4 Denny Susilo **) 1 0 100 catatan :

*) Diangkat sebagai Komisaris oleh RUPS 22 Juni 2012, disetujui BI Desember 2012 **) Mengundurkan diri sejak 01 April 2012

Pembentukan Komite-Komite

Untuk mendukung efektiitas pelaksanaan fungsi dan tugas, Dewan Komisaris Bank Ina telah membentuk Komite-Komite, yakni Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Sebanyak 80% (delapan puluh perseratus) dari jumlah anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko merupakan Komisaris Independen dan Pihak Independen. Adapun yang dimaksud Pihak Independen bagi anggota Komite adalah pihak di luar Bank yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham dan/ atau hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi dan/ atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen.

Sedangkan Ketua Komite Pemantau Risiko dan Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi dirangkap oleh 1 (satu) orang, namun perangkapan jabatan ini masih memenuhi ketentuan Bank Indonesia.

Komite audit

Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan berdasarkan

adanya pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi serta, pihak independen yang memiliki keahlian di bidang perbankan.

Komite Audit berfungsi melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

Pelaksanaan tugas Komite audit

Komite Audit telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yakni melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit, serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan. Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Komite Audit telah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap:

1. Pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern;

2. Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang berlaku;

3. Kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku;

4. Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, akuntan publik, dan hasil pengawasan Bank Indonesia, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.

5. Komite Audit telah memberikan rekomendasi mengenai

penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris.

T A T A KEL OLA PERUSAHAAN

Posisi Nama Jabatan

Ketua Birawa Natapradja *) Komisaris Utama Independen

Anggota 1. Dr. Timotius Pihak Independen

2. Edy Sukarno **) Pihak Independen

3. Hari Sugiharto Komisaris Independen

4. Winadewi Hanantha ***) Komisaris

catatan :

*) Sebelumnya sebagai Komisaris Utama,

efektif Sebagai Komisaris Utama Independen sejak September 2012. **) Sebagai anggota Komite Audit sejak 29 Juni 2012.

***) Sebagai anggota Komite Audit sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012.

Komposisi Keanggotaan Komite audit

Pengangkatan anggota Komite Audit dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan proses seleksi dan penelitian terhadap track record masing-masing anggota, sehingga dapat diyakini bahwa semua anggota Komite Audit memiliki integritas, akhlak, dan moral yang baik. Dengan demikian, dapat menunjang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Komite Audit.

Keanggotaan Komite Audit terdiri dari 5 (lima) orang dengan susunan sebagai berikut:

Susunan Keanggotaan Komite Audit

Komite Pemantau risiko

Komite Pemantau Risiko Bank Ina berfungsi melakukan evaluasi kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan serta melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko, serta Satuan Kerja Manajemen Risiko.

Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pemantau Risiko

Dalam rangka melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Komite Pemantau Risiko telah melakukan:

1. Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan tersebut;

2. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite

Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko, guna memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris.

Komposisi Keanggotaan Komite Pemantau risiko

Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris, maka susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko disusun ulang. Hal ini dilakukan melalui penerbitan Surat Keputusan Direksi No. SK/ DIR/013/0612 Tentang Penunjukan Keanggotaan ”Komite Pemantau Risiko” tanggal 29 Juni 2012, di mana dalam susunan keanggotaan ini telah dipenuhi adanya pihak independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan, serta pihak independen yang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko. Pengangkatan anggota Komite Pemantau Risiko dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan proses seleksi dan penelitian terhadap track record masing-masing anggota sehingga dapat diyakini bahwa semua anggota Komite Pemantau Risiko memiliki integritas, akhlak, dan moral yang baik, yang dapat menunjang dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

rapat Komite audit

Sepanjang 2011, Komite Audit telah mengadakan 6 (enam) kali rapat dengan perincian, sebagai berikut:

Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % Hadir

Birawa Natapradja 6 2 67 Dr. Timotius 6 2 67 Edy Sukarno *) 3 0 100 Hari Sugiharto 6 0 100 Winadewi Hanantha **) 3 0 100 Denny Soesilo ***) 2 0 100 Nia Budyanti ****) 3 0 100 catatan :

*) Sebagai anggota Komite Audit sejak 29 Juni 2012.

**) Sebagai anggota Komite Audit sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012.

***) Mengundurkan diri sejak 01 April 2012.

Adapun susunan keanggotaan Komite Pemantau Risiko, sebagai berikut:

Posisi Nama jabatan

Ketua Hari Sugiharto Komisaris Independen Anggota 1. Dr. Timotius Pihak Independen

2. Edy Sukarno *) Pihak Independen

3. Birawa Natapradja **) Komisaris Utama Independen 4. Winadewi Hanantha ***) Komisaris

catatan :

*) Sebagai anggota Komite Pemantau Risiko sejak 29 Juni 2012.

**) Sebelumnya sebagai Komisaris Utama, efektif sebagai Komisaris Utama Independen sejak September 2012.

***) Sebagai anggota Komite Pemantau Risiko sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012.

rapat Komite Pemantau risiko

Sepanjang 2012, Komite Pemantau Risiko telah mengadakan rapat sebanyak 5 (lima) kali dengan perincian, sebagai berikut:

Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % Hadir

Hari Sugiharto 5 0 100 Dr. Timotius 5 1 80 Edy Sukarno *) 2 0 100 Birawa Natapradja 5 1 80 Winadewi Hanantha **) 2 0 100 Denny Soesilo ***) 1 0 100 Nia Budyanti ****) 3 0 100 catatan :

*) Sebagai anggota Komite Pemantau Risiko sejak 29 Juni 2012

**) . Sebagai anggota Komite Pemantau Risiko sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012.

***) Mengundurkan diri sejak 01 April 2012

****) Bukan sebagai anggota Komite Pemantau Risiko sejak 29 Juni 2012

Komite renumerasi dan Nominasi

Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki fungsi dan tugas dalam melakukan evaluasi kebijakan remunerasi untuk seluruh tingkatan dalam organisasi, serta menyusun dan

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite renumerasi dan Nominasi

Komite Remunerasi dan Nominasi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya antara lain:

1. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi;

2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris

mengenai: kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi;

3. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai

sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

4. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota

Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham;

5. Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen

yang akan menjadi anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko kepada Dewan Komisaris;

6. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi paling kurang

sesuai dengan kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku; prestasi kerja

individual; kewajaran dengan peer group; dan

pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Bank.

Komposisi Keanggotaan Komite renumerasi dan Nominasi Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan berdasarkan

T A T A KEL OLA PERUSAHAAN

Adapun susunan keanggotaan Komite Renumerasi dan Nominasi, sebagai berikut:

Posisi Nama Jabatan

Ketua Hari Sugiharto Komisaris Independen Anggota 1. Birawa Natapradja *) Komisaris Utama Independen

2. Winadewi Hanantha **) Komisaris

3. Wenijati Kepala Unit Kerja HRD

catatan :

*) Sebelumnya sebagai Komisaris Utama, efektif sebagai Komisaris Utama Independen sejak September 2012

**) Sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012.

rapat Komite renumerasi dan Nominasi

Sepanjang 2012, Komite Remunerasi dan Nominasi telah melakukan rapat sebanyak 10 (sepuluh) kali dengan perincian, sebagai berikut:

Nama Jumlah Rapat Tidak Hadir % Hadir

Hari Sugiharto 10 1 90 Birawa Natapradja 10 0 100 Winadewi Hanantha *) 0 0 0 Wenijati 10 0 100 Denny Soesilo **) 1 0 100 catatan :

*) Sebagai anggota Komite Remunerasi dan Nominasi sejak 29 Juni 2012 dan efektif sebagai Komisaris sejak Desember 2012

**) Mengundurkan diri sejak 01 April 2012

dewan direksi

Persyaratan berupa Jumlah, Komposisi, Kriteria dan Independensi Direksi seperti yang ditentukan oleh Bank Indonesia dapat dipenuhi oleh Bank Ina Perdana, dengan gambaran sebagai berikut:

1. Jumlah anggota Direksi 3 (tiga) orang dipimpin oleh

Direktur Utama dan semua anggota Direksi berdomisili di Indonesia.

2. Direktur Utama serta Anggota Direksi lainnya berasal dari pihak yang independen terhadap pemegang saham pengendali yakni tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau

kemampuannya untuk bertindak independen.

3. Semua Anggota Direksi memenuhi persyaratan telah

lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and proper test) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and proper test). 4. Tidak ada Anggota Direksi merangkap jabatan sebagai

anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/perusahaan bukan lembaga keuangan.

5. Tidak ada Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama memiliki saham pada Bank dan/atau pada suatu perusahaan lain.

6. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi tidak ada memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang dapat mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi.

Selain itu, Bank Ina Perdana selalu mengupayakan yang terbaik dalam pemilihan setiap anggota Dewan Direksi. Dengan melihat unsur-unsur integritas, kompetensi, dan reputasi keuangan.

Terkait integritas, semua Anggota Dewan Direksi paling kurang mencakup:

1. Memiliki akhlak dan moral yang baik, antara lain

ditunjukkan dengan sikap mematuhi ketentuan yang berlaku, termasuk tidak pernah dihukum karena terbukti melakukan Tindak Pidana Tertentu dalam waktu 20 (dua puluh) tahun terakhir sebelum dicalonkan;

2. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan

perundang-undangan yang berlaku;

3. Memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional

Bank yang sehat;

4. Tidak termasuk dalam daftar tidak lulus uji kemampuan dan kepatutan (it and proper test).

Sementara itu, terkait kompetensi, semua Anggota Dewan Direksi paling kurang mencakup:

1. Pengetahuan di bidang perbankan yang memadai dan

relevan dengan jabatannya;

2. Pengalaman dan keahlian di bidang perbankan dan/atau bidang keuangan; dan

3. Kemampuan untuk melakukan pengelolaan strategis dalam rangka pengembangan Bank yang sehat.

Sedangkan terkait Reputasi Keuangan, semua Anggota Dewan Direksi paling kurang mencakup:

1. Tidak memiliki kredit macet;

2. Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi anggota

Direksi yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit berdasarkan ketetapan pengadilan dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan.

tugas dan tanggung jawab direksi

Sepanjang 2012, Dewan Direksi telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan GcG, yakni:

1. Direksi telah mempertanggungjawabkan kepengu-

rusannya dalam RUPS sesuai dengan peraturan per- undang-undangan yang berlaku.

2. Direksi telah mengelola Bank sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Direksi senantiasa menindaklanjuti temuan audit dan

rekomendasi dari satuan kerja audit intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.

4. Direksi senantiasa melaksanakan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan usaha Bank pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi.

Komposisi dan Susunan dewan direksi

Pada pertengahan tahun 2012 susunan Direksi Bank mengalami perubahan. Saudara Wardoyo bergabung dengan Bank Ina pada bulan Mei 2012 dan telah lulus Fit and profer test

sebagai Direktur Kepatuhan sesuai surat Bank Indonesia No.14/55/GBI/DPIP/Rahasia tanggal 12 Juni 2012. Sesuai hasil

Bisnis beralih tugas menjadi anggota Dewan Komisaris.

Adapun komposisi dan susunan Dewan Direksi Bank Ina Perdana pada 2012, sebagai berikut:

Nama Jabatan

Edy Kuntardjo Direktur Utama

Wardoyo *) Direktur Kepatuhan

Budiarto Santoso **) Direktur Operasional Winadewi Hanantha ***) Direktur Bisnis

catatan :

*) Setelah disetujui BI, diangkat oleh RUPS tanggal 22 Juni 2012.

**) Sebelumnya sebagai Direktur Kepatuhan, beralih jabatan menjadi sebagai Direktur Operasional tanggal 22 Juni 2012.

***) Sebelumnya sebagai Direktur Bisnis, beralih jabatan menjadi Komisaris tanggal 22 Juni 2012, disetujui BI Desember 2012.

rapat dewan direksi

Sepanjang 2012, Dewan Direksi telah mengadakan rapat sebanyak 14 (empat belas) kali dengan perincian, sebagai berikut:

No Nama Jabatan Jumlah Tidak %

Rapat Hadir Hadir

1 Edy Kuntardjo Direktur Utama 14 0 100 2 Budiarto Santoso Direktur Operasional 14 0 100 3 Wardoyo *) Direktur Kepatuhan 10 0 100 4 Winadewi Hanantha **) Direktur Bisnis 5 0 100

Dalam dokumen Bank Ina Perdana (Halaman 31-46)

Dokumen terkait