“Untuk memahami hati dan pikiran seseorang, jangan hanya melihat apa yang telah dia raih. Lihatlah apa yang dia lakukan untuk menggapai cita-citanya”
(Kahlil Gibran, 1883-1931)
7.1 Ringkas Cerita Menela’ah Realitas Praktik Akuntansi
Akuntansi adalah refleksi dari sebuah realitas yang idealnya dibangun dan dipraktikkan berdasarkan nilai-nilai cinta, sehingga informasi yang dipancarkan juga bernuansa cinta telah mendorong diciptakannya realitas ekonomi dan bisnis yang penuh kasih sayang.
Merupakan sebuah fenomena perkembangan akuntansi sebagai idiologi masyarakat dalam menerapkan praktik dalam kehidupan yang lebih bermuara sosial ekonominya. Konsepsi aksiden dalam akuntansi mengindikatori akuntansi sebagai konsep yang dinamis, beradaptasi dalam segala zaman dan ruang sebagaimana realitas kehidupan manusia yang kompleks, tidak statis melainkan berkembang secara terus menerus.
Akuntansi yang pada dasarnya adalah produk ideologis yang lahir sebagai instrument dalam mengkonstruk realitas. Perkembangan upaya mengungkapkan akuntansi ini masih dikotomi oleh praktis yang cenderung mengklaim dan mengungkapkan selainnya. Kondisi tersebut tentu berimbas tidak hanya aspek praktis berjalan, tetapi juga prospektif. Dalam aspek praktis berjalan, terjadi stagnasi perkembangan akuntansi yang hanya dipahami oleh sebagian kecil kalangan, utamanya penggagas dan akademisi. Masyarakat akuntansi secara umum tidak terusik atau terpacu mempelajari dan memahami tawaran konsepsi yang diajukan karena pembahasan yang melangit dan tidak aplikatif. Sementara itu, dalam tataran prospektif, perkembangan akuntansi yang
berlandaskan cinta tentu saja sulit untuk berkembang, apalagi berharap dapat menggantikan bangunan akuntansi konvensional yang selama ini berjalan dan diterima secara luas oleh masyarakat. Ditambah lagi dikotomi pendekatan yang ada terlihat sangat jelas, tampak masing-masing menapaki jalur yang berbeda meski tujuan utamanya sama.
Tak berhenti sampai di sini, mendatang masih banyak agenda ilmiah yang harus dilengkapi oleh para penggiat akuntansi yang berasaskan nilai-nilai cinta atas konsepsi akuntansi yang ada. Karena hal paling mudah dalam mengungkapkan akuntansi agar bernilai cinta adalah dengan meletakkan akuntansi pada lingkungan baru yang membentuk dan mengisinya dengan nilai-nilai cinta. Hal ini merujuk pada upaya merumuskan sebuah konsep sebagai wadah bagi akuntansi agar memuat nilai-nilai cinta.
7.2 Siratan Penela’ah Realitas Praktik Akuntansi
Siratan dari penelitian ini adalah melihat secara lebih mendalam praktik-praktik akuntansi yang diadopsi oleh mereka (rumah makan Aroma Coto Gagak), yang kental diterapkannya dari sisi nilai cintanya. Hal ini karena adanya gagasan-gagasan baru dibalik praktik akuntansi yang sudah terlaksana selama ini, sorotannya dapat dilihat pada nilai cinta seperti kebiasaan sehari-hari dengan pola berpikir dan kepercayaan yang dianut. Sehingga dari situ dapat disimpulkan bahwa praktik akuntansi yang ada disana itu landasannya adalah cinta karena dia mengandung nilai-nilai tolong menolong, loyalitas, kejujuran, amanah, kepercayaan, keadilan dan kepedulian.
Makna dibaliknya mengambarkan bahwa keuntungan pribadi tidak menjadi dasar utama mereka dalam berbisnis. Nilai keberkahan yang mereka yakini dalam berbisnis coto, membuat pimpinan usaha terhadap gaji karyawan
lebih diutamakan dibandingkan keuntungan pribadi. Semua ini karena kebesaran cinta yang dimiliki oleh pemilik rumah makan Aroma Coto Gagak yang merupakan awal yang mendasari usaha mereka. Bekerja secara ridha karena Allah sehingga salah satu karakteristik dari cinta yakni bentuk kepercayaan yang begitu besar juga diberikan baik kepada pihak internal yakni karyawan maupun kepada pihak eksternal perusahaan yaitu orang-orang yang dijadikan tempat hubungan kerja sama dengan perusahaan. Modal ini atas dasar kejujuran unsur dari kepercayaan diantara sesama yang tidak hanya untuk perusahaan tetapi juga ada bentuk pertanggungjawaban untuk akhirat, dan ini sesuai dengan nilai-nilai cinta.
Jika cinta disandingkan dengan akuntansi modern saat ini, akuntansi bisa menjadi sebuah pencatatan yang memiliki filosofi cinta karena telah sesuai dengan nilai yang sebenarnya tanpa ada perekayasaan angka cantik terpoleskan di dalamnya. Sehingga dalam hal ini tidak ada lagi kasus berikutnya yang terjadi seperti perusahaan berskala besar Enron hingga kasus terakhir Toshiba yang kesemuanya berakhir di tangan para akuntan tidak bertanggungjawab. Dengan demikian, praktik akuntansi semestinya dilandasi oleh nilai cinta, sebab cinta dipandang sebagai solusi atas praktik yang tidak sehat selama ini. Praktik akuntansi yang sehat dan berbasis pada nilai cinta menjadi sebuah kebutuhan bagi dunia bisnis yang kering akan nilai dan dilanda krisis kemanusiaan di era ini.
7.3 Penelitian yang Belum Kafi
Pengakuan dari setiap insan dengan kesadaran diri yang merupakan bagian dari milik ciptaan-Nya, yang pastinya tidaklah secara utuh atau keseluruhan bisa kafi dari segala arah. Meskipun Allah telah menyempurnakan cahaya akal, namun manusia tetap terkadang atau bahkan sering sekali nampak
rentan kesalahan atas produk pemikirannya. Kemampuan berpikirnya, ilmunya, dan hikmahnya, semua menunjukan bahwa ia terkalahkan dan terkuasai oleh keterbatasan diri. Keterbatasannya sebagai suatu ego, alat-alat inderanya, dan kemampuan intelektualnya pada umumnya adalah sesuai bagi tipe pengetahuan yang lain, yakni tipe pengetahuan yang mengharuskan perlunya tinjauan yang saksama serta yang hanya bisa tersusun secara perlahan-lahan. Bahkan, waktu dan kemampuan peneliti cukup terbatas menjadikan data yang dikumpulkan kurang komprehensif sehingga berdampak pula pada interpretasi data yang kurang mendalam, ditambah pula dengan keterbatasan kemampuan analisis peneliti sendiri. Selain itu, keterbatasan referensi khazanah keilmuan yang dimiliki oleh peneliti menyebabkan pembahasan hasil penelitian ini kurang mendalam. Oleh karena itu, saran atau masukan dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan agar penelitian ini bisa lebih bermanfaat.
7.4 Taklimat yang (Mungkin) Bisa Untuk Penelitian Selanjutnya
Hasil penelitian ini melahirkan beberapa taklimat berdasarkan keterbatasan yang saya temukan, antara lain sebagai berikut:Pertama, kepemimpinan dan komitmen tidak hanya dari sang pemimpin tetapi juga semua pihak-pihak yang ada di internal ARCOG tetap dipertahankan.
Kedua, keterbatasan data yang diperoleh menjadi masukan bagi peneliti berikutnya untuk kemudian ditindak lanjuti bisa menggali informasi sebanyak mungkin atau mendalami makna dari berbagai sudut pandang yang ada di dalam rumah makan Aroma Coto Gagak. Ketiga, penelitian selanjutnya bisa secara mendalam mengeksplorasi konsep praktik akuntansi yang mungkin tidak tergali dalam penelitian ini sehingga menambah khasanah pengetahuan dalam dunia penelitian. Keempat, penelitian selanjutnya bisa menggali dampak dari setiap
bentuk implementasi kinerja rumah makan Aroma Coto Gagak atau rumah makan lainnya yang penerapan akuntansinya masih sedemikian kesederhanaan adanya sehingga data dan informasi bisa menjadi lebih utuh.