• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risiko Kepatuhan (lanjutan) Compliance Risk (continued)

Dalam dokumen Final Audit Report BAGI 2015 (Halaman 152-155)

2014 Dolar Amerika

7. Risiko Kepatuhan (lanjutan) Compliance Risk (continued)

Pada umumnya, risiko kepatuhan melekat pada sebuah perseroan terbatas yang terkait erat pada peraturan perundang- undangan dan ketentuan lain yang berlaku, yang mengatur kewajiban Bank sebagai sebuah lembaga perbankan, seperti: risiko kredit terkait dengan ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM); Kualitas Aktiva Produktif; Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK); penerapan tata kelola yang baik (GCG); dan risiko lain yang terkait dengan ketentuan tertentu. Ketidakmampuan Bank untuk mengikuti dan mematuhi seluruh peraturan perundangan yang terkait dengan kegiatan usaha Bank dapat berdampak buruk terhadap kelangsungan usaha Bank.

In general, the compliance risk is embedded in the limited liability company which is related to the prevailing laws and regulations and other regulations, which regulate the Bank‟s responsibility as a banking institution, such as: credit risk related to Capital Adequacy Ratio (CAR) regulations; Earning Assets Quality; Allowance for Impairment Losses (CKPN);

Legal Lending Limit (LLL); Good

Corporate Governance (GCG); and other risks related to certain regulations. The inability of the Bank to follow and comply with all laws and regulations related to the Bank‟s business activities may affect the continuity of the Bank.

Bank melakukan identifikasi dan pengelolaan risiko kepatuhan sejak awal dengan memberikan advis kepada unit bisnis dan unit operasional dalam hal pengembangan produk dan/atau aktivitas baru dan secara aktif melakukan penilaian terhadap kebijakan Pedoman dan Prosedur Internal yang dimiliki oleh Bank untuk memastikan bahwa seluruh peraturan eksternal telah diakomodasi sedemikian rupa dan selanjutnya untuk dipatuhi dalam pelaksanaannya.

The Bank identifies and manages

compliance risk early by providing assistance to the business units and operational units in developing new products and/or activities and actively performs an assessment of Internal Guidelines and Procedures owned by the Bank to ensure that all external regulations have been applied properly in such manner and subsequently adhered to in practice.

Bank memantau perkembangan eksposur risiko kepatuhan setiap bulan dan menyampaikannya kepada Dewan Komisaris dan Direksi melalui Laporan Profil Risiko Bank. Bank juga menetapkan strategi mitigasi risiko atas setiap kejadian risiko kepatuhan yang perlu mendapat perhatian khusus.

The Bank monitors compliance risk exposure progress monthly and submits it to the Boards of Commissioners and Directors through the Bank‟s Risk Profile Report. The Bank also sets a risk mitigation strategy for each event of compliance risks that need special attention.

Selanjutnya, Bank memiliki perangkat media online untuk menyampaikan sosialisasi semua peraturan yang berlaku kepada seluruh jajaran Bank, sehingga setiap unit kerja terkait dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan peraturan Bank.

Furthermore, the Bank has the tools of online media to socialize all the rules applied to all levels in the Bank, hence each related unit can carry out its duties and responsibilities in accordance to the Bank‟s regulations.

40. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 40. RISK MANAGEMENT (continued)

III. Profil Risiko (lanjutan) III. Risk Profile (continued)

8. Risiko Stratejik 8. Strategic Risk

Risiko stratejik adalah risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.

Strategic risk is the risk due to inappropriateness in the decision and/or execution of a strategic decision and failure to anticipate changes in the business environment.

Ketidakmampuan Bank dalam melakukan penyusunan strategi yang tepat dapat menimbulkan kegagalan bisnis Bank di masa yang akan datang.

Inability of the Bank to undertake the preparation of a proper strategy may result in the failure of the Bank‟s business in the future.

Bank melakukan identifikasi dan kuantifikasi risiko stratejik sejak awal penyusunan rencana bisnis Bank dengan berpedoman pada visi, misi, strategi dan kemampuan Bank.

The Bank identifies and quantifies strategic risk from the beginning of business plan preparation based on its vision, mission, strategy and capability.

Bank mengelola risiko stratejik melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara kolektif dan komprehensif di lingkungan Komite Manajemen untuk disampaikan ke Direksi, yang turut mempengaruhi dan berdampak pada langkah-langkah bisnis yang akan diambil dalam kerangka kebijakan dan arah yang telah ditetapkan.

The Bank manages strategic risk through the process of considerations and

collective decision-making and

comprehensive in the Management

Committee to be submitted to

the Directors, that influence and impact the business steps to be taken in the policy framework and direction that has been set.

Selanjutnya, Bank memantau perkembangan eksposur risiko stratejik setiap bulan dan menyampaikan kepada Dewan Komisaris dan Direksi melalui Laporan Profil Risiko Bank. Terhadap kejadian risiko stratejik yang perlu mendapat perhatian khusus, telah ditetapkan strategi mitigasi risikonya oleh Bank.

Furthermore, the Bank monitors the development of strategic risk exposure monthly and submits it to the Boards of Commissioners and Directors through the Bank‟s Risk Profile Report. On the event of strategic risk that need special attention, the Bank has set up the related risk mitigation strategy.

antara nilai tercatat dan nilai wajar dari semua aset dan liabilitas keuangan disajikan per kategori dari instrumen keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan adalah berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, dan tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal ini.

between the carrying amounts and fair values of all financial assets and liabilities presented per category of financial instruments. The fair values disclosed are based on relevant information available as of December 31, 2015 and 2014, and not updated to reflect changes in market conditions which have occurred after this date.

31 Desember 2015

Nilai tercatat/ Carrying amount

Nilai wajar/

Fair value December 31, 2015

Aset Keuangan: Financial Assets:

Kas 343.445 343.445 Cash

Giro pada Bank Indonesia 1.788.412 1.788.412

Current accounts with Bank Indonesia

Giro pada bank lain - neto 698.652 698.652

Current accounts with other banks - net Penempatan pada Bank Indonesia

dan bank lain - neto 1.282.338 1.282.338

Placements with Bank Indonesia and

other banks - net

Surat-surat berharga - neto 2.202.212 2.202.212 Marketable securities - net

Pendapatan bunga yang masih

akan diterima 186.399 186.399

Accrued interest receivables

Kredit yang diberikan - neto 17.112.628 17.112.628 Loans - net

Tagihan akseptasi 33.340 33.340 Acceptance receivables

Penyertaan saham 137 137

Investment in shares of stock

Aset lain-lain: Other assets:

Setoran jaminan 7.623 7.623 Guarantee deposits

Jumlah Aset Keuangan 23.655.186 23.655.186 Total Financial Assets

Liabilitas Keuangan: Financial Liabilities:

Liabilitas segera 46.914 46.914

Obligations due immediately

Simpanan nasabah 21.471.965 21.471.965 Deposits from customers

Simpanan dari bank lain 29.903 29.903 Deposits from other banks

Liabilitas derivatif 324 324 Derivative payables

Liabilitas akseptasi 33.340 33.340 Acceptance payables

Bunga masih harus dibayar 73.867 73.867

Accrued interest Payables

Liabilitas lain-lain: Other liabilities:

Setoran jaminan 6.401 6.401 Guarantee deposits

Pinjaman subordinasi 407.821 407.821 Subordinated loan

41. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

Dalam dokumen Final Audit Report BAGI 2015 (Halaman 152-155)