• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO KEUANGAN

Dalam dokumen MDRN Annual Report 20101 (Halaman 146-150)

years ended December 31, 2010 and

RISIKO KEUANGAN

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES

MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT

Kewajiban keuangan utama Perusahaan dan Anak Perusahaan meliputi hutang bank jangka pendek, hutang usaha, biaya masih harus dibayar, dan hutang jangka panjang. Tujuan utama dari kewajiban keuangan ini adalah untuk operasi Perusahaan dan Anak Perusahaan. Perusahaan dan Anak Perusahaan juga mempunyai berbagai aset keuangan seperti piutang usaha, kas dan setara kas, piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan pinjaman kepada karyawan yang dihasilkan langsung dari kegiatan usahanya.

The principal financial liabilities of the Company and Subsidiaries consist of short-term bank loans, trade payables, accrued expenses and long-term loans. The main purpose of these financial liabilities is for the operations of the Company and Subsidiaries. The Company and Subsidiaries also have various financial assets such as trade receivables, cash and cash equivalent, due from related parties and loans to officers which arise directly from their operations.

Kebijakan Perusahaan dan Anak Perusahaan adalah untuk tidak melakukan lindung nilai atas instrumen keuangannya.

The Company and Subsidiaries’ policy is not to hedge their financial instruments.

Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko mata uang, risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kepentingan untuk mengelola risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional. Direksi Perusahaan dan Anak Perusahaan menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini.

The main risks arising from the Company’s financial instruments are foreign exchange rate risk, interest rate risk, credit risk and liquidity risk. The importance of managing these risks has significantly increased in light of the considerable change and volatility in both Indonesian and international financial markets. The Company and Subsidiaries’ Board of Directors reviews and approves the policies for managing these risks which are summarized below.

a) Risiko suku bunga a) Interest rate risk

Risiko suku bunga atas nilai wajar atau arus kas adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Perusahaan dan Anak Perusahaan terhadap risiko perubahan suku bunga pasar terutama terkait dengan hutang bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjangnya. Fluktuasi suku bunga mempengaruhi biaya atas pinjaman baru dan bunga atas saldo pinjaman Perusahaan dan Anak Perusahaan yang dikenakan suku bunga mengambang.

Fair value and cash flow interest rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. The Company and Subsidaries are exposed to the risk of changes in market interest rates relating primarily to their short-term bank loans and long-term loans. Interest rate fluctuations influence the cost of new loans and the interest on the outstanding variable rate loans of the Company and Subsidiaries.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT MODERN INTERNASIONAL Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MODERN INTERNASIONAL Tbk AND SUBSIDIARIES

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

Years Ended

December 31, 2010 and 2009

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

70

26. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN

RESIKO KEUANGAN (lanjutan)

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

MANAJEMEN RESIKO (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued)

a) Risiko suku bunga (lanjutan) a) Interest rate risk (continued)

Kebijakan Perusahaan dan Anak Perusahaan terkait dengan risiko suku bunga adalah dengan mengelola biaya bunga melalui kombinasi pinjaman dengan suku bunga tetap dan variabel. Perusahaan dan Anak Perusahaan mengevaluasi perbandingan suku bunga tetap terhadap suku bunga mengambang dari hutang bank jangka panjang sejalan dengan perubahan suku bunga yang relevan di pasar uang. Berdasarkan penilaian manajemen, pembiayaan baru akan ditentukan harganya pada suku bunga tetap atau mengambang.

The Company and Subsidiaries‘ policies relating to interest rate risk are to manage interest cost through a mix of fixed and variable rate debts. The Company and Subsidiaries evaluate the fixed to floating ratio of its short-term bank loans and long-term loans in line with movements of relevant interest rates in the financial markets. Based on management’s assessment, new financing will be priced either on a fixed or floating rate basis.

b) Risiko mata uang b) Foreign exchange risk

Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Eksposur Perusahaan dan Anak Perusahaan terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari hutang usaha dari pembelian dalam mata uang asing dan piutang lain-lain dari transaksi dalam mata uang asing.

Foreign exchange rate risk is the risk that the fair value or future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign exchange rates. The Company and Subsidiaries’ exposure to exchange rate fluctuations results primarily from account payable of foreign currency purchase and other receivables from foreign currency transaction.

Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak melakukan lindung nilai atas risiko mata uang.

The Company and Subsidiaries do not hedge the currency risk.

Apabila Rupiah melemah dari mata uang asing yang berlaku pada tanggal 31 Desember 2010, hutang bank jangka pendek, hutang usaha, biaya masih harus dibayar dan hutang jangka panjang dalam mata uang asing akan meningkat dalam mata uang Rupiah. Namun, peningkatan kewajiban ini akan dihapus oleh peningkatan nilai kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, piutang pihak hubungan istimewa dan pinjaman direksi dan karyawan.

If the Rupiah weakened against foreign currency as of December 31, 2010, short-term bank loans, trade payables, accrued expenses and long-term loans in foreign currencies will increase in the Rupiah terms. However, the increase in this liability would be offset by the increase in the value of cash and cash equivalent, trade receivable, other receivables, due from related parties and loans to officers and employees.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT MODERN INTERNASIONAL Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MODERN INTERNASIONAL Tbk AND SUBSIDIARIES

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

Years Ended

December 31, 2010 and 2009

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

71

26. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN

RESIKO KEUANGAN (lanjutan)

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

MANAJEMEN RESIKO (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued)

c) Risiko kredit c) Credit risk

Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan dan Anak Perusahaan berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan. Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak tertagih. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan.

Credit risk is the risk that one party of financial instruments will fail to fullfill its obligations and will result in a loss to other party. The credit risk faced by the Company and Subsidiaries arises from the credit given to the customers. The Company and Subsidiaries trade only with recognized and creditworthy third parties. It is the Company and Subsidiaries’ policy that all customers who wish to trade on credit terms are subject to credit verification procedures. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis to reduce the exposure to bad debts. There are no significant concentration of credit risk.

d) Risiko likuiditas d) Liquidity risk

Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perusahaan dan Anak Perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka pendek.

The liquidity risk is defined as a risk when the cash flow position of the Company and Subsidiaries indicate that the short-term revenue is not enough to cover the short-term expenditure.

Kebutuhan likuiditas Perusahaan dan Anak Perusahaan secara historis timbul dari kebutuhan untuk membiayai aktivitas bisnis Perusahaan dan Anak Perusahaan.

The Company and Subsidiaries’ liquidity requirements have historically arose from general funding of business activities.

Dalam mengelola risiko likuiditas, Perusahaan dan Anak Perusahaan memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan Anak Perusahaan dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Perusahaan juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadual jatuh tempo hutang jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara fleksibilitas pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan komitmen fasilitas kredit. Kegiatan ini meliputi pinjaman bank dan pinjaman pihak hubungan istimewa. Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan prinsip hati-hati dalam mengelola risiko likuiditas dengan menjaga saldo kas yang cukup.

In the management of liquidity risk, the Company and Subsidiaries monitor and maintain a level of cash on hand and in banks deemed adequate to finance the Company and Subsidiaries’ operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. The Company and Subsidiaries also regularly evaluate the projected and actual cash flows, including their long-term loan maturity profiles, and continuously assess conditions in the financial markets to maintain flexibility in funding by keeping committed credit facilities available. These activities may include bank loans and due to related parties. The Company and Subsidiaries adopts prudent liquidity risk management by maintaining sufficient cash balances.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT MODERN INTERNASIONAL Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MODERN INTERNASIONAL Tbk AND SUBSIDIARIES

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

Years Ended

December 31, 2010 and 2009

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

72

26. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN

RESIKO KEUANGAN (lanjutan)

26. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVES AND POLICIES (continued)

MANAJEMEN RESIKO (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued)

d) Risiko likuiditas (lanjutan) d) Liquidity risk (continued)

Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo kewajiban keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan (dalam jutaan Rupiah).

The table below summarizes the maturity profile of the Company’s and Subsidiaries’ financial liabilities based on contractual undiscounted payments (in millions of Rupiah).

Nilai wajar

Dibawah 1 Di atas 5 31 Des 2010/

tahun/ Below 1-2 tahun/ 3-5 tahun/ tahun/ Over Jumlah/ Fair value

1 year 1-2 years 3-5 years 5 years Total Dec 31, 2010

Kewajiban keuangan Financial liabilities

disajikan dalam nilai wajar carried at fair value

atau teramortisasi or amortized cost

Kewajiban lancar Current liabilities

Hutang bank jangka pendek 132.832 - - - 132.832 132.832 Short-term bank loans

Hutang Usaha 96.189 4.090 - - 100.279 100.279 Trade payables

Biaya masih harus dibayar 22.570 - - - 22.570 22.570 Accrued expense

Bagian yang akan jatuh

tempo dalam satu tahun : Current maturities of :

Hutang bank

jangka panjang 11.657 - - - 11.657 11.657 Long-term loans

Kewajiban tidak lancar Non-current liabilities

Hutang bank

jangka panjang - 27.916 77.930 - 105.846 105.846 Long-term loans

Jumlah 263.247 32.006 77.930 - 373.184 373.184 Total

27. ASET DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING

27. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCIES

Pada tanggal 31 Desember 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut:

As of December 31, 2010, the Company and Subsidiaries have assets and liabilities denominated in foreign currencies, as follows:

Mata Uang Asing/ Setara Rupiah/

Foreign Currencies Equivalent in Rupiah

Aset Assets

Dalam Dolar Amerika Serikat AS$ 2,478,633 22.285.389.303 In US Dollars

Dalam Yen Jepang ¥ 1,110,490 122.470.667 In Japanese Yen

Dalam Dolar Singapura Sin$ 592 4.132.518 In Singapore Dollars

Jumlah 22.411.992.488 Total

Kewajiban Liabilities

Dalam Dolar Amerika Serikat AS$ 3,819,285 34.339.191.435 In US Dollars

Dalam Yen Jepang ¥ 45,852,660 5.056.872.071 In Japanese Yen

Dalam Dolar Singapura Sin$ 517,691 3.613.796.383 In Singapore Dollars

Dalam Euro € 7,852 93.876.863 In Euro

Dalam Poundsterling £ 295 4.098.670 In Poundsterling

Jumlah 43.107.835.422 Total

Kewajiban - bersih 20.695.842.933 Net Liabilities

Jika digunakan kurs tengah uang kertas asing yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 25 Maret 2011 (Rp8.708 per AS$1, Rp107,50 per ¥1, Rp14.022,51 per GB£1, Rp12.340,98 per EUR1 dan Rp6.908,7 per Sin$1), kewajiban bersih Perusahaan dan Anak Perusahaan dalam mata uang asing akan turun sebesar lebih kurang Rp538.185.919.

Using the middle rate of bank notes issued by Bank Indonesia on March 25, 2011 (Rp8.708 to US$1, Rp107,50 to ¥1, Rp14.022,51 to GB£1, Rp12.340,98 to EUR1 and Rp6.908,7 to Sin$), the net liabilities of the Company and Subsidiaries will decrease by approximately Rp538,185,919.

The original consolidated financial statements included herein are in the Indonesian language. PT MODERN INTERNASIONAL Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN

KONSOLIDASI

Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT MODERN INTERNASIONAL Tbk AND SUBSIDIARIES

NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

Years Ended

December 31, 2010 and 2009

(Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

73 28. PENERAPAN AWAL PSAK NO. 50 (REVISI 2006)

Dalam dokumen MDRN Annual Report 20101 (Halaman 146-150)