BAB III RISIKO INVESTASI LANGSUNG YANG DIJAMIN OLEH
A. Risiko Investasi yang Dapat Dijamin oleh MIGA
1. Risiko politik sebagai objek jaminan MIGA
Perusahaan multinasional menghadapi sejumlah risiko ketika mengadakan bisnis di luar negeri. Beberapa dari risiko tersebut dapat ditiadakan atau dikurangi dengan mengadakan pemeriksaan secara menyeluruh dan tuntas terhadap para pihak yang terlibat dan terhadap kelangsungan hidup perekonomian bisnis yang hendak dijalankan. Risiko-risiko tersebut sangatlah sulit diprediksi oleh investor dan pemberi pinjaman. Risiko tersebut termasuk risiko komersial dan risiko nonkomersial atau risiko politik. Beberapa lembaga multilateral, termasuk MIGA menyediakan asuransi risiko politik (political risk insurance) dengan program spesial untuk investor kecil dan menengah, perusahaan, dan bank dari negara- negara berkembang.110
Berdasarkan survei MIGA, investor asing dari negara industri dan negara maju menyatakan risiko politik sebagai tantangan terbesar yang mereka hadapi dalam pasar yang telah ada dan pasar yang sedang berkembang. Risiko politik adalah salah satu tantangan terbesar bagi perusahaan multinasional terutama ketika mereka memperluas bisnis mereka di negara berkembang karena banyak negara berkembang dengan biaya produksi yang rendah cenderung memasuki pasar dengan risiko yang lebih tinggi dibandingkan negara maju.111
110
MIGA “About Political Risk Insurance”, http://www.miga.org/resources/index.cfm? stid=1870 (diakses pada tanggal 18 November 2013).
111
Kekhawatiran risiko politik utama oleh investor asing yaitu mengenai ada atau tidaknya hal-hal sebagai berikut:112
a. stabilitas ekonomi lokal dan ketiadaan inflasi tinggi;
b. perlakuan yang adil dan sama dari pemerintah host country;
c. Kebebasan regulasi arbitrase dan pemerintahan yang berubah-ubah; d. kebebasan transfer keuntungan dari host country;
e. kemampuan untuk menjual atau menglikuidasi investasi dan kemudian menarik dana dari negara tersebut;
f. Kesediaan politis dan kemampuan untuk melakukan perubahan struktur. Krisis ekonomi yang sedang berlangsung di Asia dan Rusia menunjukkan bahwa ketidaksediaan politis untuk mengadakan perubahan struktur juga dipertimbangkan sebagai risiko politik.
Sebenarnya, agak sulit untuk menemukan sekalipun di negara-negara yang industrinya sudah cukup maju, bebas dari risiko politik. Risiko politik yang dimaksud di sini paling tidak mengandung empat hal sebagaimana yang dikemukakan A. F. Elly Erawati sebagai berikut :113
a. Ketidakseimbangan (discontinuties) yaitu adanya perubahan- perubahan drastis di dalam lingkungan usaha;
b. Ketidakpastian (uncertainty) yaitu adanya perubahan-perubahan yang sangat sulit untuk diperkirakan dan/atau diantisipasi sebelumnya;
c. kekuatan politis (political forces) artinya terjadinya perubahan disebabkan atau digerakkan oleh kekuatan politis;
d. Dampak di bidang usaha (business impact) artinya adanya perubahan kebijakan politik mengakibatkan kerugian dan/atau pengurangan ataupun tujuan-tujuan lain dari perusahaan.
112
Guy Leopold Kamga, Op.cit., hlm. 18.
113
Risiko politik terdiri dari beragam jenis. Banyak usaha yang telah dilakukan untuk mengklasifikasikan berbagai sumber penyebab risiko politik. Berikut ini adalah klasifikasi dari sumber penyebab lahirnya risiko politik yang sekaligus meliputi berbagai jenis risiko politik.114
a. Pembatasan kesempatan masuknya penanam modal asing secara langsung, meliputi :pembatasan besaran modal yang dapat dimiliki oleh penanam modal asing secara langsung dalam sebuah perusahaan, pembatasan jenis perusahaan yang dapat didirikan penanam modal asing secara langsung, dan pembatasan kepemilikan;
b. Sistem pengawasan arus penanaman modal asing secara langsung, meliputi : pelarangan langsung di negara-negara tertentu (kecuali untuk penanaman modal asing secara langsung di beberapa sektor penting yang ditentukan dalam daftar negatif investasi), persyaratan yang tidak jelas dalam perizinan kegiatan penanaman modal asing secara langsung;
c. Pajak yang tinggi dan lemahnya insentif, meliputi : pembatasan modal, dan peraturan mengenai persyaratan pengutamaan sumber daya lokal dalam kegiatan investasi asing;
d. Pembatasan dalam transfer devisa, meliputi : halangan dalam pengiriman kembali modal dan keuntungan, penundaan pengiriman kembali dalam waktu yang lama, membatasi pengiriman kembali laba bersih, dan membatasi pengiriman kembali penerimaan devisa;
114
e. Peraturan dalam perekonomian sebuah negara (adanya intervensi pemerintah) meliputi : kontrol harga, penetapan harga untuk barang-barang yang berasal dari sumber daya alam, memberlakukan kegiatan monopoli, dan besarnya sektor yang dikuasai badan usaha milik negara;
f. Ketidakstabilan sosial, meliputi : struktur politik yang rapuh, organisasi sosial yang lemah di masyarakat, dan korupsi;
g. Kekacauan politik, meliputi kriminalitas, revolusi pemerintahan, perang sipil, ketidakteraturan sipil, dan kerusuhan;
h. Ketidakmampuan pemerintah, meliputi ketidakmampuan untuk mengatur ekonomi dan mengadakan reformasi, dan rendahnya institusi dan semangat demokrasi;
i. Hubungan yang tidak stabil dengan organisasi internasional yaitu hubungan dengan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank), serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB);
j. Rendahnya komitmen terhadap penegakan pengaturan tentang lingkungan hidup dan perburuhan (bagi pemerintah yang tidak menerapkan standar lingkungan dan perburuhan yang sedemikian rupa, maka perusahaan multinasional akan mendapat risiko dikritik dan diboikot pasar lain khususnya pasar industri. Situasi ini akan mempengaruhi tingkat penghasilan perusahaan multinasional tersebut);
k. Hubungan yang tidak stabil dengan investor asing lima tahun belakangan yaitu rendahnya komitmen terhadap peraturan investasi bilateral dan tindakan ekspropriasi dalam memperoleh keuntungan;
l. Sifat permusuhan dari kalangan elit dan masyarakat terhadap kegiatan penanaman modal asing secara langsung, meliputi pernyataan permusuhan partai dan program permusuhan;
m.Sifat permusuhan terhadap orang asing, yaitu kerusuhan melawan pihak asing, ketidaktoleranan terhadap pihak asing, dan pembatasan tenaga kerja ekspatriat;
n. Keengganan host country untuk mengungkapkan informasi yang dapat dipercaya, meliputi kurangnya transparansi dan kerahasiaan keputusan politik dan ekonomi.
Risiko politik telah diakui sebagai risiko tambahan dari segi perspektif perusahaan dan sebagai faktor yang dapat memperlambat pertumbuhan dari segi perspektif host country. Tingkat risiko perusahaan dapat dipengaruhi oleh faktor politik seperti ekspropriasi yang dilakukan pemerintah host country, pembatasan pengiriman dana, perbedaan dalam regulasi dan praktik pemerintahan, dan ketidakstabilan politik. Hal inilah menyebabkan lahirnya risiko politik yang cukup besar di perusahaan.115