• Tidak ada hasil yang ditemukan

riSikO SeRangan Jantung lanJutan

h e A lt h | y o u r h e a lT h

h e a lt h f i r s t • v o l u m e 4 6 |

41

ketika digunakan, iCD akan memantau irama listrik jantung terus menerus selama 24 jam sehari. apabila ditemukan adanya aritmia yang berpotensi mengancam nyawa, maka alat ini akan melakukan beberapa prosedur untuk mengembalikan irama listrik jantung kembali ke normal, termasuk memberikan kejut listrik kepada jantung.

Berbeda dengan pacemaker yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan kejut listrik jantung jika dibutuhkan, iCD mampu memberikan pacuan listrik tambah-an ketika diperluktambah-an (saat listrik asli jtambah-antung terlalu lambat). Selain itu, iCD juga dapat

memberikan kejut listrik, sehingga pasien memiliki waktu tambahan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat ketika terjadi serangan jantung.

tindakan pemasangan iCD ini dianjurkan untuk anda yang memiliki risiko tinggi meng-alami henti jantung mendadak akibat aritmia (gangguan irama listrik) jantung. Mereka yang berisiko tinggi adalah yang memiliki pompa jantung di bawah 35 persen, atau pernah mengalami henti jantung akibat gangguan irama, dan pada beberapa pasien dengan kelainan genetik yang berisiko tinggi menglami gangguan irama jantung.

pada kelompok berisiko tinggi ini, jika terjadi gangguan irama yang me nyebabkan henti jantung, pasien dapat langsung mengalami kehilangan kesadaran dan membutuhkan pertolongan segera dalam hitung an menit untuk menyelamatkannya dari kerusakan otak permanen atau kematian.

Selain menggunakan iCD, anda juga dapat meminta prosedur ablasi untuk mengurangi kejadian irama jantung yang berpotensi menyebabkan henti jantung. na-mun, tindak an ablasi tidak selalu memberikan jaminan bahwa gangguan irama tersebut tidak muncul kembali. Di sinilah iCD menjadi pemberi rasa aman untuk anda yang memiliki risiko tinggi tersebut.

Pemasangan mudah dan tak mengganggu aktivitas

Meskipun pemasangan alat ini cukup mudah dilakukan, tetapi masih sedikit yang menggunakannya karena enggan. Entah itu karena masalah biaya atau karena kekhawatiran akan komplikasi. padahal, jika tidak ada kom plikasi, biasanya anda tidak akan merasakan adanya perbedaan dalam aktivitas sehari–hari.

Cara kerja iCD

ICD terdiri dari dua bagian utama, yaitu lead dan generator. Lead merupakan elektroda yang menempel pada otot jantung dan berfungsi untuk

menghantarkan informasi listrik dari jantung ke generator. Sementara generator berfungsi untuk

memberikan dan mengirimkan listrik selama serangan. Sebagian besar ICD juga memiliki fungsi

pemacu jantung.

Pemantauan listrik jantung akan terjadi secara terus menerus. Ketika ICD mendeteksi adanya irama jantung yang berpotensi membahayakan jiwa, maka

ICD akan melakukan serangkaian tindakan yang bertujuan menghentikan aritmia tersebut. Apabila beberapa tindakan awal tidak dapat menghentikan gangguan irama yang berpotensi membahayakan

jiwa, maka ICD akan memberikan kejut listrik kepada jantung. Kejutan listrik ini bertujuan untuk

mengembalikan irama jantung ke irama normal.

Apabila irama jantung pasien terlalu lambat, ICD akan membantu memberikan pacuan listrik kepada jantung untuk memastikan jantung berada dalam frekuensi

denyut yang diinginkan.

y o u r h e a lT h | h e A lt h

42

| h e a lt h f i r s t • v o l u m e 4 6

pemasangan iCD dilakukan secara per-manen, karena kondisi pasien dengan indikasi juga adalah kondisi yang permanen. Meskipun keberadaan alat ini di dalam tubuh hampir tidak terasa, namun serupa dengan pema-sangan alat elektronik intrakardiak lainnya, gerakan anggota tubuh yang ekstrem sebaik-nya dihindari. Selain itu, anda biasasebaik-nya juga disarankan untuk menghindari kontak dekat dengan alat-alat yang memberikan inter-ferensi elektromagnetik, seperti handphone, microwave, alat pendeteksi logam, dan lain sebagainya.

layaknya alat elektronik lainnya, ada kemu-ngkinan malfungsi mengintai pengope rasian alat ini. Salah satunya antara lain kesalah-an alat mendeteksi listrik jkesalah-antung sehingga memberikan kejut listrik yang se benarnya ti-dak perlu. untuk mengetahui malfungsi me-mang harus melalui proses interogasi meng-gunakan alat khusus. Maka itu, pasien yang dalam kondisi stabil biasanya dianjurkan untuk tetap kontrol ke dokter setiap 6 bulan - 1 tahun.

dr. Simon Salim, Sp.Pd-KKV, M.Kes, AIFo, FINASIM, FACP, FICA Dokter spesialis Penyakit Dalam Konsultan Kardiovaskular rs Pondok indah – Bintaro Jaya

Setelah mengawali pendidikan kedokterannya di Universitas Padjajaran, dr. Simon kemudian melanjutkan pendidikan magister di bidang ilmu faal dan kedokteran olahraga di universitas yang sama. Selanjutnya, beliau menyelesaikan spesialis penyakit dalam dan sub-spesialis kardiovaskular di Universitas Indonesia. Beliau juga memperdalam ilmunya melalui CRT-D Implant Training di Institute Jantung Negara, Malaysia, serta Diploma of Electrophysiology di Cardiac Electrophysiology Institute of Australia (CEPIA) pada 2014, serta fellowship training dalam bidang ablasi listrik jantung di Taipei Veteran General Hospital, Taiwan, pada 2017. Penerima Sjaifoellah Noer Award di Kongres Nasional Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) ini juga dianugerahi gelar Ahli Ilmu Faal Olahraga (AIFO) pada 2013, Fellow of American College of Physicians (FACP) pada 2014, dan Fellow of International College of Angiology (FICA) pada 2015.

Beliau juga aktif menulis berbagai karya ilmiah dan beberapa buku ajar. Selain menjadi pembicara dalam berbagai seminar maupun simposium, beliau juga tergabung dalam berbagai organisasi kesehatan tingkat nasional dan internasional seperti European Heart Rhtyhm Association (EHRA), Heart Rhythm Society (HRS), Asia Pacific Heart Rhythm Society (APHRS), Physician Affiliate American Heart Association, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia (IAIFI), dan Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia (IKKI).

siapa saja yang memerlukan iCD?

Ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memerlukan bantuan defibrilator, antara lain:

Orang yang pernah mengalami serangan jantung dan berisiko tinggi dengan henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest

Orang yang memiliki kelainan otot jantung dan berisiko tinggi untuk henti jantung mendadak Orang yang memiliki kelainan kanal listrik

jantung sehingga berpotensi untuk henti jantung mendadak

Orang yang memiliki riwayat serangan henti jantung mendadak yang disebabkan gangguan listrik jantung

h e A lt h | y o u r h e a lT h

apabila anda merasakan kejut listrik yang tidak dalam porsinya, sebaiknya segeralah datang ke fasilitas kesehatan terdekat, dan berkonsultasi dengan dokter yang me mahami masalah kelistrikan jantung.

h e a lt h f i r s t • v o l u m e 4 6 |

43

b

erdasarkan data uniCEF tahun 2018, setiap jam terjadi kematian 2-3 balita di indonesia akibat pneumonia. Hal ini menunjukkan bahwa pneumonia masih menjadi salah satu penya kit yang harus diwaspadai.

pneumonia pada anak biasanya berasal dari infeksi saluran pernapasan akut atas (iSpa atas). umumnya gejala pneumonia diawali dengan demam, batuk atau pilek, kemudian diikuti oleh gejala sesak napas yang biasanya terjadi dalam 14 hari dan bersifat akut.

Gejala sesak napas ditandai oleh adanya usaha bernapas yang berat seperti tarikan dinding dada saat bernapas maupun adanya

WaSpaDa pnEuMOnia