• Tidak ada hasil yang ditemukan

Risk Management

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Panin Sekuritas (Halaman 135-140)

Sebagai sebuah perusahaan yang terus

berkembang dan melangkah ke depan, Panin Sekuritas dihadapkan pada risiko-risiko

dinamis dalam pengembangan produknya. Peningkatan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tahun 2014 tidak berarti risiko

dan volatilitas pasar menurun. Pergerakan

IHSG yang luktuatif, memberikan risiko kepada

semua pihak di dalam pasar modal termasuk

Panin Sekuritas dan seluruh nasabahnya.

Panin Sekuritas menerapkan proses Manajemen Risiko secara berkelanjutan dan konsisten dalam setiap aktivitas perusahaan. Manajemen risiko dilakukan dalam 2

aspek, yaitu dalam melindungi modal dan

mengoptimalkan keuntungan dalam tingkat

risiko yang dapat diterima.

As a growing and stepping forward company, Panin Sekuritas faces dynamic risks in developing its products.

The increase of composite stock price during 2014 does not mean there was a decrease of market risk and volatility. The luctuating trend of composite stock price stimulates risk to every party in the capital market including Panin Sekuritas and its customers.

Panin Sekuritas applies a continual and consistent risk management process to the whole company’s activities. The risk management is conducted in 2 aspects, which to protect capital and to optimize proit within the acceptable risk.

Manajemen Faktor Risiko

Risiko Pasar

Risiko Pasar mengacu kepada kemungkinan

kerugian yang terjadi dalam pengelolaan asset

karena terjadi perubahan dalam harga efek, tingkat suku bunga dan nilai tukar mata uang. Untuk Panin Sekuritas, analisa risiko pasar

dilakukan terhadap portofolio yang dimiliki

oleh Panin Sekuritas. Selain itu, risiko pasar juga dihadapi oleh anak perusahaan Panin

Sekuritas, yaitu Panin Asset Management,

dalam hal risiko penurunan Nilai Aktiva

Bersih (NAB) akibat penurunan nilai efek yang

menjadi bagian portofolio dana kelolaan. Untuk mengatasi risiko tersebut, perusahaan

melakukan analisis mendalam atas efek yang

merupakan bagian dalam portofolio dana

kelolaan, dan melakukan diversiikasi pada instrumen investasi lainnya seperti pada pasar

uang dan pendapatan tetap. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko yang muncul karena adanya kemungkinan bahwa pihak lain gagal memenuhi kewajibannya kepada perusahaan.

Perusahaan memberikan kredit kepada

nasabah yang memiliki rekening marjin. Untuk mencegah gagal bayar dalam pembiayaan

marjin, maka perusahaan melakukan analisa mendalam terhadap calon nasabah marjin, dan juga menerapkan peraturan Bapepam LK V. D. 6 dalam menjalankan pengawasan transaksi marjin.

Risk Management Factors

Market Risk

Market risk refers to the asset management potential loss due to change of equity value, interest rate, and exchange rate.

For Panin Sekuritas, market risk analysis conducted on the portfolio owned by Panin Sekuritas. Additionally, the market risk also faced by Panin Asset Management as subsidiary of Panin Sekuritas, due to the decline of Net Asset Value (NAV), as a result of a decrease in the value of securities as part of portfolio of mutual funds.

In order to anticipate this risk the company conducts in-depth analysis on potential securities being considered for mutual fund inclusion, and diversiies in other instruments such as money market instruments and ixed income instruments.

Credit Risk

Credit risk is a risk that arise because of the possibility that one party fail to fulill its liability to company.

Credit is given to customers who have a margin account. To prevent default in margin inancing, the company analyzes potential margin customers, and applies “Peraturan Bapepam LK V. D. 6” for margin transaction monitoring

Risiko Likuiditas

Terdapat dua tipe risiko likuiditas, yang

pertama adalah risiko likuiditas market, dimana perusahaan tidak dapat membeli atau menjual

suatu asset pada harga yang wajar, dikarenakan kurangnya likuiditas asset tersebut di pasar.

Kedua adalah risiko likuiditas prudential, dimana perusahaan tidak dapat memenuhi

standar minimum likuiditas, misalnya likuiditas

rasio.

Panin Sekuritas telah memenuhi ketentuan

Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang dipersyaratkan.

Risiko Operasi

Risiko Operasi adalah risiko kerugian sebagai akibat dari kegagalan, proses internal, sumber

daya manusia, sistem atau kegiatan eksternal.

Dari sisi operasional, Panin Sekuritas telah

membuat dan menerapkan SOP (Standard Operating Procedure). Risk Manajemen selalu mengacu pada peraturan dari regulator (OJK) dan SRO (BEI, KSEI, KPEI).

Prinsip Mengenal Nasabah

Peraturan Bapepam L.K V.D.10, telah diganti dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no. 22, dimana nasabah dikategorikan berdasarkan

tingkat risikonya dalam tiga kategori: risiko

rendah, risiko sedang dan risiko tinggi. Pada peraturan ini, untuk semua tingkat risiko setiap nasabah wajib melengkapi data-data

dan dokumen yang menjadi persyaratan

pembukaan rekening efek.

Nasabah risiko rendah tidak diwajibkan untuk melakukan interview langsung, sementara nasabah dengan kategori risiko menengah diwajibkan untuk wawancara dan melakukan pengkinian data setiap satu tahun sejak nasabah tersebut termasuk dalam kategori medium risk. Untuk nasabah high risk diwajibkan untuk melakukan pengkinian data setiap enam bulan.

Liquidity Risk

There are two types of liquidity risk. First, market liquidity, in case company unable to buy or sell an asset at the fair price due to lack of asset liquidity in the market. Second, prudential liquidity risk, in case company unable to fulill the liquidity minimum standard such as liquidity ratio.

Panin Sekuritas has met the requirement with Adjusted Net Working Capital (MKBD).

Operational Risk

Operational risk is a risk of loss caused by internal process failure, human resource, system, or external activities.

From the operational side, Panin Sekuritas has made and implemented SOP (Standard Operating Procedure). Risk Management always refers with regulator (OJK) and SRO (BEI, KSEI, KPEI) regulation.

Knowing-Customer Principle

The regulation of “Bapepam LK V.D.10” has been replaced with the Financial Services regulation no. 22 where customers are classiied into three categories based on their risk: low risk, medium risk, and high risk. The new regulation states that every customer has to fulill the required data and documents.

Low-Risk is not required to interview and conduct face-to-face meeting. However, customers with medium risk category are required to interview and update data every year after the client is included in the medium risk category. For high-risk customers are required to update data every six months.

Transaksi Efek

Pada tahun 2014 ini, PT. Panin Sekuritas Tbk.

menerapkan Pemotongan nilai efek (haircut)

pada saat pembelian. Penerapan Pemotongan nilai efek ini dimaksudkan untuk menghindari nasabah membeli saham-saham risiko tinggi dengan menggunakan pendanaan, sehingga

mengurangi kemungkinan gagal bayar nasabah.

Pemotongan nilai efek sendiri merupakan suatu persentase penerimaan suatu asset sebagai jaminan dari hutang nasabah dengan melakukan perhitungan melalui analisis risiko market dan risiko likuiditas dari asset tersebut. Penjamin Emisi Efek

Sebagai penjamin emisi efek, risiko utama yang dihadapi adalah tidak diminatinya efek yang

ditawarkan perusahaan kepada nasabah. Untuk mencegah hal tersebut, perusahaan berusaha

untuk memilih efek yang akan dijaminkan

secara selektif.

Perusahaan telah mengantisipasi setiap

kemungkinan terjadinya risiko dan selalu

menjaga kondisi Perusahaan agar selalu berada

dalam tingkat yang aman.

Asset Management

Untuk aktivitas Manajemen Aset, risiko utama

yang dihadapai Perseroan adalah adanya penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana akibat penurunan nilai efek-efek yang

menjadi bagian portofolio Reksa Dana. Apabila tidak segera diatasi, hal ini akan berdampak

pada penurunan tingkat kepercayaan nasabah

dan akan melakukan pencairan Reksa Dana. Dalam menghadapi resiko tersebut, Perseroan selaku Manajer Investasi telah melakukan berbagai antisipasi, seperti melakukan

analisis mendalam atas efek – efek yang akan

menjadi bagian portofolio Reksa Dana, serta menempatkan sebagian dana Reksa Dana

Stock Transaction

In 2014, Panin Sekuritas applied haircut during the stock purchases. The haircut itself was implemented to avoid the client in buying high risk stocks that would later lead to the decreased possibility of default. Haircut is an acceptable percentage level that an asset allowed to be used as collateral. This haircut is calculated using the market and liquidity risk analysis of an asset.

Underwriting

As an underwriting, the main risk is the securities that the company ofers are not in demand by customers. To anticipate this risk, the company picks selectively the securities to be warranted.

The Company has successfully anticipated each risk and maintained the company’s risk at a safety level.

Asset Management

For activities in Asset Management, the main risk faced by the Company is the decline of Net Asset Value due to the decline of underlying assets. If this decline is not anticipated properly, the investors will lose conidence quickly and redeem their mutual fund units. In facing this risk, the Company, acting in the capacity of an Investment Manager, has implemented several anticipatory measures, such as conducting in-depth analysis on potential securities being considered for mutual fund inclusion, and by putting aside a suicient portion of the funds into liquid money market instruments. In an efort to stem

pada instrumen pasar uang yang likuid dan dalam jumlah yang cukup. Manajer Investasi

juga selalu melakukan program edukasi

kepada pemegang unit penyertaan mengenai

karakteristik Reksa Dana, serta secara berkala memberikan gambaran mengenai prospek investasi di pasar modal dan Reksa Dana. Dari sisi operasional, PAM membuat dan

menerapkan SOP (Standard Operating Procedure) yang komprehensif untuk semua

kegiatan transaksi dari pembelian, penjualan, dan pengalihan reksa dana. Selain itu, PAM juga

menerapkan prinsip mengenal nasabah yang

ketat agar sesuai dengan semua ketentuan BAPEPAM-LK.

Dengan adanya penerapan manajemen resiko

tersebut, hingga saat ini Perseroan dapat

mengantisipasi setiap kemungkinan terjadinya

resiko dan selalu menjaga kondisi Perseroan

agar selalu berada pada tingkat yang aman.

unit holders from spuriously redeeming their funds, the Investment Manager also constantly runs programs to educate unit holders on the characteristics of the mutual funds and routinely presents its outlooks on capital market and mutual fund investments.

From the operational side, PAM developed and performs a comprehensive SOP (Standard Operating Procedure) for all transactions including subscription, redemption and switching of mutual funds. In addition, PAM also applies strict Know Your Customer to comply with all the provisions of Bapepam-LK’s regulation.

With the implementation of the

aforementioned risk management measures, the Company has thus far successfully anticipated each risk and maintained the Company’s operational risk at a safety level.

Informasi Perusahaan

Dalam dokumen Laporan Tahunan | Panin Sekuritas (Halaman 135-140)

Dokumen terkait