DAFTAR PUSTAKA
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa pada tanggal 04 Januari 1985, merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putri dari pasangan Boya Abdullah, SH dan Ramlah.
Pendidikan sarjana ditempuh di Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, lulus pada tahun 2008. Pada tahun 2011, penulis diterima di Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan pada Program Pascasarjana IPB. Beasiswa pendidikan Pascasarjana diperoleh dari BPPS.
Penulis bekerja sebagai staf pengajar di Universitas Samawa sejak tahun 2008, dan pernah bekerja sebagai pegawai kontrak di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa (2008 – 2011).
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting sebagai bahan makanan dan keperluan industri (Critchley et al. 2006). Pemanfaatan rumput laut sebagai bahan makanan dan keperluan industri tergantung pada senyawa di dalamnya serta sifat fisik kimia senyawa tersebut. Rumput laut merah (Rhodophyta) dilaporkan oleh peneliti sebelumnya mengandung karaginan dan agar (Widyastuti 2009). Eucheuma sp dan Gracilaria
sp merupakan rumput laut merah yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian mengenai faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan kandungan karaginan Eucheuma spdan Gracilaria sp telah banyak dilakukan.
Senyawa lain yang merupakan kandungan rumput laut yang sangat potensial selain karaginan dan agar adalah alginat. Alginat merupakan senyawa rumput laut yang banyak dimanfaatkan oleh berbagai industri (Bangun 2001) sebagai pengatur keseimbangan, pengemulsi dan pembentuk lapisan tipis tahan minyak (Rasyid 2003; Bixler dan Porse 2011). Meningkatnya pemanfaatan alginat pada berbagai industri menyebabkan tingginya permintaan pasar akan alginat. Indonesia merupakan negara yang masih mengimpor alginat dari negara-negara produsen alginat (Rasyid 2009). Kebutuhan impor alginat Indonesia sebesar 1.100 ton per tahun dengan nilai US $ 420.000 (Rasyid 2003). Peningkatan kebutuhan alginat berdampak pada semakin meningkatnya permintaan rumput laut penghasil alginat yang umumnya masih diperoleh dari hasil petikan di alam.
Umumnya alginat merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut coklat (Phaeophyta). Rumput laut coklat jenis Ascophyllum, Laminaria, dan Mycrocystis
merupakan sumber utama alginat di dunia. Beberapa rumput laut coklat lainnya yang memiliki potensi sebagai sumber alginat adalah Sargassum, Durvillea,
Eklonia, Lessonia, dan Turbinaria (Bixler dan Porse 2011). Sargassum, Turbinaria dan Padina merupakan rumput laut coklat yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, namun sampai sekarang ekstraksi alginat di Indonesia masih bergantung pada jenis Sargassum.
Padina australis merupakan salah satu rumput laut coklat yang memiliki potensi sebagai sumber alginat (Rasyid 2007). Rumput laut ini banyak ditemukan di perairan Kabupaten Sumbawa, namun hingga sekarang belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Penentuan potensi kandungan alginat dari P. australis
dapat meningkatkan manfaat dari rumput laut ini bagi masyarakat setempat. Perbedaan karakteristik lokasi tumbuh P. australis di perairan Kabupaten Sumbawa akan mempengaruhi potensi rumput laut ini, baik biomassa maupun kandungan alginatnya. Beberapa penelitian yang mengekstraksi alginat rumput laut coklat dari spesies yang sama namun dari perairan dan waktu yang berbeda menunjukkan perbedaan kandungan alginat (Mafra dan Cunha 2006; Rasyid 2007; 2009; Mirsafiey dan Rehm 2009; Widyastuti 2009; Mushollaeni 2011). Rasyid (2007) melaporkan bahwa perbedaan lokasi tumbuh menyebabkan perbedaan kandungan alginat beberapa rumput laut. Penelitian mengenai pengaruh faktor lingkungan terhadap keberadaan dan kandungan alginat P. australis masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai potensi
dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kehidupan dan kandungan alginat P. australis sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengembangan industri rumput laut penghasil alginat.
Perumusan Masalah
Alginat merupakan kandungan utama dari dinding sel rumput laut coklat, tersusun atas 1,4 -D-asam manuronat dan -L-guluronat (Draget et al. 2005; Donati dan Paoletti 2009; Ertesvag et al. 2009). Kandungan alginat rumput laut coklat bervariasi tergantung dari jenis, kondisi lingkungan, musim, metode ekstraksi, serta bagian tanaman dari rumput laut coklat yang diekstraksi (Draget et al. 2000; Mirshafiey dan Rhem 2009).
P. australis termasuk salah satu jenis rumput laut coklat yang memiliki potensi sebagai sumber alginat dan banyak tumbuh di sepanjang perairan Kabupaten Sumbawa. Sampai saat ini rumput laut tersebut belum dimanfaatkan secara ekonomis oleh penduduk setempat. P. australis hidup pada beberapa karakteristik lingkungan perairan yang berbeda diantaranya di daerah intertidal, di pantai berbatu dan pada beberapa perairan lainnya yang memiliki substrat berpasir dan kondisi lingkungan yang berbeda. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan rumput laut coklat (Phaeophyta) yang hidup di zona intertidal diketahui bervariasi secara temporal dan spasial yang disebabkan oleh perbedaan faktor fisika, kimia dan biologi perairan (Diez et al. 2003; Goldberg dan Kendrick 2004; Palomo et al. 2004; Schiel dan Foster 2006). Beberapa penelitian yang mengekstraksi alginat rumput laut coklat dari spesies yang sama namun dari perairan dan waktu yang berbeda menunjukkan perbedaan kandungan alginat (Mafra dan Cunha 2006; Rasyid 2007, 2009; Mirsafiey dan Rehm 2009; Widyastuti 2009; Mushollaeni 2011). Informasi dan kajian mengenai parameter lingkungan yang mempengaruhi biomassa dan kandungan alginat pada rumput laut coklat masih sangat jarang dilakukan, terutama P.australis.
Berdasarkan informasi tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. bagaimanakah potensi alginat dari P. australis yang ada di Kabupaten Sumbawa?
2. parameter fisika kimia kunci apa saja yang mempengaruhi kehidupan serta kandungan dan karakteristik alginat rumput laut P. australis
3. bagaimanakah lokasi yang dapat mendukung kehidupan dan memberikan kandungan serta karakteristik alginat yang baik pada P. australis di perairan Kabupaten Sumbawa?
Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah:
1. mengetahui potensi P. australis dari biomassa, kandungan dan karakteristik alginatnya
2. mengetahui parameter fisika kimia perairan kunci yang mempengaruhi biomassa dan kandungan alginat P. australis
3. mengetahui arahan penentuan lokasi yang ideal bagi pertumbuhan rumput laut dengan kandungan alginat yang maksimum di perairan Kabupaten Sumbawa
Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah dengan mengetahui potensi serta pengaruh kondisi lingkungan terhadap kehidupan dan kandungan alginat P. australis diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam pengembangan industri rumput laut khususnya dalam penentuan lokasi rumput laut penghasil alginat.