• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2 Pembahasan

5.2.3 Riwayat Keluarga

Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat bahwa frekuensi penderita kanker

payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat keluarga tertinggi adalah yang ada riwayat kanker yaitu 50,8% (101 kasus) dan terendah adalah yang tiada riwayat keluarga menderita kanker yaitu 49,2% (98 kasus). Menurut American Cancer Society 2014, resiko mendapat kanker payudara dibanding wanita tanpa riwayat keluarga berlipat ganda sekiranya mempunyai salah seorang diantara ibu atau saudara perempuan mengalami kanker. Usia mendapat kanker pada ibu atau saudara perempuan juga mempengaruhi resiko terutamanya jika didiagnosa menderita pada usia muda.1 Menurut penelitian National Breast and Ovarian Cancer Centre 2009 , seseorang yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarga mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker payudara .5 Hasil ini sesuai dengan penelitian Indrati . et al , 2006 , kanker payudara merupakan penyakit kanker familial (Sindroma Li Fraumeni / LFS). 75% dari sindroma tersebut disebabkan adanya mutasi pada gen p53. Gen p53 merupakan gen penekan tumor (suppressor gene). Mutasi pada gen p53 menyebabkan fungsi sebagai gen penekan tumor mengalami gangguan

31

sehingga sel akan berproliferasi secara terus menerus tanpa adanya batas kendali. Seseorang akan memiliki risiko terkena kanker payudara lebih besar bila pada anggota keluarga ada yang menderita kanker.13

5.2.4. Riwayat Melahirkan

Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat melahirkan tertinggi ialah yang pernah melahirkan yaitu sebanyak 118 orang (59.3%) dan yang terendah ialah yang belum melahirkan sebanyak 81 orang (40.7%). Menurut penelitian , National Breast and Ovarian Cancer Centre 2009 , wanita yang melahirkan anak pertama pada umur lebih dari 30 tahun mempunyai resiko kanker payudara yang lebih tinggi.5 Hasil ini sesuai dengan penelitian Anggorowati. et al , 2012, wanita yang pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih tinggi sebanyak (59.5%) dari yang belum pernah melahirkan karena mungkin disebabkan wanita tersebut melahirkan anak yang pertama pada umur lebih dari 30 tahun. Hal ini dikarenakan periode diantara usia menarche dan usia kehamilan pertama terjadi ketidakseimbangan hormone dan jaringan payudara sangat peka terhadap hal tersebut , sehingga periode ini merupakan permulaan dari perkembangan kanker payudara.14

5.2.5. Keluhan Utama

Berdasarkan tabel 5.5 dapat dilihat distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan keluhan utama tertinggi adalah benjolan di payudara yaitu 87 orang (43,7%) dan terendah adalah benjolan dan nyeri di payudara sebanyak 10 orang (5.0%). Hal ini kemungkinan karena penderita kanker payudara datang berobat setelah merasa adanya benjolan pada payudaranya yang mengganggu kegiatannya. Benjolan di payudara merupakan gejala yang paling umum ditemukan pada penderita kanker payudara. Benjolan pada payudara adalah suatu keadaan yang mengharuskan setiap yang mengalaminya datang ke dokter karena dapat merupakan suatu keadaan dini dari keganasan (kanker) pada payudara . Hasil ini sesuai dengan

32

penelitian Ngowa , et al , 2011, dimana keluhan utama penderita kanker payudara yang terbanyak adalah benjolan di payudara yaitu sebanyak 100%.12

5.2.6. Lokasi Kanker

Dari tabel 5.6 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker

payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan lokasi kanker yang tertinggi adalah pada payudara kiri kuadran lateral atas yaitu 68 orang (34.2%), payudara kanan kuadran lateral atas yaitu 34 orang (17.1%) dan terendah payudara kanan kuadran medial bawah yaitu 5 orang (2.5%). Hasil ini sesuai dengan penelitian Kroman , et al, 2003, dimana daripada 35,319 penderita kanker payudara , 17,659 mempunyai kanker pada lokasi lateral atas sebanyak (49.9%).17 Menurut penelitian Lirauka , et al , 2013 , kanker payudara umumnya terjadi di payudara kiri, yang dimungkinkan karena sebagian besar memiliki perbedaaan volume 10% antara payudara kanan dan kiri, dimana selalu lebih besar volume payudara kiri daripada payudara kanan. Lokasi tumor yang paling banyak ditemukan di kuadran lateral atas (30.5%) dikarenakan jaringan paling banyak terdapat di kuadran lateral atas dibandingkan kuadran lainnya.15

5.2.7. Stadium Klinik

Berdasarkan tabel 5.7 dapat dilihat distribusi frekuensi penderita kanker

payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan stadium klinik tertinggi adalah stadium IIIB yaitu 82 orang (41.2%) dan terendah adalah di stadium I yaitu 3 orang (1,5%) . Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada umumnya penderita yang datang berobat dalam stadium IIIB yang sudah dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penderita belum mengetahui sudah menderita kanker payudara, penderita sudah mengetahui terkena kanker payudara namun belum diperiksakan ke dokter karena belum terasa mengganggu bagi penderita, dan kesulitan ekonomi yang mengakibatkan penderita tidak memeriksakan diri ke dokter. Menurut penelitian Indrati . et al , 2006, yang menemukan frekuensi penderita kanker payudara terbanyak pada stadium III yaitu sebanyak (44.3%).13 Hasil ini sesuai dengan

33

penelitian Estaria . et al , 2014 yang menemukan frekuensi penderita kanker payudara terbanyak pada stadium III yaitu sebesar 49,0%. Ini terjadi karena pada tahap awal kanker payudara, biasanya penderita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Apabila terjadi gangguan payudara, seseorang wanita pada awalnya tidak terlalu mengacuhkannya sampai keadannya menjadi serius.16

5.2.8. Klasifikasi Histopatologi

Berdasarkan tabel 5.8 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan klasifikasi histopatologi ditemui tertinggi adalah invasive ductal carcinoma yaitu sebanyak 178 orang (89.4%) dan terendah adalah glycogen-rich clear cell carcinoma. Menurut American Cancer Society 2014, invasive ductal carcinoma adalah jenis yang paling umum dari kanker payudara. Invasive ductal carcinoma (IDC) dimulai di saluran susu dari payudara, menerobos dinding duktus, dan tumbuh ke dalam jaringan lemak payudara. Pada titik ini, itu mungkin dapat menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh melalui sistem limfatik dan aliran darah. Sekitar 8 dari 10 kanker payudara menyusup invasive ductal carcinoma.1 Hasil ini sesuai dengan penelitian Ngowa , et al , 2011 terdapat sebanyak 68.6% kasus termasuk dalam kelompok invasive ductal carcinoma.12 Menurut penelitian Lirauka , et al , 2013 , sebahagian besar gambaran histopatologi pasien kanker payudara adalah invasive ductal carcinoma sebanyak 92 kasus (96.9%).15

5.2.9. Penatalaksanaan Medis

Berdasarkan tabel 5.9 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita

kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan penatalaksanaan medis tertinggi adalah dengan kemoterapi yaitu 107 orang (53.8%), kemudian pembedahan 78 orang (39.2%) dan terendah radiasi 5 orang (2.5%). Menurut American Cancer Society 2014, Pengobatan penyakit kanker payudara tidak hanya satu jenis tetapi merupakan perpaduan antara beberapa jenis pengobatan. Pembedahan diberikan kepada penderita yang belum

34

mengalami metastase. Kebanyakan kemoterapi diberikan setelah pembedahan dengan tujuan untuk membunuh sel kanker yang kemungkinan masih ada. Terapi hormon diberikan sebagai terapi paliatif.1 Penatalaksanaan medis dengan kemoterapi saja tanpa operasi juga dilakukan pada penderita stadium dini yang kemungkinan karena penderita tidak mau dioperasi dan lebih memilih kemoterapi saja. Kemungkinan lain adalah penderita kanker payudara melakukan operasi di Rumah Sakit lain dan melakukan kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan. Pada penelitian ini terdapat beberapa penderita kanker payudara stadium IV yang ditatalaksana dengan pembedahan, hal ini kemungkinan karena pengobatan yang dilakukan hanya bersifat paliatif atau untuk mengurangi rasa sakit. Kemoterapi diberikan selama 3 hingga 6 bulan dan paling efisien apabila dosis penuh dan siklus obat yang benar diberikan pada waktu yang tepat.1 Hal ini sesuai dengan penelitian Lirauka , et al , 2013, yang menemukan jenis pengobatan terbanyak adalah kemoterapi yaitu 96.8 %. Hal ini disebabkan karena pola pengobatan kanker payudara tergantung pada stadium kanker.15

35

Dokumen terkait