• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Manajemen ISO Sebagai Sistem Penjamin Mutu 1. Pengertian Manajemen ISO

Manajemen pendidikan dipandang sebagai salah satu faktor yang amat penting dalam menangani masalah-masalah yang ada, karena kelemahan sistem pendidikan yang ada adalah lemahnya dalam manajemen pendidikan baik dalam level makro, meso maupun mikro. Manajemen pendidikan merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak dalam meningkatkan mutu pendidikan1 Manajemen adalah proses mengkordinasi dari

berbagan aktivitas-aktifitas kerja sehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan melalui orang lain.2 ISO (International

Organization Standardization) yaitu Organisasi International untuk standarisasi, agensi International yang mengkhususkan dirinya dalam hal standarisasi yang dibentuk oleh badan-badan standar nasional.3

Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan misalnya, sejak beberapa tahun terakhir telah mencanangkan adanya satu identitas bagi sekolah-sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Identitas yang dimaksud adalah sebagai sekolah bertaraf nasional atau bertaraf internasional. Salah satu ciri sekolah bertaraf nasional atau internasional adalah diterapkannya prinsip-prinsip manajemen ISO 9001:2000 di dalamnya.4 Sistem manajemen ISO 9001:2000 meliputi

struktur dan tanggung jawab, pelatihan, komunikasi, dokumentasi sistem manajemen lingkungan, pengendalian dokumen, pengendalian operasional serta persiapan dan tanggap darurat. Sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 merupakan sistem manajemen dengan

1Diding Nurdin, Manajemen Pendidikan dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Bandung: PT Imperial Bhakti Utama), 225.

2 Robbins, Stephen P. and Mary Coulter. Manajemen (Jakarta: 2007), 97. 3 Syahu Sugian O, Kamus Manajemen (Mutu) (Jakarta: Gremedia Pustaka Utama, 2006), 112.

4Mulyono, Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan (Jogjakarta: Arruzz Media, 2009), 305.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

pendekatan kepada kepuasan pelanggan. Pelanggan pada sistem manajemen mutu adalah pelanggan internal, pelanggan eksternal, pihak yang berkepentingan (interested parties). Standar sistem manajemen mutu ISO-9001 bertujuan untuk menjamin konsistensi organisasi dalam menghasilkan produk yang bermutu yang dapat memuaskan pelanggannya. Untuk tujuan tersebut, ISO-9001 berisi persyaratan-persyaratan bagaimana organisasi harus mengendalikan berbagai proses yang dapat mempengaruhi mutu, baik langsung maupun maupun tidak langsung. Persyaratan tersebut pada dasarnya adalah saduran dari praktek-praktes bisnis yang sudah diakui oleh dunia industri efektif dalam upaya penjaminan mutu. ISO-9001 juga memberikan persyaratan lain yang memungkinkan terjadinya peningkatan kinerja secara berkelanjutan seperti penetapan sasaran mutu, analisa data (termasuk tingkat kepuasan pelanggan) dan audit internal. Persyaratan-persyaratan lain dalam standar sistem manajemen mutu ISO-9001 juga membawa manfaat masing masing. Persyaratan tentang tinajaun manajemen akan membuat pihak majemen mendapatkan informasi terbaru dengan mudah tentang kinerja organisasi secara keseluruhan. Persyaratan tentang dokumentasi akan membuat organisasi dapat mengendalikan dokumen-dokumen dengan lebih rapih dan membuat pengaturan pengaturan yang baku (bukan berarti tidak fleksibel). Persyaratan tentang kompetensi dan pelatihan akan membuat organisasi mempunyai sumber daya manusia yang handal yang dapat mendu-kung tercapainya tujuan organisasi.5

Fungsi dasar manajemen yang paling penting adalah merenca-nakan, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan. Fungsi perencanaan yang mencakup mendefinisikan sasaran, menetapkan strategi, dan menyusun bagian-bagian rencana untuk mengkoordina-sikan sejumlah kegiatan. Fungsi pengorganisasian adalah fungsi yang mencakup menentukan apa yang perlu dilakukan, bagaimana cara melakukan dan siapa yang harus melakukannya. Fungsi kepemim-pinan mencakup mengarahkan dan memotivasi seluruh pihak yang terlibat dan menyelesaikan konflik. Fungsi pengendalian mencakup

5Imam Ibrohim, Standar sistem manajemen mutu SO-9001 Pengetahuan Dasar, http://www.ibrosys.com/manajemen-mutu/58-standar-sistem-manajemen-mutu-iso-9001-pengetahuan-dasar.html, Di akses Jum’at 15/4/2011.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042 AGAMA ISLAM

memantau kegiatan guna meyakinkan bahwa kegiatan tersebut diselesaikan seperti yang direncanakan.

Manajemen jika dipandang sebagai proses kegiatan kerja sama manusia untuk mencapai tujuan tertentu.Urutan-urutan proses kegia-tan ini dimulai dari planning, organizing, actuating dan controling. Sedangkan ditinjau dari sudut fungsional, manajemen adalah keselu-ruhan kegiatan atau fungsi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Kemudian jika ditinjau dari sudut institusi, manajemen adalah suatu lembaga secara totalitas yang melakukan kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan institusiyang telah ditetapkan bersama sebelum-nya.6

Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagaicara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya. Secara luas mutu dapat diarti-kan sebagai agregat karakteristik dari produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen/pelanggan. Karakteristik mutu dapat diukur secarakuantitatif dan kualitatif. Dalam pendidikan, mutu adalah suatu keberhasilan proses danhasil belajar yang menye-nangkan dan memberikan kenikmatan.7 Dalam rangka umum mutu

mengandung makna derajat (tingkat) keunggulan suatu produk (hasil kerja/upaya) baik berupa barang maupun jasa; baik yang tangible maupun yang intangible. Dalam konteks pendidikan pengertian mutu, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendi-dikan. Dalam "proses pendidikan" yang bermutu terlibat berbagai input, seperti; bahan ajar (kognitif, afektif, atau psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), sarana sekolah, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Manajemen sekolah, dukungan kelas berfungsi mensinkronkan berbagai input tersebut atau mensinergikan semua komponen dalam interaksi (proses) belajar mengajar baik antara guru, siswa dan sarana pendukung di kelas maupun di luar kelas; baik konteks kurikuler maupun ekstra-kurikuler, baik dalam lingkup subtansi yang akademis maupun yang

6Diding Nurdin, Manajemen Pendidikan dalam Ilmu dan Aplikasi Pendidikan (Bandung: PT Imperial Bhakti Utama), 226.

7Ravik Karsidi, M.S., Profesionalisme Guru Dan Peningkatan Mutu Pendidikan Di Era Otonomi Daerah, Makalah: Disampaikan Dalam Seminar Nasional Pendidikan Dewan Pendidikan Kabupaten Wonogiri, 23 Juli 2005.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

non-akademis dalam suasana yang mendukung proses pembelajaran.8 Mutu dalam konteks "hasil pendidikan" mengacu pada prestasi yang dicapai oleh sekolah pada setiap kurun waktu tertentu. Manajemen mutu adalah usaha untuk memuaskan pelanggan dengan melihat persyaratan yang diekspresikan pelanggan. Sedangkan ISO 9001:2000 adalah derajat pemenuhan seperangkat sifat dan karakte-ristik terhadap persyaratan. Dalam hal ini customer memperoleh sesuatu yang menyenangkan yang mereka tidak harapkan sebelum-nya.9 Penetapan proses yang dilakukan dalam penterapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 ditetapkan pada:

1. Proses adalah suatu aktivitas dengan menggunakan sumber daya untuk mengubah input menjadi output.

2. Pemahaman dan pemenuhan persyaratan.

3. Pertimbangan akan nilai tambah yang diberikan oleh suatu proses.

4. Prolehan hasil atas kinerja proses dan keefektifannya.

5. Perbaikan berlanjut dari proses yang mengacu pada pengukuran yang objektif.

6. Pihak berkepentingan (interested parties) memainkan peran penting dalam menetapkan persyaratan sebagai masukan pada organisasi.

7. Pemantauan kepuasan pihak berkepentingan menghendaki penilaian informasi yang berkaitan dengan persepsi pihak berkepentingan tentang sejauh mana kebutuhan dan harapana mereka telah terpenuhi.10

Sistem manajemen adalah kegiatan terkoordinasi untuk meng-arahkan dan mengendalikan organisasi dalam hubungannya dengan mutu. Dalam rangka meningkatkan sistem administrasi pada suatu lembaga atau instansi maka sektor manajemen merupakan hal yang harus diprioritaskan kondisi dan kehandalannya. Karena di dalam manajemen suatu lembaga atau perusahaan mencakup seluruh aspek

8Umaedi, Manajemen Peningkatan MutuBerbasis Sekolah Sebuah Pendeka-tan baru dalam pengelolaan sekolahuntuk peningkaPendeka-tan mutu (Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 1999).http://www.ssep.net/director.html, diakses, jum’at, 8 Maret 2011.

9 Syahu Sugian O, Kamus Manajemen (Mutu) (Jakarta: Gremedia Pustaka Utama, 2006), 113.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042 AGAMA ISLAM

yang berada di dalam lembaga tersebut seperti administrasi keuangan, kepegawaian, produksi dan seluruh sektor yang berkaitan dengan perusahaan atau lembaga tersebut. Pendekatan proses secara vertikal dalam sebuah sistem manajemen meliputi:

1. Tanggung Jawab Manajemen adalah menetapkan persyaratan 2. Manajemen Sumber Daya adalah menetapkan sumber daya

yang diperlukan.

3. Realisasi Produk adalah menetapkan dan melaksanakan proses. 4. Pengukuran, Analisa dan Perbaikan adalah mengukur,

menganalisa dan meningkatkan hasil.

Sedangkan secara horizontal adalah mendemonstrasikan persyaratan masukan pelanggan yang dikonversi ke dalam output. Di dalam pelaksanaan manajemen suatu instansi atau lembaga memiliki delapan prinsip manajemen mutu yaitu :

1. Costumer Focus (Perhatian pada pelanggan) 2. Leadership (Kepemimpinan)

3. Involvement of people (Pelibatan orang)

4. Process approach (Pendekatan system pada manajemen)

5. System approach to management (Pendekatan sistem pada manajemen)

6. Continual improvement (Perbaikan berkelanjutan)

7. Factual approach to decision marking (pengambilan keputusan berdasarkan fakta)

8. Mutually beneficial supplier relationships (Hubungan pemasok yang saling menguntungkan).11

Fokus pada pelanggan meliputi memahami kebutuhan pelang-gan, memenuhi kebutuhan pelangpelang-gan, berusaha melebihi persyaratan pelanggan dan secara proaktif menetapkan level kepuasan pelang-gan.12 Oleh karena itu sekolah harus memahami harapan dan

kebutu-han pelanggan dan mencoba untuk melebihi harapan kebutukebutu-han saat ini dan yang akan datang. Prinsip ini terkait dengan klausul-klausul ISO 9001:2000. Tujuannya untuk mengatur sistem mutu, kebijakan sasaran, perencanaan, kesadaran, monitoring, kepuasan pelanggan dan peningkatan yang berkelanjutan. Dalam bidang pendidikan

11 Mulyono, Manajemen Administrasi & Organisasi Pendidikan, 306. 12Nasution.M.N. Manajemen Mutu Terpadu (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2004 ), 18.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

pelanggang utama adalah siswa dan orang tua siswa, Sehingga pemenuhan kepuasan pelanggan berorientasi pada keberhasilan siswa dalam belajar. Salah satu tujuan umum dalam pendidikan menurut M Ngalim Purwanto adalah pendidikan yang menjadi tujuan orang tua yang ditetapkan oleh pendidik dan selalu dihubungkan dengn kenyataan yang terdapat pada anak didik itu sendiri dan dihubung-kan dengan sayara-syarat dan alat-alat untuk mencapai tujuan umum tersebut.13 Setiap lembaga pendidikan dituntut untuk melakukan pelayanan dengan baik kepada para pelanggan. Agar tugas ini terwujud maka lembaga tersebut perlu didukung oleh sistem manajemen yang baik pula. Ciri-ciri sistem manajemen yang baik adalah adanya pola pikir yang teratur (administratiive thingking) pelaksanaan kegiatan yang teratur (administrative behavior), dan penyikapan terhadap tugas-tugas kegiatan secara baik ( administra-tive attitude).

Kepemimpinan adalah Seorang pemimpin yang mengambil berbagai kebijakan meliputi menetapkan kebijakan mutu, struktur organisasi, mengidentifikasi dan menyediakan sumber daya, mencip-takan lingkungan kerja dimana semua personnel ambil bagian dalam pencapaian target atau sasaran organisasi, komitmen “continual improvement” sistem manajemen mutu.14 Kepemimpinan mutu pendidikan akan mampu menggerakkan organisasi agar program dan tujuan yang telah ditetapkan bersama akan tercapai. Demikian juga dengan gerakan mutu (quality movement) pada lembaga pendidikan atau menumbuh kembangkan budaya mutu (quality culture) harus ditopang oleh peran kepemimpinan yang bermutu. Mutu merupakan suatu yang dinamis, mutu dalam percakapan sehari hari sebahagian besar dipahami sebgai suatu konsep yang absolut, mutu sama halnya dengan sifat baik, cantik dan beanar, merupakan suatu yang idealisme yang tidak dapat dikompromikan. Dalam difinisi yang absolut, suatu yang bermutu merupakan dari standar yang sangat tinggi yang tidak dapat diunguli.15

13 M .Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (Bandung: Remaja Karya, 2002), 25.

14Nasution.M.N. Manajemen Mutu Terpadu, 20.

15 Edwar Sallis, Quality Management In Education Manajemen mutu Pendidikan, Ahmad Ali Riyadi (Terj.), (Jogjakarta: Ircisod, 2008), 51 -52.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042 AGAMA ISLAM

Sekolah yang menerapkan Manajemen Berbasis sekolah, kepala sekolah sangat berperan dalam mengkoordinasikan, menggerakkan, dan menyerasikan semua sumber daya pendidikan yang tersedia. Kemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah yang telah disepakati bersama melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Oleh karena itu, kepala sekolah hendaknya mampu meminej dan mampu mengambil inisiatif/prakarsa untuk meningkat mutu sekolah. mampu membangun citra sekolah, menjawab tantangan kemajuan ilmu dan teknologi di era globalisasi.

Kepala sekolah sebagai Top manajer di sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk menjadikan sekolah sebagai pusat keilmuan, kebudayaan, dan kepribadian bangsa. Pada kegiatan belajar mengajar, antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. Akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah, maka mutu dalam artian hasil (ouput) harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah yang dipimpin langsung oleh Top manajer, dan harus jelas target yang akan dicapai untuk setiap tahun atau kurun waktu lainnya. Berbagai input dan proses harus selalu mengacu pada mutu-hasil (output) yang ingin dicapai. Dengan kata lain tanggung jawab sekolah dalam school based quality improve-ment bukan hanya pada proses, tetapi tanggung jawab akhirnya adalah pada hasil yang dicapai.

Kepala sekolah atau manajemen puncak harus menetapkan kebijakan mutu dan sasaran mutu, memberi arahan dan target yang ingin dicapai, menciptakan lingkungan yang harmonis dengan melibatkan para wakil, staf, guru dan karyawan dalam mencapai sasaran mutu sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah yang memiliki kemampuan secara formal, sebagai penentu kebijakan, manajer, sebagai pendidik, staf sehingga mampu mengorganisisr segala bentuk prilaku organisasi di sekolah maupun lingkungannya. Kepala sekolah memiliki peranan yang sangat dominan dalam maju mundurnya suatu sekolah. Kebijakan pimpinan sekolah barulah terang dan nyata, bila baik pendidikan di sekolah itu dan maju pengajarannya serta terpelihara disiplin dan teratur segal pekerjaan.16

16 Mahmud Yunus, Pokok-pokok Pendidikan dan Pengajaran (Jakarta: Hida Karya Agung, 2006), 43.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

Keterlibatan dari semua meliputi personnel semua level adalah inti organisasi: secara penuh harus ikut serta dalam kelangsungan bisnis organisasi, sehingga mampu mengidentifikasi tanggungjawab dan wewenang mengidentifikasi kompetensi, kebutuhan, penyediaan dan mengevaluasi pelatihan serta memelihara catatan pelatihan, mengidentifikasi dan mengendalikan faktor manusia dan area kerja untuk mencapai kesesuaian produk yang dapat memberikan manfaat yang sangat luas. Pendekatan ini dimulai dengan kepemimpinan manajemen senior yang aktif dalam hal ini kepala sekolah dan mencakup usaha yang memanfaatkan bakat semua warga sekolah untuk mencapai suatu keunggulan kompetitif (competitive advan-tage) di dunia pendidikan. Guru pendidikan agama Islam selain dari pada mengajar, ia juga merupakan pemimpin dihadapan para siswa maupun seluruh warga sekolah sebagai suri tauladan dan bertanggung jawab penuh untuk menanamkan nilia-nilai akhlakul karimah, Warga sekolah wewenang/kuasa untuk memperbaiki output melalui kerjasama dalam struktur kerja baru yang luwes (fleksibel) untuk memecahkan persoalan, memperbaiki proses dan memuaskan. Komunikasi antar pihak senantiasa dilaksanakan dengan menciptakan lingkungan yang kondusip dan pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Pendekatan proses (process approach) merupakan orientasi hasil yang efektif, sumber daya dan aktivitas dikendalikan sebagai proses, secara sistematis mengidentifikasi dan mengendalikan proses yang digunakan untuk memastikan kesesuaian produk.17 Pendekatan proses harus dipusatkan pada pengendalian masukan kedalam proses dan pencegahan ketidak sesuaian atau kesalahan dalam pekerjaan. Sistem manajemen mutu diterapkan berdasarkan pendekatan proses yang diawali dengan identifikasi dan penetapan kriteria yang akan menjadi kendali setiap tahapan proses. Keberhasilan pencapaian mutu sangat bergantung kepada konsistensi menjalankan proses yang lebih ditetapkan untuk menghasilkan kualitas mutu dan memenuhi persyaratan pelanggan. ISO-9001 mensyaratkan agar organisasi melakukan pendekatan proses dalam upaya menjamin mutu produk. Dengan pendekatan ini organisasi dapat melihat dengan mudah seluruh aktifitas yang dilakukan dalam organisasi sebagai rangkaian

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042 AGAMA ISLAM

dari proses-proses yang saling terkait dan saling mempengaruhi. Organisasi dapat mengetahui dengan jelas output yang dihasilkan dari setiap proses, kemana output tersebut dialirkan dan apa yang diharapkan oleh penerima output tersebut. Ini menjadi dasar yang berguna untuk mengatur bagaimana sebuah proses harus dilakukan dan bagaimana mengukur keberhasilan suatu proses.

Pendekatan sistem pada manajemen (system approach to management) sebuah proses mengidentifikasikan, memahami dan mengendalikan sistem dan interaksi antar proses untuk memberikan kontribusi pada efektifitas dan efisiensi organisasi, sehingga setiap pegawai mampu menetapkan sasaran mutu tiap proses, menetapkan interaksi dan rangkaian proses, memantau dan mengukur efektifitas tiap proses. Sekolah harus merencanakan cara memenuhi persyaratan pelanggan. Rencana meliputi semua aktivitas yang berkaitan dengan mutu dari hubung awal pelanggan hinga serah terima pekerjaan dan monitoring kepauasan pelanggan. Mengidentifikasi, memahami dan mengelola proses yang saling berhubungan. Sebagai sebuah sitem yang berperan untuk mencapai sasaran yang efektif dan efisien bagi sekolah. Pengendalian atas mata rantai dan interface proses yang terlibat adalah penting untuk manajemen yang baik.

Penyempurnaan berkelanjutan (continual improvement) adalah sasaran tetap organisasi, memantau kinerja melalui sasaran mutu yang terukur tiap fungsi terkait dan level, peralatan untuk melakukan internal Audit, tinjauan Manajemen, Corrective and Preventive Action, dan lain-lain18. Sebuah organisasi yang baik akan memper-hatikan suaqtu perbaikan yang berlanjut, artinya bahwa organisasi secara menyeluruh hendaknya menjadikan perbaikan sebagai tujuan tetap bagi organisasi. Kekurangan atau kesalahan dalam melaksana-kan suatu kegiatan bagi suatu organisasi adalah merupamelaksana-kana hal yang wajar, namun bagaimana organisasi dapat secara terus menerus memperbaikinya sehingga tidak ada sebuah kesalahan atau kekura-ngan yang sama terjadi berulang-ulang. Sistem mutu yang didoku-mentasikan akan menjadi dasar untuk perbaikan berkesinambungan.

Pendekatan faktual (factual approach to decision making) pada pengambilan keputusan meliputi keputusan efektif berdasarkan, logika, analisa data (produk, proses dan sistem), informasi. Sekolah hendaknya dapat membangun paradigma dalam diri wakil, staf, guru

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

dan karyawan. Suatu keputusan tidak dapat dilakukan tanpa suatu analisis yang memadai. Setiap keputusan yang efektif harus berdasarkan analisis data dan informasi. Informasi dan data serta sistem harus dibuat. Informasi dikumpulkan dalam suatu data yang tidak bias dan bermakna satu, sehingga jalur komunikasi yang jelas adalah penting.

Hubungan dengan pemasok yang saling menguntungkan (mutually beneficial supplier relationships) dengan cara menetapkan dan mendokumentasikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemasok, meningkatkan kemampuan kedua organisasi untuk lebih baik seleksi, meninjau dan mengevaluasi kinerja pemasok untuk mengendalikan produk yang dipasok. Organisasi dan para pemasok-nya merupakan hubungan yang saling bergantung dan saling meng-untungkan sehingga dapat memperkuat kemampuan keduanya. Seko-lah harus mampu membangun hubungan dengan pelanggan yang saling menguntungkan bagi semua pihak, seperti peningkatan mutu, stabilitas dan konsistensi yang ditingkatkan. Hubungan dimulai dengan komunikasi yang jelas dan dibangun berdasarkan konsistensi tujuan dan kepercayaan. Organisasi dan pemasok adalah saling ketergantungan, dan hubungan yang saling menguntungkan akan menambah kemampuan kedua belah pihak untuk menciptakan nilai tambah.

Pendidikan membutuhkan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan penddidikan. Interaksi pendidikan dapat berlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah ataupun masyarakat.19

Pendidi-kan dalam lingkungan sekolah lebih mersifat formal. Guru sebagai pendidik di sekolah telah dipersiapkan secara formal dalam lembaga pendidikan guru. Dalam lingkungan sekolah juga telah ada kuriku-lum formal, yang bersifat tertulis. Guru-guru melaksanakan tugas mendidik secara formal karena itu pendidikan yang berlangsung disekolah sering disebut pendididikan formal.

Dalam usaha memperoleh ISO, sekolah memerlukan peran yang sangat besar dari seluruh stake-holders baik itu guru, kepala sekolah, orang tua juga siswa sebagai salah satu komponen utama dalam pendidikan. Disamping itu proses pendidikan yang

19Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan praktek (Bandung: PT Remaja Rosda Karya 200), 1.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042 AGAMA ISLAM

sung diusahakan agar dapat mencapai tujuan-tujuan-tertentu pada lembaga pendidiak tersebut.

Manajemen Mutu ISO 9001:2000 merupakan sistem manaje-men kualitas yang berfokus pada proses dan pelanggan, maka pemahaman terhadap persyaratan-persyaratan standar dari ISO 9001:2000 ini akan membantu organisasi dalam menetapkan sistem manajemen kualitas secara sistimatik untuk memenuhi kepuasan pelanggan (customers’ satisfaction) dan peningkatan proses terus menerus (continuous proceses improvement). Persyaratan Manaje-men Mutu secara Umum adalah:

a. Mengidentifikasi proses yang dibutuhkan dalam system manajemen mutu dan memastikan penerapannya pada seluruh fungsi organisasi.

b. Menetapkan urutan dan hubungan interaksi proses-proses tersebut.

c. Menetapkan criteria dan metode yang diperlukan, sehingga dapat menjamin pengoperasian maupun pengendaliannya berjalan efektif.

d. Menjamin tersedianya sumber daya dan imformasi yang diperlukan untuk mendukung pengoperasian dan peman-tauan proses-proses tersebut.

e. Mengukur, memantau dan menganalisa proses tersebut, dan

f. Menerapkan tindakan-tindakan yang perlu untuk mencapai hasil yang telah direncanakan dan untuk upaya perbaikan proses secara terus menerus.20

Setiap pelaksanaan proses belajar dan mengajar pada lembaga pendidikan diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan/sasaran yang telah disepakati, apakah berkenan dengan penguasaan pengetahuan, pengembangan pribadi, kemampuan sosial, ataupun kemampuan bekerja. Untuk menyampaikan bahan pelajaran, ataupun mengem-bangkan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan metode penyampaian serta alat-alat peraga lainnya yang terkait dengan materi atau kegiatan yang sedang berlangsung. Sekolah yang telah menterapkan manajemen ISO diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan, karena manajemen ISO sebagaimana Pusat Standarisasi

20Vincent Gaspers, ISO 9001:2000 and Continual Quality Improvement (Jakarta: PT Gramedia PustakaUtama, 2006), 28.

Azwan Feri S | 08.2.00.1.12.08.0042

dan Akriditasi Setjen Departemen Pertanian, mengemukakan bahwa manajemen ISO dapat memberi manfaat antara lain: Pertama, mampu membuat sistem kerja dalam organisasi menjadi standar kerja yang terdokumentasi. Kedua, meningkatkan semangat kerja karyawan, karena adanya kejelasan kerja sehingga tercapai efisiensi. Ketiga, dipahaminya berbagai kebijakan dan prosudur operasi yang berlaku di seluruh organisasi. Keempat, meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan pekerjaan. Kelima, termonitornya kualitas pelayanan organisasi terhadap mitra kerja.21

Untuk menilai hasil proses pendidikan, juga diperlukan cara-cara dan alat alat penilaiain tertentu yaitu tujuan, bahan ajar, metode/alat, dan penilaian merupakan komponen-komponen utama

Dokumen terkait