BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
112
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pertemuan Ke-1
Mata pelajaran : Kimia Materi Pokok : Asam-Basa Kelas/Semester : XI/2 Alokasi waktu : 2 JP
A. Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.
B. Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam-basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
C. Indikator
4.1.1 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
4.1.2 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
4.1.3 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
4.1.4 Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan pengertian asam basa menurut Arrhenius melalui studi literatur.
2. Menuliskan persamaan reaksi ionisasi asam-basa menurut Arrhenius. 3. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
113
4. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
5. Menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya berdasarkan persamaan reaksi ionisasinya.
6. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis melalui studi literatur.
7. Menentukan jenis ikatan dan struktur lewis melalui diskusi kelompok. 8. Menuliskan nama senyawa asam-basa melalui tanya jawab dan
diskusi.
9. Menjelaskan sifat larutan asam dan basa melalui studi literatur.
10. Membedakan larutan asam dan basa berdasarkan warna yang ditunjukkan indikator pada larutan melalui studi literatur.
E. Materi pembelajaran
F. Strategi Pembelajaran
1. Metode : ceramah, diskusi, dan tanya jawab 2. Pendekatan : Pengorganisasian konsep
G. Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Alokasi
Waktu 1. Kegiatan Awal
a) Membuka Pelajaran
1. Siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
2. Siswa melakukan presensi dan mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran.
15 menit
Asam-Basa
Sifat Larutan Teori Asam-Basa
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
114 b) Apersepsi
1. Siswa diminta mengaitkan materi yang akan disampaikan dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu : a. Apa yang diketahui mengenai asam atau basa ? b. Teori apakah yang mendasari pengertian asam atau
basa ?
c. Bagaimana sifat asam dan basa ?
d. Bagaimana cara membedakan suatu larutan bersifat basa, asam atau netral ?
2. Siswa diminta untuk mempelajari materi tentang teori asam-basa.
2. Kegiatan Inti a) Eksplorasi
1. Siswa diminta memberikan contoh fenomena yang berhubungan dengan konsep asam-basa.
2. Siswa mengamati contoh mind map mengenai materi teori dan sifat larutan asam basa.
3. Siswa diarahkan untuk memahami mind map yang diberikan oleh guru.
b) Elaborasi
Siswa secara berkelompok diminta untuk menjelaskan teori dan sifat asam-basa yang mereka pahami dalam bentuk peta konsep pada kertas yang telah dibagikan
c) Konfirmasi
1. Salah satu perwakilan siswa diminta untuk mempresentasikan hasil jawabannya didepan kelas. 2. Siswa mengidentifikasi materi yang masih dianggap sulit
selanjutnya mendapatkan umpan balik dari guru.
3. Siswa diminta untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
50 menit
3. Penutup
1. Siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan 10 menit
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
115
dipelajari pada pertemuan selanjutnya. 2. Siswa menjawab salam dari guru.
H. Sumber Belajar 1. Bahan Ajar
Sri, R. N., dkk. 2007. Sains Kimia 2 SMA/MA. Jakarta: Bumi Aksara. Chang, R. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid
1. Jakarta: Erlangga.
Das, S., dkk. 2007. Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Purba, M. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. 2. Media Pembelajaran a) Powerpoint b) Whiteboard c) Spidol d) LCD e) LKS
I. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian : tes tertulis
2. Bentuk Soal : pilihan ganda dan uraian 3. Instrumen Soal dan Pedoman Penilaian : terlampir
Sleman, 29 November 2016 Peneliti,
Dewi Ayu Nuraeni NIM.13303244005
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
116 Lampiran 1
Materi
A. TEORI ASAM BASA ARRHENIUS
ASAM adalah suatu zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+.
Contoh:
Asam monoprotik: asam yang melepas satu proton
HCl(aq) + H2O(l) H+(aq) + Cl-(aq)
Asam poliprotik
Asam diprotik : dapat melepas dua proton dalam dua tahap Tahap I: H2SO4(aq) → H+(aq) + HSO4-(aq)
Tahap II: HSO4-(aq) H+(aq) + SO42-(aq)
Asam triprotik : dapat melepas tiga proton dalam tiga tahap Tahap I: H3PO4(aq) H+(aq) + H2PO4-(aq)
Tahap II: H2PO4-(aq) H+(aq) + HPO42-(aq) Tahap III: HPO42-(aq) H+(aq) + PO43-(aq)
BASA adalah suatu zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-).
Contoh: NaOH(s) + H2O(l) Na+(aq) + OH-(aq)
Pada keadaan sebenarnya dalam larutan air, ion hidrogen tidak berupa proton bebas. Dalam air, ion hidrogen (H+) akan berikatan secara koordinasi dengan molekul air (H2O) menjadi ion hidronium (H3O+).
H+ + H2O → H3O+
Dengan demikian contoh reaksi disosiasi (peruraian) dari senyawa asam dalam air adalah sebagai berikut.
HCl(l) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl-(aq)
H2SO4(l) + H2O(l) 2H3O+(aq) + (aq)
B. TEORI ASAM BASA BRONSTED-LOWRY
Munculnya teori ini karena teori Arrhenius memiliki kelemahan yaitu tidak bisa menjelaskan sifat asam dan basa suatu zat dalam pelarut bukan air.
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
117
Teori ini merupakan perluasan teori Arrhenius.
Asam adalah suatu ion atau molekul yang berperan sebagai proton donor (pemberi H+) kepada suatu molekul atau ion.
Basa adalah ion atau molekul yang menerima proton (akseptor H+). Contoh:
H3PO4(aq) + H2O(aq) H2PO4-(aq) + H3O+(aq) asam basa basa konjugasi asam konjugasi Asam proton + basa konjugasi
H3PO4(aq) H+(aq) + H2PO4-(aq) Basa + proton asam konjugasi H2O(aq) + H+(aq) H3O+(aq)
C. TEORI ASAM BASA LEWIS
Teori Bronsted-Lowry mempunyai keterbatasan yaitu tidak bisa menjelaskan sifat asam atau basa didalam reaksi-reaksi yang melibatkan senyawa tanpa proton.
Basa Lewis adalah suatu senyawa yang dapat memberikan pasangan elektron kepada senyawa lain atau donor pasangan elektron.
Asam Lewis adalah senyawa yang dapat menerima pasangan elektron atau akseptor pasangan elektron
Reaksi : HCl(aq) + KOH(aq) KCl(aq) + H2O(l)
Reaksi ion : H+(aq) + Cl-(aq) + K+(aq) + OH-(aq) K+(aq) + Cl-(aq) + H2O(l)
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
118 D. SIFAT LARUTAN
Berkaitan dengan sifat asam dan basa larutan dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yatu larutan asam, basa, dan netral. Meskipun asam dan basa mempunyai rasa yang berbeda, tidak dianjurkan untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan dengan cara mencicipinya, karena banyak diantaranya yang dapat merusak kulit atau bersifat racun. Contohnya, Asam sulfat dapat menyebabkan luka bakar yang serius. Oleh karena itu, ada cara lain yang dapat digunakan untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam basa. Indikator asam-basa adalah zat- zat warna yang mampu menunjukkan warna yang berbeda apabila ditambahkan ke dalam larutan asam dan basa.
Salah satu indikator asam basa yang praktis digunakan untuk membedakan larutan asam dan basa adalah lakmus. Lakmus dapat berbentuk kertas dan larutan. Kertas lakmus lebih sering digunakan daripada larutannya karena sukar teroksidasi sehingga lebih tahan lama. Kertas lakmus dibedakan menjadi dua jenis, yakni sebagai berikut :
1. Kertas lakmus biruakan memberikan perubahan warna menjadi merah jika dicelupkan dalam larutan asam, tetapi tidak akan berubah warna bila dicelupkan dalam larutan yanng bersifat basa atau netral.
2. Kertas lakmus merah akan memberikan perubahan warna menjadi biru jika dicelupkan dalam larutan basa, tetapi tidak akan berubah warna bila dicelupkan dalam larutan yang bersifat asam atau netral.
Selain dengan indikator asam basa, sifat asam basa suatu larutan juga dapat ditentukan dengan mengukur pH-nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan.
Larutan Asam → pH = < 7 Larutan Basa → pH = > 7 Larutan netral → pH = 7
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
119
LEMBAR KERJA SISWA
1. Kalian telah mempelajari tiga teori asam-basa, yakni Teori Arrhenius, Teori Bronsted-Lowry dan Teori Lewis.
a. Urutkan teori asam-basa mulai dari yang paling sempit hingga paling luas!
b. Jelaskan alasan untuk jawaban anda di (a)! Pedoman penilaian
No. Jawaban Skor
1.a Teori Arrhenius → Teori Bronsted-Lowry → Teori Lewis 1 1.b Teori asam-basa yang dikemukakan Arrhenius tersebut sangat
sempit, karena zat harus berada dalam pelarut air. Pengertian asam-basa Arrhenius hanya berlaku untuk senyawa yang larut dalam pelarut air karena reaksi ionisasi yang menghasilkan ion H+ dan ion OH- hanya terjadi dalam pelarut air. Teori tersebut disempurnakan oleh Bronstend-Lowry. Teori asam-basa Bronsted-Lowry dapat menjelaskan semua reaksi yang terjadi dalam bentuk apapun, termasuk gas, larutan bukan air, larutan air. Meskipun teori asam basa Bronsted-Lowry sudah cukup luas, dapat berlaku di semua pelarut, namun dalam kenyataanya ada beberapa reaksi asam basa yang tidak melibatkan proton. Menurut Lewis, dalam suatu reaksi kimia, suatu zat termasuk asam jika dapat menerima pasangan elektron dan tergolong basa jika dapat memberi pasangan elektron. Reaksi asam-basa Lewis menghasilkan ikatan kovalen koordinasi. Dengan adanya teori asam-basa Lewis, reaksi asam-basa yang tidak melibatkan serah- terima proton (H+) dapat dijelaskan. Selain itu, teori asam-basa Lewis juga dapat menjelaskan semua reaksi asam-basa, baik yang terjadi dalam pelarut air, pelarut nonpolar maupun tanpa pelarut, dan campuran heterogen
4
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
120
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pertemuan Ke-2
Mata pelajaran : Kimia Materi Pokok : Asam-Basa Kelas/Semester : XI/2 Alokasi waktu : 1 JP
A. Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.
B. Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam-basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
C. Indikator
4.1.1 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius.
4.1.2 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
4.1.3 Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis.
4.1.4 Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan pengertian asam basa menurut Arrhenius melalui studi literatur.
2. Menuliskan persamaan reaksi ionisasi asam-basa menurut Arrhenius. 3. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
121
4. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry.
5. Menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya berdasarkan persamaan reaksi ionisasinya.
6. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis melalui studi literatur.
7. Menentukan jenis ikatan dan struktur lewis melalui diskusi kelompok. 8. Menuliskan nama senyawa asam-basa melalui tanya jawab dan
diskusi.
9. Menjelaskan sifat larutan asam dan basa melalui studi literatur.
10. Membedakan larutan asam dan basa berdasarkan warna yang ditunjukkan indikator pada larutan melalui studi literatur.
E. Materi pembelajaran
F. Strategi Pembelajaran
1. Metode : Diskusi dan tanya jawab 2. Pendekatan : Pengorganisasian konsep G. Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Alokasi
Waktu 1. Kegiatan Awal
a) Membuka Pelajaran
1. Siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
2. Siswa melakukan presensi dan mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran.
5 menit Asam-Basa
Sifat Larutan Teori Asam-
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
122 2. Kegiatan Inti
a) Eksplorasi
1. Siswa di bagikan LKS
2. Siswa diminta mengamati dan memahami soal yang ada dalam LKS
b) Elaborasi
1. Siswa mengerjakan LKS secara berkelompok c) Konfirmasi
1. Siswa diminta untuk mengerjakan hasil jawabannya didepan kelas.
2. Siswa mengidentifikasi materi yang masih dianggap sulit selanjutnya mendapatkan umpan balik dari guru.
35 menit
3. Penutup
1. Siswa diminta untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
2. Siswa menjawab salam dari guru.
5 menit
H. Sumber Belajar 1. Bahan Ajar
Sri, R. N., dkk. 2007. Sains Kimia 2 SMA/MA. Jakarta: Bumi Aksara. Chang, R. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid
1. Jakarta: Erlangga.
Das, S., dkk. 2007. Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.
2. Media Pembelajaran a) Powerpoint b) Whiteboard c) Spidol d) LCD e) LKS
I. Penilaian Hasil Belajar
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
123
2. Bentuk Soal : pilihan ganda dan uraian 3. Instrumen Soal dan Pedoman Penilaian : terlampir
Sleman, 29 November 2016 Peneliti
Dewi Ayu Nuraeni NIM.1330324400
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
124
LEMBAR KERJA SISWA
A. Tujuan
1. Siswa dapat menjelaskan konsep asam basa menurut Arrhenius, Bronsted-Lowry
dan Lewis
2. Siswa dapat menentukan sifat suatu larutan berdasarkan indikator kertas lakmus
B. Bahan Diskusi
1. Teori apa saja yang mendasari konsep asam basa ?
2. Jelaskan perbedaan konsep asam berdasarkan jawaban no.1 !
3. Kelompokkan spesi berikut sebagai asam monoprotik, diprotik atau triprotik (a)HCl, (b)H2SO4, (c)H3PO4 ! Tuliskan reaksi ionisasinya dan Jelaskan alasannya !
4. Buktikan bahwa reaksi berikut merupakan reaksi asam basa. Tunjukkan mana yang merupakan asam dan mana yang basa, serta pasangan konjugasinya masing-masing!
a. HCl(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl-(aq) b. NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq)
Jawab :
5. Berikut adalah hasil pengujian berbagai larutan dengan indikator kertas lakmus merah dan lakmus biru. Tentukanlah sifat larutan, apakah asam, basa atau netral. Tentukan pula pH-nya, apakah < 7, > 7, atau =7.
Larutan yang diuji LM LB Sifat larutan pH A B C D Merah Merah Biru Merah Biru Merah Biru Merah ... ... ... ... ... ... ... ...
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
125
PEDOMAN PENILAIAN
No. Kunci Jawaban Skor
1. Teori Arrhenius, Teori Bronsted-Lowry, dan Teori Lewis 3 2. a. Teori Arrhenius :
Asam adalah suatu zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion H+.
Basa adalah suatu zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-).
b. Teori Bronsted-Lowry
Asam adalah suatu ion atau molekul yang berperan sebagai proton donor (pemberi H+) kepada suatu molekul atau ion.
Basa adalah ion atau molekul yang menerima proton (akseptor H+).
c. Teori Lewis
Basa Lewis adalah suatu senyawa yang dapat memberikan pasangan elektron kepada senyawa lain atau donor pasangan elektron.
Asam Lewis adalah senyawa yang dapat menerima pasangan elektron atau akseptor pasangan elektron
2
2
2
3. a. HCl
Asam monoprotik adalah asam yang melepaskan satu proton.
HCl(aq) → H+(aq) + Cl-(aq)
b. H2SO4
Asam diprotik adalah asam yang dapat melepas dua proton dalam dua tahap.
H2SO4(aq) → H+
(aq) + HSO4-(aq)... tahap 1 HSO4-(aq) H+(aq) + SO42-(aq)...tahap 2 c. H3PO4
Asam triprotik adalah asam yang dapat melepas tiga proton dalam tiga tahap
H3PO4(aq) H+
(aq) + H2PO4-(aq)
2
3
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
126 H2PO4-(aq) H+(aq) + HPO42-(aq) HPO42-(aq) H+(aq) + PO43-(aq)
4. a. HCl(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Cl-(aq) Asam basa asam konjugasi basa konjugasi b. NH3(aq) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq) Basa basa asam konjugasi basa Konjugasi 2 2 SKOR TOTAL 20 NILAI =
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
127
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pertemuan Ke-3
Mata pelajaran : Kimia Materi Pokok : Asam-Basa Kelas/Semester : XI/2 Alokasi waktu : 2 JP
A. Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.
B. Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam-basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
C. Indikator
4.1.5 Mengetahui konsep pH, pOH, dan pKw 4.1.6 Menghitung pH suatu larutan asam dan basa D. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat :
1. Mengetahui konsep pH, pOH, dan pKw melalui studi literatur. 2. Menghitung pH asam dan basa kuat
3. Menghitung pH asam dan basa lemah E. Materi pembelajaran
Asam-Basa
pKw
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
128 F. Strategi Pembelajaran
1. Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab 2. Pendekatan : Pengorganisasian konsep
G. Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Alokasi
Waktu 1. Kegiatan Awal
a) Membuka Pelajaran
1. Siswa berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
2. Siswa melakukan presensi dan mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran.
b) Apersepsi
1. Siswa diminta untuk mengingat kembali materi sebelumnya mengenai sifat larutan asam basa dengan memberi pertanyaan :
a. Apakah tingkat keasaman setiap zat sama ?
b. Bagaimana kita menyatakan tingkat keasaman suatu zat ?
2. Siswa diminta untuk mempelajari materi tentang derajat keasaman.
15 menit
2. Kegiatan Inti a) Eksplorasi
1. Siswa diminta memberikan contoh larutan asam dan basa.
2. Siswa diberi penjelasan mengenai tingkat keasaman suatu larutan
b) Elaborasi
1. Siswa diminta diskusi untuk mengerjakan latihan soal mengenai konsep pH.
50 menit
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
129 c) Konfirmasi
1. Salah satu perwakilan siswa diminta maju ke depan untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
2. Siswa mengidentifikasi materi yang masih dianggap sulit selanjutnya mendapatkan umpan balik dari guru. 3. Siswa diminta untuk menyimpulkan materi yang telah
dipelajari. 3. Penutup
1. Evaluasi proses :
Bagaimana cara untuk mengukur suatu pH dari larutan asam basa yang lemah maupun kuat ?
2. Siswa diberi latihan soal untuk dikerjakan di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
3. Guru meminta siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
4. Guru menutup pelajaran dengan salam.
10 menit
H. Sumber Belajar 1. Bahan Ajar
Sri, R. N., dkk. 2007. Sains Kimia 2 SMA/MA. Jakarta: Bumi Aksara. Chang, R. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid
1. Jakarta: Erlangga.
Das, S., dkk. 2007. Belajar Kimia secara Menarik untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Grasindo.
Purba, M. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga 2. Media Pembelajaran a) Powerpoint b) Whiteboard c) Spidol d) LCD e) Handout
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
130 I. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik Penilaian : tes tertulis
2. Bentuk soal : pilihan ganda dan uraian 3. Penilaian sikap : Diskusi dan presentasi
Sleman, 2 Desember 2016 Peneliti,
Dewi Ayu Nuraeni NIM.13303244005
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
131 Lampiran 1
Materi Ajar
Konsentrasi ion H+ dan ion OH– hasil ionisasi air sangat kecil maka untuk memudahkan perhitungan digunakan notasi pH dan pOH. Notasi pH menyatakan derajat keasaman suatu larutan. Konsep pH ini diperkenalkan oleh ahli kimia Denmark, Sorensen pada tahun 1909. Huruf p ini berasal dari istilah Potenz (Jerman), puissance (Prancis), power (Inggris).
pH didefinisikan sebagai negatif logaritma konsentrasi molar ion H+ danpOH sebagai negatif logaritma konsentrasi molar ion OH–. Dalam bentukmatematis ditulis sebagai:
[ ] [ ] [ ] [ ]
Berdasarkan definisi tersebut, pH dan pOH untuk air pada 25°C dapat dihitung sebagai berikut.
[ ] [ ]
Prosedur yang sama juga diterapkan untuk menghitung tetapan ionisasi air, yaitu pKw.
[ ] [ ]
pH = 14 – pOH dan pOH = 14 – pH
1. Perhitungan pH Asam dan Basa kuat
Jika Anda melarutkan HCl 0,1 mol ke dalam air sampai volume larutan1 liter, dihasilkan larutan HCl 0,1M. Berapakah pH larutan tersebut?
Derajat keasaman atau pH larutan ditentukan oleh konsentrasi ionH+ sesuai rumus pH = –log [H+
]. Untuk mengetahui konsentrasi H+dalam larutan perlu diketahui seberapa besar derajat ionisasi asam tersebut.HCl tergolong asam kuat dan terionisasi sempurna membentuk ionionnya:
HCl(aq)→H+
(aq) + Cl–(aq)
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
132
Disamping itu, air juga memberikan sumbangan ion H+ dan OH- sebagai hasil ionisasi air, masing-masing sebesar 1,0 × 10–7 M.
H2O(l)⇄H+(aq) + OH–(aq)
Jika konsentrasi H+ hasil ionisasi air dibandingkan dengan konsentrasi H+ hasil ionisasi HCl, sumbangan H+ dari air sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Apalagi jika ditinjau dari prinsip Le Chatelier,penambahan ion H+ (HCl) ke dalam air akan menggeser posisikesetimbangan air ke arah pembentukan molekul air.
H2O ← H+(aq) + OH-(aq)
Dengan demikian, pH larutan HCl 0,1M hanya ditentukan olehkonsentrasi ion H+ dari HCl.
[ ]
Basa kuat seperti NaOH dan KOH, jika dilarutkan dalam air akanterionisasi sempurna dan bersifat elektrolit kuat. Persamaan ionnya:
NaOH(aq) → Na+
(aq) + OH-(aq)
Berapakah pH larutan basa kuat NaOH 0,01 M? Untuk mengetahui halini, perlu ditinjau spesi apa saja yang terdapat dalam larutan NaOH 0,01M.Oleh karena NaOH adalah basa kuat maka dalam larutan NaOH 0,01 Makan terdapat [Na+] = [OH–] = 0,01 M. Disamping itu, ionisasi air jugamemberikan sumbangan [H+] = [OH-] = 1,0 × 10–7 M.
Penambahan ion OH– (NaOH) ke dalam air akan menggeser posisikesetimbangan ionisasi air sehingga sumbangan OH– dan H+ dari airmenjadi lebih kecil dan dapat diabaikan. Dengan demikian, perhitunganpH larutan hanya ditentukan oleh konsentrasi ion OH– dari NaOHmelalui hubungan pKw = pH + pOH.
pH = pKw – pOH = 14 + log (1 × 10–2) = 12 2. Perhitungan pH Asam dan Basa Lemah
Seperti telah diuraikan sebelumnya, konsentrasi ion-ion dalam larutanasam lemah ditentukan oleh nilai tetapan ionisasi asam (Ka).
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
133
Untuk asam monoprotik, pH larutan asam lemah dapat ditentukan dari persamaan berikut.
√
Demikian juga untuk basa lemah, konsentrasi ion OH– dalam larutanbasa lemah ditentukan oleh tetapan ionisasi basa (Kb).
[ [ ]][ ]
Untuk basa monovalen, pH larutan basa lemah dapat dihitung dari persamaan berikut.
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
134 Lampiran 2
Latihan Soal
1. Hitunglah pH dari: (a) HCl 0,5 M; (b) HNO3 0,025 M.
2. Hitunglah pH larutan yang dibuat dengan cara melarutkan 10g HClO4 ke dalam air sampai volume larutan 500 mL.
3. Anilin (C6H5NH2) digunakan untuk pencelupan pada tekstil. Tetapan basa anilin, Kb = 3,8 × 10–10pada 25oC. Jika dalam larutan terdapat 0,05 M anilin dan sebagai basa monovalen, berapakah pH larutan anilin pada suhu tersebut?
Kunci Jawaban 1. a. [HCl] = 0,5M b. [HNO3] = 0,025M [H+] = 0,5M [H+] = 0,025M pH = -log [H+] pH = - log [H+] = - log 5x10-1 = - log 2,5x10-2 = 1 – log 5 = 2 – log 2,5 2. n HClO4 = = = 1,1 mol [HClO4] = = = 2,2M [H+] = 2,2M pH = - log [H+] = - log 22x10-1 = 1 – log 22 3. pH = pKw + log √ = 14 + log √ -10 = 14 + log 4,4x10-6 = 14 + 6 + log 4,4 = 20 + log 4,4
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
135
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Pertemuan Ke-4
Mata pelajaran : Kimia Materi Pokok : Asam-Basa Kelas/Semester : XI/2 Alokasi waktu : 1 JP
A. Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.
B. Kompetensi Dasar
4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam-basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan.
C. Indikator
4.1.5 Mengetahui konsep pH, pOH, dan pKw 4.1.6 Menghitung pH suatu larutan asam dan basa D. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan dapat :
1. Mengetahui konsep pH, pOH, dan pKw melalui studi literatur. 2. Menghitung pH asam dan basa kuat
3. Menghitung pH asam dan basa lemah E. Materi pembelajaran
Asam-Basa
pKw
Lampiran 2. RPP dan LKS Kelas Pengorganisasian Konsep
136 F. Strategi Pembelajaran
1. Metode : ceramah, diskusi dan tanya jawab 2. Pendekatan : Pengorganisasian konsep
G. Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Alokasi
Waktu 1. Kegiatan Awal
a) Membuka Pelajaran
1. Siswa berdoa terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
2. Siswa melakukan presensi dan mempersiapkan diri untuk memulai pelajaran.
b) Apersepsi
1. Siswa diminta untuk mengingat kembali materi sebelumnya mengenai sifat larutan asam basa dengan memberi pertanyaan :
a. Apakah tingkat keasaman setiap zat sama ?
b. Bagaimana kita menyatakan tingkat keasaman suatu