• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup

Dalam dokumen SKRIPSI MELISA ROSELINA (Halaman 13-0)

BAB I PENDAHULUAN

1.5 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini difokuskan untuk mengetahui Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 2 Medan, yang mencakup kebutuhan informasi siswa, minat baca dan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Perpustakaan Sekolah

2.1.1 Pengertian Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah adalah sebuah tempat yang menyediakan bahan perpustakaan yang berguna bagi kegiatan belajar siswa dan aktivitas mengajar guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Darmono (2001,2),

“Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah yang bersangkutan dan menjadi sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan sekolah yang bersangkutan”.

Menurut Ishak (2009, 2), “Perpustakaan sekolah dapat diartikan sebagai tempat kumpulan koleksi bahan pustaka buku-buku atau tempat buku yang dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa”.

Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2009,78) juga menyatakan bahwa perpustakaaan sekolah adalah:

“(School library), A library in a public or private elementary or secondary school that serves the information needs of its students and curriculum needs of its teachers and staff, usually managed by a school librarian or media specialist”.

Pendapat diatas dapat diartikan bahwa perpustakaan sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan baik milik pemerintah (negeri) maupun swasta yang melayani kebutuhan informasi siswanya, kebutuhan kurikulum dari guru dan staf; biasanya dikelola oleh pustakawan sekolah ataupun spesialis media.

Berdasarkan beberapa pernyataan di atas diketahui bahwa perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah dengan menyediakan koleksi bahan-bahan pustaka yang disesuaikan dengan kurikulum sehingga tercapai tujuan pendidikan sekolah.

2.1.2 Tujuan Perpustakan Sekolah

Perpustakaan Sekolah bertujuan sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan, menggalakkan keaksaraan, mendukung kurikulum pendidikan dan mengembangkan minat baca anak bangsa. Menurut Darmono (2007, 21) tujuan Perpustakaan Sekolah sebagai berikut:

1. Mendukung dan memperluas sasaran pendidikan sebagaimana digariskan dalam misi dan kurikulum sekolah.

2. Mengembangkan dan mempertahankan kelanjutan dalam kebiasan dan keceriaan membaca dan belajar, serta menggunakan perpustakaan sepanjang hayat mereka.

3. Memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam menciptakan dan menggunakan informasi untuk pengetahuan, pemahaman, daya pikir dan keceriaan.

4. Mendukung semua murid dalam pembelajaran dan praktek ketrampilan mengevaluasi dan menggunakan informasi, tanpa memandang bentuk, format atau media, termasuk kepekaan modus berkomunikasi di komunitas.

5. Menyediakan akses ke sumber daya lokal, regional, nasional, global dan kesempatan pembelajar menyingkap ide, pengalaman dan opini yang beraneka ragam.

6. Mengorganisasikan aktivitas yang mendorong kesadaran serta kepekaan budaya dan sosial.

7. Bekerja dengan murid, guru, administrator dan orang tua untuk mencapai misi sekolah.

8. Menyatakan bahwa konsep kebebasan intelektual dan akses informasi merupakan hal penting bagi terciptanya warga negara yang bertanggung jawab dan efektif, serta berpartisipasi di alam demokrasi.

9. Promosi membaca dan sumber daya serta jasa perpustakaan sekolah kepada seluruh komunitas sekolah dan masyarakat luas.

Sedangkan menurut Yusuf (2007, 3) tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:

1. Mendorong dan mempercepat proses penguasaan teknik membaca para siswa.

2. Membantu menulis kreatif siswa dengan bimbingan guru dan pustakawan.

3. Menumbuhkan minat baca siswa.

4. Menyediakan berbagai informasi yang sesuai dengan kurikulum sekolah.

5. Mendorong, menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan semangat belajar bagi siswa.

6. Memperluas, memperdalam, dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi, yang disediakan oleh perpustakaan 7. Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui

kegiatan membaca.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa pada dasarnya tujuan dari perpustakaan sekolah adalah sebagai penyedia sumber informasi untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan minat baca pengguna perpustakaan.

2.1.3 Fungsi Perpustakaan Sekolah

Menurut Darmono (2001, 3), perpustakaan sekolah memiliki beberapa fungsi, antara lain fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi kebudayaan, fungsi rekreasi, fungsi penelitian, dan fungsi deposit. Fungsi-fungsi tersebut diuraikan sebagai berikut:

1. Fungsi Informasi

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar pengguna perpustakaan dapat:

a) Mengambil berbagai ide dari buku yang ditulis oleh para ahli dari berbagai ilmu.

b) Menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyerap informasi dalam berbagai bidang seta mempunyai kesempatan untuk dapat memilih informasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya.

c) Memperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia di perpustakaaan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

d) Memperoleh informasi yang tersedia di perpustakaan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari di masyarakat.

2. Fungsi Pendidikan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya sebagai sarana untuk menerapkan tujuan pendidikan. Melalui fungsi ini manfaat yang diperoleh adalah :

a) Agar pengguna perpustakaan mendapat kesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan.

b) Untuk membangkitkan dan mengembangkan minat yang telah dimiliki pengguna yaitu dengan mempertinggi kreativitas dan kegiatan intelektual.

c) Mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis.

d) Mempercepat penguasaan dalam bidang pengetahuan dan teknologi baru.

3. Fungsi Kebudayaan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk :

a) Meningkatkan mutu kehidupan dengan memanfaatkan berbagai informasi sebagai rekaman budaya bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok.

b) Membangkitkan minat terhadap kesenian dan keindahan yang merupakan salah satu kebutuhan manusia terhadap cita rasa seni.

c) Mendorong tumbuhnya kreativitas dalam berkesenian.

d) Mengembangkan sikap dan sifat manusia yang positif serta menunjang kehidupan antar budaya secara harmonis.

e) Menumbuhkan budaya baca di kalangan pengguna sebagai bekal penguasaan ahli teknologi.

4. Fungsi Reakreasi

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya untuk :

a) Menciptakan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani.

b) Mengembangkan minat rekreasi pengguna melalui berbagai bacaan dan pemanfaatan waktu senggang.

c) Menunjang berbagai kegiatan kreatif serta hiburan yang positif.

5. Fungsi Penelitian

Sebagai fungsi penelitian perpustakaan menyediakan berbagai informasi untuk menunjang kegiatan penelitian. Informasi yang disajikan meliputi berbagai jenis dan bentuk informasi.

6. Fungsi Deposit

Sebagai fungsi deposit perpustakaan berkewajiban menyimpan dan melestarikan semua karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan diwilayah Indonesia.

Selain fungsi perpustakaan yang dikemukaan oleh Darmono, ada beberapa fungsi perpustakaan yang dikemukakan oleh ahli lain. Menurut Yusuf (2007, 4) perpustakaan sekolah mempunyai empat fungsi umum yaitu:

1. Fungsi Edukatif

Keseluruhan fasilitas dan sarana yang ada pada perpustakaan sekolah, terutama koleksi yang dikelolanya banyak membantu para siswa sekolah untuk belajar dan memperoleh kemampuan dasar dalam mentransfer konsep-konsep pengetahuan.

2. Fungsi Informatif

Mengupayakan penyediaan koleksi perpustakaan yang bersifat

”memberi tahu” akan hal – hal yang berhubungan dengan kepentingan para siswa dan guru.

3. Fungsi Rekreasi

Sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan sebagian anggota masyarakat sekolah akan hiburan intelektual

4. Fungsi Riset atau Penelitian

Koleksi perpustakaan sekolah bisa dijadikan bahan untuk membantu dilakukannya kegiatan penelitian sederhana.

Sedangkan menurut Septiyantono yang dikutip oleh Rahayuningsih (2007, 5) fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :

a) Sebagai sumber kegiatan belajar mengajar yaitu membantu program pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tujuan yang terdapat dalam kurikulum.

b) Membantu siswa untuk memperjelas dan memperluas pengetahuannya pada setiap bidang studi.

c) Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri.

d) Membantu siswa untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya.

e) Membiasakan siswa untuk mencari informasi di perpustakaan.

f) Merupakan tempat untuk mendapatkan bahan rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur dan tingkat kecerdasan siswa.

g) Memperluas kesempatan untuk belajar bagi para siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan bukan semata-mata berfungsi sebagai penyedia informasi dalam hal mendukung proses pembelajaran namun juga berfungsi sebagai sarana pengembangan karakter, minat, bakat dan kreatifitas pengguna perpustakaan khususnya siswa.

2.1.4 Peran Perpustakaan Sekolah

Selain berfungsi sebagai penyedia informasi dan sebagai sarana pengembangan karakter, minat dan lain-lain, perpustakaan juga memiliki peranan yang sangat besar dalam mendukung proses pembelajaran bagi penggunanya.

Menurut Suherman (2009, 32) menyatakan bahwa, “Perpustakaan sekolah bagi anak merupakan wadah untuk mengetahui referensi, berbagai materi dan bacaan lainnya, dan semuanya itu harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan anak”.

Nurhadi (2003, 21), menyatakan bahwa “Perpustakaan sekolah sebagai salah satu unit yang terdapat di sekolah menjadi unsur pelengkap dalam proses belajar mengajar, mempunyai peranan yang sangat penting sebagai salah satu sumber belajar, peranan perpustakaan tersebut diantaranya :

1. Mengembangkan kemampuan anak dalam mencari dan menggunakan informasi

2. Mengembangkan minat dan kebiasaan membaca yang baik pada murid 3. Mendidik murid agar dapat menggunakan dan memelihara bahan

pustaka

4. Memberikan dasar ke arah studi mandiri

5. Membantu pekerjaan guru dalam melaksanakan pekerjaannya 6. Mengembangkan apresiasi hasil budaya dan seni

7. Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah

Dari beberapa pendapat di atas dapat diketahui bahwa perpustakaan sekolah berperan sebagai sarana pengembangan minat dan bakat anak dan mengembangkan daya pikir anak.

2.2 Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Secara khusus, perpustakaan daerah membuat suatu program yang bertujuan mendukung kebutuhan sekolah, yakni dengan mengembangkan program layanan terpadu perpustakaan menjadi layanan perpustakaan sekolah.

2.2.1 Pengertian Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 6) adalah “suatu kegiatan yang berupaya memberikan bantuan layanan perpustakaan yang dilakukan secara terpadu bagi sekolah-sekolah yang berada dalam suatu wilayah tertentu (area library services system)”.

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terpadu bagi sekolah-sekolah yang berada dalam suatu wilayah tertentu. LTPS menjadi salah satu sarana yang membantu pelaksanaan kegiatan perpustakaan sekolah untuk memberikan layanan koleksi perpustakaan kepada siswa dan guru.

Adapun syarat dalam melaksanakan LTPS berdasarkan buku Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah oleh perpusnas (2000, 17) adalah:

a. Sudah mempunyai perpustakaan

b. Sudah mempunyai koleksi dasar minimal 1000 judul 2500 eksemplar yang erat hubungannya dengan kurikulum sekolah serta mempunyai bahan perpustakaan rujukan seperti kamus, peta, ensiklopedia, buku pegangan guru dan lain-lain.

c. Sudah mempunyai tenaga perpustakaan ahli dan terampil.

d. Ada kesediaan pimpinan serta bertanggungjawab penuh terhadap sekolah yang menjadi anggota Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang dinyatakan secara tertulis.

2.2.2 Tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) bertujuan untuk membantu pelaksanaan kegiatan perpustakaan sekolah dengan memberikan layanan peminjaman koleksi bahan pustaka kepada murid dan guru di sekolah.

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 17) tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah adalah:

1. Memenuhi kebutuhan informasi bagi siswa dan guru.

2. Mengembangkan minat baca.

3. Menunjang peningkatan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

Menurut Pertiwi (2013, 3) tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yaitu:

1. Memberikan pemerataan pelayanan perpustakaan kepada sekolah-sekolah yang menjadi peserta layanan.

2. Mengupayakan terpenuhinya kebutuhan informasi/bahan pustaka bagi murid dan guru di sekolah.

3. Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta mengembangkan cinta buku kepada siswa dan guru.

4. Menunjang pelaksanaan sistem nasional perpustakaan sekolah yang efektif dan efisien, sehingga dapat ditingkatkan.

Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah adalah membantu penyediaan koleksi yang mendukung kurikulum agar kebutuhan informasi pengguna baik siswa, guru maupun karyawan sekolah terpenuhi dan meningkatkan minat baca siswa.

2.2.3 Tugas dan Fungsi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 18), LTPS memiliki beberapa tugas dan fungsi sebagai berikut:

1. Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) sebagai sarana penunjang perpustakaan sekolah dalam melayani kebutuhan bahan

pustaka bagi murid dan guru yang mengacu pada pola pikir satu sekolah satu perpustakaan.

2. Memberikan bantuan layanan perpustakaan kepada semua anggota layanan.

3. Menyediakan berbagai jenis koleksi bahan pustaka yang dapat menunjang program pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta disesuaikan dengan kondisi daerah tempat sekolah bermukim.

4. Membantu mengembangkan bakat, minat, kebiasaan siswa dan guru.

5. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa dan guru untuk belajar dan menambah wawasan pengetahuan.

6. Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) merupakan tempat memperoleh bahan bacaan rekreasi yang sehat melalui buku bacaan fiksi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa tugas dan fungsi LTPS tidak hanya terfokus kepada penyediaan sumber informasi untuk mendukung belajar mengajar tetapi juga berfungsi sebagai fungsi rekreasi terlihat dari penyediaan buku bacaan fiksi.

2.2.4 Sistem Penyelenggaraan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah Dalam melaksanakan LTPS, terdapat dua sistem penyelenggaraan, yaitu:

1. LTPS dilakukan dengan cara:

a. Sistem layanan dilaksanakan berdasarkan bulk loan system (peminjaman besar) meggunakan kotak yang dirotasikan secara berkala kepada semua anggota layanan

b. Waktu layanan 1 tahun 5 kali rotasi, masing-masing rotasi lamanya 2 bulan.

c. Koleksi yang dipinjamkan sebanyak 6000 eksemplar 1500 judul

2. LTPS dilakukan sama dengan sistem pertama, yang membedakan hanya waktu layanannya, yaitu 20 bulan dengan 10 kali rotasi. (Nurrul 2014, 23)

2.2.5 Koleksi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah 2.2.5.1 Pengertian Koleksi Perpustakaan Sekolah

Koleksi LTPS pada dasarnya sama dengan koleksi perpustakaan sekolah pada umumnya. Koleksi perpustakaan merupakan hal utama yang harus dimiliki

perpustakaan. Secara umum koleksi perpustakaan sekolah yaitu koleksi cetak maupun non cetak yang berfungsi sebagai pendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Menurut Hasugian (2009,79), “koleksi suatu perpustakaan sekolah biasanya berupa buku, terbitan berkala, dan media pendidikan yang sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilayaninya”.

Sedangkan Yusuf (2007, 9) menyatakan bahwa “koleksi perpustakaan adalah sejumlah bahan atau sumber-sumber informasi, baik berupa buku ataupun bahan bukan buku, yang dikelola untuk kepentingan proses belajar dan mengajar di sekolah yang bersangkutan”.

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat dinyatakan bahwa koleksi perpustakaan adalah sumber informasi berupa buku, terbitan berkala, dan media pendidikan yang sesuai, serta bahan bukan buku yang dikelola untuk kepentingan belajar mengajar yang sesuai dengan kurikulum dan jenjang pendidikan yang ada.

2.2.5.2 Jenis Koleksi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah memiliki koleksi yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Berdasarkan buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2000, 14) jenis koleksi perpustakaan meliputi segala jenis buku dan yang tidak termasuk kategori buku. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Buku pelajaran pokok

Buku pelajaran pokok adalah buku yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang memuat bahan pelajaran yang dipilih dan disusun secara teratur dari suatu pelajaran yang minimal harus dikuasai oleh siswa pada tingkat dan jenis pendidikan tertentu. Buku pelajaran

pokok diterbitkan/diadakan oleh pemerintah, dan isinya sesuai kurikulum yang berlaku.

2. Buku pelajaran pelengkap

Buku pelajaran pelengkap adalah buku sifatnya membantu atau merupakan buku tambahan buku pelajaran pokok yang dipakai oleh siswa dan guru, yang sebagian besar atau seluruh isinya sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

3. Buku bacaan

Buku bacaan adalah buku yang digunakan sebagai bacaan, yang menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi bacaan nonfiksi, fiksi ilmiah, dan fiksi.

a. Buku bacaan nonfiksi adalah buku bacaan yang ditulis berdasarkan kenyataan yang bersifat umum. Buku bacaan nonfiksi dapat menunjang atau memperjelas salah satu mata pelajaran atau pokok bahasan dan dapat pula bersifat umum.

b. Buku bacaan fiksi ilmiah adalah buku yang ditulis berdasarkan khayalan dan rekaan pengarang dalam bentuk cerita yang dapat mempengaruhi pengembangan daya pikir ilmiah.

c. Buku bacaan fiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan khayalan pengarang dalam bentuk cerita. Buku bacaan fiksi yang baik dapat memberikan pendidikan dan hiburan sehat.

4. Buku sumber/referensi/rujukan

Buku sumber/referensi/rujukan adalah buku yang digunakan sebagai sumber informasi oleh siswa dan atau guru untuk memperoleh pengetahuan tambahan tentang suatu bidang ilmu atau keterampilan.

Buku referensi terdiri atas: kamus, ensiklopedia, almanak, direktori, atlas, buku indeks, dan abstrak. Buku sumber lain yang sangat penting sebagai acuan guru mengajar adalah buku kurikulum, buku ilmu pendidikan, dan lain-lain.

5. Terbitan berkala adalah jenis terbitan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Jenis terbitan berkala ini antara lain adalah suratkabar, majalah dan buletin.

6. Pamflet atau brosur membuat keterangan tentang keadaan atau kegiatan lembaga/orang yang menerbitkannya. Terbitan itu biasanya dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.

7. Media pendidikan, antara lain slide, film, kaset, dan piringan hitam.

8. Alat peraga, antara lain slide, film, kaset, piringan hitam.

9. Kliping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah, dan lain-lain yang dianggap penting untuk disimpan atau didokumentasikan.

Sedangkan menurut Sutarno (2006, 54) secara umum koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan ada dua bagian utama yaitu:

1. Bahan pustaka yang tercetak, yang termasuk dalam kelompok ini buku teks, surat kabar, majalah, buletin, pamphlet, kamus, ensiklopedia, direktori, almanak, indeks, bibliografi, buku tahunan, buku pedoman, dan lain-lain.

2. Bahan pustaka yang terekam yang dalam kelompok ini adalah slide, kaset audio, kaset video, film, strip, CD, VCD, dan lain-lain.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa koleksi perpustakaan sekolah adalah semua bahan perpustakaan baik tercetak maupun terekam yang dimiliki perpustakaan yang diolah secara sistematis agar dapat dicari, ditemukan dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Adapun pemilihan dan penetapan koleksi LTPS yang akan dilayankan ke sekolah-sekolah diantaranya:

1. Buku Pelajaran pokok 2. Buku pelajaran pelengkap 3. Buku bacaan

4. Buku sumber

2.3 Penelitian Terdahulu

Penelitian tentang Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah telah beberapa kali dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Pertiwi (2013) dalam skripsinya yang berjudul Efektifitas Layanan Terpadu Perpustakaaan Sekolah Perpustakaan Daerah Jawa Tengah tahun 2013 menemukan bahwa LTPS di daerah Jawa Tegah sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar informan berpendapat positif terhadap keberadaan LTPS, misalnya bulk loan system yang sudah sesuai untuk diterapkan, koleksi yang banyak, up to date, lengkap dan sesuai sehingga LTPS dinilai efektif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi,

wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh informan 10 orang.

Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurrul (2014), dalam skripsinya yang berjudul Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Perpustakaan Keliling Layanan Terpadu Perpustakaan (LTP) dengan Minat Baca (Studi Deskriptif pada Siswa SMAN 21 Bandung). Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMAN 21 Bandung dengan sampel sebanyak 77 orang yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan yakni angket tertutup dengan menggunakan skala Likert dengan analisis data menggunakan studi deskriptif dan korelasi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa hubungan antara perpustakaan keliling LTP dengan minat baca SMAN 21 Bandung sudah baik. Untuk melihat hubungan antara perpustakaan keliling LTP dengan minat baca siswa, penulis menggunakan bantuan program SPSS, dan dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa Perpustakaan Keliling Layanan Terpadu Perpustakaan (LTP) berpengaruh kuat terhadap minat baca SMAN 21 Bandung dengan koefisien korelasi sebesar 0,709. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa perpustakaan LTP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa sehingga dapat dikatakan bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan keliling dapat meningkatkan minat baca.

Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis berbeda dengan penelitian yang terdahulu. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pertiwi hanya meneliti tingkat efektivitas LTPS dengan menggunakan teknik purposive sampling.

Penelitian yang dilakukan oleh Nurrul adalah menganalisis hubungan persepsi siswa tentang LTPS terhadap minat baca siswa. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan penulis berfokus pada 3 (tiga) hal yaitu pemenuhan kebutuhan informasi siswa oleh LTPS, peningkatan minat baca siswa melalui program LTPS dan peranan LTPS untuk peningkatan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2005, 11) penelitian deskriptif adalah “penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (indepeden) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain”.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Medan yang beralamat di Jalan Karangsari No. 435 Medan, Sumatera Utara.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi penelitian adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2002, 97) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas;

objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Medan yang berjumlah 1599 orang siswa.

Tabel 3.1 Anggota Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan Tahun 2015/2016

No. Klasifikasi Pengguna Jumlah

1. Siswa kelas X 664

2. Siswa Kelas XI 456

3. Siswa Kelas XII 479

Total 1.599

Sumber : Tata Usaha SMA Negeri 2 Medan.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2002, 91). Penetapan jumlah sampel dalam penelitian menggunakan rumus Slovin yaitu :

Keterangan :

n = Ukuran Sampel Penelitian N = Ukuran Populasi

e = Taraf Kesalahan sebesar 10%, Hadi (2001, 78)

Sesuai dengan rumus Slovin, perolehan jumlah sampel penelitian adalah:

n

=

=

=

=

=

= 94,11

= 94

Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan berdasarkan rumus Slovin adalah 94 orang.

Sampel dalam penelitian ini memiliki anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional, sehingga kemudian dilakukan pengambilan

Sampel dalam penelitian ini memiliki anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional, sehingga kemudian dilakukan pengambilan

Dalam dokumen SKRIPSI MELISA ROSELINA (Halaman 13-0)

Dokumen terkait