• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI MELISA ROSELINA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI MELISA ROSELINA"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS LAYANAN TERPADU PERPUSTAKAAN SEKOLAH BADAN PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI

PROVINSI SUMATERA UTARA DI SMA NEGERI 2 MEDAN

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam Bidang

Ilmu Perpustakaan dan Informasi

MELISA ROSELINA 120709022

DEPARTEMEN STUDI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

(2)

ABSTRAK

Roselina, Melisa. 2017. “Analisis Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) di SMA Negeri 2 Medan”.

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Medan yang beralamat di Jalan Karangsari No. 435 Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Layanan Terpadu Perpustakaaan Sekolah (LTPS) di SMA Negeri 2 Medan.

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah populasi adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Medan yang berjumlah 1.599 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 94 siswa. Pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus Slovin.

Sedangkan teknik penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling

Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar siswa (55,14%) menyatakan bahwa bahan perpustakaan yang disediakan LTPS sesuai dan mencukupi kebutuhan informasi siswa. Sebagian besar siswa (53,91%) menyatakan LTPS membantu dalam meningkatkan minat baca. Hampir setengah siswa (48,14%) menyatakan LTPS membantu mengembangkan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

Kata Kunci : Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Sekolah

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan anugerahNya sehingga Skripsi yang berjudul: “Analisis Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 2 Medan” dapat diselesaikan.

Penelitian ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Sosial (S.Sos) dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Saya menyadari bahwa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sangat berarti dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Dr. Budi Agustono, M.S, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara;

2. Bapak Ishak, S.S, M.Hum, selaku Ketua Departemen Ilmu Perpustakaan dan Infomasi.

3. Ibu Dra. Eva Rabita, M.Hum, selaku Dosen Pembimbing I peneliti yang telah dengan begitu baik dan dengan penuh kesabaran memberikan bimbingan kepada penulis, menyediakan waktu, tenaga, serta pikiran demi mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini;

4. Ibu Laila Hadri Nasution, S.Sos, M.P, selaku Dosen Pembimbing II peneliti yang telah memberikan waktu, bimbingan dan saran-saran kepada peneliti;

5. Ibu Himma Dewiyana, ST, M.Hum, selaku Penguji I yang telah memberikan saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini sehingga menjadi lebih baik lagi;

6. Ibu Dra. Zaslina Zainuddin, M.Pd, selaku Penguji II yang telah memberikan saran yang bermanfaat dalam menyelesaikan skripsi ini sehingga menjadi lebih baik lagi;

7. Seluruh Staff Pengajar Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya USU;

(4)

8. Untuk orangtua saya, Ayahanda Sihol Marolop Siregar dan Ibunda Kory Hasibuan yang telah mendukung penulis dalam hal finansial, moral dan yang menjadi kekuatan penulis pada masa-masa sulit penulisan skripsi ini;

9. Seluruh siswa SMA Negeri 2 Medan yang sudah bersedia menjadi responden dalam penelitian;

10. Untuk saudara, kakak Elitaria Bestri Siregar, abang Rinto Maha, abang Boni Fasius Siregar yang memberikan dukungan doa dan materiil;

11. Seluruh teman-teman stambuk 2012, terkhusus kepada Ami Tri Ananda, Krisna TYL, Oka Simatupang, Dedy Andreas, Bertha Novita Lerry Lase, Lela Mariati Bangun;

12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Dengan keterbatasan pengalaman, ilmu maupun pustaka yang ditinjau, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan pengembangan lanjut agar benar-benar bermanfaat. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran agar skripsi ini lebih sempurna serta sebagai masukan bagi penulis untuk penelitian dan penulisan karya ilmiah di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap skripsi ini memberikan manfaat bagi semua pihak demi pengembangan ilmu pengetahuan.

Medan, April 2017 Penulis,

Melisa Roselina 120709022

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ……….. i

KATA PENGANTAR ……….ii

DAFTAR ISI ...………iv

DAFTAR TABEL ………...vi

BAB IPENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Ruang Lingkup ... 6

BAB IIKAJIAN TEORITIS ... 7

2.1 Perpustakaan Sekolah ... 7

2.1.1 Pengertian Perpustakaan Sekolah... 7

2.1.2 Tujuan Perpustakan Sekolah ... 8

2.1.3 Fungsi Perpustakaan Sekolah ... 9

2.1.4 Peran Perpustakaan Sekolah... 12

2.2 Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 13

2.2.1 Pengertian Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 13

2.2.2 Tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 14

2.2.3 Tugas dan Fungsi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 14

2.2.4 Sistem Penyelenggaraan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah... 15

2.2.5 Koleksi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 15

2.3 Penelitian Terdahulu ... 18

BAB III METODE PENELITIAN ... 21

3.1 Metode Penelitian ... 21

3.2 Lokasi Penelitian ... 21

3.3 Populasi dan Sampel ... 21

3.3.1 Populasi ... 21

3.3.2 Sampel ... 22

3.4 Jenis dan Sumber Data ... 24

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 24

3.6 Instrumen Penelitian ... 25

(6)

3.7 Kisi-kisi kuesioner penelitian ... 25

3.8 Analisis Data ... 26

BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

4.1 Memenuhi Kebutuhan Informasi Siswa ... 28

4.1.1 Pelayanan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 28

4.1.2 Jadwal Kunjungan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah .... 29

4.1.3 Jangka Waktu Peminjaman Buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah ... 31

4.1.4 Jumlah Buku yang Disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah... 32

4.1.5 Kesesuaian Bahan Perpustakaan dengan Kebutuhan Siswa ... 33

4.1.6. Kecukupan Bahan Perpustakaan ... 35

4.2 Mengembangkan Minat Baca Siswa ... 36

4.2.1 Ketertarikan Membaca Siswa... 36

4.2.2 Kemenarikan Buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah .. 37

4.2.3 Keberagaman Buku LTPS ... 39

4.3 Mengembangkan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah ... 40

4.3.1 Frekuensi Kunjungan Perpustakaan ... 40

4.3.2 Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mengerjakan Tugas ... 42

4.3.3 Pemanfaatan Perpustakaan sebagai Sarana Belajar ... 43

4.3.4 Sarana untuk Membantu Belajar Siswa ... 44

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 46

5.1 Kesimpulan ... 46

5.2 Saran ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 48 LAMPIRAN

(7)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Anggota Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan Tahun 2015/2016 ... 22

Tabel 3.2 Sampel Penelitian Berdasarkan Strata ... 24

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner... 26

Tabel 4.1 PelayananLayananTerpaduPerpustakaanSekolah ... 28

Tabel 4.2 JadwalKunjungan LTPS ... 30

Tabel 4.3 JangkaWaktuPeminjamanBuku LTPS ... 31

Tabel 4.4 JumlahBuku yang Disediakan LTPS ... 32

Tabel 4.5 Kesesuaian Bahan Perpustakaan dengan Kebutuhan Siswa ... 34

Tabel 4.6 Kecukupan Bahan Perpustakaan ... 35

Tabel 4.7 Ketertarikan Membaca Siswa ... 36

Tabel 4.8 KemenarikanBuku LTPS ... 38

Tabel 4.9 Keberagaman Buku LTPS ... 39

Tabel 4.10 FrekuensiKunjunganPerpustakaan ... 41

Tabel 4.11 Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mengerjakan Tugas ... 42

Tabel 4.12 Pemanfaatan Perpustakaan sebagai Sarana Belajar ... 43

Tabel 4.13 Sarana untuk Membantu Belajar Siswa ... 44

(8)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Salah satu komponen pendidikan yang turut mempengaruhi keberhasilan proses pendidikan di sekolah adalah perpustakaan. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang kegiatan belajar siswa dan aktivitas mengajar guru dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Keberadaan perpustakaan di sekolah sangat penting karena di dalamnya terdapat bahan perpustakaan sebagai sumber informasi berbagai ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh warga sekolah. Perpustakaan sekolah membantu memberikan layanan bagi peserta didik maupun pendidik dalam penyediaan buku pelajaran pokok, buku pelajaran pelengkap, buku bacaan, buku referensi, terbitan berkala dan media pendidikan.

Perpustakaan merupakan salah satu sumber belajar yang penting, yang memungkinkan tenaga pendidik dan peserta didik memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan dengan membaca bahan pustaka yang mengandung ilmu pengetahuan yang diperlukan. Perpustakaan sekolah berguna untuk meningkatkan mutu pendidikan, dengan tujuan menggalakkan keaksaraan, mendukung kurikulum pendidikan secara umum dan mengembangkan minat membaca. Oleh karena itu pengelolaan perpustakaan sekolah dilakukan oleh tenaga terdidik yang memiliki pendidikan formal perpustakaan sebagai pengetahuan yang memadai, sehingga perpustakaan sekolah

(9)

benar-benar dikelola oleh pustakawan yang profesional. Perpustakaan sekolah pada hakekatnya adalah pengelolaan sumber informasi oleh sumber daya manusia yang terdidik dalam bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi.

Namun pada kenyataannya, banyak kendala yang menjadikan perpustakaan sekolah belum dapat memenuhi tugas tersebut antara lain koleksi buku yang belum memadai dan kurang lengkap. Selain itu tenaga pustakawan sekolah belum bisa dikatakan sebagai pustakawan profesional. Pustakawan sekolah bukan merupakan pegawai/tenaga yang memiliki latar belakang pendidikan yang relevan, melainkan guru pada sekolah tersebut yang merangkap sebagai guru pustakawan.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara telah memberikan perhatian yang besar dalam memajukan dan mengoptimalkan fungsi perpustakaan dengan berbagai program kerja. Salah satu program kerja yang dilakukan oleh BPAD Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan fungsi dan pelayanan perpustakaan sekolah adalah program Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS).

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) adalah suatu kegiatan perpustakaan daerah yang berupaya memberikan bantuan layanan perpustakaan bagi sekolah-sekolah yang dilakukan secara terpadu dalam suatu wilayah tertentu.

Layanan yang telah berjalan sejak tahun 2004 ini diharapkan mampu membantu perpustakaaan yang ada di sekolah-sekolah sehingga perpustakaan- perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. LTPS menggunakan sistem peminjaman besar (bulk loan) yaitu koleksi buku

(10)

perpustakaan umum yang dipinjamkan di perpustakaan yang bekerja sama dengan BPAD Provinsi Sumatera Utara untuk menjadi titik layan LTPS. Program kerja ini telah melayani 38 sekolah baik tingkat SD, SMP dan SMA di seluruh Sumatera Utara. BPAD Provinsi Sumatera Utara meminjamkan buku sebanyak 50 judul dengan 100 eksemplar kepada sekolah-sekolah selama dua bulan secara terjadwal dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling. Tujuan diadakannya LTPS ini yaitu memenuhi kebutuhan informasi bagi siswa dan guru, mengembangkan minat baca dan menunjang peningkatan pemberdayaan perpustakaan sekolah. Tentunya, sekolah penerima manfaat layanan ini diharapkan terus meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanannya.

SMA Negeri 2 Medan merupakan salah satu sekolah yang menerima manfaat Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah. Sekolah ini secara aktif mengikuti program LTPS. Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan merupakan perpustakaan sekolah yang memiliki jumlah koleksi 2.575 judul dengan 6.520 eksemplar yang didominasi dengan buku-buku paket (pelajaran).

Berdasarkan hasil pengamatan awal penulis, terdapat masalah yang ditemukan di SMA Negeri 2 Medan yaitu ketersediaan buku LTPS yang belum memadai. Menurut penuturan para siswa yang sekolahnya mendapatkan layanan ini menginformasikan bahwa buku-buku yang tersedia kurang bervariatif.

Menurut mereka koleksi yang tersedia lebih mengarah ke buku-buku cerita berupa novel dan buku-buku yang berkaitan dengan buku persiapan ujian akhir/ujian nasional, sedangkan untuk koleksi buku yang berkaitan dengan mata pelajaran

(11)

masih minim ditemukan. Walaupun perpustakaan sekolah telah menyediakan buku-buku pelajaran, namun variasi buku yang ada masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan siswa. Buku-buku tersebut merupakan buku lama dan sebagian tidak mengikuti kurikulum terbaru. Sehingga buku yang dipakai sebagai referensi hanya buku yang didapat atau direkomendasikan oleh guru atau pihak sekolah.

Namun, tentu saja koleksi buku-buku cerita tetap diminati dan dibutuhkan oleh para siswa. Buku-buku bacaaan lain di luar buku mata pelajaran sebaiknya tetap disediakan. Buku yang bervariasi, yang terdiri dari berbagai genre akan mampu memenuhi kebutuhan semua siswa. Koleksi yang lengkap akan dapat memenuhi minat baca masing-masing siswa, karena setiap siswa pasti memiliki ketertarikan masing-masing terhadap genre tertentu. Lebih jauh lagi, koleksi buku yang lengkap juga akan memberikan informasi yang lebih lengkap juga baik bagi guru maupun siswa.

Di samping itu, jumlah buku yang disediakan LTPS dinilai masih kurang.

LTPS menyediakan 50 judul dengan 100 eksemplar per dua bulan. Dengan kata lain, terdapat dua eksemplar untuk satu judul. Jika dibandingkan dengan jumlah siswa yang berjumlah 1599 orang, tentu saja jumlah buku yang disediakan sangat kurang, apalagi dengan fakta bahwa jadwalnya hanya sekali 2 bulan.

Selain itu, layanan LTPS diharapkan tidak saja hanya untuk memenuhi ketersediaan buku di sekolah yang mendapatkan layanan ini, tetapi juga diharapkan melalui layanan ini minat baca siswa dapat dikembangkan. Dengan

(12)

koleksi yang lengkap dan genre yang bervariasi akan dapat meningkatkan minat baca siswa.

Atas dasar ini, penulis tertarik, untuk melakukan penelitian tentang Analisis Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) di SMA Negeri 2 Medan.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) di SMA Negeri 2 Medan ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Layanan Terpadu Perpustakaaan Sekolah (LTPS) di SMA Negeri 2 Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi:

1. Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan sebagai informasi tentang Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah dalam membantu perpustakaan sekolah.

2. Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terutama berkaitan dengan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah.

(13)

3. Peneliti lanjutan, dapat dijadikan sebagai referensi dalam melakukan penelitian berikutnya yang memfokuskan pada topik yang sama.

4. Bagi Penulis, untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta pemahaman mengenai Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah.

1.5 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini difokuskan untuk mengetahui Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 2 Medan, yang mencakup kebutuhan informasi siswa, minat baca dan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

(14)

BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Perpustakaan Sekolah

2.1.1 Pengertian Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan sekolah adalah sebuah tempat yang menyediakan bahan perpustakaan yang berguna bagi kegiatan belajar siswa dan aktivitas mengajar guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Menurut Darmono (2001,2),

“Perpustakaan sekolah merupakan bagian integral dari program sekolah yang bersangkutan dan menjadi sumber belajar untuk mendukung tercapainya tujuan sekolah yang bersangkutan”.

Menurut Ishak (2009, 2), “Perpustakaan sekolah dapat diartikan sebagai tempat kumpulan koleksi bahan pustaka buku-buku atau tempat buku yang dihimpun dan diorganisasikan sebagai media belajar siswa”.

Reitz yang dikutip oleh Hasugian (2009,78) juga menyatakan bahwa perpustakaaan sekolah adalah:

“(School library), A library in a public or private elementary or secondary school that serves the information needs of its students and curriculum needs of its teachers and staff, usually managed by a school librarian or media specialist”.

Pendapat diatas dapat diartikan bahwa perpustakaan sekolah adalah suatu perpustakaan yang berada pada jenjang sekolah dasar sampai dengan sekolah lanjutan baik milik pemerintah (negeri) maupun swasta yang melayani kebutuhan informasi siswanya, kebutuhan kurikulum dari guru dan staf; biasanya dikelola oleh pustakawan sekolah ataupun spesialis media.

(15)

Berdasarkan beberapa pernyataan di atas diketahui bahwa perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana penunjang pendidikan yang diselenggarakan oleh sekolah dengan menyediakan koleksi bahan-bahan pustaka yang disesuaikan dengan kurikulum sehingga tercapai tujuan pendidikan sekolah.

2.1.2 Tujuan Perpustakan Sekolah

Perpustakaan Sekolah bertujuan sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan, menggalakkan keaksaraan, mendukung kurikulum pendidikan dan mengembangkan minat baca anak bangsa. Menurut Darmono (2007, 21) tujuan Perpustakaan Sekolah sebagai berikut:

1. Mendukung dan memperluas sasaran pendidikan sebagaimana digariskan dalam misi dan kurikulum sekolah.

2. Mengembangkan dan mempertahankan kelanjutan dalam kebiasan dan keceriaan membaca dan belajar, serta menggunakan perpustakaan sepanjang hayat mereka.

3. Memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam menciptakan dan menggunakan informasi untuk pengetahuan, pemahaman, daya pikir dan keceriaan.

4. Mendukung semua murid dalam pembelajaran dan praktek ketrampilan mengevaluasi dan menggunakan informasi, tanpa memandang bentuk, format atau media, termasuk kepekaan modus berkomunikasi di komunitas.

5. Menyediakan akses ke sumber daya lokal, regional, nasional, global dan kesempatan pembelajar menyingkap ide, pengalaman dan opini yang beraneka ragam.

6. Mengorganisasikan aktivitas yang mendorong kesadaran serta kepekaan budaya dan sosial.

7. Bekerja dengan murid, guru, administrator dan orang tua untuk mencapai misi sekolah.

8. Menyatakan bahwa konsep kebebasan intelektual dan akses informasi merupakan hal penting bagi terciptanya warga negara yang bertanggung jawab dan efektif, serta berpartisipasi di alam demokrasi.

9. Promosi membaca dan sumber daya serta jasa perpustakaan sekolah kepada seluruh komunitas sekolah dan masyarakat luas.

(16)

Sedangkan menurut Yusuf (2007, 3) tujuan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut:

1. Mendorong dan mempercepat proses penguasaan teknik membaca para siswa.

2. Membantu menulis kreatif siswa dengan bimbingan guru dan pustakawan.

3. Menumbuhkan minat baca siswa.

4. Menyediakan berbagai informasi yang sesuai dengan kurikulum sekolah.

5. Mendorong, menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan semangat belajar bagi siswa.

6. Memperluas, memperdalam, dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan teknologi, yang disediakan oleh perpustakaan 7. Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui

kegiatan membaca.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat dipahami bahwa pada dasarnya tujuan dari perpustakaan sekolah adalah sebagai penyedia sumber informasi untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan minat baca pengguna perpustakaan.

2.1.3 Fungsi Perpustakaan Sekolah

Menurut Darmono (2001, 3), perpustakaan sekolah memiliki beberapa fungsi, antara lain fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi kebudayaan, fungsi rekreasi, fungsi penelitian, dan fungsi deposit. Fungsi-fungsi tersebut diuraikan sebagai berikut:

1. Fungsi Informasi

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya agar pengguna perpustakaan dapat:

a) Mengambil berbagai ide dari buku yang ditulis oleh para ahli dari berbagai ilmu.

(17)

b) Menumbuhkan rasa percaya diri dalam menyerap informasi dalam berbagai bidang seta mempunyai kesempatan untuk dapat memilih informasi yang layak sesuai dengan kebutuhannya.

c) Memperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia di perpustakaaan dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan.

d) Memperoleh informasi yang tersedia di perpustakaan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari di masyarakat.

2. Fungsi Pendidikan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya sebagai sarana untuk menerapkan tujuan pendidikan. Melalui fungsi ini manfaat yang diperoleh adalah :

a) Agar pengguna perpustakaan mendapat kesempatan untuk mendidik diri sendiri secara berkesinambungan.

b) Untuk membangkitkan dan mengembangkan minat yang telah dimiliki pengguna yaitu dengan mempertinggi kreativitas dan kegiatan intelektual.

c) Mempertinggi sikap sosial dan menciptakan masyarakat yang demokratis.

d) Mempercepat penguasaan dalam bidang pengetahuan dan teknologi baru.

3. Fungsi Kebudayaan

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya yang dapat dimanfaatkan pengguna untuk :

a) Meningkatkan mutu kehidupan dengan memanfaatkan berbagai informasi sebagai rekaman budaya bangsa untuk meningkatkan taraf hidup dan mutu kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok.

b) Membangkitkan minat terhadap kesenian dan keindahan yang merupakan salah satu kebutuhan manusia terhadap cita rasa seni.

c) Mendorong tumbuhnya kreativitas dalam berkesenian.

d) Mengembangkan sikap dan sifat manusia yang positif serta menunjang kehidupan antar budaya secara harmonis.

e) Menumbuhkan budaya baca di kalangan pengguna sebagai bekal penguasaan ahli teknologi.

4. Fungsi Reakreasi

Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan tercetak, terekam maupun koleksi lainnya untuk :

a) Menciptakan kehidupan yang seimbang antara jasmani dan rohani.

b) Mengembangkan minat rekreasi pengguna melalui berbagai bacaan dan pemanfaatan waktu senggang.

c) Menunjang berbagai kegiatan kreatif serta hiburan yang positif.

(18)

5. Fungsi Penelitian

Sebagai fungsi penelitian perpustakaan menyediakan berbagai informasi untuk menunjang kegiatan penelitian. Informasi yang disajikan meliputi berbagai jenis dan bentuk informasi.

6. Fungsi Deposit

Sebagai fungsi deposit perpustakaan berkewajiban menyimpan dan melestarikan semua karya cetak dan karya rekam yang diterbitkan diwilayah Indonesia.

Selain fungsi perpustakaan yang dikemukaan oleh Darmono, ada beberapa fungsi perpustakaan yang dikemukakan oleh ahli lain. Menurut Yusuf (2007, 4) perpustakaan sekolah mempunyai empat fungsi umum yaitu:

1. Fungsi Edukatif

Keseluruhan fasilitas dan sarana yang ada pada perpustakaan sekolah, terutama koleksi yang dikelolanya banyak membantu para siswa sekolah untuk belajar dan memperoleh kemampuan dasar dalam mentransfer konsep-konsep pengetahuan.

2. Fungsi Informatif

Mengupayakan penyediaan koleksi perpustakaan yang bersifat

”memberi tahu” akan hal – hal yang berhubungan dengan kepentingan para siswa dan guru.

3. Fungsi Rekreasi

Sebagai pelengkap untuk memenuhi kebutuhan sebagian anggota masyarakat sekolah akan hiburan intelektual

4. Fungsi Riset atau Penelitian

Koleksi perpustakaan sekolah bisa dijadikan bahan untuk membantu dilakukannya kegiatan penelitian sederhana.

Sedangkan menurut Septiyantono yang dikutip oleh Rahayuningsih (2007, 5) fungsi perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :

a) Sebagai sumber kegiatan belajar mengajar yaitu membantu program pendidikan dan pengajaran sesuai dengan tujuan yang terdapat dalam kurikulum.

b) Membantu siswa untuk memperjelas dan memperluas pengetahuannya pada setiap bidang studi.

c) Mengembangkan minat dan budaya membaca yang menuju kebiasaan belajar mandiri.

d) Membantu siswa untuk mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya.

e) Membiasakan siswa untuk mencari informasi di perpustakaan.

f) Merupakan tempat untuk mendapatkan bahan rekreasi sehat melalui buku-buku bacaan yang sesuai dengan umur dan tingkat kecerdasan siswa.

(19)

g) Memperluas kesempatan untuk belajar bagi para siswa.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan bukan semata-mata berfungsi sebagai penyedia informasi dalam hal mendukung proses pembelajaran namun juga berfungsi sebagai sarana pengembangan karakter, minat, bakat dan kreatifitas pengguna perpustakaan khususnya siswa.

2.1.4 Peran Perpustakaan Sekolah

Selain berfungsi sebagai penyedia informasi dan sebagai sarana pengembangan karakter, minat dan lain-lain, perpustakaan juga memiliki peranan yang sangat besar dalam mendukung proses pembelajaran bagi penggunanya.

Menurut Suherman (2009, 32) menyatakan bahwa, “Perpustakaan sekolah bagi anak merupakan wadah untuk mengetahui referensi, berbagai materi dan bacaan lainnya, dan semuanya itu harus disesuaikan dengan tingkat pendidikan anak”.

Nurhadi (2003, 21), menyatakan bahwa “Perpustakaan sekolah sebagai salah satu unit yang terdapat di sekolah menjadi unsur pelengkap dalam proses belajar mengajar, mempunyai peranan yang sangat penting sebagai salah satu sumber belajar, peranan perpustakaan tersebut diantaranya :

1. Mengembangkan kemampuan anak dalam mencari dan menggunakan informasi

2. Mengembangkan minat dan kebiasaan membaca yang baik pada murid 3. Mendidik murid agar dapat menggunakan dan memelihara bahan

pustaka

4. Memberikan dasar ke arah studi mandiri

5. Membantu pekerjaan guru dalam melaksanakan pekerjaannya 6. Mengembangkan apresiasi hasil budaya dan seni

7. Mengembangkan keterampilan memecahkan masalah

Dari beberapa pendapat di atas dapat diketahui bahwa perpustakaan sekolah berperan sebagai sarana pengembangan minat dan bakat anak dan mengembangkan daya pikir anak.

(20)

2.2 Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Secara khusus, perpustakaan daerah membuat suatu program yang bertujuan mendukung kebutuhan sekolah, yakni dengan mengembangkan program layanan terpadu perpustakaan menjadi layanan perpustakaan sekolah.

2.2.1 Pengertian Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 6) adalah “suatu kegiatan yang berupaya memberikan bantuan layanan perpustakaan yang dilakukan secara terpadu bagi sekolah-sekolah yang berada dalam suatu wilayah tertentu (area library services system)”.

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terpadu bagi sekolah-sekolah yang berada dalam suatu wilayah tertentu. LTPS menjadi salah satu sarana yang membantu pelaksanaan kegiatan perpustakaan sekolah untuk memberikan layanan koleksi perpustakaan kepada siswa dan guru.

Adapun syarat dalam melaksanakan LTPS berdasarkan buku Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah oleh perpusnas (2000, 17) adalah:

a. Sudah mempunyai perpustakaan

b. Sudah mempunyai koleksi dasar minimal 1000 judul 2500 eksemplar yang erat hubungannya dengan kurikulum sekolah serta mempunyai bahan perpustakaan rujukan seperti kamus, peta, ensiklopedia, buku pegangan guru dan lain-lain.

c. Sudah mempunyai tenaga perpustakaan ahli dan terampil.

d. Ada kesediaan pimpinan serta bertanggungjawab penuh terhadap sekolah yang menjadi anggota Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang dinyatakan secara tertulis.

(21)

2.2.2 Tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) bertujuan untuk membantu pelaksanaan kegiatan perpustakaan sekolah dengan memberikan layanan peminjaman koleksi bahan pustaka kepada murid dan guru di sekolah.

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 17) tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah adalah:

1. Memenuhi kebutuhan informasi bagi siswa dan guru.

2. Mengembangkan minat baca.

3. Menunjang peningkatan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

Menurut Pertiwi (2013, 3) tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yaitu:

1. Memberikan pemerataan pelayanan perpustakaan kepada sekolah- sekolah yang menjadi peserta layanan.

2. Mengupayakan terpenuhinya kebutuhan informasi/bahan pustaka bagi murid dan guru di sekolah.

3. Meningkatkan minat dan kebiasaan membaca serta mengembangkan cinta buku kepada siswa dan guru.

4. Menunjang pelaksanaan sistem nasional perpustakaan sekolah yang efektif dan efisien, sehingga dapat ditingkatkan.

Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah adalah membantu penyediaan koleksi yang mendukung kurikulum agar kebutuhan informasi pengguna baik siswa, guru maupun karyawan sekolah terpenuhi dan meningkatkan minat baca siswa.

2.2.3 Tugas dan Fungsi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Berdasarkan Panduan Pelaksanaan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (2000, 18), LTPS memiliki beberapa tugas dan fungsi sebagai berikut:

1. Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) sebagai sarana penunjang perpustakaan sekolah dalam melayani kebutuhan bahan

(22)

pustaka bagi murid dan guru yang mengacu pada pola pikir satu sekolah satu perpustakaan.

2. Memberikan bantuan layanan perpustakaan kepada semua anggota layanan.

3. Menyediakan berbagai jenis koleksi bahan pustaka yang dapat menunjang program pendidikan sesuai dengan kurikulum yang berlaku serta disesuaikan dengan kondisi daerah tempat sekolah bermukim.

4. Membantu mengembangkan bakat, minat, kebiasaan siswa dan guru.

5. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa dan guru untuk belajar dan menambah wawasan pengetahuan.

6. Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah (LTPS) merupakan tempat memperoleh bahan bacaan rekreasi yang sehat melalui buku bacaan fiksi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa tugas dan fungsi LTPS tidak hanya terfokus kepada penyediaan sumber informasi untuk mendukung belajar mengajar tetapi juga berfungsi sebagai fungsi rekreasi terlihat dari penyediaan buku bacaan fiksi.

2.2.4 Sistem Penyelenggaraan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah Dalam melaksanakan LTPS, terdapat dua sistem penyelenggaraan, yaitu:

1. LTPS dilakukan dengan cara:

a. Sistem layanan dilaksanakan berdasarkan bulk loan system (peminjaman besar) meggunakan kotak yang dirotasikan secara berkala kepada semua anggota layanan

b. Waktu layanan 1 tahun 5 kali rotasi, masing-masing rotasi lamanya 2 bulan.

c. Koleksi yang dipinjamkan sebanyak 6000 eksemplar 1500 judul

2. LTPS dilakukan sama dengan sistem pertama, yang membedakan hanya waktu layanannya, yaitu 20 bulan dengan 10 kali rotasi. (Nurrul 2014, 23)

2.2.5 Koleksi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah 2.2.5.1 Pengertian Koleksi Perpustakaan Sekolah

Koleksi LTPS pada dasarnya sama dengan koleksi perpustakaan sekolah pada umumnya. Koleksi perpustakaan merupakan hal utama yang harus dimiliki

(23)

perpustakaan. Secara umum koleksi perpustakaan sekolah yaitu koleksi cetak maupun non cetak yang berfungsi sebagai pendukung proses belajar mengajar di sekolah.

Menurut Hasugian (2009,79), “koleksi suatu perpustakaan sekolah biasanya berupa buku, terbitan berkala, dan media pendidikan yang sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilayaninya”.

Sedangkan Yusuf (2007, 9) menyatakan bahwa “koleksi perpustakaan adalah sejumlah bahan atau sumber-sumber informasi, baik berupa buku ataupun bahan bukan buku, yang dikelola untuk kepentingan proses belajar dan mengajar di sekolah yang bersangkutan”.

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat dinyatakan bahwa koleksi perpustakaan adalah sumber informasi berupa buku, terbitan berkala, dan media pendidikan yang sesuai, serta bahan bukan buku yang dikelola untuk kepentingan belajar mengajar yang sesuai dengan kurikulum dan jenjang pendidikan yang ada.

2.2.5.2 Jenis Koleksi Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah memiliki koleksi yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Berdasarkan buku Pedoman Umum Penyelenggaraan Perpustakaan Sekolah (2000, 14) jenis koleksi perpustakaan meliputi segala jenis buku dan yang tidak termasuk kategori buku. Rinciannya adalah sebagai berikut:

1. Buku pelajaran pokok

Buku pelajaran pokok adalah buku yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar yang memuat bahan pelajaran yang dipilih dan disusun secara teratur dari suatu pelajaran yang minimal harus dikuasai oleh siswa pada tingkat dan jenis pendidikan tertentu. Buku pelajaran

(24)

pokok diterbitkan/diadakan oleh pemerintah, dan isinya sesuai kurikulum yang berlaku.

2. Buku pelajaran pelengkap

Buku pelajaran pelengkap adalah buku sifatnya membantu atau merupakan buku tambahan buku pelajaran pokok yang dipakai oleh siswa dan guru, yang sebagian besar atau seluruh isinya sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

3. Buku bacaan

Buku bacaan adalah buku yang digunakan sebagai bacaan, yang menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi bacaan nonfiksi, fiksi ilmiah, dan fiksi.

a. Buku bacaan nonfiksi adalah buku bacaan yang ditulis berdasarkan kenyataan yang bersifat umum. Buku bacaan nonfiksi dapat menunjang atau memperjelas salah satu mata pelajaran atau pokok bahasan dan dapat pula bersifat umum.

b. Buku bacaan fiksi ilmiah adalah buku yang ditulis berdasarkan khayalan dan rekaan pengarang dalam bentuk cerita yang dapat mempengaruhi pengembangan daya pikir ilmiah.

c. Buku bacaan fiksi adalah buku yang ditulis berdasarkan khayalan pengarang dalam bentuk cerita. Buku bacaan fiksi yang baik dapat memberikan pendidikan dan hiburan sehat.

4. Buku sumber/referensi/rujukan

Buku sumber/referensi/rujukan adalah buku yang digunakan sebagai sumber informasi oleh siswa dan atau guru untuk memperoleh pengetahuan tambahan tentang suatu bidang ilmu atau keterampilan.

Buku referensi terdiri atas: kamus, ensiklopedia, almanak, direktori, atlas, buku indeks, dan abstrak. Buku sumber lain yang sangat penting sebagai acuan guru mengajar adalah buku kurikulum, buku ilmu pendidikan, dan lain-lain.

5. Terbitan berkala adalah jenis terbitan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Jenis terbitan berkala ini antara lain adalah suratkabar, majalah dan buletin.

6. Pamflet atau brosur membuat keterangan tentang keadaan atau kegiatan lembaga/orang yang menerbitkannya. Terbitan itu biasanya dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik.

7. Media pendidikan, antara lain slide, film, kaset, dan piringan hitam.

8. Alat peraga, antara lain slide, film, kaset, piringan hitam.

9. Kliping adalah guntingan artikel atau berita dari surat kabar, majalah, dan lain-lain yang dianggap penting untuk disimpan atau didokumentasikan.

Sedangkan menurut Sutarno (2006, 54) secara umum koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan ada dua bagian utama yaitu:

(25)

1. Bahan pustaka yang tercetak, yang termasuk dalam kelompok ini buku teks, surat kabar, majalah, buletin, pamphlet, kamus, ensiklopedia, direktori, almanak, indeks, bibliografi, buku tahunan, buku pedoman, dan lain-lain.

2. Bahan pustaka yang terekam yang dalam kelompok ini adalah slide, kaset audio, kaset video, film, strip, CD, VCD, dan lain-lain.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa koleksi perpustakaan sekolah adalah semua bahan perpustakaan baik tercetak maupun terekam yang dimiliki perpustakaan yang diolah secara sistematis agar dapat dicari, ditemukan dan dimanfaatkan oleh pengguna.

Adapun pemilihan dan penetapan koleksi LTPS yang akan dilayankan ke sekolah-sekolah diantaranya:

1. Buku Pelajaran pokok 2. Buku pelajaran pelengkap 3. Buku bacaan

4. Buku sumber

2.3 Penelitian Terdahulu

Penelitian tentang Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah telah beberapa kali dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh Pertiwi (2013) dalam skripsinya yang berjudul Efektifitas Layanan Terpadu Perpustakaaan Sekolah Perpustakaan Daerah Jawa Tengah tahun 2013 menemukan bahwa LTPS di daerah Jawa Tegah sangat efektif. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar informan berpendapat positif terhadap keberadaan LTPS, misalnya bulk loan system yang sudah sesuai untuk diterapkan, koleksi yang banyak, up to date, lengkap dan sesuai sehingga LTPS dinilai efektif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan observasi,

(26)

wawancara, dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh informan 10 orang.

Penelitian lainnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurrul (2014), dalam skripsinya yang berjudul Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Perpustakaan Keliling Layanan Terpadu Perpustakaan (LTP) dengan Minat Baca (Studi Deskriptif pada Siswa SMAN 21 Bandung). Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMAN 21 Bandung dengan sampel sebanyak 77 orang yang dihitung menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan yakni angket tertutup dengan menggunakan skala Likert dengan analisis data menggunakan studi deskriptif dan korelasi. Dari penelitian ini ditemukan bahwa hubungan antara perpustakaan keliling LTP dengan minat baca SMAN 21 Bandung sudah baik. Untuk melihat hubungan antara perpustakaan keliling LTP dengan minat baca siswa, penulis menggunakan bantuan program SPSS, dan dari hasil penelitiannya ditemukan bahwa Perpustakaan Keliling Layanan Terpadu Perpustakaan (LTP) berpengaruh kuat terhadap minat baca SMAN 21 Bandung dengan koefisien korelasi sebesar 0,709. Sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa perpustakaan LTP memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat baca siswa sehingga dapat dikatakan bahwa pemanfaatan koleksi perpustakaan keliling dapat meningkatkan minat baca.

Penelitian yang akan dilakukan oleh penulis berbeda dengan penelitian yang terdahulu. Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Pertiwi hanya meneliti tingkat efektivitas LTPS dengan menggunakan teknik purposive sampling.

(27)

Penelitian yang dilakukan oleh Nurrul adalah menganalisis hubungan persepsi siswa tentang LTPS terhadap minat baca siswa. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan penulis berfokus pada 3 (tiga) hal yaitu pemenuhan kebutuhan informasi siswa oleh LTPS, peningkatan minat baca siswa melalui program LTPS dan peranan LTPS untuk peningkatan pemberdayaan perpustakaan sekolah.

(28)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif. Menurut Sugiyono (2005, 11) penelitian deskriptif adalah “penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (indepeden) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain”.

3.2 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Medan yang beralamat di Jalan Karangsari No. 435 Medan, Sumatera Utara.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi penelitian adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2002, 97) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas;

objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Medan yang berjumlah 1599 orang siswa.

(29)

Tabel 3.1 Anggota Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan Tahun 2015/2016

No. Klasifikasi Pengguna Jumlah

1. Siswa kelas X 664

2. Siswa Kelas XI 456

3. Siswa Kelas XII 479

Total 1.599

Sumber : Tata Usaha SMA Negeri 2 Medan.

3.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono 2002, 91). Penetapan jumlah sampel dalam penelitian menggunakan rumus Slovin yaitu :

Keterangan :

n = Ukuran Sampel Penelitian N = Ukuran Populasi

e = Taraf Kesalahan sebesar 10%, Hadi (2001, 78)

Sesuai dengan rumus Slovin, perolehan jumlah sampel penelitian adalah:

n

=

=

=

(30)

=

=

= 94,11

= 94

Dalam penelitian ini, jumlah sampel yang digunakan berdasarkan rumus Slovin adalah 94 orang.

Sampel dalam penelitian ini memiliki anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional, sehingga kemudian dilakukan pengambilan sampel penelitian dengan teknik Propotionate Stratified Random Sampling.

Menurut Sugiyono (2002, 75) Propotionate Stratified Random Sampling adalah

”penarikan sampel dimana populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional”. Untuk menentukan sampel yang berimbang dengan besarnya strata digunakan rumus sampling fraction perstratum.

Besarnya sub sampel per stratum yaitu : Ni = fi . n

Keterangan :

Fi = Sampling Fraction Stratum i

Ni = Banyak individu yang terdapat dalam stratum unsur populasi kerja N = Banyaknya individu populasi seluruhnya

n = Banyaknya anggota yang dimasukkan dalam sampel

ni = Banyaknya anggota yang dimasukkan menjadi sub sampel perstratum, Hadi (2001, 425)

(31)

Sehingga dapat diketahui jumlah sampel untuk masing-masing strata adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Sampel Penelitian Berdasarkan Strata

No. Kelas Jumlah

siswa Populasi Sampel

1. X 664

39

2. XI 456

27

3. XII 479

28

Jumlah 1.599 94

3.4 Jenis dan Sumber Data

Terdapat dua jenis data yang digunakan dalam penelitian, yakni:

1. Data primer, yaitu data yang secara langsung diperoleh oleh penulis dari hasil kuesioner.

2. Data sekunder, yaitu data yang bersumber dari buku jurnal, majalah, laporan tahunan dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang diperlukan dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa teknik, sebagai berikut:

1. Kuesioner, yaitu memberikan daftar pertanyaan yang berkaitan dengan masalah penelitian.

(32)

2. Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data ilmiah dari jurnal, buku, dan bahan pustaka lainnya.

3.6 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data. Menurut Arikunto (2006, 136), “instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah”. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.

Kuesioner adalah pertanyaan penelitian yang diberikan kepada responden. Menurut Arikunto (2006, 150) “kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang dia ketahui”.

3.7 Kisi-kisi kuesioner penelitian

Untuk mengetahui Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah di SMA Negeri 2 Medan, maka ditentukan beberapa pertanyaan yang di tujukan kepada siswa-siswi SMA Negeri 2 Medan. Adapun kisi-kisi variabel penelitian dapat dilihat pada Tabel 3.3.

(33)

Tabel 3.3. Kisi-kisi kuesioner

Variabel Indikator No.item Jumlah

pertanyaan Layanan

Terpadu Perpustakaan Sekolah

1. Memenuhi kebutuhan informasi bagi siswa.

2. Mengembangkan minat baca.

3. Menunjang peningkatan pemberdayaan

perpustakaan sekolah.

1,2,3,4,5,6 7,8,9 10,11,12,13

6 3 4

Total 13

3.8 Analisis Data

Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang terkumpul dari penyebaran kuesioner dikelompokkan berdasarkan kriteria data kemudian dihitung persentasenya.

Dalam rangka untuk mengolah data yang diterima dari responden, peneliti menggunakan langkah-langkah pengolahan data sebagai berikut:

1. Tahap pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan terhadap setiap item yang terdapat dalam kuesioner, apakah telah diisi seluruhnya oleh responden. Hal ini perlu dilakukan untuk mempermudah penulis dalam penghitungan data. Dari kegiatan ini akan dapat dilihat kuesioner yang layak atau yang tidak layak untuk diolah.

2. Menghimpun data yang akan diolah, dikelompokkan berdasarkan kategori jawaban yang disediakan pada kolom isian.

3. Menghitung persentase jawaban yang ditemukan oleh responden berdasarkan kategori. Untuk menghitung persentase jawaban

(34)

responden, peneliti menggunakan rumus persentase menurut Hadi (2001, 421), sebagai berikut:

P =

Keterangan:

P = Persentase

f = Jumlah jawaban yang diperoleh n = Sampel

4. Untuk menginterpretasikan persentase yang didapat dari tabulasi data, peneliti menggunakan metode penafsiran menurut Arikunto (2005, 57) sebagai berikut:

0,00% : Tidak ada 1,00% - 24,99% : Sebagian kecil 25,00% - 49,99% : Hampir setengahnya 50,00% : Setengahnya

50,01% - 74,99% : Sebagian besar 75,00% - 99,99% : Pada umumnya

100% : Seluruhnya

(35)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam BAB ini akan diuraikan hasil data yang diperoleh peneliti dari jawaban responden terhadap kuesioner yang dilakukan di SMA Negeri 2 Medan.

4.1 Memenuhi Kebutuhan Informasi Siswa

Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan siswa, oleh karena itu LTPS harus mampu memahami kebutuhan informasi siswa dan menyediakan bahan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan informasi siswa.

4.1.1 Pelayanan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Tanggapan responden mengenai Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang diberikan oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Pelayanan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

1. Apakah saudara setuju BPAD Provinsi Sumatera Utara memberikan layanan LTPS untuk membantu perpustakaan sekolah saudara ?

a. Sangat Setuju 21 22,34

b. Setuju 63 67,02

c. Kurang Setuju 7 7,45

d. Tidak Setuju 3 3,19

Jumlah 94 100

(36)

Dari data pada Tabel 4.1. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan LTPS yang diberikan BPAD Provinsi Sumatera Utara membantu perpustakaan sekolah adalah sebanyak 21 responden (22,34%) menjawab sangat setuju, 63 responden (67,02) menjawab setuju, 7 responden (7,45%) menjawab kurang setuju, dan 3 responden (3,19%) menjawab tidak setuju.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa LTPS dinilai telah membantu perpustakaan sekolah. Terlihat dari sebagian besar responden (67,02%) menyatakan setuju BPAD Provinsi Sumatera Utara membantu perpustakaan sekolah mereka melalui LTPS. Dalam penelitian ini, diketahui bahwa LTPS yang diselenggarakan oleh BPAD telah mampu memberikan bantuan terhadap Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan.

4.1.2 Jadwal Kunjungan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Tanggapan responden mengenai jadwal kunjungan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang diberikan oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi dapat dilihat pada Tabel 4.2.

(37)

Tabel 4.2. Jadwal Kunjungan LTPS

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

2 Apakah menurut saudara jadwal kunjungan LTPS yang diadakan setiap 2 bulan sekali telah mencukupi?

a. Sangat

Mencukupi 8 8,51

b. Mencukupi 29 30,85

c. Kurang

Mencukupi 52 55,32

d. Tidak

Mencukupi 5 5,32

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.2. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan jadwal kunjungan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang diadakan 2 bulan sekali sebanyak 8 orang responden (8,51%) menjawab sangat mencukupi, 29 orang responden (30,85%) menjawab mencukupi, 52 orang responden (55,32 %) menjawab kurang mencukupi, dan 5 orang responden (5,32%) menjawab tidak mencukupi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa jadwal kunjungan LTPS yang diadakan setiap 2 bulan sekali kurang mencukupi, karena sebagian besar responden (55,32%) menyatakan bahwa jadwal kunjungan LTPS kurang mencukupi. Sebagian besar responden mengharapkan agar LTPS dapat meningkatkan frekuensi kunjungannya. Dengan demikian BPAD Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat meningkatkan frekuensi kunjungan LTPS melihat tingginya antusiasme siswa.

(38)

4.1.3 Jangka Waktu Peminjaman Buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Tanggapan responden mengenai jangka waktu peminjaman buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yang diberikan oleh Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Jangka Waktu Peminjaman Buku LTPS

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

3 Apakah jangka waktu peminjaman buku LTPS selama 3 hari sudah

mencukupi dalam

penggunaan buku yang dipinjam?

a. Sangat

Mencukupi 6 6,38

b. Mencukupi 35 37,23

c. Kurang

Mencukupi 42 44,68

d. Tidak

Mencukupi 11 11,71

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.3. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan jangka waktu peminjaman buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah selama 3 hari sebanyak 6 orang responden (6,38%) menjawab sangat mencukupi, 35 orang responden (37,23%) menjawab mencukupi, 42 orang responden (44,68%) menjawab kurang mencukupi, dan 11 orang responden (11,71%) menjawab tidak mencukupi.

(39)

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa jangka waktu peminjaman buku LTPS selama 3 hari dinilai kurang mencukupi, karena hampir setengah responden (44,68%) menyatakan lama peminjaman buku kurang mencukupi, sebagian kecil responden (11,31%) menyatakan tidak mencukupi walaupun hampir setengah responden (37,23%) menyatakan sudah mencukupi.

Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar responden (55,99%) mengharapkan jangka waktu peminjaman yang lebih lama, karena mereka merasa waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyelesaikan membaca buku-buku yang mereka pinjam hanya dalam 3 (tiga) hari.

4.1.4 Jumlah Buku yang Disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Tanggapan responden mengenai jumlah buku yang disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Jumlah Buku yang Disediakan LTPS

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

4 Apakah menurut saudara jumlah buku yang disediakan LTPS sebanyak 50 judul 100 eksemplar telah mencukupi?

a. Sangat

Mencukupi 3 3,19

b. Mencukupi 37 39,37

c. Kurang

Mencukupi 52 55,32

d. Tidak

Mencukupi 2 2,12

Jumlah 94 100

(40)

Dari data pada Tabel 4.4. terkait jumlah buku yang disediakan LTPS, diketahui bahwa sebanyak 3 orang responden (3,19%) menjawab sangat mencukupi, 37 orang responden (39,37%) menjawab mencukupi, 52 orang responden (55,32%) menjawab kurang mencukupi, dan 2 orang responden (2,12%) menjawab tidak mencukupi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa jumlah buku yang disediakan LTPS kurang mencukupi, karena sebagian besar responden (55,32%) menyatakan demikian. Jumlah buku sebanyak 50 judul dengan 100 eksemplar dinilai masih kurang mencukupi. Hal ini berarti sebagian besar responden mengharapkan penambahan jumlah buku LTPS. Dengan demikian BPAD Provinsi Sumatera Utara harus menambah jumlah koleksi buku yang akan dilayankan ke perpustakaan SMA Negeri 2 Medan.

4.1.5 Kesesuaian Bahan Perpustakaan dengan Kebutuhan Siswa

Tanggapan responden mengenai kesesuaian bahan perpustakaan yang disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah dengan kebutuhan siswa dapat dilihat pada Tabel 4.5.

(41)

Tabel 4.5. Kesesuaian Bahan Perpustakaan dengan Kebutuhan Siswa

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

5 Apakah buku LTPS yang tersedia sesuai dengan kebutuhan saudara?

a. Sangat sesuai 7 7,45

b. Sesuai 55 58,52

c. Kurang sesuai 31 32,97 d. Tidak sesuai 1 1,06

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.5. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan buku LTPS yang tersedia sesuai dengan kebutuhan mereka sebanyak 7 orang responden (7,45%) menjawab sangat sesuai, 55 orang responden (58,52%) menjawab sesuai, 31 orang responden (32,97%) menjawab kurang sesuai, dan 1 orang responden (1,06%) menjawab tidak sesuai.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa BPAD Provinsi Sumatera Utara sudah menyediakan buku LTPS yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Hal ini terlihat dari tanggapan sebagian besar responden (58,52%) menyatakan buku LTPS sesuai dengan kebutuhan. Meski demikian, hampir setengah responden (32,97) menyatakan buku LTPS yang tersedia kurang sesuai.

Dengan demikian BPAD Provinsi Sumatera Utara diharapkan menyediakan buku- buku yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

(42)

4.1.6. Kecukupan Bahan Perpustakaan

Tanggapan responden mengenai kecukupan bahan perpustakaan yang disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Kecukupan Bahan Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%)

6 Apakah buku yang disediakan LTPS sudah mencukupi kebutuhan informasi saudara?

a. Sangat mencukupi 9 9,57

b. Mencukupi 38 40,43

c. Kurang mencukupi 42 44,68 d. Tidak mencukupi 5 5,32

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.6. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan buku LTPS yang disediakan sudah mencukupi kebutuhan informasi pengguna sebanyak 9 orang responden (9,57%) menjawab sangat mencukupi, 38 orang responden (40,43%) menjawab mencukupi, 42 orang responden (44,68%) menjawab kurang mencukupi, dan 5 orang responden (5,32%) menjawab tidak mencukupi.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa buku yang disediakan LTPS kurang mencukupi kebutuhan siswa. Hal ini terlihat dari tanggapan hampir setengah responden (44,68%) menyatakan buku LTPS yang tersedia kurang mencukupi kebutuhan mereka. Meski demikian, hampir setengah

(43)

responden (40,43) menyatakan sudah mencukupi kebutuhan informasi mereka.

Dengan demikian BPAD Provinsi Sumatera Utara harus lebih memperhatikan buku-buku yang dilayankan ke perpustakaan SMA Negeri 2 Medan.

4.2 Mengembangkan Minat Baca Siswa

Tujuan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah juga untuk mengembangkan minat baca siswa. Pemerintah berharap melalui program LTPS, tingkat minat baca dikalangan siswa. Mengembangkan minat baca siswa mencakup; ketertarikan membaca siswa, kemenarikan koleksi, keragaman koleksi.

4.2.1 Ketertarikan Membaca Siswa

Untuk meningkatkan minat baca siswa, terlebih dahulu dilihat apakah siswa memiliki ketertarikan untuk membaca. Tanggapan responden mengenai ketertarikan mereka untuk membaca dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7. Ketertarikan Membaca Siswa

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 7 Apakah saudara tertarik

untuk membaca?

a. Sangat Tertarik 8 8,51

b. Tertarik 41 43,62

c. Kurang Tertarik 43 45,74

d. Tidak Tertarik 2 2,13

Jumlah 94 100

(44)

Dari data pada Tabel 4.7. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan tertarik untuk membaca sebanyak 8 orang responden (8,51%) menjawab sangat tertarik, 41 orang responden (43,62%) menjawab tertarik, 43 orang responden (45,74%) menjawab kurang tertarik, dan 2 orang responden (2,13%) menjawab tidak tertarik.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa siswa SMA Negeri 2 Medan tertarik untuk membaca. Hal ini terlihat dari tanggapan hampir setengah responden (43,62%) menyatakan tertarik untuk membaca dan beberapa responden (8,51%) menyatakan sangat tertarik untuk membaca. Meski demikian, hampir setengah responden (45,74%) kurang tertarik untuk membaca. Dengan demikian BPAD Provinsi Sumatera Utara melalui LTPS diharapkan mampu semakin meningkatkan ketertarikan membaca siswa dengan menyediakan buku- buku yang lebih variatif dan menarik.

4.2.2 Kemenarikan Buku Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah

Tanggapan responden mengenai apakah buku yang disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah menarik untuk dibaca dapat dilihat pada Tabel 4.8.

(45)

Tabel 4.8. Kemenarikan Buku LTPS

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 8 Apakah buku LTPS

menarik untuk dibaca?

a. Sangat Menarik 7 7,46

b. Menarik 47 50,00

c. Kurang Menarik 39 41,48

d. Tidak Menarik 1 1,06

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.8. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan buku LTPS yang dilayankan menarik untuk dibaca sebanyak 7 orang responden (7,46) menjawab sangat menarik, 47 orang responden (50,00%) menjawab menarik, 39 orang responden (41,48%) menjawab kurang menarik, dan 1 orang responden (1,06%) menjawab tidak menarik.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa BPAD Provinsi Suamatera Utara sudah menyediakan buku LTPS yang menarik untuk dibaca. Hal ini terlihat dari setengah responden (50,00%) menyatakan buku LTPS yang tersedia di perpustakaan menarik untuk dibaca. Akan tetapi, hampir setengah responden (41,48%) menyatakan buku LTPS kurang menarik untuk dibaca.

BPAD Provinsi Sumatera Utara diharapkan mempertahankan bahkan meningkatkan buku bacaan yang menarik untuk dibaca agar dapat mengembangkan minat baca siswa.

(46)

4.2.3 Keberagaman Buku LTPS

Tanggapan responden mengenai keberagaman buku yang disediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah dapat dilihat pada Tabel 4.9.

Tabel 4.9. Keberagaman Buku LTPS

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 9 Apakah koleksi LTPS di

perpustakaan beragam sehingga mempengaruhi saudara untuk membaca?

a. Sangat Beragam 8 8,52

b. Beragam 41 43,62

c. Kurang Beragam 43 45,74

d. Tidak Beragam 2 2,12

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.9. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan bahwa buku LTPS beragam sehingga mempengaruhi siswa untuk membaca sebanyak 8 orang responden (8,52%) menjawab sangat beragam, 41 orang responden (43,62%) menjawab beragam, 43 orang responden (45,74%) menjawab kurang beragam, dan 2 orang responden (2,12%) menjawab tidak beragam.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa koleksi LTPS yang disediakan BPAD Provinsi Sumatera Utara di perpustakaan sudah beragam sehingga mempengaruhi siswa untuk membaca. Hal ini dilihat dari tanggapan hampir setengah responden (43,62%) menyatakan buku LTPS beragam sehingga

(47)

mempengaruhi siswa untuk membaca dan beberapa responden (8,51%) menyatakan sangat beragam. Akan tetapi, hampir setengah (45,74%) buku LTPS masih kurang beragam untuk dibaca. Sehingga BPAD harus tetap meningkatkan ragam koleksi buku sehingga semakin menarik minat siswa untuk membaca.

4.3 Mengembangkan Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah

Selain memenuhi kebutuhan informasi siswa dan mengembangkan minat baca, tujuan lain Badan Perpustakaan, Arsip, dan Dokumentasi Provinsi Sumatera Utara menyediakan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah yaitu mengembangkan pemberdayaan perpustakaan sekolah. Mengembangkan pemberdayaan perpustakaan sekolah mencakup: frekuensi kunjungan perpustakaan, pemanfaatan perpustakaan dalam mengerjakan tugas, pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana belajar dan sarana yang digunakan siswa dalam membantu belajar.

4.3.1 Frekuensi Kunjungan Perpustakaan

Tanggapan responden mengenai frekuensi kunjungan ke perpustakaan dapat dilihat pada Tabel 4.10.

(48)

Tabel 4.10. Frekuensi Kunjungan Perpustakaan

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 10 Sejak adanya Layanan LTPS,

apakah saudara selalu mengunjungi perpustakaan ?

a. Selalu 6 6,39

b. Sering 51 54,26

c. Kadang-kadang 36 38,29 d. Tidak Pernah 1 1,06

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.10. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan bahwa sejak adanya LTPS, siswa mengunjungi perpustakaan sebanyak 6 orang responden (6,39%) menjawab selalu, 51 orang responden (54,26%) menjawab sering, 36 orang responden (38,29%) menjawab kadang- kadang, dan 1 orang responden (1,06%) menjawab tidak pernah.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan LTPS telah membantu dalam pemberdayaan perpustakaan sekolah. Hal ini dapat terlihat dari tanggapan sebagian besar responden (54,26%) semakin sering mengunjungi dan memanfaatkan perpustakaan. Hal ini berarti LTPS telah mampu menarik perhatian siswa untuk mengunjungi perpustakaan karena adanya pergantian buku-buku yang disediakan LTPS setiap 2 bulan sekali.

(49)

4.3.2 Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mengerjakan Tugas

Tanggapan responden mengenai pemanfaatan perpustakaan dalam mengerjakan tugas dapat dilihat pada Tabel 4.11.

Tabel 4.11. Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mengerjakan Tugas

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 11 Apakah saudara memanfaatkan

perpustakaan untuk

menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru?

a. Selalu 8 8,51

b. Sering 21 22,34

c. Kadang-kadang 57 60,63 d. Tidak pernah 8 8,52

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.11. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan memanfaatkan perpustakaan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru sebanyak 8 orang responden (8,51%) menjawab selalu, 21 orang responden (22,34%) menjawab sering, 57 orang responden (60,63%) menjawab kadang-kadang, dan 8 orang responden (8,52%) menjawab tidak pernah.

Berdasarkan uraian di atas dapat diinterpretasikan bahwa siswa belum memanfaatkan perpustakaan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

Hal ini terlihat dari tanggapan sebagian besar responden (60,63%) menyatakan kadang-kadang memanfaatkan perpustakaan untuk menyelesaikan tugas. Hal ini dapat disebabkan masih kurangnya ragam koleksi buku yang ada serta kesesuaian

(50)

koleksi buku yang ada dengan kebutuhan siswa. Sehingga diperlukan peran yang lebih besar dari BPAD melalui layanan LTPS untuk meningkatkan pemberdayaan perpustakaan SMA Negeri 2 Medan agar meningkat pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana belajar siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

4.3.3 Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sarana Belajar

Tanggapan responden mengenai pemanfaatan perpustaakan sebagai sarana belajar dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12. Pemanfaatan Perpustakaan sebagai Sarana Belajar

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 12 Apakah saudara memanfaatkan

perpustakaan sebagai sarana belajar?

a. Selalu 11 11,71

b. Sering 24 25,53

c. Kadang-kadang 52 55,32 d. Tidak Pernah 7 7,44

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.12. dapat diketahui bahwa jumlah responden yang menyatakan memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar sebanyak 11 orang responden (11,71%) menjawab selalu, 24 orang responden (25,53%) menjawab sering, 52 orang responden (55,32%) menjawab kadang-kadang, dan 7 orang responden (7,44%) menjawab tidak pernah.

(51)

Berdasarkan uraian diatas dapat diinterpretasikan bahwa siswa belum memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana untuk belajar. Hal ini terlihat dari tanggapan sebagian besar responden (55,32%) menyatakan kadang-kadang memanfaatkan perpustakaan sebagai sarana belajar. Dengan kata lain, BPAD Provinsi Sumatera Utara melalui LTPS belum mampu mendorong dan membantu perpustakaan sekolah menjadi sarana belajar bagi siswa.

4.3.4 Sarana untuk Membantu Belajar Siswa

Tanggapan responden mengenai sarana belajar yang sering digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13. Sarana untuk Membantu Belajar Siswa

No Pertanyaan Pilihan Jawaban

Jawaban Responden

F (%) 13 Sarana belajar apa yang paling

sering saudara manfaatkan untuk membantu pelajaran saudara?

a. Koleksi

Perpustakaan 26 27,65

b. Internet 34 36,18

c. Bimbingan

Belajar 29 30,85

d. Koleksi Buku

Pribadi 5 5,32

Jumlah 94 100

Dari data pada Tabel 4.13. dapat diketahui sarana belajar yang paling sering digunakan responden untuk pelajaran sebanyak 26 orang responden (27,65%) menjawab koleksi perpustakaan, 34 orang responden (36,18%)

Gambar

Tabel 3.1 Anggota Perpustakaan SMA Negeri 2 Medan Tahun 2015/2016
Tabel 3.2 Sampel Penelitian Berdasarkan Strata
Tabel 3.3. Kisi-kisi kuesioner
Tabel 4.1. Pelayanan Layanan Terpadu Perpustakaan Sekolah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaanya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin di capai setelah pengajaran

Kurikulum, Program Pengajaran, Efek Instruksional, Metode Mengajar, Media Pendidikan, dan Evaluasi Hasil Belajar. Remaja

Ilmu Pendidikan : Kurikulum Program Pengajaran, Efek Intuksional Metode Mengajar, Media Pendidikan dan Evaluasi Hasil Belajar.. Bnadung : Remaja

Tugas guru Pendidikan Agama Islam sebagai pengelola pendidikan dan pengajaran hendaklah dapat merangsang kegiatan belajar mengajar yang sesuai dengan perubahan

Perangkat pembelajaran memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pendidikan karena kegiatan belajar mengajar yang baik sering mengandalkan sumber belajar yang

Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran

KURIKULUM Proses kegiatan belajar mengajar SMK Wira Yudha Sakti Nusantara sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, sedangkan pengembangan dari

Kurikulum Sekolah Untuk mencapai tujuan instansi, MTs Patra Mandiri Plaju menyelenggarakan kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP dalam proses kegiatan belajar mengajar MTs Patra