BAB I PENDAHULUAN
D. Ruang Lingkup
Adapun yang menjadi ruang lingkup kegiatan Laporan Tugas Akhir ini adalah:
1. Tata cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21 Atas Pegawai Tetap di PDAM Tirtanadi Medan.
2. Kendala-kendala yang dihadapi dalam Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh pasal 21.
3. Upaya yang dilakukan oleh PDAM Tirtanadi dalam menghadapi Kendala dalam Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan PPh Pasal 21.
E. Metode Penulisan
Untuk memperoleh data-data dan informasi yang berhubungan dengan Tata cara pemotongan PPh Pasal 21 Atas Pegawai Tetap di PDAM Tirtanadi Medan., digunakan beberapa metode yaitu :
1. Tahap Persiapan
Yaitu dimulai dari kegiatan yang harus dilakukan oleh mahasiswa sebelummelakukan praktik ke objek praktik yang meliputi kegiatan seperti pemilihanobjek , lokasi , pengajuan proposal laporan tugas akhir, dan surat pengantar laporan tugas akhir dari pihak fakultas atau Program Diploma III Administasi Perpajakan.
2. Studi Literatur
Merupakan kegiatan studi mencari data dan informasi dengan membaca landasanteori, menelaah buku-buku literatur, peraturan perundang-undangan dibidangperpajakan, majalah, surat kabar, internet, catatan-catatan, maupun bahasa tertulisyang ada hubungannya dengan laporan tugas akhir.
3. Studi Observasi Lapangan
Melakukan pengamatan secara langsung untuk mengetahui keadaan kinerja pada PDAM Tirtanadi Medan untuk mendapat gambaran mengenai masalahyang akan diteliti.
4. Pengumpulan Data
Dalam menyusun laporan tugas akhir, penulis juga mengumpulkan data yang diperlukandalam menyusun laporan akhir.Data tersebut diperoleh baikdari hal-hal yang sudah dilihat dan tentu saja dari data-data yang diberikan pihak PDAM Tirtanadi baik tertulis maupun data lisan. Metode pengumpulandata terbagi dua, yaitu:
a. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh melalui wawancara terhadap orang-orang yang dianggap mampu memberi masukan dan informasi serta observasi penulis kelapangan tempat objek laporan Tugas Akhir.
b. Data Sekunder
Yaitu data atau informasi yang diperoleh melalui studi literatur melaluisumber-sumber pustaka, undang-undang, dokumentasi maupun literatur lainyang berhubungan dengan objek laporan Tugas Akhir.
5. Analisis dan Evaluasi Data
Yaitu setelah data yang diperlukan telah terkumpul secara lengkap maka penulissudah dapat ,melakukan analisis sesuai dengan metode analisis yang tepat dan mengevaluasi data secara kualitatif yang kemudian diinterprestasikan secaraobjektif, jelas, dan sistematis.
F. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam pelaksanaan Laporan Tugas Akhir ini dilakukan dengan pengelompokan data beserta cara pelaksanaanya sebgai berikut:
a. Pengamatan (Observation Guide)
Yaitu kegiatan mengumpulkan dan mencari data dengan cara langsungmaupun tidak langsung terjun ke lapangan untuk melakukan peninjauandengan mengamati, mendengar dan bila perlu membantu mengerjakan tugas yang diberikan oleh pihak instansi dengan memberikan petunjuk atau arahandahulu dengan berpedoman kepada ketentuan yang berlaku pada instansi dantidak boleh melakukan pekerjaan yang menjadi rahasia dan memiliki resiko.
b. Wawancara (Interview Guide)
Melalui metode ini penulis malakukan wawancara langsung kepada pihak-pihakyang berkompeten dibidangnya, serta pihak-pihak lain yang dianggapmemiliki pengetahuan tentang permasalahan yang diajukan penulis.
c. Dokumentasi (Optional Guide)
Yaitu pengumpulan daftar-daftar dokumentasi yang dibutuhkan dalam instansi yang bersangkutan unutuk menambah okjektifitas yang dibutuhkanuntuk melengkapi laporan tugas akhir. Dokumen tersebut berupa strukturorganisasi, peraturan-peraturan yang bersangkutan, rencana kerja, surat keputusan.
G. Sistematika Penulisan Laporan Tugas Akhir
Dalam pembahasan penulisan laporan ini penulis menyajikan pembahasankedalam lima bab. Adapun yang menjadi sistematika dalam penyusunan Laporan Tugas Akhiradalah :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini penulis menjelaskan secara singkat latar belakang yangmenjadi pemikiran dalam pemilihan judul perumusan masalah,tujuan, uraian teoritis, serta ruang lingkup laporan Tugas Akhir.
BAB II GAMBARAN UMUM PDAM TIRTANADI SUMATERA UTARA
Pada bab ini penulis akan menjelaskan secara singkat lokasi laporan Tugas Akhir, struktur Organisasi, Sejarah, Serta gmbaran umum mengenai pegawai di PDAM Tirtanadi Medan.
BAB III GAMBARAN DATA TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
Pada bab ini penulis menguraikan secara sistematis dan terperinci tentang Tata cara pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21 Atas Pegawai Tetap di PDAM Tirtanadi Medan..
BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI
Pada bagian ini diuraikan perbandingan peneparan teori dan hukum serta ketentuan yang ada dengan data yang diperoleh di lapangan.
Yakni tata cara pemotongan, penyetoran dan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas gaji pegawai tetap di PDAM Tirtanadi Medan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini penulis akan mengemukakan kesimpulan yangdiperoleh dari hasil-hasil pembahasan atau analisa pada bagian diatas serta saran-saran yang diajukan oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTANADI SUMATERA UTARA
A. Sejarah Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
PDAM Tirtanadi dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda pada tanggal 8 September 1905 yang diberi nama NV Waterleiding Maatschappij Ajer Beresih. Pembangunan ini dilakukan oleh Hendrik Cornelius Van Den Honert selaku Direktur Deli Maatschappij, Pieter Kolff selaku Direktur Deli Steenkolen Maatschappij dan Charles Marie Hernkenrath selaku Direktur Deli Spoorweg Maatschappij.Kantor Pusat dari perusahaan air bersih ini berada di Amsterdam Belanda.
Pada saat itu air yang diambil dari sumber utama mata air Rumah Sumbul di Sibolangit dengan kapasitas 3000 m3/hari. Air tersebut ditransmisikan ke Reservoir Menara yang memiliki kapasitas 1200 m3 yang terletak di Jl. Kapitan (sekarang kantor Pusat PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara). Reservoir ini memiliki ketinggian 42 m dari permukaan tanah.Reservoir ini dibuat dari besi dengan diameter 14 m. Setelah kemerdekaan Indonesia, perusahaan ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan Perda Sumatera Utara No 11 tahun 1979, status perusahaan diubah menjadi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.Sejak tahun 1991 PDAM Tirtanadi ditunjuk sebagai operator sistem pengelolaan air limbah Kota Medan.
Dalam rangka pengembangan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi melaksanakan kerjasama operasi dengan 9 (Sembilan) PDAM di beberapa Kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Simalungun, Kabupten Deli Serdang, kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Samosir. Pada Pebruari 2009, PDAM Tirtanadi Cabang Nias dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten Nias, dengan pertimbangan bahwa pihak Pemkab Nias dan PDAM Tirta Umbu telah memiliki kemampuan di dalam pengelolaan PDAM di Gunung Sitoli.
Pada tanggal 10 September 2009, telah ditandatangani Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara No 10 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang menyatakan bahwa tujuan pokok PDAM Tirtanadi adalah untuk mengelola dan menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk mengembangkan perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan memberikan pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
B. Visi Dan Misi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
Dalam mencapai suatu tujuant tentu di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata yang matang untuk dapat mewujudkannya, secara umum dapat di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai
dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan. Adapun Visi dan Misi yang dimiliki oleh PDAM Tirtanadi Medan, yaitu:
VISI
PDAM Tirtanadi menjadi perusahaan pengelola air minum dan air limbah yang terdepan di Indonesia, sehat dan memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.
MISI
1. Memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat yang memenuhi azas kualitas, kuantitas, dan kontinuitas serta keterjangkauan masyarakat dengan menerapkan Good Corporate Govermance yang didukung oleh SDM yang berintegritasi, berkemampuan dan profesional.
2. Menunjang peningkatan kualitas lingkungan dengan mengembangkan pelayanan air limbah.
3. Memberikan kontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah dan membantu mengembangkan daerah.
C. Tugas Pokok Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
Adapun yang menjadi tugas pokok Perusahaan Daerah Minum Tirtanadi Sumatera Utara adalah :
1. Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan, mengelola pelayanan air limbah, meningkatkan kualitas lingkungan sehat, dan mengembangkan perekonomian daerah melalui setoran pendapatan asli daerah.
2. Untuk melaksankan tugas sebagaiman dimaksud diatas PDAM Tirtanadi menyelenggarakan kegiatan :
a. Mengelola, pendistribusian pelayanan air minum yang memenuhi perssayaratan kesehatan kepada masyarakat secara merata, tertib, dan teratur.
b. Melakasanakan segala kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan pembuangan air limbah dalam suatu sistem yang memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan.
c. Pengelolaan kegiatan dimaksud dilakukan dengan berpegang pada prinsip-prinsip ekonomi Perusahaan yang tidak melupakan fungsi sosial.
D. Arti dan Makna Logo Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
Adapun logo terbaru dari PDAM Tirtanadi adalah :
Sumber PDAM Tirtanadi Sumatera Utara 2017 Gambar 2.1
Logo perusahaan ini terdiri dari unsur –unsur yaitu sebagai berikut :
1. Lingkaran
Menggambarkan lingkup tugas PDAM Tirtanadi, yaitu antar lain melayani dan menyediakan air bersih secara berkesinambungan dan merata bagi masyarakat kota Medan. PDAM tirtanadi juga bertugas mengelola air bersih.
2. Huruf T
Menyerupai pipa pada logo PDAM Tirtanadi yang menggambarkan ruang lingkup tugas Tirtanadi yang sebagian besar berhubungan dengan sistem perpiaan.
3. Gelombang Tiga
Menggambarkan pelayanan air minum (air bersih) yang diberikan PDAM Tirtanadi kepada masyarakat kota Medan dan sekitarnya yang bertsifat terus menerus selama 24 jam dan merata bagi permanfaatan air bersih tersebut.
4. Warna Biru
Menyatakan nuansa yang ditimbulkan oleh air.
E. Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menggambarkan sistematis menganai penetapan tugas-tugas, fungsi, dan wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Struktur orgnanisasi berfungsi untuk menyelenggarakan tugas kedinasan dengan tujuan yang diinginkan. Dengan struktur organisasi masing-masing pegawai akan tahu akan kewajiban tugas, wewenang dan tanggung jawab. Agar penyelenggaraan kegitatan kedinasan dapat berjalan dengan lancar sebaiknya pegawai ditempatkan sesuai dengan bakat pendidikan, pengalaman, keahlian, dan fisiknya. Dengan adanya struktur organisasi yang baik maka dapat di tentukan kepada siapa tugas diberikan dan setiap pegawai harus bertanggungjawab atas tugas yang diberikan.
Struktur organisasi PDAM Tirtanadi Sumatera Utara dapat di lihat pada gambar 2.2 berikut ini.
F. Deskripsi Kerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara
Berikut ini adalah deskripsi kerja dari setiap unit bagian yang ada pada PDAM Tirtanadi Sumatera Utara.
a. Direktur Utama
Adapun fungsi dan tugas – tugasnyaadalah :
1) Memimpin dan mengendalikan kegiatan / jalannya perusahaan.
2) Menetapkan kebijaksanaan / strategi perusahaan.
3) Memajukan, meningkatkan dan mempertahankan kinerja perusahaan.
4) Melaporkan perkembangan perusahaan kepada gubernur melalui pengawasan.
5) Mengadakan dan memimpin rapat.
6) Menjalani hubungan kerja ekternal.
7) Mengawasai pelaksanaan tugas perusahaan.
8) Mewakili perusahaan baik didalam maupun di luar pengadilan
9) Melaksanakan tugas – tugas lain yang di beri gubernur.
b. Direktur Air Minum
Direktur air minum mempunyai tugas membantu Direktur Utama dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
Fungsi dan tugas-tugasnya adalah :
1) Menyelenggarakan kebijakan/strategi perusahaan dalam Bidang air minum
2) Memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal penempatan, pengangkatan dan pemberhentian karyawan/ staf di dalam lingkup tugasnya
3) Membantu Direktur Utama dalam membuat keputusan, kebijaksanaan/
strategi dalam pengembangan Perusahaan
4) Melaksanakan koordinasi dengan direksi lainnya
5) Menyusun kebijakan/ strategi Perusahaan dalam bidang operasional dan pelayanan air minum
6) Mengadakan dan memimpin rapat dalam lingkungan tugasnya
c. Direktur Air Limbah
Direktur limbah mempunyai tugas membantu Direktur Utama dan bertanggungjawab kepada Direktur Utama.
Adapun Fungsi dan tugas-tugasnya adalah :
1) Menyelenggarakan kebijaksanaan dan strategi Perusahaan dalam Bidang Air Limbah
2) Memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal penempatan, pengangkatan, dan pemberhentian pegawai dan staf di dalam lingkup tugasnya.
3) Memelihara dan mengembangkan seluruh sistem instalasi air limbah berikut kelancaran operasional sistem instalasi air limbah yang berhubungan dengan lingkup tugasnya.
4) Membantu Direktur Utama dalam membuat keputusan , kebijaksanaan, dan strategi dalam pengembangan perusahaan.
5) Melaksanakan koordinasi dengan Direksi lainnya
6) Menyusun kebijaksanaan dan strategi Perusahaan dalam bidang operasional instalasi air limbah
d. Direktur Adm/Keuangan
Direktur Adm/Keuangan bertugas dibawah dan bertanggung jawab kepada direktur utama.
Fungsi dan tugas – tugasnya adalah :
1) Menyelenggarakan kebijaksanaan dan strategi Perusahaan dalam Bidang Administrasi dan Keuangan.
2) Memberikan pertimbangan kepada Direktur Utama dalam hal penempatan, pengangkatan, dan pemberhentian karyawan dan staf di dalam lingkup tugasnya.
3) Membantu Direktur Utama dalam membuat keputusan, kebijaksanaan, dan strategi dalam pengembangan perusahaan.
4) Melaksankan koordinasi dengan Direksi lainnya
5) Menyusun kebijaksanaan dan strategi Perusahaan dalam Bidang Administrasi dan Keuangan.
6) Mengendalikan seluruh pelaksanaan pencatatan akuntansi.
7) Mengkoordinasikan, menyusun RABP / RAK perusahaan.
8) Mengendalikan keuangan perusahaan.
Untuk melaksanakan tugas dan fungsi dari PDAM Tirtansai Sumatera Utara, masing-masing divisi memiliki tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
1. Kepala Divisi Perencanaan Air Minum
a. Merencanakan dan melaksanakan program kerja Disivi Perencanaan Air Minum.
b. Memberikan rekomendasi atas spesifikasi yang dibutuhkan oleh semua Unit Kerja Bidang air minum yang belum ditetapkan standardnya.
c. Menetapkan kebijaksanaan, strategi, berupa pedoman perencanaan standard biaya material dan pelaksanaan untuk pekerjaan perpipaan, sipil, mekanikal, elektrikal, dan mengevaluasinya secara berkala.
d. Menyusun standar harga satuan barang (material) dan upah (jasa) untuk seluruh Unit Kerja dan dievaluasi sesuai perkembangan.
e. Memeriksa, menganalisa, dan mensyahkan Rencana Anggaran Biaya, Break Down Analisa Volume dan Gambar Design rencana kerja pekerjaan perbaikan perpipaan, sipil, mekanikal, elektrikal dan investasi yang diusulkan oleh Unit Kerja.
f. Merencanakan dan mengendalikan program kerja Bidang gambar teknik.
g. Melaksanakan pemeliharaan, penyimpanan data jaringan pipa, gambar-gambar teknik dan dokumen lainnya bersifat teknik untuk seluruh Unit Kerja, Cabang, dan Instalasi.
2. Kepala Divisi Penanggulangan Kehilangan Air.
a. Merencanakan dan melaksanakan program kerja Divisi Penanggulangan Kehilangan Air.
b. Meneliti dan mengevaluasi penyebab kebocoran fisik dan non fisik dan membuat rekomendasi untuk pencegahan dan penanggulangannya.
c. Melakukan patroli, mendeteksi, dan mencari kebocoran air minum pada pipa transmisi, pipa distribusi, pipa dinas sambungan pelanggan dan hasil temuan dilaporkan kepada Direksi serta disampaikan keada Unit Kerja Cabang dan Divisi Transmisi-Distribusi untuk segera diperbaiki dan ditindaklanjuti.
d. Melakukan patroli dan pemeriksaan meter air pelanggan untuk mengantisipasi terhadap pencurian air minum, sambungan liar, tenpa meter, by pass, kerusakan meter air minum dan hasil temuan dilaporkan
kepada Direksi seerta disampaikan kepada Unit kerja Cabang untuk segera diproses lanjut dan ditindaklanjuti.
e. Memproses dan melaksanakan pekerjaan perbaikan/ rehabilitasi sistem DMA / blok pendistribusian air minum baik bak meter loop, meter induk (meter distribusi air ) diwilayah pelayanan Cabang Zona-1 dan Zona-2.
f. Merencanakan dan melaksanakan pengembangan sistem DMA/ blok pendistribusian air minum diwilayah pelayanan Cabang 1 dan Zona-2.
g. Mengurangi atau menekan tingkat kehilangan air minum secara fisik dan non fisik.
h. Meneliti dan mengevaluasi meter air minum yang bermasalah dan merekomendasikan penggunaan meter air minum.
i. Menyampaikan saran dan rekomendasi kepada Direksi tentang langkah-langkah yang diambil untuk megurangi kehilangan air
3. Kepala Divisi Peralatan Teknik
a. Merencanakan dan melaksanakan program kerja Divisi Peralatan teknik.
b. Melaksanakan pengelolaan dan pemeliharaan peralatan mekanikal, elektrikal, sistem komputer, dan peralatan komunikasi perusahaan.
c. Memuat, merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan program aplikasi komputer kartu perawatan/ pemeliharaan peralatan mekanikal, elektrikal, sistem komputer, dan peralatan komunikasi perusahaan.
d. Melakukan pencatatan inventarisasi Aset Teknik yaitu peralatan peralatan mekanikal, elektrikal, sistem komputer, dan peralatan komunikasi perusahaan serta dilengkapi buku petunjuk.
e. Menyampaikan kepada Divisi Aset Manajemen hal setiap ada penambahan aset Perusahaan (pembelian aset baru) dan pengurangan aset Perusahaan disebabkan kondisi aset sudah rusak tidak dapat di pergunakan lagi serta dilengkapi dengan data dokumen aset pendukungnya agar mendapatkan data inventarisasi aset perusahaan kondisi update terbaru.
f. Menjalankan, menerapkan,dan mengevaluasi sistem Manajemen Mutu, Lingkungan, Resiko, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di unit kerjanya yang saat ini dilaksanakan yaitu berkaitan dengan sistem, prosedur, standard, kebijakan, peraturan-peraturan, dan edaran untuk perubahan lebih baik (Continual Improvement).
g. Melaksanakan perbaikan dan perawatan atas kerusakan atau gangguan pada peralatan mekanikal dan elektrikal di instalasi Pengelolaan Air Minum (Nilai RAB pekerjaan ≥ Rp 50 Juta), Booster Pump, Stasiun Pompa, Cabang Zona-2, Kantor Pusat dan lainnya yang disampaikan oleh instalasi Pengelolaan Air Minum, Divisi Transmisi dan Distribusi, Divisi Umum dan Divisi terkait.
h. Merekomendasikan pembuatan alat-alat bantu yang bersifat teknik atau memperbaiki peralatan kerja teknik diseluruh sistem kerja Perusahaan.
i. Melakukan uji coba terhadap barang peralatan teknik maupun peralatan elektronik sebelum dipergunakan Perusahaan (pengadaan baru).
j. Mengatur dan mengendalikan jadwal perbaikan dan pemeliharaan barang-barang teknik yang dipergunakan Perusahaan.
4. Kepala Divisi Pengelolaan Air Minum
a. Merencanakan dan melaksanankan program kerja Divisi Pengolahan Air Minum
b. Merencanakan dan mengatur produksi air minum sesuai dengan kebutuhan Divisi Pengolahan Air Minum.
c. Menetapkan jumlah produksi air minum yang dihasilkan oleh masing-masing instalasi pengolahan air minum.
d. Menetapkan kebutuhan maupun pengembangan peralatan pemeriksaan kualitas air minum diseluruh unit kerja.
5. Kepala Divisi Transmisi-Distribusi
a. Merencanakan dan melaksanankan program kerja Divisi Transmisi-Distribusi.
b. Melaksanakan pengkajian terhadap sistem Transmisi-Distribusi maupun permasalahan air minum.
c. Mengetahui dan merekomendasikan usulan cabang pemasaran air minum zona-1 dan zona-2 permohonan sambungan baru distribusi panjang diatas 50 meter untuk disyahkan oleh Divisi Perencanaan Air Minum.
6. Kepala Divisi Hubungan Langganan
a. Merencanakan dan melaksanankan program kerja Divisi Hubungan Langganan.
b. Melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan langganan dan pemasaran di cabang zona-1 dan zona-2.
c. Melakukan patroli dan pemeriksaan ulang stand meter air pelanggan untuk memeriksa pemakaian air minum pelanggan menabung/ tekor dan golongan tarif niaga dan non niaga diseluruh cabang dan hasil temuan dilaporkan kepada Direksi serta disampaikan ke Unit Kerja cabang untuk segara diproses lanjut dan ditindaklanjuti.
d. Melaksanakan pengkajian terhadap peluang pemasara maupun permasalahan air minum.
7. Kepala Divisi Operasional Pelayanan Air Limbah
a. Merencanakan dan melaksanankan program kerja Divisi Operasional Pelayanan Air Limbah.
b. Mengendalikan pengoperasian central pumping station, lift pump station, manhole-manhole berikut bangunan dan fasilitas operasional pelayanan air limbah.
c. Membuat dan menyampaikan laporan tentang permasalahn atau gangguan pada peralatan mekanikal, elektrikal, dan operasional pelayan air limbah.
d. Merencanakan pengembangan dan penyempurnaan sistem jaringan perpipaan air limbah dan meneruskannya kepada Divisi Perencanaan Air Limbah.
e. Mempersiapkan ketentuan dan peraturan menyangkut standard operasi prosedur dalam hubungan pelayanan terhadap pelanggan air limbah.
f. Menindaklanjuti keluhan maupun tanggapan dari pelanggan air limbah.
g. Melakukan pemeriksaan dan pengaturan secara rutin terhadap seluruh jaringan perpipaan air limbah termasuk stasiun pompa, manhole, dan lain-lain yang bertujuan mengendalikan operasional pelayanan pelanggan air limbah.
8. Kepala Unit Bengkel
a. Merencanakan dan melaksanankan program kerja Unit Bengkel.
b. Menyusun, Melaksanakan, dan mengevaluasi jadwal pemeliharaan bengkel meter air dan mobil angkutan kendaraan dinas perusahaan.
c. Membuat, merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan program aplikasi komputer kartu perawatan/ pemeliharaan perawatan bengkel meter air
9. Kepala Divisi Pengolahan Dan Pengembangan Air Limbah
a. Melakukan studi kelayakan untuk kegiatan pengembangan pengolahan Air Limbah
c. Melakukan perawatan dan pemeliharaan seluruh sarana proses pengolahan air limbah.
10. Kepala Divisi Perencanaan Air Limbah
a. Merencanakan dan melaksankan program kerja Divisi Perencanaan Air Limbah.
b. Membuat standard design dan menyusun standard kerja Bidang air limbah dan syarat-syarat yang diperlukan
c. Mengkoordinir perhitungan Rencana Anggaran Biaya pekerjaan perbaikan dan investasi Bidang air limbah dalam perencanaan keperluan divisi-divisi air limbah.
d. Merencanakan, mengesyahkan, mengawasi design dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya pekerjaan pengembangan pengolahan dan pengembangan jaringan peroipaan air limbah
e. Menetapkan kebijakan/ strategi berupa pedoman perencanaan standard biaya pelaksanaan pekerjaan air limbah untuk pekerjaan sipil, mekanikal, elektrikal dan mengevaluasi secara berkala.
11. Kepala Divisi Sistem Informasi Manajeman
a. Merencanakan dan melaksanakan program kerja Divisi Sistem Informasi Manajemen.
b. Merencanakan, membuat, merawat, mengembangkan, dan memperbaiki setiap program aplikasi yang dibutuhkan seluruh Unit Kerja Perusahaan
c. Monitoring program aplikasi pengiriman data DSML Cabang dan tagihan rekening air minum dan retribusi air limbah melalui Payment Point Online Banking (PPOB) setiap hari.
d. Mencetak, mensortir, dan menyerahkan DRD dan rekening air minum dan retribusi air limbah pelanggan tertentu kepada Divisi keuangan.
12. Kepala Divisi Keuangan
a. Merencanakan dan melaksanakan program kerja Divisi Keuangan
b. Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan serta pengeluaran Perusahaan
c. Monitoring penerimaan tagihan rekening air minum dan retribusi air limbah melalui Payment Point Online Banking (PPOB) setiap hari
d. Menindaklanjuti permasalahan terhadap pembayaran tagihan rekening air minum dan retribusi air limbah melalui Payment Point Online Banking (PPOB) setiap hari.
e. Melakukan rekonsiliasi terhadap pembayaran tagihan rekening air minum dan retribusi air limbah melalui Payment Point Online Banking (PPOB) setiap hari.
f. Melaksanakan optimalisasi dalam pelaksanaanr realisasi anggaran pendapatan dan biaya Perusahaan.
g. Mengatur dan menyusun rencana pembayaran hutang jangka [anjang dan jangka pendek Perusahaan
13. Kepala Divisi Umum
a. Melaksanakan pengadaan barang-barang kebutuhan Perusahaan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
b. Memenuhi permintaan barang-barang tertentu sesuai dengan kualitas secara efektif dan efisien.
c. Melakukan monitoring aplikasi program komputer pengadaan / persediaan barang di seluruh Unit Kerja.
c. Melakukan monitoring aplikasi program komputer pengadaan / persediaan barang di seluruh Unit Kerja.