• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUANG MUSIK

Dalam dokumen PERATURAN KEPENGHUNIAN (Halaman 43-51)

Jam operasi Ruang Musik dari jam 9:00 Pagi – 7:00 Malam (Senin-Jumat) Jam operasi Ruang Musik dari jam 8:00 Pagi – 9:00 Malam (Sabtu/Minggu/Hari Libur Nasional)

Hanya penghuni yang diijinkan menggunakan Ruang Musik. Pengunjung tidak diperbolehkan menggunakan Ruang Musik.

Pengguna Ruang Musik harus selalu didampingi oleh Guru Musik yang berkompeten. Mohon menghubungi Business Centre untuk ketersediaan Guru Musik yang telah diseleksi oleh Badan Pengelola.

Reservasi dan pendaftaran harus dilakukan minimal 2 (dua) hari sebelumnya di Business Center

Apabila ada pembatalan harus diinformasikan ke Business Centre maksimal 1 (satu) hari sebelumnya, jika tidak maka akan diperhitungkan sebagai sesi yang telah digunakan.

Pengguna Ruang Musik harus mengisi check list sebelum dan sesudah penggunaan Ruang Musik.

Pengguna Ruang Musik harus mengambil dan mengembalikan kunci ruang musik di Business Center

Pengguna Ruang Musik harus bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi pada peralatan termasuk biaya perbaikan dari peralatan yang rusak.

Merokok, makanan dan minuman tidak diperbolehkan di dalam Ruang Musik.

RENOVASI UNIT APARTEMEN 1.1. ATURAN UMUM

1.1.1. Pemilik harus menyediakan gambar-gambar perencanaan dan gambar konstruksi kepada Badan Pengelola. (Lihat Prosedur Renovasi), gambar-gambar tersebut terdiri dari :

• Denah Rencana Lantai/Lay Out;

• Rencana Dinding;

• Rencana Plafon;

• Rencana Jaringan/Kabel Listrik, Mekanikal dan Saluran Pipa Air;

• Rencana finishing (misalnya penutup dinding, material lantai, pintu-pintu, jadwal pengerjaan dan penggunaan peralatan).

1.1.2. Pemilik Unit akan mempekerjakan kontraktor-kontraktor yang dibutuhkan dengan biaya ditanggung sendiri. (Badan Pengelola dapat merekomendasikan kontraktor yang memiliki kualifikasi yang baik).

1.1.3 Seluruh spesifikasi material mekanikal, listrik dan pipa-pipa air yang akan digunakan untuk harus sesuai dengan standar kualitas yang digunakan oleh The Pakubuwono Residence.

1.1.4 Pemilik tidak boleh memperbesar / memperluas area-basah (misalnya memperluas kamar mandi melebihi ukuran standar) dan tidak dapat memindahkan saluran-saluran pembuangan/ saniter.

1.1.5 Seluruh pekerjaan konstruksi untuk renovasi - setelah disetujui Badan Pengelola - hanya dapat dilakukan setelah serah terima Unit dari pengembang kepada pemilik dilakukan.

1.1.6 Seluruh gambar rencana renovasi harus memperoleh persetujuan Badan Pengelola sebelum renovasi dilaksanakan.

1.1.7 Pemilik Unit harus membayar uang jaminan renovasi dan biaya bahan-bahan pelindung kepada Badan Pengelola.

1.1.8 Jumlah deposit yang harus dibayarkan oleh pemilik dan akan dibayarkan kembali tanpa bunga setelah renovasi selesai, dikurangi biaya atas kerusakan yang disebabkan oleh pekerja, kontraktor/ pemilik/penghuni ditentukan oleh Badan Pengelola.

1.1.9 Biaya Bahan-bahan Pelindung untuk penggantian atas bahan- bahan yang dibutuhkan untuk menutupi dan melindungi dinding dan lantai lift barang / layanan serta lantai koridor dari lift barang/layanan ke Unit yang direnovasi ditentukan oleh Badan Pengelola.

1.2 EKSTERIOR

1.2.1 Dilarang untuk merubah tampilan, gedung, struktur, finishing, dan elemen-elemen serta bahan-bahan mekanik, jaringan listrik dan pipa air.

1.2.2 Dilarang memasang fitur-fitur tambahan seperti tralis, peralatan peneduh,tanaman dan Iain-lainnya pada bangunan atau railing-railingnya.

1.3 INTERIOR

1.3.1 Elemen struktur gedung seperti kolom-kolom, palang/pilar beton, jaringan vertikal kabel listrik dan pipa air pada ruang shaft tidak dapat dirubah atau dipindahkan.

1.3.2 Membersihkan dan merawat peralatan AC didaerah plafon harus dilaksanakan agar dapat berfungsi dengan baik setiap saat.

1.3.3 Dilarang menggantung apapun langsung pada dinding pra-cetak baik dari dalam maupun dari luar.

1.3.4 Beban daya listrik tidak boleh melebihi kapasitas panel listrik.

1.3.5 Barang pernik-pernik seperti saklar listrik, outlet telepon, konektor TV tidak dapat dipindahkan tanpa persetujuan Badan Pengelola terlebih dahulu.

1.3.6 Kualitas dari seluruh produk mekanikal, listrik dan pipa air dan instalasinya harus sama atau lebih baik dari standar yang digunakan bangunan.

1.3.7 Untuk menjaga agar tampilan eksterior bangunan serasi, seluruh penutup jendela/ pintu yang terlihat dari luar agar menggunakan warna putih/ sejenis.

1.3.8 Untuk alasan keamanan, pintu besi di bagian belakang tidak dapat dirubah atau dihilangkan dan agar tetap dijaga tampaknya agar tetap sama.

1.3.9 Berat barang yang akan dipasang/ diletakan di dalam Unit tidak boleh melebihi 200 kg per m2 dan 50 kg per m2 untuk balkoni.

1.3.10 Penghuni yang akan memasang kabinet/lemari kayu di dalam Unit masing-masing, agar sudah memprosesnya dengan obat-obatan anti rayap, untuk menghindari pemeriksaan rayap pada Unit tersebut dan bangunan sekitarnya.

1.4 GAMBAR KERJA

Badan Pengelola tidak akan mengerjakan perencanaan atau gambar kerja bagi kepentingan pemilik Unit atau kontraktornya.

1.5. ADMINISTRASI GAMBAR KERJA

Pemilik unit harus mempersiapkan satu set Gambar Akhir Renovasi (As Build Drawing) dan menyerahkannya kepada Badan Pengelola. Jika pemilik unit tidak menyediakan Gambar Akhir Renovasi, maka Badan Pengelola dapat menyediakannya dengan konsekuensi memotong dari Deposit. Jumlah tersebut adalah 2.5% dari total deposit, dan pemilik unit akan diberikan salinan dari Gambar Akhir Renovasi (As Build Drawing).

1.6 KONTRAKTOR

Badan Pengelola dapat merekomendasikan beberapa kontraktor yang baik kepada pemilik Unit.

1.7 DISCLAIMER/PEMBEBASAN DAR! TANGGUNG-JAWAB

Badan Pengelola tidak bertanggung jawab atas kerugian/ kehilangan barang-barang pemilik Unit atau kontraktornya.

II. PROSEDUR RENOVASI II.1 PERMOHONAN PELAKSANAAN RENOVASI

II.1.1 Pemilik Unit atau penghuni yang ingin melaksanakan pekerjaan renovasi pada Unitnya harus memperoleh persetujuan tertulis dari Badan Pengelola sebelum pekerjaan dimulai.

II.1.2 Permohonan untuk memperoleh persetujuan pelaksanaan pekerjaan dibuat dengan menggunakan Formulir FOl - Formulir Aplikasi Fit-out. Untuk mendapatkan formulir ini hubungi Urusan Kepenghunian di Lobi Resepsi pada masing-masing menara.

Il.1.3 Pemilik Unit atau penghuni yang mengisi formulir aplikasi ini harus memasukan:

1. Lingkup pekerjaan renovasi yang akan dilaksanakan.

2. Jadwal kerja kontraktor.

3. Nama kontraktor yang ditunjuk sebagai pelaksana.

4. Dua bundel gambar rencana kerja dan jalur kabel listrik dan perubahannya, bila ada.

5. Rencana denah lantai/lay out, potongan dan gambar detil untuk pekerjaan interior.

II.1.4 Formulir aplikasi dan lampirannya harus dikirimkan ke kantor Badan Pengelola di tingkat PI dari Menara Sandalwood (ditujukan kepada Koordinator Fit-Out).

Il.1.5 Koordinator Fit-Out akan menghubungi pemilik Unit atau penghuni dan mengatur untuk pembahasan pekerjaan renovasi yang diajukan.

II.2. PERSETUJUAN TERHADAP PERMOHONAN RENOVASI

II.2.1 Koordinator Fit-Out akan memeriksa permohonan dan gambar-gambar rencana renovasi yang telah diajukan oleh pemilik serta akan memberikan persetujuan/

penolakan terhadap surat permohonan tersebut.

II.2.2 Seluruh biaya yang akan dikeluarkan oleh Badan Pengelola dalam rangka pekerjaan renovasi ini seperti kedap-air (water-proofing), sistem pengamanan kebakaran, dan sebagainya, harus dibayar dimuka kepada Badan Pengelola.

II.2.3 Seluruh kontraktor yang ditunjuk harus menyampaikan permohonan untuk memperoleh ijin keamanan paling tidak 3 (tiga) hari sebelum pekerjaan dimulai.

(Kirim Formulir F02 - Formulir Ijin Kerja Fit-Out).

II.2.4 Seluruh kontraktor dan para pekerjanya harus mendaftarkan diri setap hari ke pos-pos keamanan sebelum melaksanakan pekerjaan renovasi.

II.2.5 Seluruh kontraktor dan para pekerjanya akan diberi kartu pas tamu yang harus senantiasa dikenakannya pada saat mereka berada dalam Unit atau bangunan.

II.2.6 Hanya ada 1 (satu) orang pengawas dari kontraktor yang oleh Petugas Keamanan, diberi kartu akses untuk menggunakan lift barang/layanan untuk penghantaran barang-barang/bahan-bahan bangunan dan pekerja lainnya ke dalam Unit.

II.2.7 Jika terjadi pergantian pekerja yang ditunjuk oleh kontraktor, kontraktor harus melaporkan perubahan tersebut kepada Badan Pengelola paling tidak 1 (satu) hari sebelum pekerja baru mulai bekerja.

II.2.8 Masuk ke dalam Kompleks: Seluruh kontraktor dan pekerjanya harus masuk dari pintu masuk Jalan Ophir.

II.2.9 Seluruh pekerja kontraktor harus menjalani program orientasi kebakaran dan keselamatan gedung yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola.

II.3. TANGGUNG JAWAB PEMILIK/PENGHUNI

II.3.1 Pemilik atau penghuni bertanggung jawab atas tindak- tanduk kontraktor dan pekerja yang ditunjuknya dan harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

1. Kontraktor harus mengendalikan kebisingan yang berlebihan pada saat renovasi.

2. Seluruh barang/bahan bangunan harus di bungkus dan disimpan serta di paket secara baik ketika didistribusikan kedalam/keluar Unit.

3. Tidak diperbolehkan menyimpan barang/bahan diluar Unit.

4. Semua puing-puing harus dimasukan dalam pembungkus bahan bangunan dan sampah-sampah harus dibuang setiap hari oleh kontraktor tersebut dan dibawa keluar dari bangunan.

5. Dilarang menggunakan Lift penumpang oleh kontraktor dan / atau pekerjanya.

6. Dilarang mengebor atau menge-las listrik tanpa mendapatkan persetujuan Badan Pengelola.

7. Pengecatan ulang hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengelola.

8. Seluruh pekerjaan yang dapat menimbulkan bau tidak sedap hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Badan Pengelola, dan kontraktor harus melakukan upaya meminimalisir bau yang ditimbulkannya

II.3.2 Pemilik atau penghuni setuju untuk memperbolehkan Badan Pengelola memasuki Unitnya selama jam kerja untuk melakukan inspeksi pekerjaan renovasi untuk memastikan apakah kontraktor mematuhi Prosedur Renovasi.

II.3.3 Penghuni harus mematuhi seluruh aturan detail sebagaimana yang diatur dalam Instruksi Kerja Fit Out

II.4. JAM KERJA

Pekerjaan renovasi, penghantaran dan pemindahan barang-barang dilakukan pada jam-jam berikut:

- Senin - Jumat : 09.00-16.00

- Sabtu, Minggu dan Hari Libur Umum : tidak diijinkan sama sekali

F

ITUR

K

EBAKARAN DAN

K

EAMANAN

1.TANGGA DARURAT

Tangga Darurat berada di koridor layanan di setiap lantai, tersedia dua pintu akses di setiap lantainya.

Lokasi tangga darurat dan jalur keluar diketahui secara jelas melalui rambu petunjuk di setiap lantai.

Tangga Darurat berakhir di lantai dasar. Jalur evakuasi mulai dari tangga darurat di lantai dasar melalui lobi dan menuju keluar dari bangunan melalui pintu utama ke tempat berkumpul yang telah ditetapkan untuk masing-masing menara.

Tangga Darurat diberi tekanan udara untuk mencegah masuknya asap.

Seluruh penghuni dan karyawannya perlu mengenali lokasi Tangga Darurat yang berada di lantainya masing-masing. Disarankan untuk mencoba berjalan turun ke tangga darurat ini agar lebih mengenali jalur evakuasi.

2. SISTEM PENGUMUMAN PUBLIK (PUBLIC ADDRESS SYSTEM)

Sistem Pengumuman Publik mencakup seluruh unit/apartemen dan daerah bersama dalam bangunan. Sistem ini akan digunakan untuk menyampaikan pesan jika terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.

3. ALARM KEBAKARAN

Alarm Kebakaran terletak di kotak hidran di kedua sisi koridor layanan di setiap lantai.

Seluruh penghuni perlu mengenali lokasi alarm terdekat dengan unit mereka.

Untuk mengaktifkan alarm, pecahkan kaca Alarm Kebakaran.

4. SELANG KEBAKARAN

Selang Kebakaran terletak di kotak hidran di kedua sisi koridor layanan di setiap lantai.

Selang Kebakaran hanya digunakan oleh staf Badan Pengelola yang sudah terlatih dalam menggunakan peralatan tersebut.

5. ALAT PEMADAM KEBAKARAN

Alat Pemadam Kebakaran disediakan oleh Badan Pengelola di setiap lantai, juga di setiap unit. Penghuni harus bertanggung jawab merawat Alat Pemadam Kebakaran tersebut agar selalu dalam kondisi yang baik. Segala kerusakan pada Alat Pemadam Kebakaran merupakan tanggung jawab penghuni yang bersangkutan.

6. ALAT PEMERCIK AIR PEMADAM KEBAKARAN (SPRINKLER)

Alat Pemercik Air Pemadam Kebakaran dipasang di seluruh daerah bersama dalam bangunan, serta di seluruh unit. Alat ini peka terhadap panas dan dapat aktif secara otomatis, bila mendeteksi adanya panas.

7. DETEKTOR ASAP

Seluruh unit dan daerah bersama dalam bangunan dilengkapi dengan Detektor asap, panas dan detektor kebocoran gas.

P

ENCEGAHAN

K

EBAKARAN

Resiko kebakaran di dalam unit dapat dikurangi oleh penghuni dan para pekerja rumah mereka, dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana dan selalu waspasda terhadap potensi kebakaran.

Untuk memperkecil resiko kebakaran, setiap saat lakukan tindakan pencegahan sederhana berikut:

1. Memastikan adanya ruang kosong yang memadai di sekitar alat pemercik air pemadam kebakaran dan hindari adanya penghalang apapun yang dapat membatasi efektifitas kerja alat tersebut pada saat aktif bila terjadi kebakaran.

2. Jangan membebani sirkuit listrik secara berlebihan dengan menghubungkan terlalu banyak peralatan ke satu stop kontak dengan menggunakan beberapa adapter.

3. Periksa secara rutin kondisi kabel-kabel listrik dan sambungan-sambungannya, kabel tanpa dilindungi insulator perlu segera mendapat perhatian.

4. Peka apabila tercium bau yang tidak lazim terkait dengan bau plastik terbakar atau meleleh.

5. Jangan menyimpan cairan yang mudah terbakar atau bahan berbahaya lainnya di dalam unit.

6. Pastikan tidak ada puntung rokok yang masih menyala dibuang ke dalam keranjang sampah kertas atau plastik.

7. Baca petunjuk penggunaan alat pemadam kebakaran dan simpan dalam kondisi siap pakai di dalam dapur. Pembantu rumah tangga perlu terbiasa dengan petunjuk tersebut. Jangan menggunakan air untuk memadamkan kebakaran yang ditimbulkan oleh listrik atau minyak.

8. Periksa apabila terdapat bau gas.

9. Bila sedang tidak memasak, matikan kompor gas. Jangan tinggalkan peralatan memasak dalam keadaan hidup dan bekerja.

10. Jauhkan bahan masak memasak yang mudah terbakar, dari nyala api, misalnya minyak, dan simpan dalam tempat tertutup.

11. Jangan merokok di ranjang.

Dalam dokumen PERATURAN KEPENGHUNIAN (Halaman 43-51)

Dokumen terkait