BAB V UJI COBA DAN EVALUASI
5.4 S KENARIO 2
Pada skenario 1 ini akan digunakan tipe permintaan nonseasonal merubah penentuan pada batas atas (hMt) dan batas bawah jam kerja (hmt) dan merubah penentuan total jam kerja (H). Asumsi pengerjaan dilakukan pada bulan pertama dan minggu pertama.
Pola kebutuhan permintaan yang seasonal 1 peak seperti pada Gambar 5.10 :
permintaan seasonal dengan 1 peak
0 50 100 150 200 250 300 350 400
1 5 9 13 17 21 25 29 33 37 41 45 49 minggu
permintaan permintaan seasonal
dengan 1 peak
Gambar 5.10 Permintaan seasonal 1 peak
65
Uji coba dilakukan untuk mencari nilai pendapatan yang paling besar, dan jumlah produksi yang harus dilakukan setiap minggu. Penentuan batas atas dan bawah yang fleksibel seharusnya memberikan nilai yang lebih besar daripada yang tidak fleksibel.
Hasil setelah uji coba :
1. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [40, 40]
Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 119790
Waktu komputasi = 206.497000
2. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [40, 42]
Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 123990
Waktu komputasi = 860.216931
3. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [39, 42]
Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 125260
Waktu komputasi = 820.9605
4. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [38, 44]
Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 128910
Waktu komputasi = 1842.529000
5. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [38, 38]
Penentuan total jam kerja = 1748 Pendapatan yang didapat = 111990
Waktu komputasi = 236.490000
6. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [35, 35]
Penentuan total jam kerja = 1610 Pendapatan yang didapat = 97260
Waktu komputasi = 142.024000
Dari hasil pengaturan jam kerja diatas diperoleh pola kebutuhan produksi, inventory dan lost demand. Seperti pada Gambar 5.11 dan 5.16 :
seasonal 1 peak [40 40]
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jumlah produk
inventory produksi lost demand permintaan
Gambar 5.11 Seasonal 1 peak dengan H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [40 40]
Pada Gambar 5.11 pada pola permintaan seasonal 1 peak produksi tinggi hanya terjadi pada saat sebelum dan sesudah minggu libur 9 dan 10, produksi yang tinggi pada 3 minggu sebelum minggu libur yaitu pada minggu 6-8 menyebabkan terjadinya jumlah inventory yang sangat banyak. Produksi tinggi pada minggu 11-18 untuk menghindari jumlah lost demand yang berlebih pada minggu ke 10. Sedangkan tingginya lost demand pada minggu ke 30 dan 31 disebabkan karena permintaan selama 2 minggu berturut-turut sampai pada minggu ke 32 dan 33 tidak dapat dipenuhi, sedangkan pada minggu ke 34 dan 35 produksi tinggi dikarenakan karena untuk memenuhi permintaan pada minggu ke 32 dan 33 dimana minggu tersebut adalah minggu libur.
67
seasonal 1 peak [40 42]
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jam kerja
inventory produksi lost demand permintaan
Gambar 5.12 Seasonal 1 peak dengan H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [40 42]
Pada Gambar 5.12 hampir sama seperti pada Gambar 5.11 hanya saja pada minggu ke 7-8 dan 11-16 produksi tinggi karena jam kerja fleksibel dan untuk memenuhi permintaan pada minggu ke 10 agar tidak terjadi lost demand. Sedangkan pada minggu ke 34-35 produksi sangat tinggi karena untuk memenuhi permintaan pada minggu libur sebelumnya, hal ini dilakukan untuk menghindari lebih banyaknya lost demand. Selain dari minggu-minggu sebelum dan sesudah minggu-minggu libur, hampir semua produksi bisa mengikuti permintaan. Sedangkan tidak adanya inventory pada antara minggu ke 26-29 disebabkan karena produksi selalu mengikuti permintaan sehingga tidak adanya permintaan yang berlebih.
permintaan seasonal 1 peak [39,42]
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jumlah produk
inventory produksi lost demand permintaan
Gambar 5.13 Seasonal 1 peak dengan H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [39 42]
Pada Gambar 5.13, dibandingkan dengan jam kerja sebelumnya yaitu jam kerja [40 42] mengalami sedikit perbedaan terutama pada bagian inventory pada minggu ke 5-9 hal ini memang disebabkan karena penggunaan jam kerja yang sedikit lebih fleksibel dibandingkan sebelumnya. Dilihat dari jumlah angka inventory pada jam kerja [40 42] sudah mencapai angka 350an sedangkan inventory pada jam kerja [39 42] hampir mencapai angka 350 atau kira-kira masih sekitar 330an. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan fleksibilitas jam kerja meskipun sedikit bisa membawa pengaruh pada hasil hasil perhitungan.
69
seasonal 1 peak [38 44]
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jumlah produk inventory
produksi lost demand permintaan
Gambar 5.14 Seasonal 1 peak dengan H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [38 44]
Pada Gambar 5.14 jam kerja yang ditetapkan lebih fleksibel sehingga produksi bisa menjadi lebih tinggi terutama pada bagian sebelum dan sesudah minggu libur, hal ini bisa dilihat pada inventory yang kecil pada minggu ke 6-9 disebabkan karena perusahaan berusaha untuk memenuhi permintaan dengan menerapkan produksi yang tinggi pada minggu ke 7 dan 8, jam kerja yang lebih fleksibel juga menyebabkan terjadinya lebih banyak produksi terutama pada minggu-minggu 11-16. Sama seperti sebelumnya produksi tinggi hanya terjadi pada minggu-minggu awal dan akhir minggu-minggu libur kecuali pada minggu-minggu libur 30-34 dimana produksi tinggi hanya terjadi pada saat setelah minggu libur produksi tinggi. Meskipun ditetapkan jam kerja yang lebih fleksibel yaitu [38 44] tetapi masih belum dapat meredam lost demand yang tinggi pada minggu ke 30 dan 31.
seasonal 1 peak [38 38]
0 50 100 150 200 250 300 350 400
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jumlah produk inventory
produksi lost demand permintaan
Gambar 5.15 Seasonal 1 peak dengan H=1748 jam kerja batas atas dan bawah [38 38]
Pada Gambar 5.15 jam kerja ditetapkan sama dengan rata-rata pertahun 38 jam, tidak seperti Gambar 5.11, lost demand pada minggu 10 lebih tinggi hal ini dikarenakan produksi tidak dapat memenuhi permintaan, karena terhalang oleh jam kerja yang hanya mematok 38 jam untuk perminggunya dan adanya inventory yang kurang pada minggu ke 5-9. Penetapan jam kerja yang lebih rendah ini menyebabkan produksi terutama pada saat sebelum dan sesudah minggu libur menjadi sedikit. Imbas dari penetapan ini adalah pendapat yang tidak besar, karena selain barang yang diproduksi tidak banyak juga adanya lost demand yang tinggi.
71
seasonal 1 peak [35 35]
0 50 100 150 200 250 300 350 400
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu
jumlah produk inventory
produksi lost demand permintaan
Gambar 5.16 Seasonal 1 peak dengan H=1610 jam kerja batas atas dan bawah [35 35]
Pada Gambar 5.16 dimana jam kerja ditetapkan sama dengan rata-rata pertahun 35 jam, menyebabkan banyaknya lost demand yang terjadi, tidak seperti penetapan jam kerja sebelum sebelumnya lost demand pada penetapan jam kerja ini malah terjadi pada minggu ke 9 dan 10, banyak faktor yang mempengaruhinya selain karena inventory yang lebih rendah dibandingkan jam kerja sebelumnya juga, jumlah barang yang diproduksi juga rendah bahkan pada beberapa minggu seperti terlihat pada minggu ke 6-8 dan 11-20 produksi malah dibawah level permintaan pasar. Imbas dari penetapan jam kerja ini adalah pada pendapatannya yang lebih kecil dari penetapan jam kerja sebelumnya.
Waktu perhitungan untuk tiap penentuan jam kerja, Gambar 5.17 :
Waktu Komputasi pola permintaan seasonal 1 peak
0
jam kerja batas atas dan bawah
detik Waktu Komputasi pola
permintaan seasonal 1 peak
Gambar 5.17 Waktu komputasi seasonal 1 peak
Pada Gambar 5.17 menjelaskan tentang waktu komputasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil optimal dari model pengaturan jam kerja pada pola permintaan dengan 1 seasonal, disini dapat dilihat meskipun jam kerja [38 38] lebih lama dari jam kerja [35 35] dan [40 40] tetapi semakin fleksibel maka jam kerja waktu yang dibutuhkan akan semakin lama untuk memperoleh hasil yang didapat.
Pendapatan perusahaan berdasarkan fleksibilitas penentuan jam kerja, seperti pada Gambar 5.18 :
Pendapatan pola permintaan seasonal 1 peak
0
jam kerja batas atas dan bawah
$
Pendapatan pola permintaan seasonal 1 peak
Gambar 5.18 Pendapatan pada tipe permintaan seasonal 1 peak Analisis skenario 2
73
Pada Gambar 5.18 menjelaskan tentang pendapatan yang diperoleh dari permintaan seasonal 1 peak, dapat dilihat bahwa pendapatan akan semakin meningkat apabila jam kerja lebih fleksibel atau rata-rata jam kerja lebih tinggi.
5.4.1 Analisis skenario 2
Dari beberapa kali ujicoba pada skenario 1 dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Pendapatan yang dapat diperoleh lebih tinggi apabila menggunakan jam kerja batas atas dan bawah lebih fleksibel seperti terlihat pada Gambar 5.14.
2. Meskipun waktu komputasi pada jam kerja [38 38] sedikit lebih tinggi dari pada [40 40] tetapi bagaimanapun juga waktu komputasi pada jam kerja yang fleksibel masih lebih lama dan waktu komputasi pada jam kerja dengan rata-rata 35 lebih rendah dari manapun.
3. Adanya produksi tinggi pada 34 dan 35, digunakan untuk mengurangi lost demand pada minggu libur 32 dan 33.
4. Adanya lost demand tinggi pada jam kerja [38 38] dan [35 35]
disebabkan karena produksi setelah minggu libur tidak tinggi bahkan seperti terlihat pada Gambar 5.16 jumlah produksi malah kurang dari permintaan menyebabkan lost demand tinggi.