• Tidak ada hasil yang ditemukan

S KENARIO 1

Dalam dokumen DALAM JARINGAN RANTAI PASOK (Halaman 82-92)

BAB V UJI COBA DAN EVALUASI

5.3 S KENARIO 1

Pada skenario 1 ini akan digunakan tipe permintaan nonseasonal merubah penentuan pada batas atas (hMt) dan batas bawah jam kerja (hmt) dan merubah penentuan total jam kerja (H). Asumsi pengerjaan dilakukan pada bulan pertama dan minggu pertama.

Pola kebutuhan permintaan yang nonseasonal seperti pada Gambar 5.1 :

permintaan nonseasonal

290 300 310 320 330 340 350 360

1 5 9 13 17 21 25 29 33 37 41 45 49 minggu

permintaan

permintaan nonseasonal

Gambar 5.1 Permintaan nonseasonal

Uji coba dilakukan untuk mencari nilai pendapatan yang paling besar, dan jumlah produksi yang harus dilakukan setiap

55

minggu. Penentuan batas atas dan bawah yang fleksibel seharusnya memberikan nilai yang lebih besar daripada yang tidak fleksibel.

Hasil setelah uji coba :

1. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [40, 40]

Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 153135

Waktu komputasi = 14.951000

2. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [40,42]

Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 159120

Waktu komputasi = 390.341283

3. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [39,42]

Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 161280

Waktu komputasi = 117.549027

4. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [38, 44]

Penentuan total jam kerja = 1840 Pendapatan yang didapat = 165480

Waktu komputasi = 237.271000

5. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [38, 38]

Penentuan total jam kerja = 1748 Pendapatan yang didapat = 140070

Waktu komputasi = 9.303000

6. Penentuan jam kerja batas atas dan bawah = [35, 35]

Penentuan total jam kerja = 1610 Pendapatan yang didapat = 116670

Waktu komputasi = 6.329000

Dari hasil pengaturan jam kerja diatas diperoleh pola kebutuhan produksi, inventory, dan lost demand. Seperti pada Gambar 5.2 sampai 5.7 :

nonseasonal [40 40]

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlah produk

inventory produksi lost demand permintaan

Gambar 5.2 Nonseasonal H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [40 40]

Pada Gambar 5.2 dengan jam kerja yang tidak fleksibel [40 40] produksi yang dihasilkan tidak melebihi dari jumlah 400 dimana produksi tinggi pada minggu-minggu sebelum minggu libur yaitu pada minggu ke 6-8 dan 27-29 dan setelah minggu libur 11-17 dan 34-40. Karena jam kerja yang tidak fleksibel hal ini berpengaruh pada jumlah inventory yang besar dibandingkan dengan jam kerja yang fleksibel, hal ini dikarenakan perusahaan tidak dapat memproduksi lebih banyak karena terbentur jam kerja yang tidak fleksibel.

57

nonseasonal [40 42]

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlah produk

inventory produksi lost demand permintaan

Gambar 5.3 Nonseasonal H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [40 42]

Pada Gambar 5.3 inventory semakin kecil hal ini dikarenakan jam kerja fleksibel sehingga perusahaan dapat memproduksi dengan lebih banyak lagi, produksi juga dilakukan lebih tinggi pada minggu-minggu awal dan akhir sebelum minggu libur, meskipun hanya 2 minggu sebelum minggu libur dilakukan produksi lebih tinggi tetapi inventory juga kecil, hal ini dilakukan pada minggu tersebut barang yang diproduksi lebih tinggi dari jam kerja yang tidak fleksibel demikian juga dengan jam kerja setelahnya, sedangkan adanya lost demand tinggi pada minggu ke 30-31 hal ini disebabkan karena produksi tinggi hanya untuk memenuhi permintaan sebelumnya, sehingga ketika ada permintaan pada minggu libur maka lost demand tinggi.

permintaan nonseasonal [39,42]

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlahproduk inventory

produksi lost demand permintaan

Gambar 5.4 Nonseasonal H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [39 42]

Pada Gambar 5.4 diatas dengan jam kerja fleksibel [39 42] dibandingkan dengan sebelumnya yaitu jam kerja [40 42]

pada Gambar 5.3 secara rata-rata hampir sama tetapi karena jam kerja ini lebih fleksibel menyebabkan inventory pada minggu-minggu awal lebih rendah hal ini seperti terlihat pada minggu ke 6-9 dibandingkan dengan periode yang sama. Pada minggu ke 30-31 terjadinya lost demand yang tinggi memang disebabkan perusahaan tidak mampu untuk memenuhi permintaan sampai 2 minggu ke depan. Adanya rata-rata produksi yang tinggi hanya terjadi pada saat sebelum dan sesudah minggu–minggu libur, produksi pada minggu-minggu awal sebelum libur digunakan untuk menciptakan inventory sebagai cadangan permintaan apabila dalam minggu libur terjadi permintaan, sedangkan produksi tinggi setelah minggu-minggu libur digunakan untuk memenuhi permintaan pada minggu sebelumnya.

59

nonseasonal [38,44]

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 500

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlah produk inventory

produksi lost demand permintaan

Gambar 5.5 Nonseasonal H=1840 jam kerja batas atas dan bawah [38 44]

Pada Gambar 5.5 dengan jam kerja [38 44] dibandingkan keduanya jam kerja ini lebih fleksibel, perusahaan dapat menetapkan produksi dengan lebih tinggi. Seperti pada minggu sebelum minggu libur yaitu pada minggu ke 8 dan 29 jumlah barang yang diproduksi sangat tinggi, hal ini menyebabkan inventory menjadi turun karena perusahaan hampir dapat

memenuhi permintaan yang ada pada saat itu. Adanya lost demand pada minggu ke 30-31 menyebabkan produksi

minggu ke 34-39 menjadi sangat tinggi, hal ini dilakukan supaya tidak terjadi lost demand lagi.

nonseasonal [38 38]

0 50 100 150 200 250 300 350 400

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlah produk

inventory produksi lost demand permintaan

Gambar 5.6 Nonseasonal H=1748 jam kerja batas atas dan bawah [38 38]

Pada Gambar 5.6 hampir sama seperti pada Gambar 5.2 jam kerja yang ditetapkan tidak fleksibel, tetapi perbedaannya pada jam kerja ini rata-ratanya lebih kecil dari sebelumnya dimana selama satu tahun planning horizon hanya 38 jam, meskipun produksi tidak tinggi dan jumlah inventory tidak terlalu banyak dibandingkan jam kerja yang tidak fleksibel sebelumnya, lost demand yang didapat malah semakin banyak, oleh karena itu pada minggu-minggu setelah minggu libur, produksi tinggu dilakukan sebanyak 8 minggu, hal ini untuk mengurangi lost demand agar tidak terlalu berlebih.

61

nonseasonal [35 35]

0 50 100 150 200 250 300 350 400

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152 minggu

jumlah produk

inventory produksi lost demand permintaan

Gambar 5.7 Nonseasonal H=1610 jam kerja batas atas dan bawah [35 35]

Pada Gambar 5.7 dibandingkan jam kerja sebelum-sebelumnya produksi menjadi semakin kecil karena rata-rata jam kerja pertahun hanya 35 jam. Perusahaan hampir tidak dapat memenuhi permintaan pasar yang tinggi, sehingga terlalu banyak lost demand dan setelah minggu libur meskipun produksi tinggi sampai 8 minggu tetapi tidak mampu untuk memenuhi permintaan sehingga terjadi lost demand yang tinggi.

Waktu perhitungan untuk tiap penentuan jam kerja seperti pada Gambar 5.8 :

Waktu Komputasi pola permintaan nonseasonal

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

[35 35] [38 38] [40 40] [40 42] [39 42] [38 44]

jam kerja batas atas dan bawah

detik Waktu Komputasi pola

permintaan nonseasonal

Gambar 5.8 Waktu komputasi nonseasonal

Pada Gambar 5.8 menunjukkan waktu perhitungan yang dilakukan Tomlab (Holmstrom, 2007) untuk mengoptimasi model pengaturan jam kerja pada pola permintaan yang nonseasonal, dapat dilihat bahwa rata-rata jam kerja yang fleksibel menujukkan perhitungan yang lebih lama dibandingkan jam kerja yang tidak fleksibel, sedangkan jam kerja [40 40] dimana rata-rata jam kerja pertahun adalah 40 jam memerlukan waktu perhitungan yang lebih lama dari pada jam kerja [38 38] dan [35 35]. Meskipun jam kerja fleksibel rata-rata lebih lama dalam perhitungan tetapi apabila dibandingkan antara jam kerja fleksibel [40 42], [39 42], dan [38 44] maka jam kerja [40 42] mempunyai waktu perhitungan yang lebih lama yang mencapai angka hampir 400 detik disusul dengan jam kerja [38 44] yang mencapai sekitar 230 detik dan [39 42] yang hanya mencapai 120 detik. Perbedaan dalam waktu komputasi ini selain disebabkan karena perhitungan iterasi juga karena sumber daya lain seperti misalnya komputer yang digunakan.

63

Pendapatan perusahaan berdasarkan fleksibilitas penentuan jam kerja seperti pada Gambar 5.9 :

Pendapatan pola permintaan nonseasonal

0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000

[35 35] [38 38] [40 40] [40 42] [39 42] [38 44]

jam kerja batas atas dan bawah

$ Pendapatan pola

permintaan nonseasonal

Gambar 5.9 Pendapatan pada tipe permintaan nonseasonal Pada Gambar 5.9 menunjukkan pendapatan pada semua jam kerja yang telah diuji coba pada pola permintaan yang nonseasonal. Dapat dilihat bahwa pendapatan akan semakin tinggi apabila jam kerja semakin fleksibel, hal ini dapat dilihat pada jam kerja [38 44] yang menghasilkan pendapatan paling tinggi dibandingkan yang lainnya.

5.3.1 Analisis skenario 1

Dari beberapa kali ujicoba pada skenario 1 dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Pendapatan yang diterima oleh perusahaan dengan menerapkan pemakaian jam kerja yang lebih fleksibel telah memberikan pendapatan yang lebih besar seperti yang terlihat pada Gambar 5.5.

2. Adanya lost demand yang tinggi pada minggu ke 30 dan 31 diakibatkan karena perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan sampai 2 minggu selanjutnya, hal ini disebabkan minggu libur, dimana ada permintaan tetapi

tidak ada produksi. Bahkan seperti terlihat pada Gambar 5.7 banyak terjadi lost demand karena inventory sebelum minggu libur kecil dan produksi setelah minggu libur juga kecil sehingga perusahaan tidak mampu melayaninya.

3. Meskipun begitu dengan penetapan jam kerja yang tergolong fleksibel membutuhkan waktu komputasi yang lebih lama daripada jam kerja yang tidak fleksibel.

4. Hampir semua produksi tinggi terjadi sebelum dan sesudah minggu libur, hal ini dilakukan untuk menjaga stok persediaan barang selama minggu libur.

Dalam dokumen DALAM JARINGAN RANTAI PASOK (Halaman 82-92)

Dokumen terkait