• Tidak ada hasil yang ditemukan

Muhaimin Hasil Temuan

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

C. Hasil Temuan Penelitian

2. SA Generasi Rabbani

a. Konsep Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Dalam Membangun Budaya Religious Anak

Selanjutnya hasil temuan peneliti yang berupa konsep di SA Generasi Rabbani ini merupakan konsep Alam.Yang di maksud alam disini yaitu para siswa diharapkan taat kepada perintah Allah SWT dan melakukan perbuatan-perbuatan baik dengan ikhlas dengan perantara alam.

Maksudnya untuk mentaati perintah Allah disni maksudnya siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar, dengan menaati perintah Allah SWT, maka siswa akan dekat dengan Allah SWT dan mendapatkan ridho-Nya dalam mencari ilmu. Kemudian ibadah dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik dengan ikhlas yaitu siswa diharapkan mampu melakukan perbuatan-perbuatan baik tanpa pamrih dan pamer.

Dengan begitu para siswa akan menjadi pribadi yang baik, sehingga ketika sudah menyelesaikan belajarnya dari SA Generasi Rabbani Gondanglegi akan menjadi insane yang bersikap baik dan menjadi pribadi yang taat pada perintah Allah SWT.

b. Strategi Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Dalam Membangun Budaya Religious Anak

Sebelum memasuki pada bahasan strategi ini maka yang pertama akan peneliti jabarkan tahapan-tahapan yang digunakan oleh SA Generasi Rabbani Gondanglegi. Sekolah ini memiliki beberapa tahapan dalam Internalisasi nilai-nilai agama Islam yaitu Islamisasi pengetahuan, kesadaran dan penerapan.

Adapun strategi agar-tahapan-tahapan tersebut dapat berproses secara maksimal.Strategistrategi yang digunakan adalah Islamisasi pengetahuan, kesadaran dan penerapan. Dengan adanya strategi ini diharapkan dapat menunjang proses tahapan-tahapan internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membangun budaya religious anak.

Strategi yang pertama adalah Islamisasi pengetahuan, yang mana guru berusaha memberikan penjelasan kepada siswa tentang nilai-nilai agama Islam.Strategi ini digunakan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa.

Selanjutnya menggunakan strategi kesadaran yang mana disini dipengaruhi oleh guru dengan beberapa pemahaman tentang nilai-nilai agama Islam, yang mana nantinya siswa akan menyukai nilai-nilai agama Islam.

Dan yang terakhir yaitu strategi implementasi, adalah yang mana siswa langsung dilatih atau diajak dengan sebiha sikap yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama Islam dengan adanya sikap yang dilakukannya.Jadi siswa memahami nilai-nilai agama Islam dengan perantara bersikap tersebut.

Selanjutnya disini akan dibahas metode yang dapat digunakan dalam internalisassi nilai-nilai agama Islam untuk membangun budaya religious anak.Metode-metode yang dapat digunakan adalah keteladanan, pembiasaan, dan pendampingan.

Metode keteladanan adalah pemberian contoh kepada siswa, yaitu guru memberikan contoh yang baik kepada siswa karena guru merupakan panutan utama siswa disekolah.Dan guru merupakan pembimbing yang uatama juga di sekolah.

Metode pembiasaan merupakan melatih siswa dengan bersikap yang mencerminkan nilai-nilai agama Islam di dalamnya, sehingga siswa dapat mengmabil makna dari hal tersebut.Selanjutnya adalah metode pendampingan guna membangun budaya religious anak dengan internalisasi nilai-nilai agama Islam dapat dilakukan dengan monitoring, yaitu pembinaan dari orang tua dan guru.dengan adanya monitoring ini bertujuan agar sikap siswa selalu terkawal oleh guru dan orang tua.

c. Hasil Internalisasi Nilai-Nilai Agama Islam Dalam Membangun Budaya Religious Anak.

Setelah berproses panjang dalam internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam membangun budaya religious anak, maka disini peneliti menemukan hasil di SDA Generasi Rabbnai yaitu akhlaq, berikut penjabarannya

1). Akhlaq pada tuhan

Hal ini terindikasi dengan Ibadah tidak hanya taat kepada Allah SWT, akan tetapi berbuat baik yang sesuai dengan nilai-nilai agama Islam dengan ikhlas dan tanpa pamrih merupakan ibadah juga. Oleh sebab itu sekolah ini menginginkan para siswa dan warga sekolah menjadikan semuanya untuk taat beribadah, yang mana di dalamnya terdapat banyak orang-orang yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah dan melakukan perbuatan baik dengan ikhlas dan tanpa pamrih.

Dari penjelasan di atas bahwa sekolah ini menginginkan para siswa taat beribadah, yang mana disini beribadah tidak hanya taat kepada perintah Allah akan tetapi juga melakukan hal-hal yang baik yang sesuai dengan nilai agama

Islam dengan ikhlas. Sebagaimana yang peneliti lihat ketika berada di halaman sekolah ketika waktu istirahat, para siswa sedang bermain di halaman dan ada juga yang berada di kelas, maka ada seorang anak yang bermain tali kemudian mengenai temannya, maka anak itu tidak segan segan untuk langsung meminta maaf. Hal ini merupakan sebuah kesadaran

2). Akhlaq pada diri sendiri

Lebih kepada bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri. 3). Akhlaq pada sesame

Di sekolah ini juga menerima beberapa anak berkebutuhan khusus.Dan untuk penempatan anak-anak berkebutuhan khusus ini di gabung dengan anak biasa. Tetapi anak berkebutuhan khusu ini disediakan pendamping khusus bisa sekolah yang menyediakan atau bawaan dari rumah guna jika anak ini perlu ke kamar mandi atau untuk keperluan khusus tertentu.Adapun penyampuran ini agar anak berkebutuhan khusus tidak minder dan bisa bergaul dengan normal seperti teman-teman yang lainnya.

Dari sini efeknya bisa terlihat bahwasanya anak-anak bisa berbaur dan lebih toleran dengan anak-anak yang berkebutuhan khusus.

4). Akhlaq pada alam

Pembentukan budaya peduli alam/lingkungan akan membentuk siswa lebih peka terhadap alam sekitar. Karena sekolah ini berkonsep alam, maka dengan konsep ini ternyata berhasil membentuk budaya di sekolah ini.Membuat anak lebih tangguh, mandiri, lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

No Nilai Deskriptif indikator 1 Akhlaq pada tuhan Perbuatan yang dilakukan untuk menyembah pada Allah  Sholat dhuha  Sholat berjamaah  Tahfidh 2 Akhlaq pada diri sendiri

Kesadaran pada diri sendiri, bertanggung jawab  Berjiwa pemimpin  Disiplin  Mandiri  Tanggung jawab 3 Akhlaq pada sesame Tanggung jawab kepada sesame

 Melakukan bakti social

 Mengunjungi teman

yang lagi sakit

 Nasehat-menasehati  Toleransi 4 Akhlaq pada alam Cara memperlakukan alam  Bank sampah

 Tidak merusak tanaman

d. LINTAS KASUS

Berdasarkan penelitian ini, maka peneliti mendapatkan hasil yang sebagaimana telah dipaparkan di atas. Adapun persamaan dan perbedaan dari hasil penelitian ini sebagai berikut:

1. Persamaan dalam penelitian ini yaitu terletak pada tahapan dan strategi yang peneliiti temukan di lapangan

2. Perbedaan dalam penelitian ini yaitu terletak pada konsep metode, hasil dan evalu

BAB V