• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sales Profit

Dalam dokumen jbm volume 2 no. 3 mei 2006 (Halaman 92-96)

sebagai berikut :

Operating Profit Margin =

Sales

Profit

Operating

OPM adalah salah satu alat untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan. Tanpa profit, perusahaan tidak akan menarik bagi investor. Oleh karena itu rasio ini sangat penting bagi investor untuk menilai masa depan perusahaan. Dalam memilih investasi saham, investor akan memilih perusahaan yang memiliki OPM yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang hanya memiliki OPM rendah. Bagi investor perusahaan yang memiliki tingkat OPM yang tinggi memberikan indikasi bahwa risiko pada perusahaan tersebut adalah rendah. Dapat dikatakan semakin tinggi OPM akan semakin rendah beta sahamnya, sebaliknya semakin rendah OPM akan mengakibatkan beta sahamnya semakin tinggi.

C.2. Beta

Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Mengetahui beta suatu sekuritas atau beta suatu portofolio merupakan hal yang penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio tersebut.Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistematiknya yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi. Untuk menghitung beta portofolio, maka beta masing-masing sekuritas perlu dihitung terlebih dahulu. Beta portofolio merupakan rata-rata tertimbang dari beta masing-masing sekuritas. Mengetahui beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk (Jogiyanto, 1998).

Beta sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data histories. Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjutnya dapat digunakan untuk mengestimasi beta masa mendatang. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa beta histories mampu menyediakan informasi tentang beta masa depan (Elton dan Gruber : 1994). Beberapa beta historis berdasarkan jenis data yang akan digunakan yaitu:

1. Beta pasar

Dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-nilai histories return dari sekuritas

dan return dari pasar selama periode tertentu, misalnya 60 bulan untuk return

bulanan atau 200 hari untuk return harian. 2. Beta akuntansi

Beta akuntansi dapat dihitung dengan menggunakan data histories yang berupa data akuntansi seperti laba perusahaan dan laba indeks pasar. (Jogiyanto, 2000).

3. Beta fundamental

Dapat diestimasi dengan menggunakan data histories berupa variabel-variabel fundamental perusahaan (Dividen pay out, asset growth, leverage, dan lainnya) (Jogiyanto, 2000).

Bagian dari risiko sekuritas yang dapat dihilangkan dengan membentuk portofolio yang

well-diversified disebut dengan risiko yang dapat didiversifikasi (diversifiable risk) atau risiko perusahaan (company risk) atau risiko spesifik (specific risk) atau risiko unik (Unique risk) atau risiko yang tidak sistematik (unsystematic risk). Karena risiko ini unik untuk suatu perusahaan, yaitu hal yang buruk terjadi di suatu perusahaan dapat diimbangi dengan hal yang baik terjadi diperusahaan lain, maka risiko ini dapat didiversifikasi di dalam portofolio. Contoh dari diversifiable risk adalah pemogokan buruh, tuntutan dari pihak lain, penelitian yang berhasil atau tidak berhasil dan lain sebagainya.

Sebaliknya, risiko yang tidak dapat didiversifikasikan oleh portofolio disebut dengan

nondiversifible risk atau risiko pasar (market risk) atau risiko umum (general risk) atau risiko sistematik (systematic risk). Risiko ini terjadi karena kejadian-kejadian di luar kegiatan perusahaan, seperti inflasi, resesi, dan lain sebagainya. Risiko total (total risk)

merupakan penjumlahan dari diversifiable dan nondiversifiable risk sebagai berikut : Risiko total = Risiko dapat di-diversifikasi + Risiko tidak dapat di-diversifikasi

= Risiko perusahaan + risiko pasar

= Risiko tidak sistematik + risiko sistematik = Risiko spesifik (unik) + risiko umum

Gambar 3. berikut ini menunjukkan risiko total dan komponennya yang berupa risiko yang dapat di-diversifikasi dan risiko yang dapat didiversifikasi.

Gambar 3. Risiko Total, risiko yang dapat di-diversifikasi dan yang tidak dapat risiko fortofolio (%) Risiko dapat di-diversifikasi

Atau risiko perusahaan

Atau risiko spesifik

Atau risiko unik

Atau risiko tidak sistematik

Risiko

total Risiko tidak dapat di-diversikfikasi

Atau risiko pasar atau risiko umum Atau risiko sistematik

Jumlah

saham

Estimasi Nilai Beta

Metode yang paling banyak digunakan untuk menetukan beta adalah cara penaksiran dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta masa itu, yang kemudian dipergunakan sebagai taksiran beta masa datang. Dengan menggunakan persamaan regresi dari single indeks model maka beta untuk tiap saham dapat dihitung seperti tampak pada Gambar 4. Beta saham tidak akan merupakan kemiringan (scope) garis regresi tersebut. Beta menunjukkan pergerakan vertikal (stock return) per unit pergerakan horizontal (market return). Semakin besar beta, menunjukkan semakin peka pergerakan harga saham tersebut terhadap pergerakan haraga saham di pasar, sehingga semakin tinggi risikonya.

Gambar 4. Garis Regresi Untuk Mengukur Beta Saham Rit β

α

Rmt

Alpha merupakan intersep dari garis regresi, nilai alpha merepresentasikan return saham yang diakibatkan oleh faktor-faktor di luar pergerakan pasar atau dikenal sebagai

independent component. Nilai alpha dan beta dapat bernilai positif, negatif atau nol.

Jerome (1987).

Saham-saham dengan beta lebih besar dari satu (β > 1) digolongkan sebagai saham-saham agresif (aggressive stock) karena saham melonjak lebih cepat daripada pasar dalam situasi boom (bull market) sebaliknya jatuh lebih tajam daripada pasar pada situasi lesu (bear market), saham-saham jenis ini lebih peka sehingga mempunyai risiko yang tinggi. Saham-saham dengan beta kurang dari satu (β < 1) digolongkan sebagai saham-saham defensive (defensive stocks), keuntungan saham ini berfluktuasi kurang dari kondisi pasar secara keseluruhan. Saham-saham dengan beta sama dengan satu, merupakan saham-saham netral karena pergerakan return saham sejalan dengan market

return. Estimasi besarnya risiko sistematis (β) dihitung dengan menggunakan formula

standar (Elton/Gruber: 1995) sebagai berikut :

βi = m im 2

σ

σ

=

( )( )

[ ]

( )

[ ]

=

=

N t mt

R

mt

R

it

R

1 2 mt

R

-1

t mt

R

-it

R

N

Keterangan;

βi : Resiko sistematis untuk saham i

σ

im : kovarian antara return saham Ri dengan market return RM.

σ

2

im : varian market return.

it

R

: Rata-rata dari return on security

mt

R

: rata-rata dari market return

Penggunaan konsep model indeks tunggal dalam menaksir, beta memerlukan penaksiran beta dari saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio. Cara lain adalah dengan menggunakan data histories untuk menghitung beta waktu lalu yang dipergunakan sebagai taksiran beta di masa yang akan datang. Secara sistematis, model indeks tunggal adalah sebagai berikut :

Ri =

α

i + βiRm +

e

i

Keterangan:

Ri : return saham i

Rm : return indeks pasar

Dalam dokumen jbm volume 2 no. 3 mei 2006 (Halaman 92-96)

Dokumen terkait