Yth. Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, KP3K, KKP
Yth. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran Yth. Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI
Yth. Ketua Masyarakat Iktiologi Indonesia
Yth. Para Kepala Balai Lingkup Balitbang KP, serta
Para Peneliti dan Pemerhati Konservasi Sumber Daya Ikan Yang saya Banggakan
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
Mengawali sambutan ini, saya ingin mengajak semua yang hadir untuk memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas ijin dan rahmat-Nya kita dapat berada di sini untuk menghadiri acara Forum Nasional Pemacuan Sumber Daya Ikan Ke 3.
Saudara–saudara sekalian yang saya hormati
Indonesia sebagai negara kepulauan sekitar 70% dari wilayahnya atau 5,8 juta km2 merupakan perairan laut dengan panjang pantai sekitar 95.181 km. Disamping perairan laut, Indonesia juga memiliki perairan umum daratan dengan luas 54 juta hektar yang terdiri dari sungai dan rawa banjiran, danau, waduk, dan rawa. Wilayah perairan Indonesia tersebut memiliki sumber daya produk kelautan dan perikanan yang besar. Perairan laut kita dihuni oleh lebih dari 2000 jenis ikan, sedangkan perairan umum daratan dihuni lebih dari 1000 jenis ikan. Potensi sumber daya ikan di perairan laut ditaksir sebesar 6,4 juta ton per tahun dengan produksi ikan yang telah dicpai pada tahun 2010 sebesar 4,8 juta ton, sedangkan potensi sumber daya ikan di perairan umum daratan ditaksir sebesar 3,1 juta ton per tahun dengan rata-rata produksi ikan yang telah dicapai sekitar 300.000 ton. Lemahnya pencatatan data produksi ikan di perairan umum daratan menyebabkan angka produksi yang tercatat masih jauh lebih rendah dari kenyataan di lapangan. Potensi sumber daya ikan yang cukup besar ini dapat diandalkan bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia jika dikelola secara rasional,
dengan memperhatikan keseimbangan antara tingkat eksploitasi dengan tingkat rekrutmen dari jenis-jenis ikan yang tersedia serta menjaga kualitas lingkungannya. Perairan umum daratan sebagai salah satu wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia juga berperan penting sebagai sumber protein dan ketahanan pangan, sumber ekonomi masyarakat, sumber lapangan kerja, sumber plasma nutfah dan genetik, sumber devisa negara dan pendapatan asli daerah serta objek wisata.
Dewasa ini eksploitasi sumber daya ikan di perairan laut yang termasuk dalam 11 WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) RI, umumnya sudah menunjukkan tingkat ekploitasi yang optimum, bahkan tingkat eksploitasi beberapa stok ikan sudah menunjukkan tingkat eksploitasi berlebih (over exploitation). Kerusakan terumbu karang sebagai habitat penting bagi kelangsungan hidup sumber daya ikan yang terus meningkat di perairan laut juga memicu penurunan stok sumber daya ikan. Kondisi ini juga diperparah dengan maraknyaIUU Fishing.
Di perairan umum daratan, eksploitasi sumber daya ikan di beberapa badan air juga sudah menunjukkan eksploitasi berlebih sehingga beberapa jenis ikan ekonomis penting menjadi langka atau terancam punah. Penurunan sumber daya ikan tersebut juga dipercepat dengan menurunnya kualitas lingkungan perairan karena pencemaran, perubahan dan hilangnya habitat karena pembendungan sungai dan alih fungsi lahan rawa, serta penangkapan dengan menggunakan racun, listrik dan bahan peledak.
Paradigma “pro-green” atau “pro-sustainability” dalam pembangunan perikanan yang merupakan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu mendapatkan dukungan serta tindak lanjut pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu, upaya pengelolaan dan konservasi sumber daya ikan merupakan strategi penting yang harus dilaksanakan bagi tercapainya pemanfaatan sumber daya ikan secara optimum dan lestari. Pemahaman mengenai perlunya pengelolaan sumber daya perikanan secara konferehensif dimana keterkaitan dengan aspek lingkungan dan manusia merupakan inti permasalahan keseimbangan yang perlu ditangani secara bijak. Upaya pengelolaan sumber daya perikanan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan sumber daya atau produksi saja, tapi harus dapat
mengintegrasikan keseluruhan sub sistem dalam sistem pengelolaan sumber daya perikanan.
Tiga komponen yang saling terkait dalam pengelolaan sumber daya perikanan yaitu habitat sebagai tempat hidup, ikan sebagai komoditas dan manusia yang terlibat dalam proses kegiatan tersebut. Adapun prinsip pokok pengelolaan sumber daya perikanan adalah:
1. Pembangunan yang memperhatikan kelestarian lingkungan, sadar dan berbuat untuk memelihara kelestarian sumber daya alam dan lingkungannya
2. Pengelolaan perikanan, melaksanakan penataan kegiatan perikanan sehingga dicapai tingkat pemamfaatan sumberd aya ikan yang optimum dan lestari
3. Perencanaan pengelolaan perikanan, menentapkan rencana pengelolaan perikanan secara baik dan memenuhi kebutuhan pemanfaatan sumber daya ikan
4. Pemangku kepentingan, sebagai subjek utama yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan perikanan
5. Membentuk badan pengelola yang mempunyai otoritas dalam penyususan rencana, pelaksanaan dan monitoring serta evaluasi pengelolaan perikanan 6. Kesepakatan pengambilan keputusan di antara pemangku kepentingan, 7. Peraturan/perundangan, kesepakatan yang diterjemahkan dalam susunan
aturan dalam rencana perikanan dalam hukum positif.
Saudara – saudara yang saya hormati,
Pengelolaan perikanan merupakan semua upaya, termasuk proses yang terintergrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan keputusan, alokasi sumber daya ikan dan implementasi, serta penegakan hukum dari peraturan perundang – undangan di bidang perikanan yang dilakukan oleh otoritas lain yang diarahkan untuk mencapai produktivitas sumber daya hayati perairan dan tujuan yang telah disepakati.
Konservasi sumber daya ikan dapat dilakukan dengan cara menetapkan kawasan konservasi baik ditujukan untuk konservasi kawasan, konservasi jenis maupun konservasi genetik.
Di perairan laut, untuk meningkatkan stok ikan dan konservasi sumber daya ikan dilakukan dengan menetapkan daerah refugia, kawasan konservasi dan rehabilitasi habitat terumbu karang.
Di perairan umum daratan, upaya pengelolaan perikanan secara rasional dan konservasi sumber daya ikan yang bertujuan untuk melestarikan sumber daya ikan dan meningkatkan hasil tangkapan ikan dapat dilakukan melalui beberapa opsi sebagai berikut:
1. peningkatan stok ikan (stock enhancement) yang dapat dilakukan melalui upaya penebaran (stocking), penebaran kembali (restocking) atau introduksi ikan dengan pendekatan kehati-hatian.
2. pemulihan sumber daya ikan melalui upaya rehabilitasi habitat dan atau pembentukan suaka perikanan (protected area)
3. penetapan regulasi penangkapan dan peraturan perikanan lainnya
4. pembentukan kelembagaan pengelolaan, pengawasan dan pengendalian yang diikuti dengan upaya penegakan hukum (law enfrocement)
Opsi–opsi pengelolaan yang akan dipilih sangat bergantung pada kondisi perairan, sosial-ekonomi dan masyarakat nelayan setempat.
Saudara-saudara yang saya banggakan,
Pengelolaan perikanan tidak hanya mengelola sumber daya ikannya tetapi harus dilakukan secara terpadu, bersifat adaptif dan melibatkan pemanfaat di sektor non perikanan. Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) mengisyaratkan bahwa setiap Negara yang ikut serta dalam pengelolaan perikanan, melalui suatu kerangka kebijakan, hukum dan kelembagaan yang tepat harus mengadopsi langkah-langkah untuk konservasi jangka panjang dan pemanfaatan sumber daya ikan yang berkelanjutan. Langkah-langkah konservasi dan pengelolaan tersebut haruslah didasarkan pada bukti ilmiah yang akurat yang tersedia dan dirancang untuk menjamin kelestarian pada tingkat sasaran pemanfaatan yang optimum dan mempertahankan ketersediaannya untuk generasi
kini dan mendatang. Di samping itu, agar sumber daya ikan, baik di laut maupun perairaan umum daratan ini tetap dapat menjadi andalan nasional, maka seluruh pemangku kepentingan harus bekerjasama untuk mengelolanya dengan rasional. Dalam hal ini, saya melihat, berkumpulnya para pakar, peneliti, pengambil kebijakan dan praktisi perikanan di sini sebagai pertanda baik bagi terjalinnya komunikasi, saling tukar menukar informasi ilmiah antar pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pemacuan stok dan konservasi sumber daya ikan.
Hadirin yang berbahagia
Dengan merujuk kepada hal di atas, maka saya menyambut baik Forum Pemacuan Sumber Daya Ikan III yang diadakan oleh Balai Penelitian Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Ikan, Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumber Daya Ikan (P4KSI) ini. Mengakhiri sambutan saya ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara forum ini. Semoga Tuhan senantiasa membimbing upaya kita dalam memajukan ilmu pengetahuan terutama di bidang kelautan dan perikanan demi kesejahteraan bangsa dan negara.
Akhir kata, dengan mengucap ”Bismillahirohmannirahim”, saya buka secara resmi Forum Pemacuan Sumber Daya Ikan III ini. Selamat berdiskusi dan selamat berseminar. Terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Bandung, 18 Oktober 2011
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan,