• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

III. 3. 2 Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil dari seluruh populasi yang akan diteliti

(Arikunto 2010:174). Untuk menentukan jumlah sampel dari penelitian ini

digunakan rumus Slovin:

� =

�+(�)(�²) Keterangan :

� = ukuran sampel N = ukuran populasi

�= 334 1 + (334)(0,01) �= 334 1 + 3,34 �= 334 4,34 �= 76,9 dibulatkan menjadi � = 77

Total sampel yang diperlukan untuk penelitian ini adalah 77 orang.

Namun, karena pedagang tersebut terdiri dari tiga jenis pedagang yang menjual

tiga jenis dagangan yang berbeda, maka diperlukan penentuan sampel untuk

masing-masing kelas, yaitu dengan menggunakan rumus :

= ��

.

Keterangan :

ni

= jumlah sampel menurut stratum n = jumlah sampel seluruhnya

Ni = jumlah populasi menurut stratum N = jumlah populasi seluruhnya

Berdasarkan rumus tersebut selanjutnya dapat dihitung besar sampel dari

masing-masing jenis pedagang yaitu sebagai berikut :

Tabel III. 2

Jumlah Sampel Pedagang

Klasifikasi Perhitungan Jumlah Sampel

Pedagang pakaian 167 334 x 77 = 38,5 39 Pedagang buah-buahan 28 334 x 77 = 6,4 6 Pedagang sayur-sayuran 33 334 x 77 = 7,6 8

Pedagang daging, ayam dan ikan 36

334 x 77 = 8,2 8

Pedagang kelontong 70

334 x 77 = 16,1 16

Jumlah 77

Sumber : Hasil pengolahan data primer

Dari tabel II. 2 maka jumlah sampel untuk setiap jenis pedagang didapat

sebagai berikut, 39 orang pedagang pakaian, 6 orang pedagang buah-buahan, 8

orang pedagang sayuran, 8 orang pedagang daging, ayam dan ikan, serta 16 orang

III. 4 Hipotesis

Menurut Arikunto (2010:110) hipotesis dapat diartikan sebagai suatu

jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai

terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ho : Tidak ada perbedaan signifikan disebabkan oleh dampak keberadaan

waralaba toko modern terhadap volume penjualan pedagang Pasar

Tradisional “Pajak Sore” Padang Bulan Medan

H1 : Ada perbedaan signifikan disebabkan oleh dampak keberadaan waralaba

toko modern terhadap volume penjualan pedagang Pasar Tradisional “Pajak

Sore” Padang Bulan Medan

III. 5 Definisi Konsep

Konsep adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu objek

secara abstrak. Konsep digunakan untuk menyederhanakan pemikiran dengan

penggunaan istilah tertentu. Variabel, indikator, maupun skala pengukuran yang

diadakan pada penelitian akan lebih mudah dipahami dengan adanya konsep.

Dengan demikian, untuk memperjelas penelitian ini, yang menjadi defenisi

konsep disini adalah sebagai berikut:

1. Dampak merupakan suatu akibat yang disebabkan oleh sesuatu dan

mempengaruhi keadaan seseorang atau kelompok.

2. Waralaba adalah hak istimewa (privilege) yang terjalin atau diberikan

pemberi waralaba (franchisor) kepada penerima waralaba (franchisee)

3. Indomaret adalah salah satu jenis waralaba toko modern dengan sistem

pelayanan mandiri dimana penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara

langsung. Pembeli cukup melihat label harga yang tercantum dalam

barang (barcode). Indomaret disini adalah yang berdiri di Kelurahan

Padang Bulan medan.

4. Alfamart juga merupakan salah satu jenis waralaba toko modern dengan

sistem pelayanan mandiri dimana penjual dan pembeli tidak bertransakasi

secara langsung. Pembeli cukup melihat label harga yang tercantum dalam

barang (barcode). Alfamart disini adalah yang berdiri di Kelurahan

Padang Bulan medan.

5. Carrefour adalah sebuah kelompok waralaba supermarket internasional

yang juga menerapkan sistem manajemen modern dengan pelayanan

mandiri.

6. Volume penjualan adalah jumlah barang yang terjual dalam bentuk uang

untuk jangka waktu tertentu

7. Pedagang adalah orang yang menawarkan barang dagangannya dalam

sebuah pasar untuk memperoleh keuntungan. Pedagang disini adalah

pedagang di Pasar Tradisional Pasar Sore Padang Bulan, Medan

8. Pasar tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh

pemerintah, pemerintah daerah, swasta, badan usaha milik negara, dan

badan usaha milik daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan

tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh

usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang

dagangan melalui tawar-menawar, yang dalam penelitian ini adalah Pasar

Tradisional Pasar Sore Padang Bulan, Medan.

III. 6 Defenisi Operasional

Definisi operasional variabel bebas (independent variable) adalah ciri ciri

penampilan dari waralaba toko modern.

1. Placement adalah karakteristik pajangan atau susunan dari produk yang

tertata rapi dalam etalase yang baik, teratur dan menarik dipandang mata

konsumen.

2. Product adalah poduk yang berkualtias sesuai dengan kebutuhan, berkualitas

baik biasanya dijamin (minimal secara psikologis) oleh suatu merek yang

paten

3. Price adalah harga yang relatif lebih murah untuk kualitas produk yang

serupa dibandingkan dengan yang dijual di lokasi lain.

4. Promotion adalah suatu upaya yang dilakukan secara efektif dan efisien oleh

pihak waralaba tentang kualitas produk dan pelayanan mereka melalui jalur

informasi dan promosi dagang

5. Riset dan Pengembangan adalah upaya yang lazim dilakukan industri modern

didalam usaha merebut pasar yang lebih luas yaitu melakukan riset dan

pengembangan berbasis informasi kepuasan pelanggan dan lain-lain.

6. Sistem Informasi yaitu upaya pihak perusahaan waralaba melakukan

komunikasi tentang informasi-informasi yang akurat disekitar prose bisnis

7. Kenyaman Lingkungan yaitu hasil pencermatan dan persiapan dari

pengusaha menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman dipersepsi

pelanggannya, bersih, tidak becek, tidak berdesak-desakan dan tidak bau.

8. Kerjasama dalam jaringan yaitu tentang kondisi kerjasama yang baik diantara

sesama anggota franchise karena semua pihak harus sama sama mendukung

usaha perdagangan yang sama-sama menguntungkan.

9. Sekuritas pada Pembelanja adalah kepastian keamanan selama berada di

lingkungan toko waralaba. Pihak perusahaan selalu memperhatikan faktor

keamanan pelanggan dari gangguan-gangguan keamanan seperti misalnya

Satpam dan sarana kesehatan serta pencegahan bahaya api atau bencana lain.

10. Legalitas yaitu kondisi yang lazimnya menjadi ciri khas perusahaan waralaba

dimana ada ikatan hukum yang menaungi proses perdangan yang legalitasnya

umumnya lebih terjamin.

III. 7 Variabel Operasional dan Model Pengukuran

Variabel-variabel adalah konsep yang secara empiris dapat diukur atau

dinilai oleh pihak responden yaitu pemilik usaha dagang atau pedagang tradisonal.

Dalam penelitian ini yang menjadi variable bebasnya adalah 10 karakteristik

pemasaran yang umumnya dicitrakan oleh waralaba toko modern, yang secara

bervariasi dimiliki pula oleh masing-masing pedagang tradisional. Nilai-nilai dari

variabel tersebut dinilai sendiri oleh pewawancara berdasarkan observasi

Variabel bebas (independent variable) adalah karakteristik khas dari

semua perusahaan modern yang menjalankan prinsip franchising. Pernyataan itu

telah banyak ditelaah dalam kerangka teori minimal tentang aplikasi marketing

mix (bauran pemasaran) yang mengutamakan ciri variabel product (produk),

placement (tata letak), pricing (harga) dan promotion (promosi/informasi). Pada

teori lain bahwa pemasaran membutuhkan fasilitas yang dipersepsi lebih nyaman,

lebih aman dan kepastian kualitas pelayanan oleh pihak pemakai produk.

Masing-masing komponen variabel bebas tersebut dinilai menurut persepsi

dan kesadaran dari pihak responden, seberapa nilai dari item kuesioner yang

ditanyakan dijawab dalam skala kualitatif Skala Likert. Nilai pencapaian pada

awalnya itu dinilai dalam skala kualitatif (skala Likert) mulai dari: (1) sangat

tidak setuju, (2) tidak setuju, (3) kurang setuju, (4) setuju dan (5) sangat setuju.

Variabel terikat (dependent variable) adalah pertambahan atau

pengurangan tingkat pendapatan atau penjualan yang diakui oleh masing-masing

responden. Pertanyaan tidak diarahkan untuk nilai nominal atau rupiah karena

nilai nominal antar pedagang berbeda. Selain itu akan sangat mustahil mendapat

pengakuan jumlah nominal yang jujur oleh pihak responden. Penilaian pencapaian

itu dibuat dalam skala kualitatif (skala Likert) menilai secara kualitatif mulai dari:

Karena data kualitatif tidak berupa angka, sedangkan statistik hanya bisa

bisa memproses yang berupa angka, maka data kualitatif harus dikuantifikasikan

atau diubah menjadi data kuantitaif. Pengubahan bisa dilakukan dengan cara

memberi skor tertentu (dikotomi) atau bisa juga dengan memberi ranking

(Santoso 2000:5)

Pada penelitian ini digunakan dengan cara meranking. Kemudian untuk

menentukan kategori jawaban responden terhadap masing-masing alternatif

jawaban apakah tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah

terlebih dahulu menentukan interval kaegori jawaban responden masing-masing

variabel kedalam 5 interval yaitu :

a. Interval 1 dengan range 0 – 20%

b. Interval 2 dengan range >20% - 40%

c. Interval 3 dengan range >40% - 60%

d. Interval 4 dengan range >60% - 80%

e. Interval 5 dengan range >80% - 100%

Hasilnya akan memberi nilai yang valid menjadikan pengukuran yang

setara dengan nilai kuantitatif. Nilai kuantitatif tersebut yang seterusnya dipakai

III. 8 Kerangka Kosep Penelitian

Adapun kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dirumuskan

dengan kerangka sederhana sebagai berikut:

Variabel Bebas Variabel Terikat

Gambar III.1

Kerangka Konsep Penelitian

1. Placement

2. Product

3. Price

4. Promotion

5. Riset dan pengembangan

6. Sistem Informasi

7. Kenyamanan dalam

lingkungan

8. Kerjasama dalam jaringan

9. Sekuritas pada pembelanja 10.Legalitas Rasio Pertumbuhan 1. Kunjungan 2. Penjualan

III. 9 Teknik Pengumpulan Data III. 9. 1 Jenis dan Sumber Data

Sumber data adalah subjek dari mana data diperoleh. Data pada penelitian

terdiri dari 2 jenis yaitu:

a. Data primer. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung

memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono 2012:402). Sumber

data primer pada penelitian ini adalah para pedagang yang ada di Pasar

Tradisional “Pajak Sore” Padang Bulan Medan.

b. Data Sekunder. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung

memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau

lewat dokumen. Sumber data sekunder pada penelitian ini adalah pihak

Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dan PD Pasar Padang Bulan

Medan.

III. 9. 2 Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini antara lain:

a. Metode angket (kuesioner). Metode kuesioner merupakan teknik

pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya

(Sugiyono 2012:199). Metode angket ini digunakan untuk memperoleh

data primer. Kuesioner (angket) akan dibagikan kepada pedagang di Pasar

Tradisional “Pajak Sore” Padang Bulan Medan untuk diminta menjawab

daftar pertanyaan mengenai dampak yang mereka rasakan dari keberadaan

b. Sedangkan data sekunder, dilakukan dengan menggunakan Metode Studi

Pustaka. Di dalam pengumpulan data studi pustaka penulis memperoleh

data-data dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dan PD Pasar

Tradisional “Pajak Sore” Padang Bulan, Medan.

III. 10 Teknik Analisis Data

III. 10. 1 Uji Validitas dan Realiabilitas

Uji validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya

mencapai sasarannya. Suatu angket dikatakan valid (sah) jika pertanyaan pada

suatu angket mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh angket

tersebut (Santoso 2000:270).

Sedangkan reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu

alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Suatu angket dikatakan

reliabel (andal) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau

stabil dari waktu ke waktu (Santoso 2000:270).

Karena data pada penelitian ini adalah data berskala yaitu Skala Likert,

maka pengujan dilakukan dengan menggunakan Alfa Cronbach.

Dokumen terkait