• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.2 Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2017:81) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Sugiyono (2015:82) terdapat dua teknik sampling yang dapat digunakan, yaitu:

1. Probability Sampling 2. Non Probability Sampling

Teknik pegambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Menurut Sugiyono (2017) Teknik non-probability sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang/kesempatan sama bagi setiap populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu:

1. Masyarakat Kota Medan 2. Berusia minimal 17 tahun

3. Pernah membeli produk Mie Samyang Minimal 2 Kali

Apabila jumlah populasi dalam suatu penelitian berukuran besar dan tidak diketahui jumlahnya secara pasti, maka sampel yang digunakan dalam penelitian dapat diambil berdasarkan rumus unknown population dari Rao Purba dalam Ghazali (2011), yaitu :

n =

n = n = 96,04

Keterangan :

n : Jumlah sampel

Z : Tingkat kepercayaan yang dibutuhkan dalam penelitian (95% = 1.96) Moe : Margin of error (kesalahan maksimal yang dapat ditoleransi sebesar

10% atau 0,1)

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diperoleh jumlah sampel yang diteliti sebanyak 96,04 responden yang dibulatkan menjadi 96 responden. Namun untuk meminimalisir kesalahan terhadap jawaban responden maka peneliti menyebarkan 100 kuesioner kepada responden serta juga lebih mudah dalam melakukan perhitungan.

3.4 Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan. (Sugiyono, 2012). Hipotesis dalam penelitian ini yaitu :

1. H01 : Labelisasi Halal tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan.

2. H𝑎1 : Labelisasi Halal berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan.

3. H02 : Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan.

4. H𝑎2 : Harga berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan.

5. H03 : Labelisasi Halal dan Harga secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk

Samyang Kota Medan.

6. H𝑎3 : Labelisasi Halal dan Harga secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan.

3.5 Definisi Konsep

Defenisi konsep dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Labelisasi Halal

Labelisasi halal adalah pencantuman tulisan atau pernyataan halal pada kemasan atau produk untuk menunjukkan bahwa produk yang dimaksud berstatus sebagai produk halal (Rangkuti, 2010).

2. Harga

Menurut Kotler dan Amstrong (2011) dalam Sari (2017) harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk dan jasa atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk dan jasa..

3. Keputusan Pembelian

Menurut Kotler & Amstrong (2014), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli.

3.6 Definisi Operasional

Operasional merupakan penjabaran defenisi variabel dan indikator pada penelitian berupa penjelasan dari konsep yang sudah dirumuskan berupa indikator untuk menguji suatu variabel. Pada penelitian ini terdapat variabel independen dan variabel dependen. Menurut Sugiyono (Panjaitan, 2020) variabel independen

adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat) yaitu labelisasi halal dan harga. Sedangkan variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas yaitu keputusan pembelian.

Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Labelisasi Halal

Pengertian labelisasi halal dalam penelitian ini adalah logo atau gambar yang menyatakan kehalalan suatu produk yang ditempel pada kemasan. (Rangkuti, 2010; Febriani, 2018; Boone dan Kurtz,2010; Kotler dan Keller, 2009). Terdapat tiga indikator labelisasi halal menurut Mahwiyah (2010), antara lain pengetahuan, kepercayaan, dan penilaian terhadap labelisasi halal. Berikut adalah arti dari ketiga indikator tersebut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):

a. Pengetahuan, merupakan suatu informasi yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang. Pengetahuan merupakan informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki; yang melekat dibenak seseorang.

b. Kepercayaan, merupakan keadaan psikologis disaat seseorang menganggap sesuatu itu benar, atau bisa diartikan juga suatu anggapan atau keyakinan bahwa sesuatu yang dipercayai itu benar atau nyata.

c. Penilaian terhadap labelisasi halal, merupakan suatu proses, cara, perbuatan menilai; pemberian nilai yang diberikan terhadap labelisasi halal.

2. Harga

Harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk yang ditukar konsumen atas keunggulan yang dimiliki produk tersebut.

(Assauri, 2014; Kotler dan Amstrong, 2011; Sari:2017; Tjiptono, 2008;

Wulandari, 2018). Adapun yang menjadi inidikator dari variabel harga yaitu:

a. Keterjangkauan harga

b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk c. Daya saing harga

d. Kesesuaian harga dengan manfaat 3. Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian merupakan sebuah proses pengambilan keputusan yang diawali dengan pengenalan masalah kemudian mengevaluasinya dan memutuskan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan. (Kotler dan Amstrong, 2014; Schiffman dan Kanuk, 2014;

Tjiptono 2012; Wijayanti, 2012). Adapun yang menjadi indikator dari variabel Keputusan Pembelian yaitu:

a. Pengenalan Masalah

Proses pembelain dimulai ketika pembeli mengenai masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan dari dalam atau dari luar pembelian.

b. Pencarian Informasi

Konsumen dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber, meliputi : 1) Sumber pibadi: keluarga, teman, tetangga, kenalan

2) Sumber komersial: iklan, tenaga penjual penyalur kemasan, pameran.

3) Sumber public: media massa, organisasi konsumen.

4) Sumber eksprimental: pernah mengalisa , menguji dan menggunakan produk tersebut.

c. Evaluasi Alternatif

Dalam tahap ini tidak ada suatu proses evaluasi yang mudah dan tunggal yang dapat dipergunakan untuk semua konsumen atau bahkan oleh seorang konsumen dalam semua situasi pembelian.

d. Keputusan Pembelian

Tahap ini diawali dengan tahap penilaian berbagai alternatif yang dapat dari atribut-atribut yang melekat pada produk itu, dengan indikasi itu konsumen membentuk pilihan. Namun, ada dua faktor yang mempengaruhi pada saat memilih, yaitu sikap positif atau negatifnya pada orang tersebut terhadap suatu produk.

e. Perilaku Pasca Pembelian

Pembelian merupakan hal yang penting bagi pembeli dan penjual (perusahaan) itu sendiri. Bagi perusahaan adalah penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, namun terdapat hal lain yang harus juga diperhatikan perusahaan yaitu pemegang peranan pembelian dan keputusan untuk membeli.

Tabel 3.1 Definisi Operasional

Variabel Defenisi Variabel Indikator Skala

Labelisasi

Lanjutan tabel 3.1 Defenisi Operasional

suatu produk (Wijayani , 2012)

3.7 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode survei menggunakan kuesioner. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Data Primer

Menurut Sugiyono (2015) data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data yang dimaksud didalam penelitian ini adalah data yang didapatkan melalui kuesioner yang diisi oleh sampel yang dipilih.

2. Data Sekunder

Menurut Sugiyono (2017) data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung yang sifatnya mendukung keperluan data primer seperti buku-buku, literatur dan bacaan yang berkaitan dengan

penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu dengan studi kepustakaan dengan mengumpulkan data dari jurnal, buku, skripsi terdahulu yang relevan dengan penelitian serta studi dokumentasi melalui catatan dan dokumen tertulis.

3.8 Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala likert. Menurut Sugiyono (2017) skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

No. Skala Skor

1. Sangat Setuju (SS) 5

2. Setuju (S) 4

3. Netral (N) 3

4. Tidak Setuju (TS) 2

5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Sugiyono (2017)

3.9 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2012) dalam penelitian kuantitatif, teknik analisis data digunakan untuk menjawab rumusan masalah atau menguji hipotesis yang telah dirumuskan dalam proposal. Oleh karena datanya kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan metode statistik yang sudah tersedia.

3.9.1 Uji Instrumen

Uji instrumen yang dilakukan dalam penelitian ini melalui uji validitas dan uji reliabilitas. Uji instrumen bertujuan untuk menguji pertanyaan yang dibuat di dalam kuesioner atau angket dalam meneliti Pengaruh Labelisasi Halal dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Samyang Kota Medan. Uji instrumen dilakukan untuk mengetahui kelayakan instrumen tersebut sehingga dapat digunakan sebagai instrumen dalam penelitian.

3.9.1.1 Uji Validitas

Uji Validitas menurut Sugiyono (2015), uji validitas adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur 57 ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian. Uji validitas dalam penelitian ini ditentukan dengan mengkorelasikan antara skor yang diperoleh setiap butir pertanyaan atau pernyataan dengan skor total.

Apabila nilai koefisien korelasi (r) antar indikator pertanyaan dengan skor total indikator mempunyai taraf signifikan dibawah atau sama dengan 0,05 (α = 5%), maka indikator pertanyaan yang digunakan dalam instrumen penelitian tersebut adalah valid, sebaliknya jika nilai koefisien korelasi (r) antara indikator pertanyaan dengan skor total indikator mempunyai taraf signifikan di atas 0,05 (α

= 5%), maka indikator pertanyaan yang digunakan dalam instrumen penelitian tersebut tidak valid.

3.9.1.2 Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2015), instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Setelah suatu instrumen diuji validitas nya, maka setelahnya harus dilakukan uji reliabilitas.

Teknik yang digunakan untuk mengukur instrumen reliabel atau tidak yaitu dengan teknik cronbach alpha dengan kriteria :

1. Jika nilai koefisien reliabilitas ˃ 0,60 maka instrumen yang diuji memiliki reliabilitas yang baik atau reliabel terpercaya.

2. Jika nilai koefisien reliabilitas ˂ 0,60 maka instrumen yang diuji tidak reliabel atau tidak terpercaya.

3.9.2 Uji Asumsi Klasik 3.9.2.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. (Kasmadi, 2014). Uji normalitas dilakukan dengan kolmogrov smirnov dengan nilai signifikannya. Jika signifikan > 0,05 maka variabel berdistribusi normal dan jika signifikan < 0,05 maka variabel tidak berdistribusi normal.

Dasar kriteria pengambilan keputusan untuk uji normalitas data yaitu sebagai berikut:

1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak mengikuti arah garis diagonal maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.9.2.2 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terdapat korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2016). Uji multikolinearitas dapat menggunakan kriteria Variance Inflation Factor (VIF) . Apabila VIF > 5 maka disimpulkan bahwa adanya masalah multikolinearitas yang serius dan apabila VIF<5 maka dapat disimpulkan bahwa tidak adanya masalah multikolinearitas yang tidak serius.

3.9.2.3 Uji Heterokedastisitas

Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah terjadi ketidaksamaan varian residual dari suatu pengamatan (Priyatno, 2014) dalam Septianda (2017). Regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heterokedastisitas.

Apabila asumsi tidak terjadinya heterokedastisitas tidak terpenuhi, maka akan berakibat pada sebuah keraguan atau ketidakakuratan pada suatu hasil analisis regresi yang dilakukan (Wulan, 2020). Adapun metode yang digunakan dalam melakukan uji heterokedastisitas adalah dengan teknik uji koefisien Spearman’s rho, yaitu dengan mengorelasikan variabel independen dengan residualnya. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual didapat signifikansi lebih dai 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.10 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis antara pengaruh dua variabel bebas yaitu labelisasi halal (X1) dan harga (X2) terhadap satu variabel terikat yaitu keputusan pembelian (Y). Menurut Sugiyono (2017) persamaan regresi linear berganda yaitu :

Y = α + 𝑏1 𝑋1 + 𝑏2 𝑋2 + ε

Keterangan :

Y : keputusan pembelian produk samyang (variabel dependen) α : Koefisien konstanta

𝑏1, 𝑏2, 𝑏3 : Koefisien regresi untuk masing-masing variabel bebas 𝑋1, 𝑋2 : Labelisasi Halal & Harga (variabel independen) 𝜀 : Variabel error

3.11 Uji Hipotesis

3.11.1 Uji Signifikansi Parsial (Uji T)

Ghozali (2018) mengatakan bahwa uji T digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen.

Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 5% atau sebesar 0,05 (two tailed test) dengan derajat bebas df = n-k = 97, maka dapat diperoleh nilai t tabel sebesar 1,984 (didapat dari T tabel) . Pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji-t didasarkan pada kriteria sebagai berikut:

1. Thitung < Ttabel maka variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat atau H0 diterima dan Ha ditolak.

2. Thitung >Ttabel maka variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat atau H0 ditolak dan Ha diterima.

3. Apabila probabilitas (sig.) < 0.05 maka H0 ditolak 4. Apabila probabilitas (sig.) > 0.05 maka H0 diterima 3.11.2 Uji Signifikan Simultan (Uji F)

Menurut Ghozali (2018: 179) uji-F digunakan untuk menguji apakah terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dengan kelayakan model yang dihasilkan dengan

menggunakan uji kelayakan model pada tingkat α sebesar 5%. Pengambilan keputusan yang digunakan dalam uji-f didasarkan pada kriteria sebagai berikut:

1. Apabila Fhitung > Ftabel maka variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y), maka H0 ditolak. Begitu pula sebaliknya sehingga H0 diterima.

2. Apabila signifikansi (sig.) < 0.05 maka H0 ditolak atau signifikan, sebaliknya H0 diterima

3.11.3 Koefisien Determinan (R2)

Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2018). Menurut Sugiyono (2013: 192) apabila koefisien korelasi sudah diketahui maka dalam mendapatkan koefisien determinasi diperoleh dengan mengkuadratkannya dengan rumus :

Kd = r 2 x 100%

Keterangan :

Kd : Koefisien determinasi R2 : Koefisien korelasi

Adapun ketentuan uji koefisien determinasi yaitu jika R 2 antara nol sampai satu maka tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Jika R 2 semakin besar dan mendekati satu maka semakin kuat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika R2 mendekati nol maka semakin kecil pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusaahaan 4.1.1 Profil Perusahaan

Samyang merupakan sebuah merk mie instan yang berasal dari Korea Selatan. Nama Samyang sendiri adalah nama perusahaan yang memproduksi mie yang terkenal pedas tersebut, yaitu Samyang Food.Inc. Samyang Food.Inc didirikan pada 15 September 1961 oleh Jeon Jung Yoon. Samyang Foods.Inc berdedikasi untuk promosi budaya kehidupan diet, memasok makanan alami yang paling bergizi dan lezat dengan cara yang aman dan nyaman dalam rangka untuk membuat kemajuan yang stabil dari perusahaan dengan kejujuran dan kepercayaan Samyang Food.Inc sekarang memproduksi dan memasok 160 jenis produk seperti susu, es krim, keju, minyak kedelai, kecap, makanan ringan, dll.

Saat ini Samyang Food.Inc beralamat di lokasi 457-1 Kugal-ri, Kihung-eup Yongin-si, Gyeonggi-do Negara Wilayah Korea Selatan.

4.1.2 Logo Perusahaan

Berikut merupakan logo dari perusahaan Samyang Food. Inc : Gambar 4.1

Logo Perusahaan Samyang

Sumber : Logopedia (2021)

4.1.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan Misi Samyang Foods. Inc antara lain adalah:

a. Samyang telah membentuk visi untuk tahun 2020, yang terdiri dalam meletakkan dasar bagi pertumbuhan kualitatif berorientasi masa depan dan mencapai KRW 5 triliun dalam penjualan tahunan pada tahun 2020.

b. Terus membuat upaya bersama untuk memasuki pasar baru di rumah dan di luar negeri.

c. Memperluas portofolio produk bernilai tambah tinggi, dan memperkat potensi pertumbuhannya di masa depan.

4.1.4 Produk Samyang

Terkhusus untuk produk mie instannya, Samyang memiliki beberapa varian rasa diantaranya:

Tabel 4.1

Daftar Produk Mie Samyang

No. Produk Harga

1. Samyang Spicy Chicken Ramen 16.900

2. Samyang Cheese Ramen 21.900

3. Samyang Cool Ramen 19.800

4. Samyang Curry Hot Chicken Flavour 23.000

5. Samyang Nuclear 2x Spicy 22.500

6. Samyang Spicy Chicken Roasted Noodles 23.000 7. Samyang U-dong Japanese Style Flavour Noodle Soup 22.000 Sumber : Guide.id (2021)

Gambar 4.2

Produk Mie Instan Samyang

Sumber : Guide.id (2020) 4.2 Penyajian Data

Pada bab 4 ini penulis akan menyajikan data yang diperoleh dari hasil penelitian di lapangan dengan metode penelitian yang telah dijelaskan di bab sebelumnya. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner yang disebarkan merupakan salah satu cara untuk memperoleh data primer dan diberikan kepada responden yang memenuhi kriteria tertentu. Data yang diperoleh merupakan hasil jawaban pernyataan dari setiap responden. Berikut uraian hasil distribusi data yang diperoleh dari informan dalam penelitian ini.

4.2.1 Deskripsi Identitas Responden

Identitas responden dapat menjelaskan spesifikasi atau karakteristik yang dimiliki oleh responden yang meliputi jenis kelamin, usia, pekerjaan, penghasilan per bulan dan sudah berapa kali melakukan pembelian produk Mie Samyang.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 100 responden. Identitas responden yang diperoleh peneliti yaitu sebagai berikut:

1. Jenis Kelamin

Berikut merupakan hasil olahan data berdasarkan jenis kelamin responden:

Tabel 4.2

Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase

1. Laki-laki 27 27%

2. Perempuan 73 73%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui dari 100 responden penelitian, mayoritas berjenis kelamin perempuan yakni sebanyak 73 responden (73%) dan sisanya berjenis kelamin laki-laki.

2. Usia Responden

Berikut merupakan hasil olahan data berdasarkan Usia responden:

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No. Usia Jumlah Persentase

1. 17-20 tahun 12 12%

2. 21-24 tahun 80 80%

3. 25-30 tahun 4 4%

4. >30 tahun 4 4%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahann Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.3 diatas dapat diketahui dari 100 responden penelitian, mayoritas berusia 21-24 tahun, yakni sebanyak 80 responden (80%). Hal ini dikarenakan rentang usia tersebut merupakan rentang usia responden yang sedang menempuh pendidikan dimasa kuliah.

3. Pekerjaan Responden

Berikut merupakan hasil olahan data berdasarkan pekerjaan responden:

Table 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

No. Pekerjaan Jumlah Persentase

1. Pelajar/mahasiswa 66 66%

2. Karyawan 18 18%

3. Wiraswasta 6 6%

4. Lainnya 10 10%

5. Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.4 diatas dapat diketahui dari 100 responden penelitian, mayoritas merupakan pelajar/mahasiswa, yakni sebanyak 66 responden atau 66%.

Hal ini dikarenakan kalangan pelajar/mahasiswa memiliki selera dalam memilih produk makanan instan yang mempunyai rasa yang khas seperti Mie Samyang.

4. Penghasilan/Uang Saku per Bulan

Berikut merupakan hasil olahan data berdasarkan penghasil/uang sakut responden:

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan/Uang Saku per Bulan No. Penghasilan per Bulan Jumlah Persentase

1. <Rp.1.000.000 34 34%

2. Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 36 36%

3. Rp.2.000.000-Rp.4.000.000 16 16%

4. >Rp.4.000.000 14 14%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan hasil pengolahan data sebelumnya yang menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini yaitu pelajar/mahasiswa, sehingga responden dalam penelitian ini didominasi oleh pelajar/mahasiswa dengan penghasilan/uang saku per bulan Rp.1.000.000-Rp.2.000.000. Hal ini dikarenakan pelajar/mahasiswa pada umumnya belum memiliki penghasilan dan belum bekerja sehingga masih bergantung pada pemberian uang saku oleh orang tua.

5. Frekuensi Pembelian Mie Samyang

Berikut hasil olahan data berdasarkan frekuensi pembelian samyang:

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Bedasarkan Frekuensi Pembelian Mie Samyang No. Frekuensi Pembelian Jumlah Persentase

1. 1-3 kali 70 70%

2. >3 kali 30% 30%

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan hasil pengolahan data pada penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden yang melakukan pembelian produk Mie Samyang sebanyak 1-3 kali pembelian yaitu sebesar 70% (70 responden). Hal ini menunjukkan tidak banyak konsumen yang melakukan pembelian ulang sebanyak >3 kali pada produk Mie Samyang.

4.2.2 Variabel Labelisasi Halal (X1)

Berdasarkan kuesioner yang telah dibagikan maka diperoleh skor jawaban responden untuk setiap indikator pada variabel labelisasi halal (X1). Variabel labelisasi halal (X1) pada penelitian ini diukur dengan menggunakan 3 indikator yaitu pengetahuan, kepercayaan, dan penilaian terhadap labelisasi halal.

Kemudian dikembangkan melalui 9 pernyataan yang mewakili indikator variabel.

Adapun distribusi data dari variabel labelisasi halal dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Responden Tentang Saya Lebih Memilih Makanan yang Mempunyai Label Halal dari pada Makanan yang Tidak Mempunyai Label

Halal

No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase

1. Sangat Setuju 82 82%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.7 dapat diketahui bahwa responden lebih memilih makanan yang mempunyai label halal dari pada makanan yang tidak memunyai label halal. Hal ini disebabkan karena Indonesia mempunyai penduduk mayoritas muslim dimana penduduk muslim sangat mementingkan label halal pada produk yang dikonsumsi. Hal itu dapat dibuktikan dengan jawaban responden yang dominan memilih jawaban “Sangat Setuju” yaitu sebesar 82% (82 responden).

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Tentang Saya Selalu Memperhatikan Label Halal Pada Kemasan Makanan

No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase

1. Sangat Setuju 66 66%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui bahwa responden selalu memperhatikan label halal pada kemasan makanan. Dimana mereka menganggap label halal itu penting sehingga mereka memperhatikan label halal tersebut pada kemasan makanan sebelum melakukan proses pembelian. Hal itu dapat dibuktikan dengan jawaban responden yang dominan memilh jawaban “Sangat Setuju” yaitu sebesar 66% (66 responden)

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden Tentang Produk yang Berlabel Halal telah Melalui Serangkaian Proses Uji Halal yang Ketat oleh Pihak LP POM MUI

No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase

1. Sangat Setuju 63 63%

2. Setuju 26 26%

3. Netral 10 10%

4. Tidak Setuju 1 1%

5. Sangat Tidak Setuju - -

Total 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.9 dapat diketahui bahwa produk yang berlabel halal telah melalui serangkain proses uji halal yang ketat oleh pihak LP POM MUI. Hal itu dapat dibuktikan dengan jawaban responden yang dominan memilih jawaban

“Sangat Setuju” yaitu sebesar 63% (63 responden).

Tabel 4.10

Distribusi Jawaban Responden Tentang Dengan Adanya Labelisasi Halal yang Dikeluarkan LP POM MUI, Saya Yakin bahwa Produk Makanan

Tersebut Halal dan Tidak Berbahaya

No. Jawaban Responden Frekuensi Persentase

1. Sangat Setuju 59 59%

2. Setuju 31 31%

Lanjutan tabel 4.10 Distribusi Jawaban Responden Tentang Dengan Adanya

Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS (2021)

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa dengan adanya labelisasi halal yang dikeluarkan LP POM MUI, responden yakin bahwa produk makanan tersebut halal dan tidak berbahaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan jawaban responden yang dominan memilih jawaban “Sangat Setuju” yaitu sebesar 59%.

Berdasarkan tabel 4.10 dapat diketahui bahwa dengan adanya labelisasi halal yang dikeluarkan LP POM MUI, responden yakin bahwa produk makanan tersebut halal dan tidak berbahaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan jawaban responden yang dominan memilih jawaban “Sangat Setuju” yaitu sebesar 59%.