• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Populasi dan Sampel

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari keseluruhan individu pada populasi, sampel yang diambil harus benar-benar mewakili, secara umum besar sampel yang diperlukan sangat dipengaruhi oleh maksimum error (e) serta derajat kepercayaan dalam penaksiran populasi tersebut.Nilai maksimum error (e) sebesar 10%, sedangkan populasi yang ada sebanyak 333 populasi. Dalam penelitian menentukan sampel rumus yang dipakai menggunakan Slovin sampling, adapun cara penyelesaiannya:

1 +

Keterangan:

n= jumlah sampel N= jumlah total populasi e= standar error

dengan rumus diatas, maka penentuan jumlah sampel dapat dilakukan sebagai berikut:

333

1 + 333. (0,1) = 77

Hasil dari perhitungan diatas yaitu 77, maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 77 sampel dari jumlah populasi sebanyak 333.

E. Defenisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa menggunakan mobile banking pada perbankan syariah (Y), adalah pengaruh persepsi (X1)teknologi (X2), risiko (X3), dan handling complaint (X4),

dengan meregresikan masing-masing variabel antara variabel bebas dengan variabel terikat, maka akan terdapat pengaruh dari setiap variabel, dengan menggunakan skala likert maka akan menjadi beberapa pertanyaan dalam kuesioner, dengan lima pilihan jawaban yaitu Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak setuju (TS), Netral (N), Setuju (S), san Sangat Setuju (SS).

1. Variabel Terikat (Dependen)

Variabel terikat pada penelitian ini adalah minat. Indikator minat menggunakan mobile banking yang diukur melalui empat aspek antar lain:

a. Keinginan menggunakan mobile banking di masa mendatang b. Kesesuaian penggunaan mobile banking dengan kebutuhan c. Dukungan dalam menggunakan mobile banking

d. Keinginan merekomendasikan mobile banking 2. Variabel Bebas (Independen)

Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Pesepsi (X1)

Indikator persepsi dapat diukur melalui dua aspek yaitu:

1) Mobile banking memiliki banyak manfaat pada nasabah 2) Mobile banking sangat mendukung aktivitas nasabah b. Teknologi (X2)

Indikator teknologi dfapat diukur melalui dua aspek yaitu:

3) Kecepatan transaksi menggunakan mobile banking tinggi 4) Transaksi dengan menggunakan mobile banking sangat tinggi

c. Risiko (X3)

Indikator risiko dapat diukur melalui tiga aspek yaitu:

5) Menggunakan mobile banking tidak memiliki risiko yang tinggi 6) Transaksi menggunakan mobile banking mempunyai keamanan

yang tinggi

7) Dalam melakukan transaksi mobile banking dapat menjamin setiap kebutuhan nasabah

8) Bank sangat menjamin keamanan transaksi yang dilakukan melalui mobile banking

d. Handling Complaint (X4)

Indikator handling complaint dapat diukur melalui empat aspek yaitu:

9) Pelayanan keluhan sudah sesuai dengan keinginan nasabah 10) Solusi yang diberikan bank sangat memuaskan

11) Penanganan keluhan dilakukan secara cepat dan memuaskan 12) Bank melakukan pemantauan atas keluhan nasabah secara

efektif.

F. Instrument Penelitian

Instrument penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. 38 Untuk mempermudah penyusunan instrument penelitian, maka perlu digunakan “matrik pengembangan instrument” atau “kisi-kisi instrument”.

38Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Kombinasi, (Jakarta:

:Alfabeta, 2010), hal. 135

Tabel 3.1

Kisi-kisi intrumen penelitian

No Variabel Sub Variabel Indikator No.

Item 1. Persepsi (X1) Manfaat

kegunaan

3. Risiko (X3) Risiko Tinggi Menggunakan mobile banking tidak

Penyelesaian

Pengumpulan data merupakan prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan.Perlu diperhatikan bahwa pengumpulan data dapat dikerjakan berdasarkan pengamatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

1. Teknik Penyebaran Angket

Memberikan daftar pertanyaan kepada para mahasiswa angkatan 2017 S1 perbankan Syariah untuk mengetahui tanggapan dan juga jawaban yang berkaitan dengan penelitian ini secara objektif.Daftar pertanyaan ini

disebut juga angket.Angket ialah daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti.Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca serta menjawab pertanyaan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yang dibutuhkan seperti buku-buku ataupun literatur yang relevan serta data yang relevan.

H. Teknik Analisis Data

1. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.Jika instrumen dikatakan valid jika menunjukan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.39 Pengujian ini dilakukan dengan metode analisis korelasi item total yaitu konsistensi antara skor item dengan skor total yang dapat dilihat berdasarkan besarnya koefisien korelasi antar setiap item dengan skor keseluruhan yang dihitung dengan rumus product momentberikut :

39Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: ALFABETA,2013), Hal 97

disebut juga angket.Angket ialah daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti.Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca serta menjawab pertanyaan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yang dibutuhkan seperti buku-buku ataupun literatur yang relevan serta data yang relevan.

H. Teknik Analisis Data

1. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.Jika instrumen dikatakan valid jika menunjukan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.39 Pengujian ini dilakukan dengan metode analisis korelasi item total yaitu konsistensi antara skor item dengan skor total yang dapat dilihat berdasarkan besarnya koefisien korelasi antar setiap item dengan skor keseluruhan yang dihitung dengan rumus product momentberikut :

39Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: ALFABETA,2013), Hal 97

disebut juga angket.Angket ialah daftar pertanyaan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau dapat juga dijawab dibawah pengawasan peneliti.Teknik ini memberikan tanggung jawab kepada responden untuk membaca serta menjawab pertanyaan.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yang dibutuhkan seperti buku-buku ataupun literatur yang relevan serta data yang relevan.

H. Teknik Analisis Data

1. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.Jika instrumen dikatakan valid jika menunjukan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.39 Pengujian ini dilakukan dengan metode analisis korelasi item total yaitu konsistensi antara skor item dengan skor total yang dapat dilihat berdasarkan besarnya koefisien korelasi antar setiap item dengan skor keseluruhan yang dihitung dengan rumus product momentberikut :

39Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula, (Bandung: ALFABETA,2013), Hal 97

Keterangan :

r : Koefisien korelasi antara variabel (x) dan variabel (y) X : Skor setiap item

Y : Skor total

N : Jumlah responden

Dari hasil perhitungan ini dibandingkan dengan critical value dalam dalam table nilai r dengan taraf signifikan 5% dari jumlah sampel yang ada.Jika hasil perhitungan kolerasi produk momen lebih kecil dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan tidak valid.Namun jika korelasi produk momen lebih besar dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan valid.40

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas ialah serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi serta stabilitas pengukuran tertentu jika pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut secara berulang.Teknik yang digunakan adalah croanbach alpa adalah sebagai berikut :

r11 : Releabilitas Instrumen k : Jumlah item instrumen

: Jumlah varians skor tiap-tiap item : Varians total

40Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), ( Jakarta:Alfabeta, 2010), Hal 188

Keterangan :

r : Koefisien korelasi antara variabel (x) dan variabel (y) X : Skor setiap item

Y : Skor total

N : Jumlah responden

Dari hasil perhitungan ini dibandingkan dengan critical value dalam dalam table nilai r dengan taraf signifikan 5% dari jumlah sampel yang ada.Jika hasil perhitungan kolerasi produk momen lebih kecil dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan tidak valid.Namun jika korelasi produk momen lebih besar dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan valid.40

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas ialah serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi serta stabilitas pengukuran tertentu jika pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut secara berulang.Teknik yang digunakan adalah croanbach alpa adalah sebagai berikut :

r11 : Releabilitas Instrumen k : Jumlah item instrumen

: Jumlah varians skor tiap-tiap item : Varians total

40Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), ( Jakarta:Alfabeta, 2010), Hal 188

Keterangan :

r : Koefisien korelasi antara variabel (x) dan variabel (y) X : Skor setiap item

Y : Skor total

N : Jumlah responden

Dari hasil perhitungan ini dibandingkan dengan critical value dalam dalam table nilai r dengan taraf signifikan 5% dari jumlah sampel yang ada.Jika hasil perhitungan kolerasi produk momen lebih kecil dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan tidak valid.Namun jika korelasi produk momen lebih besar dari critical value maka instrument tersebut dinyatakan valid.40

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas ialah serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi serta stabilitas pengukuran tertentu jika pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur tersebut secara berulang.Teknik yang digunakan adalah croanbach alpa adalah sebagai berikut :

r11 : Releabilitas Instrumen k : Jumlah item instrumen

: Jumlah varians skor tiap-tiap item : Varians total

40Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Metode Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), ( Jakarta:Alfabeta, 2010), Hal 188

Pengujian relibilitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSSforwindows. Instrumen penelitian dikatakan reliable apabila memberikan nilai cronbachalpha (α) ≥0,60.41

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan agar dapat mengetahui apakah dalam model regresi, variabel penganggu atau residual memiliki distribusi normal.Dimana uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distrtibusi normal. Cara untuk mengetahui apakah residual berdistribusi normal atau tidak adalah dengan cara analisis grafik dan uji statistik.42

Pengujian mormalitas data dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas yaitu sebagai berikut:

a) Residual berdistibusi normal apabila tingkat signifikansinya menunjukkan nilai yang lebih besar dari 0,05.

b) Residual berdistibusi tidak normal apabila tingkat signifikansinya menunjukkan nilai yang lebih kecil dari 0,05.

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk mengetahui dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya.Jika variance dari residual suatu

41H Miftachul ‘Ulum, Uji Validitas dan Uji Realibilitas, (Malang:2016), Hal 7-8

42Ajat Akurat, Pendekatan Penelitian Kuantitatif, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018), hal.16

pengamatan ke pengamatan lainnya berbeda maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas.Model regresi yang baik ialah jika tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam melakukan uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji glejser yang dasar pengambilan keputusannya dengan cara sebagai berikut:

a) Apabila variabel independen memiliki tingkat signifikan > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

b) Apabila variabel independen memiliki tingkat signifikan < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Autokolerasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t -1 (sebelumnya).Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah autokorelasi, hal ini merupakan pendapat dari Imam Ghozali.

Pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya gejala autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW test).

Tabel 3.2

Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi

Nilai Keterangan

0 < d < dl Autokorelasi positif dl ≤ d ≤ du Tidak dapat disimpulkan 4 – dl < d < 4 Autokorelasi negative 4 – du ≤ d ≤ 4 – dl Tidak dapat disimpulkan du < d < 4-du Tidak ada autokotrelasi

d. Uji Multikolineritas

Pengujian terhadap multikolinieritas dilakukan untuk mengetahui apakah antar variabel bebas itu saling berkolerasi atau tidak.Jika hal ini terjadi maka sangat sulit untuk menentukan variabel bebas mana yang mempengaruhi variabel terikatnya.Pada variabel independen terdapat kolerasi mendekati +1 atau -1 maka diartikan dengan persamaan regresi tidak akurat digunakan dalam persamaan. Untuk mendeteksi adanya multikolinieritas jika variance inflation factor (VIF) tidak lebih dari 10 maka model terbebas dari multikolinieritas.

3. Asumsi Regresi Linear Berganda

Untuk mengetahui seberapa berpengaruhnyapersepsi, teknologi, risiko dan handing complaint terhadap minat mahasiswa menggunakan layanan mobile banking di perbankan syariah,maka metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode regresi linear berganda.

Regresi berganda ialah pengembangan dari regresi linear sederhana, yaitu sama-sama alat yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan di masa akan datang berdasarkan data masa lalu atau juga untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu variabel tidak bebas (dependent).

Penerapan metode regresi berganda jumlah variabel bebas (independent) yang digunakan lebih dari satu yang memengaruhi satu variabel tidak bebas (dependent).43Rumus Regresi Linear Berganda :

Y = a + + + + + e

Dimana:

Y = Minat Mahasiswa

= Persepsi

= Teknologi

= Risiko

= Handling Complaint e= Random error

a = konstana

b = koefisien regresi variabel bebas 4. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Analisis koefisien determinasi (R2) dilakukan untuk mengetahui Persepsi (X1) Teknologi (X2), Risiko (X3), dan Handling Complaint (X4) terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan mobile banking (Y).

Nilai koefisien determinasi berada diantara 0 sampai 1, dimana semakin mendekati angka 1 nilai koefisien determinasi maka pengaruh (Persepsi, Teknologi, Risiko, dan Handling Complaint) terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan mobile banking akan semakin kuat. Dan juga sebaliknya, jika semakin mendekati angka 0 nilai koefisien determinasi

43Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2013), hal. 301

maka (Persepsi, Teknologi, Risiko, dan Handling Complaint) terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan mobile bankingakan semakin lemah.

Setelah itu untuk menganalisis data penelitian uji koefisien determinasi ini menggunakan software pengolahan data SPPS.

Rumus: R2= r2x 100%

R2 = koefisien determinasi R = koefisien kolerasi 5. Uji Hipotesis

a. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh secara bersama-sama variabel devenden, yaitu menunjukkan pengaruh tingkat signifikan 0.05 atau 5% melalui program SPSS. Adapun pengujiannya dilakukan dengan cara:

a) Jika F hitung < F table (F<0.05), maka variabel-variabel independen secara stimulant tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

b) Jika F hitung > F table (F>0.05), maka variabel-variabel independen secara stimulant berpengaruh terhadap variabel dependen.

b. Uji t

Uji t bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan

variabel-variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan membandingkan antara t-table, uji ini dikakukan dengan cara:

a) Jika t table > t hitung, maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

b) Jika t table < t hitung, maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Pengujiannya juga dapat dilakukan melalui pengamatan nilai signifkan t pada tingkat yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 5%, analisis didasarkan pada perbandingan antara nilai signifikansi t dengan nilai signifikansi 0.05, dimana syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

a) Jika signifikansi t < 0.05 maka variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

b) Jika signifikansi t > 0.05 maka variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

55

1. Sejarah Lahirnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

Pada awalnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), yaitu bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukitinggi. Sejak 18 Desember 2014 bertepatan dengan 25 Shafar 1436 H, telah berubah status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Perubahan status tersebut melalui Peraturan Presiden RI No.

181 Tahun 2014, yang secara nasional Launching10 STAIN menjadi IAIN diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2014 di Istana Negara Oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No.12 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi, organisasi institut terdiri atas organ pengelola, organ pertimbangan dan organ pengawasan. Organ pengelola itu sendiri terdiri atas Rektor beserta Wakil Rektor, Fakultas, Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan, Lembaga, dan juga Unit Pelaksana Teknis. Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi ini memeiliki empat buah fakultas diantaranya Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

(FTIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), serta Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD).

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi memiliki tujuh jurusan/Program studi, yaitu sebagai berikut:

a. Jurusan DIII Perbankan Syariah b. Jurusan Ekonomi Islam Strata 1 c. Jurusan Perbankan Syariah Strata 1 d. Jurusan Akuntansi Syariah Strata 1 e. Jurusan Pariwisata Syariah Strata 1

f. Jurusan Manajemen Haji dan Umroh Strata 1 g. Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Strata 1

Jurusan/program studi DIII Perbankan Syariah adalah jurusan yang paling awal sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/178/2007 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Perguruan Tinggi Agama IslamNegeri Tahun 2007, kemudian pata tahun 2008 diperpanjang dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: DJ.I/385/2008 tentang Perpanjang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pada PerguruanTinggi Agama Islam (PTAI). Dengan keluarnya izin penyelenggaraan program studi DIII Perbankan Syariah diikuti pula dengan keluarnya Izin Penyelenggaraan program studi Ekonomi Islam dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 495 Tahun 2012 Tentang Perpanjangan izin Penyelenggaraan Program Studi pada Sekolah Tinggi Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kemudian

pada tanggal 15 Januari 2014 keluar lagi Izin Penyelenggaraan Jurusan-Program Studi Perbankan Syariah S1 dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Negeri Nomor: 167 Tahun 2014 tentang Izin Penyelenggaraan Program waktu itu berada di bawah Jurusan Ekonomi Islam, yang merupakan cikal bakal Studi pada Program Sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi Tahun 2014.

Dengan perubahan status secara nasional yang terjadi melalui Peratiran Presiden RI No. 181 Tahun 2014, maka Launching 10 STAIN menjadi IAIN yang diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2014 di Istana Negara oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jurusan Ekonomi Islam berubah menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi.Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam mempunyai tiga jurusan yaitu Jurusan DIII Perbankan Syariah, Jurusan Ekonomi Islam dan Jurusan Perbankan syariah S1. Setelah itu pada tanggal 23 Juni 2016 keluar Izin Penyelenggaran Akuntansi Syariah S1 dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: 3542/Tahun/2016 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Akuntasi Syariah pada Program Sarjana Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi. Kemudian diikuti dengan tiga Jurusan/Program Studi lagi yaitu Program Studi Pariwisata Syariah, Program Studi Hajin dan Umrah serta Program Studi Bisnis Syariah, dengan Keputusan Direktoral Jenderal Pendidikan Islam Nomor:

107 Tahun 2017 tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi pada Program Sarjana Institut Agama Islam Negeri Bukitinggi.44

2. Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisinis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

a. Visi FakultasEkonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi Adapun visi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi ialah “Menjadi Fakultas dan Bisnis Terkemuka dengan mengedepankan nilai-nilai Islam pada tahun 2025 di tingkat nasional”.

b. Misi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi Berikut misi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi:

1) Menyiapkan sumber daya insani yang memiliki kompentensi ekonomi dan bisnis Islam.

2) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang terbaik dengan mengedepankan nilai-nilai islami.

3) Menjadi pusat penelitian dan pengembangan sekonomi dan bisnis Islam.

c. Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi Adapun tujuan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi adalah sebagai berikut:

44FEBI IAIN Bukittinggi, 2018, Sejarah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. (diakses pada 17 Juni 2021, pukul 19.39).

1) Menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu ekonomi dan bisnis Islam.

2) Menghasilkan lulusan yang mampu menerapkan dan menjadi pelaku ekonomi dan bisnis Islam.

3) Menghasilkan lulusan yang mampu menjadi penggerak ekonomi dan bisnis Islam dalam masyarakat.

4) Menghasilkan penelitian yang bermutu, bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.45

3. Visi, Misi, dan Tujuan Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

a. Visi Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

Adapun visi dari Program Studi S1perbankan SyariahFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi yaitu “Unggul dalam pengembangan dan penerapan teori Perbankan Syariah pada tahun 2025”.

b. Misi Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

Adapun misi dari Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi yaitu sebagai berikut:

45FEBI IAIN Bukittinggi, 2018, Visi, Misi, dan Tujuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.(diakses pada 17 Juni 2021, pukul 19.53).

1) Mempersiapkan Sumber Daya Insani yang memiliki kompentensi dalam bidang Perbankan Syariah.

2) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang terbaik dengan mengedepankan nilai-nilai Islami.

3) Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait.

4) Menjadikan pusat penelitian dan pengembangan teori Perbankan Syariah.

c. Tujuan Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi

Adapun tujuan dari Program Studi S1perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi ialah sebagai berikut:

1) Menghasilkan lulusan yang unggul di bidang ilmu Perbankan Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah Non Bank baik dalam tataran teoritis maupun praktis.

2) Menghasilkan lulusan yang religius, berakhlak mulia, menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, kritis, inovatif dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari.

3) Menghasilkan lulusan yang ahli dalam Perbankan Syariah.

4) Menghasilkan lulusan yang ahli dalam Lembaga Keuangan Syariah Non Bank.

5) Menghasilkan lulusan yang terampil dalam memanej Bank Syariah.

6) Menghasilkan lulusan yang terampil dalam memanej Lembaga Keuangan Syariah Non Bank.

7) Menghasilkan lulusan yang terampil di bidang pemasaran Lembaga Keuangan Syariah.

8) Menghasilkan lulusan yang terampil di bidang pemasaran Bank Syariah.

9) Menghasilkan lulusan yang mampu menjadi wirausaha/pengusaha.

10) Menghasilkan penelitian yang bermutu, bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.46

B. Gambaran Umum Responden

Sebelum melakukan analisis, penelitiakan menjelaskan tentang gambaran umum respnden yang menggambarkan tentang karakteristik responden tertebih dahulu.Deskripi responden dalam penelitian ini terdiri atas jurusan, usia, jenis kelamin, angkatan dan juga kelas. Adapun responden pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam terkhusus pada Jurusan S1 Perbankan Syariah angkatan 2017.Peneliti menggunakan sampel sebanyak 77 responden sesuai dengan yang telah ditentukan menggunakan rumus solvin. Berikut adalah table deskripsi karekteristik responden yang diteliti diantaranya:

46FEBI IAIN Bukittinggi, 2018, Perbankan Syariah S1Fakultas Ekonomi dan Bisnis

46FEBI IAIN Bukittinggi, 2018, Perbankan Syariah S1Fakultas Ekonomi dan Bisnis