• Tidak ada hasil yang ditemukan

SANKSI DAN PELANGGARAN

Dalam dokumen MATERI INDUCTION PT. KATADATA INDONESIA (Halaman 42-47)

Setiap ucapan, tulisan atau perbuatan karyawan yang melanggar Tata Tertib Perusahaan dapat dikenakan sanksi beruba teguran, surat teguran, surat peringatan ataupun pemutusan hubungan kerja.

1. Jenis Sanksi terhadap tindakan pelanggaran:

a. Teguran Lisan, adalah peringatan yang disampaikan oleh atasan kepada karyawan.

b. Peringatan tertulis, tindakan pendisiplinan yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan atas suatu tindakan yang dikategorikan sebagai pelanggaran. Terdiri dari peringatan tertulis pertama, kedua dan ketiga yang memiliki masa berlaku masing-masing selama 6 (enam) bulan.

c. Tindakan-tindakan disiplin lain yang berhubungan, sebagai berikut:

1. Pencabutan fasilitas tertentu

2. Pemotongan kenaikan gaji berkala/prestasi 3. Penurunan pangkat/tingkat/golongan 4. Pemberhentian sementara (skorsing) 5. PHK

d. Pengenaan sanksi langsung dilakukan oleh Manajemen dan tidak berurutan, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan 2. Jenis Pelanggaran dan Tindakan Disiplin

a. Teguran lisan akan diberikan kepada karyawan yang melakukan salah satu Pelanggaran Tingkat I:

1. Meninggalkan tempat kerja atau pulang lebih awal tanpa izin dari Atasan.

2. Datang terlambat tanpa alasan yang wajar

3. Mengganggu ketenangan dan ketentraman lingkungan atau suasana kerja.

4. Menolak melakukan pemeriksaan kesehatan yang diminta oleh Perusahaan

5. Berulang-ulang mengabaikan peringatan untuk patuh pada prosedur kerja

6. Tidur pada waktu jam kerja

7. Sering kali meninggalkan tugasnya untuk keperluan pribadi

C. SANKSI DAN PELANGGARAN

42

b. Surat Peringatan Pertama akan diberikan kepada karyawan yang melakukan salah satu Pelanggaran Tingkat II :

1. Tidak hadir tanpa pemberitahuan selama 1 (satu) hari kerja dalam sebulan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan

2. Mengabaikan prosedur, instruksi kerja maupun petunjuk lainnya baik tentang keselamatan dan kesehatan kerja, maupun dalam karyawan itu sendiri

3. Melakukan kelalaian prosedur kerja yang berpotensi merugikan Perusahaan

4. Tidak memenuhi perintah/pengarahan/petunjuk atau membangkang/melawan/menolak tugas sesuai tanggung jawabnya

5. Mempergunakan barang-barang milik Perusahaan untuk kepentingan pribadi tanpa sezin Perusahaan

6. Tidak mencapai target pekerjaan sesuai dengan acuan yang telah ditetapkan Perusahaan

7. Memperlambat, bermalas-malasan dan/atau ceroboh dalam bekerja, sehingga menimbulkan dampak yang negative terhadap semangat atas motivasi Karyawan lainnya 8. Pengulangan pelanggaran tingkat I

c. Surat Peringatan Kedua akan diberikan kepada karyawan yang melakukan salah satu Pelanggaran Tingkat III :

1. Tidak hadir tanpa pemberitahuan selama 2 (dua) hari kerja dalam sebulan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

2. Menyalahgunakan fasilitas kerja yang diberikan oleh Perusahaan sehingga menghambat proses pekerjaan.

3. Melakukan perusakan peralatan yang digunakan sehingga berakibat tidak dapat dilakukannya pekerjaan baik di dalam perusahaan maupun saat melakukan tugas dinas luar 4. Melakukan kelalaian prosedur kerja yang berpotensi

merugikan Perusahaan.

5. Pengulangan pelanggaran tingkat II

43

d. Surat Peringatan Ketiga akan diberikan kepada karyawan yang melakukan salah satu Pelanggaran Tingkat IV :

1. Setelah 3 (tiga)kali berturut-turut, Karyawan tetap menolak mentaati perintah atau penugasan yang layak.

2. Merokok di lokasi atau tempat-tempat yang dinyatakan terlarang.

3. Tidak hadir tanpa pemberitahuan selama:

• 3 (tiga) hari kerja berturut-turut, atau

• 4 (empat) hari kerja tidak berturut-turut dalam seminggu, atau

• 5 (lima) hari kerja tidak berturut-turut dalam seminggu 4. Pengulangan atas pelanggaran tingkat I, tingkat II, dan/

atau III, sementara Surat Peringatan I dan/atau II masih berlaku.

e. Karyawan yang melakukan salah satu Pelanggaran Sedang berikut ini akan diberikan surat peringatan pertama dan terakhir yaitu:

1. Sama sekali tidak mampu melaksanakan pekerjaannya, meskipun sudah dibimbing dan dilatih berulangkali dan telah dicoba berkali-kali untuk berbagai pekerjaan yang berlainan pula.

2. Melakukan perjudian di tempat kerja atau di lingkungan Perusahaan.

3. Mempergunakan atau memanfaatkan barang, peralatan, harta, asset, ataupun fasilitas milik Perusahaan untuk kepentingan yang menghasilkan keuntungan pribadi.

f. Karyawan yang terbukti secara sah telah melakukan salah satu Pelanggaran Berat akan segera dikenai Pemutusan Hubungan Kerja, tanpa tahapan peringatan:

1. Memberikan keterangan palsu atau kesaksian menyesatkan mengenai hal-hal yang menyangkut atau berkaitan dengan:

tanggung jawab kerja, penerapan prosedur Perusahaan, alasan tidak masuk kerja, status usia kehamilan,

pemanfaatan fasilitas pengobatan dan lainnya, kondisi penyakit yang diderita karyawan, dan termasuk juga keterangan palsu saat proses penerimaan karyawan

44

2. Membuka dan menyebarluaskan rahasia Perusahaan, kecuali untuk kepentingan Negara.

3. Memiliki atau menyimpan senjata api atau senjata tajam lainnya yang dikategorikan berbahaya di dalam Perusahaan.

4. Minum-minuman keras atau dibawah pengaruh alcohol dan/atau menyimpan, mengedarkan atau menggunakan obat-obat terlarang seperti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di dalam lingkungan Perusahaan.

5. Berada dibawah pengaruh alcohol dan/atau obat-obatan terlarang diluar jam kerja dengan mengendarai fasilitas kendaraan yang dimiliki oleh Perusahaan.

6. Menganiaya atau menyerang secara fisik rekan kerja, Atasan, maupun Manajemen Perusahaan di lingkungan Perusahaan.

7. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan rekan kerja, Atasan atau Manajemen Perusahaan dalam keadaan bahaya di tempat kerja.

8. Terbukti secara sah telah menerima pemberian dari pelanggan, pemasok, maupun pihak lain yang

berhubungan bisnis dnegan Perusahaan untuk kepentingan pribadi.

9. Terlibat dalam transaksi keuangan yang tidak sah di dalam lingkungan Perusahaan.

10. Menghasut, mengajak, memaksa, mengancam, menghina dan/atau tindakan sejenis terkait politik, Suku, Agama, dan Ras (SARA).

11. Dijatuhi hukuman pidana atau perdata yang telah berkekuatan hokum tetap dan final.

12. Melakukan penipuan, pencurian, usaha pencurian, penggelapan, penipuan atas barang dan/atau uang milik Perusahaan maupun dokumen Perusahaan

13. Melakukan tindakan yang terbukti dapat dikategorikan sebagai tindakan pelecehan seksual.

14. Melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik.

15. Mendorong atau membantu rekan kerja untuk melakukan pelanggaran-pelanggaran di atas.

45

REMUNERASI

1. Gaji adalah penghasilan yang diterima Karyawan setiap bulan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.

2. Dalam 1 (satu) tahun takwim, pada dasarnya Karyawan berhak menerima 12 (dua belas) kali Gaji.

3. Pembayaran Gaji dilaksanakan selambat-lambatnya pada tanggal 25 pada bulan berjalan. Apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur, maka pembayaran gaji dilakukan pada hari kerja sebelumnya.

4. Karyawan juga menerima Tunjangan Pajak Penghasilan dan Tunjangan Sosial.

5. Kenaikan gaji diberikan setiap tahun berjalan dengan

mempertimbangkan tingkat inflasi dan pencapaian nilai kinerja individu tahun sebelumnya.

6. Komponen Gaji terdiri dari: Gaji Dasar, Tunjangan Jabatan atau Tunjangan Fungsional, Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Lainnya (Tunjangan Fasilitas), sesuai dengan level dan jabatan karyawan.

7. Perusahaan mengikutsertakan Karyawan dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Kesehatan.

8. Jaminan Sosial Ketenagakerjaan mencakup: Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

9. Karyawan mendapatkan Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) yang akan ditetapkan berdasarkan persetujuan Direksi.

10. THR Dibayarkan kepada Karyawan sesuai hari raya keagamaan masing-masing atau pada waktu lain berdasarkan persetujuan Direksi sebanyak 1 (satu) kali dalam setahun.

11. Slip Gaji dapat diakses melalui https://www.gadjian.com/

D. REMUNERASI

46

Dalam dokumen MATERI INDUCTION PT. KATADATA INDONESIA (Halaman 42-47)

Dokumen terkait