• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

6.2 Saran

Berdasarkan penelitian Analisis Risiko keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) dan metode FTA (Fault Tree Analysis) disarankan :

1. Bengkel Bina Karya disarankan untuk menyediakan sarana dan prasarana atau alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan para pekerja dalam menjalankan tugasnya di lantai kerja, seperti helm, baju khusus kerja, sarung tangan, kacamata, sepatu boot, dan lainnya, serta juga memberikan

kesempatan kepada para karyawan untuk mengikuti pelatihan kerja guna untuk menambah wawasan pekerja tentang peranan K3.

2. Para pekerja disarankan untuk meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kesadaran dan memahami pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) dalam bekerja sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian baik terhadap pekerja maupun terhadap bengkel.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Anwar, Armen. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Karyawan di PT. Waskita Guna Jaya.

Pekanbaru. 2013

Ervil, Riko H, MT dkk. Buku Panduan Penulisan dan Ujian Skripsi. Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND). Padang. 2015.

Herman, Gerry Tri Virgin. Teknik Pengambilan Sampel Dalam Metodologi Penelitian. http://gerrytri.blogspot.co.id, 2013

Notoadmodjo, S, Metodologi penelitian kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, 2012.

Pasaribu, Haryanto Pandapotan, Harijanto Setiawan, Wulfram I. Ervianto. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Untuk Mengidentifikasi Potensi dan Penyebab Kecelakaan Kerja Pada Proyek Gedung. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta. 2017

Pitasari, Gia Pratiwi, Caecilia Sari Wahyuning, Arie Desrianty. Analisis Kecelakaan Kerja Untuk Meminimisasi Potensi Bahaya Menggunakan Metode Hazard and Operability dan Fault Tree Analysis. Institut Teknologi Nasional (Itenas). Bandung. 2014

Roehan, Kiki Rizki Amir, Yuniar, Arie Desrianty. Usulan Perbaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Menggunakan Metode Hazard Identification and Risk Assesment (HIRA). Institut Teknologi Nasional (Itenas). Bandung. 2014

Socrates, Muhammad Fil. Skripsi Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dengan Metode Hirarc (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control) Pada Alat Suspension Preheater Bagian Produksi di Plant 6 dan 11 Field Citeureup PT. Indocement Tunggal Prakarsa.

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. 2013

Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

2011

Syafi’i, M. Fauzi. Skripsi Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan (K3) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan di PT. PG.

Rajawali I Unit PG. Krebet Baru Bululawang Malang. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jawa Timur. 2008

Zulkarnaini. Skripsi Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA).

Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND). Padang. 2014

KUESIONER PENELITIAN Kepada

Yth. Bapak/Ibu/Sdr/i Responden

Dengan hormat,

Dalam rangka penelitian Tugas Akhir yang berjudul Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Failure Mode and Efect Analysis dan Faultree Analysis, maka dengan ini saya:

Nama : Azizur Rahman NPM : 1410024425006

Jurusan: Teknik Industri – Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang Mengharapkan partisipasi Bapak/Ibu/Sdr/i dalam penelitian ini, untuk mengisi kuesioner berikut ini. Harapan kami, kuisioner ini diisi dengan jawaban yang objektif dan jujur tanpa ada pengaruh dari pihak manapun. Seluruh hasil jawaban kuisioner ini hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian dan dijamin kerahasiaannnya.

Demikianlah kuisioner ini saya buat, besar harapan saya Bapak/Ibu/Sdr/i bersedia mengisi kuisioner ini. Atas kesediaan dari Bapak/Ibu/Sdr/i kami ucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Azizur

Rahman

Nama Responden : Bagian :

Umur :

BAGIAN I

Kuesioner Penentuan Nilai Severity Potensi Kegagalan pada FMEA Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Severity, dari modus potensi kecelakaan kerja pada proses perbaikan di Bengkel Bina Karya. Beri penilaian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Tingkat Dampak Akibat luka

10

Kehilangan nyawa atau merubah kehidupan individu

Kematian beberapa individu (masal)

9 Kematian individu (seseorang)

8 Perlu perawatan serius dan menimbulkan

cacat permanen 7

Berdampak besar pada individu sehingga tidak ikut

lagi dalam aktivitas

Dirawat lebih dari 12 jam, dengan luka pecah pembuluh darah, hilang ingatan hebat,

kerugian besar, dll 6

Dirawat lebih dari 12 jam, patah tulang, tulng bergeser, radang dingin, luka bakar, susah

bernafas dan lupa ingatan sementara, jatuh/terpeleset.

5 Dampak yang diterima

sedang (individu hanya 1 sampai 2 hari tidak ikut

dalam aktivitas)

Keseleo/terkilir, retak/patah ringan, keram atau kejang

4 Luka bakar ringan, luka gores/tersayat,

frosnip (radang dingin/panas)

3 Dampak diterima kecil

(individu masih dapat ikut dalam aktivitas)

Melepuh, tersengat panas, keseleo ringan, tergelincir atau terpeleset ringan

2 Tersengat matahari, memar, teriris ringan,

tergores 1 Tidak berdampak (individu

tidak mendapat dampak yang terasa)

Terkena serpihan, tersengat serangga, tergigit serangga

Disini Saverity menunjukkan tingkat keseriusan akibat yang ditimbulkan.

Skala/rankking yang digunakan pada penilitian ini berdasarkan standar incident severity scale. Standar ini memberi dampak dari potensi kecelakaan kerja mengenai luka, penyakit, bahaya sosial dan psychological serta bahaya terhadap mesin atau peralatan.

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

1. Tangan terbakar percikan api las

2. Jari tangan putus akibat terjepit rood excavator 3. Tangan terjepit

4. Jatuh dari alat berat

5. Kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas 6. Kening terkena kipas mobil

7. Terkena air panas atau air radiator 8. Mata terkena cairan carburetor spray

9. Mata terkena pasir atau debu 10. kesentrum listrik

BAGIAN II

Kuesioner Penentuan Nilai Occurance Potensi Kegagalan pada FMEA Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Occurance, dari modus potensi kecelakaan kerja pada proses perbaikan di Bengkel Bina Karya. Beri penilaian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Probabilitas kejadian Tingkat kejadian Nilai

Sangat tinggi dan tidak bisa dihindari > 1 in 2 10

Rendah dan relatif jarang terjadi 1 in 2.000 4

1 in 15.000 3

Sangat rendah dan hampir tidak pernah terjadi 1 in 150.000 2

1 in 1.500.000 1

Occurance merupakan frekuensi dari penyebab kegagalan (potensi kecelakaan kerja) secara spesifik dari suatu proyek yang terjadi dan menghasilkan bentuk kegagalan.

Skala yang digunakan dari satu (hampir tidak pernah) sampai dengan sepuluh (hampir sering).

Berikut ini merupakan penjelasan tabel diatas : Apabila aktifitas kerja yang dilakukan sedikit dan menimbulkan satu insiden, maka peluang terjadinya kecelakaan tinggi, memperoleh nilai yang lebih besar. Sedangkan semakin banyak aktifitas kerja yang dilakukan dan menimbulkan satu insiden maka peluang kecelakaan kerja semakin kecil, dan memperoleh nilai yang lebih rendah.

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

1. Tangan terbakar percikan api las

2. Jari tangan Putus akibat terjepit rood excavator 3. Tangan terjepit

4. Jatuh dari alat berat

5. Kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas 6. Kening terkena kipas mobil

7. Terkena air panas atau air radiator 8. Mata terkena cairan carburator spray

9. Mata terkena pasir atau debu 10. Kesentrum listrik

BAGIAN III

Kuesioner Penentuan Nilai Detection Potensi Kegagalan pada FMEA Petunjuk Pengisian Pada bagian ini, anda diminta untuk memberi penilaian Detection, dari modus potensi kecelakaan kerja pada proses perbaikan di Bengkel Bina Karya. Beri penileian menggunakan angka pada tempat yang tersedia sesuai dengan pendapat anda.

Deteksi Kemungkinan Terdeteksi Ranking

Hampir tidak mungkin

Tidak ada alat pengontrol yang mampu

mendeteksi 10

Sangat jarang

Alat pengontrol saat ini sangat sulit mendeteksi bentuk dan penyebab kegagalan

9

Jarang 8

Sangat rendah Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab sangat rendah 7

Rendah Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab rendah 6

Sedang Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab sedang 5

Agak tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab sedang sampai tinggi 4

Tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab tinggi 3

Sangat tinggi Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab sangat tinggi 2

Hampir pasti Kemampuan alat kontrol untuk mendeteksi bentuk

dan penyebab hampir pasti 1

Disini Detection merupakan pengukuran terhadap kemampuan mendeteksi atau mengontrol kegagalan (potensi kecelakaan kerja) yang bisa terjai. Skala yang digunakan dari satu (alat bisa mengontrol atau mendeteksi kegagalan), skala untuk detection.

Isilah kuesioner dibawah ini berdasarkan pedoman tabel di atas, Skala penilaian dimulai dari 1 – 10

1. Tangan terbakar Percikan api las

2. Jari tangan Putus akibat terjepit rood excavator 3. Tangan terjepit

4. Jatuh dari alat berat

5. Kaki dan tangan luka akibat gerinda lepas 6. Kening terkena Kipas mobil

7. Terkena air panas atau air radiator 8. Mata terkena cairan carburator spray

9. Mata terkena pasir atau debu 10. Kesentrum listrik

SURAT BUKTI PENGAMBILAN DATA

NAMA : Azizur Rahman

NPM : 1410024425006

JURUSAN PROGRAM STUDI : Teknik Industri

TEMPAT PENELITIAN : Bengkel Bina Karya Cupak Solok DATA YANG DIAMBIL : Kousioner Analisis Risiko Keselamatan

dan Kesehatan Kerja

PEMBIMBING I : Riko Ervil, MT

PEMBIMBING II : Ir. H, Abd Latif, MM

Yang bersangkutan telah mengambil data diatas pada proses pekerjaan pada Bengkel Bina Karya Cupak Solok untuk keperluan penulisan Tugas Akhir di Sekolah Tinggi Teknologi Industri (STTIND) Padang.

Padang, Juli 2018

Dilla Harzon, Spd Kepala Bengkel

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Azizur Rahman NPM : 1410024425005 Pogram Studi : Teknik Industri

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya susun dengan judul :

Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Adalah benar-benar hasil karya saya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari skripsi orang lain. Apabila kemudian hari pernyataan saya ini tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut prediket kelulusan dan gelar sarjana saya).

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, maka dapat di pergunakan sebagaimana mestinya.

Padang, Juli 2018 Pembuat pernyataan

Azizur Rahman NPM: 1410024425006

BIODATA WISUDAWAN

No. Urut : -

Nama : Azizur Rahman

Jenis Kelamin : Laki-laki

Tempat / Tgl Lahir : Sungai Nanam / 09 Oktober 1994

NPM : 1410024425006

Program Studi : Teknik Industri Tanggal Lulus : 18 Desember 2017

IPK : 3, 57

Predikat Lulus : Dengan Pujian

Judul Skripsi : Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Failure Mode and Effect analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA)

Dosen Pembimbing : 1. Riko Ervil, MT 2. Ir. H. Abd Latif, MM

Asal SMA : SMK Muhammadiyah Solok

Nama Orang Tua : Ayah : Yono Herman Ibu : Erma Liswarti

Alamat / Tlp / Hp : Jl. Syeh Kaciek, Jorong Taratak Pauh, Kenagarian Sungai Nanam, Kec, Lembah Gumanti Kab. Solok / 082386494858