BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
3. Saran Bagi Orang Tua
- Berdasarkan hasil penelitian yang melakukan kegiatan belanja biasanya sedang stres dan menjadikan belanja sebagai pelampiasan, maka dari itu diharapkan orang tua bisa memberikan perhatian lebih kepada putrinya seputar keseharian anaknya dan menjalin komunikasi yang terbuka dan nyaman bagi putri anda sehingga mereka tidak malu-malu dan sungkan bertanya atau bercerita mengenai masalahnya.
- Memberikan pengawasan namun tidak terlalu mengikat, sehingga remaja putri tetap bisa menggali diri tanpa merasa dikekang. Selain itu diharapkan dapat mendampingi aktifitas mereka, menunjukkan beragam kegiatan lain yang menarik serta tujuannya, dan mengolah atau menggali potensi diri agar mereka menemukan identitas dirinya. Pengawasan pergaulan juga harus dilakukan agar partisipan memperoleh komunitas yang sesuai dengan dirinya sehingga tujuan konformitas menjadi positif dan membangun diri.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. (2007). Analisis Eksistensial Sebuah Pendekatan Alternatif untuk Psikologi dan Psikiatri. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Abrahamson, P.R., & Inglehart, R. (1995).Value Change In Global Perspective. Ann Arbor: University of Michigan Press.
Allport, G.W. (1963). Pattern and Growth in Personality. New York. Holt, Rinehart and Winston Inc.
Anggit.(2010). Jangan Habiskan Uang Anda.Edisi 35.Jakarta: Majalah Excellent. Cloninger, S. (2004). Theories of Personality: Understanding Persons 4th Edt.
New Jersey. Pearson Prentice Hall.
Collins.(2003). Collins Concise Dictionary & Thesaurus. Glasgow: Harper Collins.
Creswell, J.W (2012). Research Design : Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Edisi tiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dacey & Kenny (1997). Adolescent Development. Second Edt. United States of America: Times Mirror Higher Education Group, Inc.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1995). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Departemen Pendidikan Nasional (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa (Edisi ke-empat). Jakarta : Gramedia Pustaka
Fromm, E (1987). Memiliki dan Menjadi. Terjemahan oleh Soesilohardo, F. 1987. Jakarta: LP3ES.
Handayani, C.S. (2009). Gambaran Identitas Diri Dalam Budaya Konsumsi (Survei pada Wanita Muda Perkotaan Yogyakarta). Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.
Kasser, T and Kanner, A.D (2004) Psychology and Consumer Culture (The Struggle for a Good Life in a Materialistic World). Washington D.C: American Psychological Association.
Koesworo, E. (1987). Psikologi Eksistensial Suatu Pengantar. Bandung: PT Eresco.
Kurniawan, S. (2010). Orang Muda Ingin Kebersamaan Keluarga. [Online]. http://the-marketeers.com/archives/orang-muda-ingin-kebersamaan-keluarga.html#.Ujm3jD8YMs4 (Akses 29 Oktober 2012)
Kurniawati, M. (2009). Kelompok Acuan Remaja: Faktor Konsumsi Produk Food Supplement. Phronesis Jurnal Ilmiah psikologi Industri dan Organisasi 2009 Vol. 11, No. 1
Lina & Rosyid (1997). Perilaku Konsumtif Berdasarkan Locus of Control pada remaja Putri. Jurnal Psikologika Ed. 4, th. II. Universitas Gajah Mada.
Moci, Ms. (2012). CiriCara: Cara Berpenampilan Ala Bintang Korea.
[Online]http://ciricara.com/2012/09/07/ciricara-cara-berpenampilan-ala-bintang-korea/ (akses 16 Juni 2014)
Moleong, L.J. (2006). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mtstcil. [Online]. Self-Image. http://www.mtstcil.org/skills/image-1.html. (Akses 14 Agustus 2014)
Oktaviani, K. (2012). Ini Barang-Barang Yang Buat Wanita Gila Belanja. [Online]
http://wolipop.detik.com/read/2012/05/25/080845/1924344/1141/ini-barang-barang-yang-buat-wanita-gila-belanja (Tanggal akses 16Juni 2014)
Papalia, D.E (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana.
Phares, E. J. (1976). Locus of Control in Personality. New Jersey: General Learning.
Poerwandari, K. (2005). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi UI
Redaksi Psikologika. (1997). Perilaku Konsumtif Wanita. Jurnal Psikologika Ed. 4, th. II. Universitas Gajah Mada.
Rema, D. (2012). 7 Alasan Mengapa Wanita Suka Berbelanja. [Online]. http://wolipop.detik.com/read/2012/08/30/102943/2002919/1141/7-alasan-mengapa-wanita-suka-berbelanja (akses 16 Juni 2014)
Richins, M.L (1995). Social Comparison, advertising and consumer discontent. American Behavioral scientist. American Behavioral Scientist Vol 38 no.4.
Santoso, C.S (2010). Tingkat Konsumtif Tinggi, Masyarakat Diminta Menabung. [Online].
http://economy.okezone.com/read/2010/02/15/320/303760/redirect (Akses 29 Oktober 2012)
Santrock, J.W (2002). Life Span Development Edisi ke-5 Jilid ke-1. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J.W (2002). Life Span Development Edisi ke-5 Jilid ke-2. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J.W (2003). Adolscence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga. Santrock, J.W (2007). Remaja Edisi ke -11 Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Sarwono, S.W (2007). Psikologi Remaja (Edisi revisi). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Science Daily. Self Image. [Online].
http://www.sciencedaily.com/articles/s/self_image.htm (Akses 14 Agustus 2014)
Smith, J.A. (2009). Psikologi Kualitatif Panduan Parktis Metode Riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sumartono, H. (2002). Terperangkap dalam iklan: meneropong imbas pesan iklan televisi. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, R (2001). Remaja dan Perilaku Konsumtif. [Online]. http://www.e-psikologi.com/epsi/individual_detail.asp?id=375 (akses 29 oktober 2012)
Willig, C. (2008). Introducing Qualitative Research in Psychology: Adventures In Theory and Method. Edisi Kedua. Berkshire: Open University Press.
INFORMED CONSENT
Saya adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma yang akan melakukan penelitian mengenai budaya konsumerisme dan konsumtifisme pada remaja putri. Dalam rangka proses penelitian ini, saya mohon kepada Anda untuk berpartisipasi menjadi partisipan dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dunia eksistensial para remaja putri yang mengalami budaya konsumersime dan berlaku konsumtif. Adapun pertimbangan saya memilih Anda sebagai partisipan adalah karena Anda memiliki pengalaman dalam berbelanja dan terjun secara langsung dalam mengkonsumsi suatu barang. Guna mencapai kejelasan arah penelitian, Anda berhak untuk mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian sebelum berpartisipasi.
Pengumpulan data akan dilakukan dengan metode wawancara. Saya akan meminta Anda untuk menjawab pertanyaan terkait dengan proses berbelanja terakhir anda hingga mendapatkan barang yang anda beli. Karena ini merupakan proses menceritakan pengalaman yang terjadi, mungkin Anda harus mengingat-ingat pengalaman tersebut. Selama proses wawancara berlangsung, saya akan menggunakan digital recorder untuk merekam wawancara. Wawancara akan dilakukan kapanpun Anda merasa nyaman untuk bercerita. Proses wawancara ini akan dilangsungkan dalam durasi secukupnya, sepanjang Anda masih merasa nyaman untuk bercerita. Intensitas wawancara tidap dapat diprediksi hingga pengalaman yang diceritakan telah memadai untuk mencapai tujuan penelitian.
Dengan menjadi pertisipan, Anda akan dapat merefleksikan kembali pengalaman Anda dan berbagi pengalaman berharga dan sumbangsih bagi orang lain yang mengetahui pengalaman Anda. Partisipasi Anda juga akan berperan dalam sumbangsih keilmuan dalam disiplin psikologi pada khususnya.
Tanda tangan Anda dibawah ini menyatakan bahwa Anda telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini namun tidak mengikat keberadaan Anda untuk tetap menjadi partisipan hingga penelitian berakhir. Terima Kasih.
Partisipan Penelitian, Peneliti,
NO INTERPRETASI VERBATIM TEMATIK 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Belanja saat diskon menyenangkan (5-6)
Belanja yang menggila (5-6)
Berbelanja karena waktu
Denger-denger katanya sering belanja ya? Oh iya dong..
Itu kalo boleh tau sebulan di jakarta bisa belanja berapa kali?
Eh, biasanya sih minimal seminggu sekali.. ga juga sih biasanya sih lebih gila kalo ada diskon..
Terakhir belanja berarti?
Awal bulan waktu masih di jakarta..
Awal bulan kapan? Juli, bulan juli..
Ehh.. belanja apa ya itu?
Itu belanja sepatu doang sih, sama rok..
Oke.. terus bisa diceritain ga waktu belanja sepatu sama rok itu kemarin? Jadi niatnya itu cuma ketemu sama temen terus habis itu, dia kan mau
Diskon adalah hal yang menyenangkan. (5-6)
Belanja sebagai kegilaan (5-6)
19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 senggang. (18-20)
Tertarik dengan barang (20-21) Menimbang barang yang akan dibeli (21-23)
Mengecek harga & menimbang uangnya cukup atau tidak (27-28)
Perasaan bersalah karena memakai uang orang tua (31) Merasa senang setelah belanja (31)
Merasa puas setelah belanja (31)
Belanja sebagai kegiatan yang
nonton, akhirnya pisah tapi kan masih sore, sore kan bis-nya masih macet nanggung, akhirnya pindah ke mall seberang.. liat sepatu, naksir kan sepatunya.. tapi bingung ada 2 yang satu diskon 50 yg satu 30 jadi harganya sama ujung-ujungnya.. tapi bingung milih yang mana.. akhirnya ya, udah lama disitu beli aja dua-duanya.. hehe..
Itu yang sepatu ya? Kalo roknya?
Kalo roknya sih emang keliling-keliling sama temen terus naksir sama rok-nya.. emang niatnya mau cek sepatu dulu baru kalo udah, abis berapa kalo ada duit baru beli rok-nya..
Terus setelah kamu beli sepatu sama rok itu gimana? Antara bersalah dan senang sekali.. puas gitu..
Oh.. bersalahnya gimana? Ya, duit orang tua cuy..
Kalo puasnya gimana?
Ya akhirnya dapet sepatu maksudnya kan emang cari-cari sepatu dan
senggang. (18-20)
Tertarik dengan barang (20-21) Menimbang barang yang akan dibeli (21-23)
Mempertimbangkan barang sebelum membeli (27-28)
Perasaan menyesalsetelah belanja (31)
Merasa senang setelah belanja (31)
Merasa puas setelah belanja (31)
38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 seru (37-38)
Belanja adalah kegiatan mendadak bukan rutinitas (41-42)
Membeli karena cocok dipakai
akhirnya dapet.. seru lah..
Itu kamu kalo belanja biasanya karena udah direncanain apa belum? Eh.. biasanya sih kalo gitu sih.. kadang karena memang ada rencana.. tapi rencananya biasanya dadakan.. jadi sama aja..
Contohnya? Bisa diceritain?
Jadi misalnya nih, kalo ga direncanain itu adalah masa-masa kita ga punya duit.. harusnya mepet nih, tapi ga direncanain malah beli.. kalo di rencanain tuh biasanya ada duit, dan liat-liat ada yang suka baru beli.. jadi tujuannya emang mau liat-liat baru belanja..
Oke.. yang bikin kamu tertarik dari baju sama rok yang kamu beli tuh apanya sih?
Maksudnya?
Yang bikin kamu tertarik “ih.. kayaknya aku harus beli itu.. pokoknya aku harus beli itu” itu apanya?
Kayaknya sih cocok dipake..
(37-38)
Belanja secara mendadak (41-42)
57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75
dan sesuai image (56), (59-61)
Membeli barang karena harganya terjangkau (59) Menganggap trend saat ini terlalu feminim dan tidak cocok dengan diri (61-62)
Ada faktor lain yang buat kamu pengen beli itu?
Satu faktor adalah harganya terjangkau.. dua, itu kalo dipake cocok.. soalnya kan mencari-cari kalo kita belanja, kalo aku belanja itu mencari yang cocok sama image gitu.. sedangkan baju-baju cewe jaman sekarang kan yang girlie-girlie.. gitu..
Oke.. terakhir belanja budgetnya abis berapa? Kira-kira 1 juta..
Itu untuk 2 barang itu? Tiga..
Oh.. itu untuk 2 sepatu dan 1 rok itu? Iya..
Kalo belanja-belanja sebelumnya gimana?
Belanja sebelumnya yang saya inget itu.. udah lama sih.. yang sampe gede itu sekali belanja sampe 800.. biasanya kan kalo kaya gitu aku belanjanya itu
Membeli barang yang harganya terjangkau (59)
Merasa trend tertentu tidak cocok dengan diri (61-62)
76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94
Berbelanja saat senggang (86)
Membeli jika tertarik dengan barang (89-90)
Belanja sebagai pelampiasan stress (90-94)
sih.. eceran.. eceran.. satu-satuan atau dua-dua gitu.. jarang kalo sekali belanja langsung banyak gitu..
Berarti terakhir kamu belanja kemarin tuh kamu paling banyak ya habisnya? Atau ada yang lain?
Bisa dibilang.. ya kalo rata-rata sih.. kalo niat belanja sih antara 500-1 jutaan..
Oke.. Pas kamu belanja atau kamu memutuskan untuk belanja itu kamu sedang dalam keadaan kaya gimana? Entah itu senang atau sedih atau.. Biasa aja sih.. biasa-biasa aja kaya lagi main atau jalan terus belanja..
Oh.. berarti karena awalnya emang ga niat belanja gitu?
Eh.. sebenernya sih.. gimana ya.. ada niat belanja.. antara ada dan ga.. jadi tipikal yang kalo ada yang bagus beli.. tapi sih kalo lagi stress belanjanya lebih gila..
Oh.. kalo lagi stress?
He eh.. kaya melampiaskan.. cara mengatasinya gimana gitu..
Berbelanja untuk mengisi waktu senggang (86)
Tertarik dengan barang (89-90) Belanja sebagai pelampiasan stress (90-94)
95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 Merasamelebur atau membaurjika digunakan didepan teman sebaya yang kaya (101-106)
Tidak nyaman jika
menggunaan di depan teman sebaya yang lebih sederhana (107-108)
Oh.. jadi kadang kamu jadikan pelampiasan juga? Iya..
Kamu udah beli barang ni, terus kamu pake di depan yah.. teman-teman sebayamu lah.. itu perasaanmu gimana?
Wow.. berasa jumawa..
Apa tuh jumawa? Haha..
Berasa kaya alay “hei hei.. gimana sepatunya” haha.. ya engga sih maksudnya ya Cuma.. gimana ya.. kalo temen di kampus kan temen-temen orang kaya semua.. berasanya ya biasa.. berasanya ya.. ya udah.. tapi kalo didepan temen-temen yang di jogja itu kan biasanya lebih kurang, rasanya ya malah jadi ga enak..
Tadi kamu sempet bilang kalo kamu sempet merasa nyesel ya, merasa bersalah? dari semua barang itu berapa persen yang kamu merasa bersalah itu?
Dikit doang paling.. kalo di persenin tuh kira-kira 70% seneng, 30% merasa
Membeli baju agar terlihat konform (101-106)
Perasaan tidak nyaman (107-108)
114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132
Rasa bersalah yang dikalahkan oleh rasa senang (113-115)
Keinginan memiliki barang yang terpendam sebagai bom waktu (120-131)
bersalah.. tapi kalo gitu besoknya atau seminggu setelahnya udah, 100% senang.. jadi lupa merasa bersalahnya..
Hahaha.. oh gitu.. oke.. misalnya nih, kamu ngincer barang udah lama gitu.. trus kamu liat barang itu ada tapi pas kamu lagi ga ada duit dan kamu ga bisa beli barang itu.. perasaanmu gimana?
Yah.. seakan-akan mau menggapai bintang gtu.. gimana sih..
Tapi pernah kaya gitu? Pernah..
Menggapai bintang itu kaya gimana sih?
Rasanya kaya gini lho.. kaya ngeliat sesuatu yang kamu pinginin Cuma belum mampu.. Cuma mikir jadi kaya bom waktu gitu lho.. pokoknya suatu saat harus bisa kerja sendiri, dapet gaji sendiri dan bisa beli barang itu..
Oh, jadiin motivasi ya? Iya..
(113-115)
Belanja yang tidak tercapai sebagai motivasi (120-131)
133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151
Menggunakan fashion yang cocok dengan dirinya (135-137)
Tidak suka dengan fashion tertentu walaupun sedang trend (142-143)
Info fashion didapat dari majalah diskon (147-148), (167) , (170), (173)
Ok.. emm.. kamu nilai dirimu sendiri ya, kamu tuh termasuk orang yang update soal fashion ga?
(diam sejenak) kayaknya sih ga begitu.. karena.. kalo aku sih ga ngeliatin cewek-cewek pada pake baju kaya gimana gitu.. Cuma ngeliat aja apa yang cocok buat aku..
Berarti kalo misalnya ni sekarang lagi model yang vintage-vintage gitu, kamu ga ngikutin itu?
Eh.. kalo vintage sih aku emang suka vintage.. maksudnya gini.. pernah ada apa up to date tuh model flat shoes.. itu kalo aku ga suka mau dia boooming kaya gimana juga aku ga suka..
Oh.. oke.. oke.. kamu biasanya dapet info-info fashion yang sesuai style kamu dari mana?
Biasanya sih ga ada info-info style kaya gimana gitu.. biasanya sih dapet info diskon..
Ohh.. dari diskon ya? Ga pernah dari internet atau majalah gitu?
Ga.. soalnya kalo dari internet atau majalah itu ga bisa dicoba kan.. kita ga
Memilih fashion yang cocok dipakai (135-137)
Memilih fashion karena suka dengan modelnya (142-143)
Info fashion didapat dari media sosial (147-148),( 167), (170), (173)
152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170
Membeli barang jika sudah dicoba dan cocok (153-155)
tau.. biasanya sih kalo yang udah kaya gitu tuh, gini lho.. kaya yang dari internet gitu tuh ga bisa dicoba.. kita ga tau itu cocok apa engga walopun keliatannya bagus.. tapi kalo.. kadang-kadang baju yang di mall gitu keliatannya biasa begitu kita coba bisa cocok banget.. itu yang dicari..
Oh.. engga maksudku gini.. eh, waktu kamu liat sepatu di internet itu bagus, terus kamu liat di mall ada yang persis kaya gitu, kamu coba ternyata bagus.. pernah ga?
Ga pernah, soalnya yang biasanya aku taksir di majalah ga pernah ada di mall..
Oh.. berarti kamu kalo belanja dimana dong? Di mall..
Oh.. aku ngerti.. Majalahnya beda..
Emang majalah apa sih?
Majalah yang di kasih dari mall itu lho.. klo jd member gitu..
Mencoba barang sebelum membeli (153-155)
171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189
Biasa berbelanja bersama teman atau sepupu (187-189)
Isinya apa?
Diskon, produk terbaru gitu.. sama fasilitas-fasilitas mall yang terbaru apa..
Oh.. kaya yang di amplas itu ya? Ya kaya gitu..
Diluar kamu belanja tadi, yang sepatu sama rok itu biasanya kamu belanja apa lagi?
Biasanya sih karena aku suka baca.. biasanya sih belanja buku atau alat gambar.. kalo buku sih lebih gila lagi..
Tapi kalo untuk fashion rata-rata?
Kebanyakan sih baju.. baju atasan.. cardigan.. jaket..
Ok.. kamu biasanya belanja sama siapa?
Biasanya sih.. apa ya.. beda-beda sih kalo lagi pergi sama temen ya sama temen.. biasanya sih kalo dulu sama sepupu.. tapi dia habis melahirkan jadi kadang-kadang sama temen, kadang-kadang sendiri..
190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208
Berbelanja karena bosan dan mengisi waktu (194)
Menemukan hal yang menarik perhatian (194-196)
Mempertimbangkan belanja karena merupakan pengorbanan (196-197)
Menimbang barang yang akan dibeli (198-199)
Memaksakan membeli hingga akhirnya sadar jika uangnya tidak cukup (205-206)
Ok.. emm.. kemarin pas terakhir kamu belanja, perasaanmu pas belanja gimana? Jadi tadi kan kamu cerita proses saat kamu akan dapet sepatu itu.. nah, pas kamu mau mendapatkan sepatu itu gimana?
Gimana ya.. jadi dari awalnya bosen kan, terus jalan-jalan.. terus liat sepatu rasanya ada sesuatu, tertarik gitu.. ngerti ga? Menemukan sesuatu yang menarik perhatianmu.. tapi kan kaya gitu menimba-nimba.. ini kan pengorbanan.. duit.. sama hal yang dicapai.. bandingin.. layak ga? Kalo tiba-tiba udah mutusin.. setelah itu ya pasti ada perasaan kaya gimana ya.. aduh, harusnya beli ga ya.. maksudku.. ngerti kan?
Oh.. ya.. aku ngerti..
Terakhir ni.. kalo udah diitung-itung ya.. pengeluaranmu sama jatah bulananmu itu, seimbang ga? Atau malah terlalu berlebihan?
Kayaknya sih.. sampe sekarang sih cukup-cukup aja kok.. tapi jujurnya sih, harusnya ga cukup..
Terus kamu bisa mencukupinya gimana?
Berbelanja untuk mengisi waktu luang (194)
Tertarik dengan suatu barang (194-196)
Belanja sebagai pengorbanan (196-197)
Mempertimbangkan barang sebelummembeli (198-199)
Memaksakan membeli walau uangnya mepet (205-206)
209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227
Menganggap belanja sebagai pengorbanan (212-213)
Menerima dan pasrah jika tidak bisa mendapatkan barang yang diinginkan (218-228)
Ga makan.. hehehe..
Serius?
Ya palingan ngirit.. untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan kan emang butuh pengorbanan..
Kalo pas kamu lagi jalan gitu kamu ngeliat barang yang pengen kamu beli tapi kamu ga bisa beli perasaanmu gimana?
... (diam sejenak).. maksudnya tuh kaya barangnya tuh baju.. kaya baju.. kenapa ga bisa beli mungkin karena harganya mahal jadi ya udah.. misalnya harga bajunya 600 tapi bagus.. jadi maksudnya ya udah ga bisa di apa-apain lagi gitu..
Berarti maksudnya “ya udah” mu tu gimana? Bisa dideskripsikan lagi? Ya udah, maksudnya kaya belom jodoh..
Ok.. berarti maksudnya belum jodohnya tuh.. pasrah?
Ya maksudnya bisa menerima dengan baik-baik saja, ga gila apa gimana gitu.. kepikiran bentar tapi ya paling ya udah kepikiran aja tapi sayang ga
Belanja sebagai pengorbanan (212-213)
Pasrah jika tidak bisa membeli (218-228)
228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246
Lebih mementingkan kualitas daripada merek (231-238)
Mempertimbangkan barang yang akan dibeli karena merupakan pengorbanan
(243-bisa.. gitu..
Ok.. buat kamu lebih penting apa? Merek atau kualitas?
Bukannya merek tuh menjamin kualitas? Lebih pentingnya sih kualitas.. kalo ber-merek ga da kualitasnya buat apa..
Gini.. kalo misalnya kamu nemu barang yang satu mereknya gucci.. atau kamu biasanya suka beli apa sih?
Gini-gini.. misalnya merek yang terkenal tuh kan guess.. biasanya kan cewe-cewe tuh kan pake tas guess, sepatu guess tapi itu ga ada kualitasnya.. ga suka..
Oh.. gitu.. oke.. terus kamu merasa sulit kan menahan keinginan-mu buat belanja? Jadi misalnya pas kamu lagi jalan terus kamu liat barang bagus gitu.. kamu bisa nahan ga?
Cukup bisa.. tapi dengan pertimbangan dulu.. mampu sebenernya.. tapi layak ga.. maksudnya pantes ga untuk mempertaruhkan..
Oke.. kamu kemarin kan sempet bilang kalo shopping tuh kamu buat
Lebih mementingkan kualitas daripada merek (231-238)
Belanja merupakan pengorbanan (243-244)
247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 244) Mempertimbangkan belanja saat ramai karena tidak bisa menikmati (261-266)
refreshing ya.. pernah ga pas kamu lagi sale kan rame banget tuh.. itu buatmu disaat kaya gitu tuh biasa aja atau engga? soalnya kalo orang yang suka belanja kan itu stress kalo kamu gimana?
Tergantung perginya sama siapa.. kalo perginya sama orang yang ga suka belanja mereka akan bikin stress dan akan bikin bete.. mendingan ga.. jadi mending ga usah dan mending sendiri.. tapi kalo pergi sama orang yang suka belanja malah jadi lucu sendiri karena biasanya malah jadi hal yang lucu kan keliatan bego banget..
Oke kalo kamu sendiri gimana?
Tergantung sih.. tergantung.. jadi menimbang-nimbang gitu lho.. layak ga aku harus pusing tapi dapetin yang aku mau gitu..
Jadi kalo kamu dalam keadaan kaya gitu kamu lebih milih?
Makanya tergantung.. habis emang suka menimbang-nimbang dulu.. jadi, bagus ga barangnya atau diskonnya seberapa gitu.. dan orangnya rame.. kalo rame gitu kan pertimbangannya ni banyak yang masih ada apa engga, barangnya bagus apa ga gitu.. kalo udah terlalu rame ya males.. nanti nyari juga susah mau liatnya juga ga bisa menikmati.. biasanya kalo udah rame
Terlalu ramai Stress(261-266)
266 267 268 269
banget ya ga.. kalo ga ya cari waktu dimana ga rame..
Oh gitu.. berarti mempertimbangkan ya.. Iya..
Partisipan 2 Wieana
NO INTERPRETASI VERBATIM TEMATIK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Belanja untuk mengisi waktu. (11-12; 13-18)
Ke mall karena melihat wanita lain suka ke mall. (12-13)
Kalo boleh tau, kalo di rata-rata dalam sebulan bisa berapa kali belanja? Paling banyak 2..
Trus terakhir belanja kapan?