• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP…

B. Saran

1. Melalui Permendagri No. 9 Tahun 2016 meskipun diperbolehkan karena beberapa alasan untuk tidak melampirkan akta nikah orang tua saat membuat akta kelahiran, masyarakat harus tetap aktif mencatatkan pernikahanya, sebab membuat akta kelahiran tanpa buku nikah/akta perkawinan mempengaruhi hubungan hukum banyak hal yang dapat merugikan anak dan isteri apabila peristiwa tersebut terjadi.

2. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, warga harus jujur tentang kronologi/kejadian yang mereka hadapi. Sebab penerbitan akta kelahiran di Disdukcapil hanya untuk pembuatan akta yang bermasalah. Akta kelahiran merupakan bukti legalitas yang diakui oleh negara dan memberikan hubungan hukum antara orang tua serta anak.

Jadi harus berdasarkan situasi yang sebenar-benarnya.

3. Untuk instansi pencatat akta kelahiran, sebaiknya lebih intensif dan teliti dalam melayani masyarakat yang akan menerbitkan akta kelahiran, terlebih pembuatan akta kelahiran dewasa (orang tua).

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia. (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Cetakan ke-1.Tahun 1995.

Alexandra Aryani Renata, Tinjauan Yuridis Pencantuman nama orang tua dalam akta Kelahiran Anak Terlantar di Panti Asuhan. (Jurnal--Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2017).

Bahtia Wardi, Metodologi Ilmu Dakwah. Jakarta: Logos, Tahun 2011.

Bambang Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003). h., 13

Boedi Abdullah, Perkawinan dan Perceraian Keluarga Muslim. Bandung:

Pustaka Setia, Cetakan ke-1, Tahun 2013.

Cst Kansil, Christine, S. T Kansil, Engelien R, Palandeng dan Godlieb N Mamahit, Kamus Istilah Hukum. Jakarta, Tahun 2009.

Dominikus Rato, Filsafat Hukum Mencari: Memahami dan Memahami Hukum.

Laksbang Pressindo. Yogyakarta, Tahun 2010.

Hasan Iqbal. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia. Tahun 2002.

Kusumaningrum, S, Menemukan, Mencatat, Melayani: Kelahiran dan Kematian di Indonesia. Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (PUSKAPA). Jakarta, 2016.

Manan Bagir. Teori dan Politik Konstitus. Yogyakarta: FH UII Press. 2003

Mohammad Daud Ali, Hukum Islam Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia. Cetakan XVII (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012).

Muchsin, Problematika Perkawinan Tidak Tercatat Dalam Pandangan Hukum Islam Dan Hukum Positif. Materi Rakernas Perdata Agama, Mahkamah Agung RI. Jakarta, 2008.

Pencatatan Kelahiran bagi Seluruh warga Indonesia: Arah dan Strategi Kerjasama.

Pitlo, Pembuktian dan Daluarsa, terjamahan M.Isa Arif (Jakarta: PT Intermasa,1978),

Prof. Dr. A. Yusuf, Muri, M. Pd., Metode Penelitian Kuantitatif & Penelitian Gabungan. Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri. Tahun 2014.

Riduan Syahrani, Rangkuman Intisari Ilmu Hukum. Penerbit PT. Citra Aditya Bakti. Bandung, Tahun 1999.

Ridwan HR, Hukum Administrasi Negara, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013).

Rosjidi Ranggawidjaja, Pengantar Ilmu Perundang-undangan, Edisi CD-ROM (Bandung: Unisba, 2007).

R. Subekti dan R. Tjitrosoedibjo, Kamus Hukum. (Jakarta: Penerbit Pradya Paramita, 1980).

S.J. Fockema Andreae, Rechtsgeleerd Handwoorddenboek, diterjemahkan oleh Waktar Siregar, Bij J. B. Wolters uigeversmaatschappij , (Jakarta: N. V.

Groningen, 1951)

Salim dan Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, Tahun 2013.

Salim HS – Erlies Septiana Nurbani. Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Tesis dan Disertasi. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, Tahun 2013.

Suciati, Susi. Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Tangerang, Wawancara, Tangerang. 16 November 2021

Sudikno Mertokusumo, Mengenal Hukum Suatu Pengantar. Yogyakarta, Liberty, Tahun 1999.

Sudikno Mertokusumo, Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW). (Jakarta: Sinar Grafika, 2001), 42-43.

Sukris Sarmadi, Format Hukum Perkawinan dalam Hukum Perdata Islam di Indonesia. Cetakan ke-1, Yogyakarta: PT. Pustaka Prisma, Tahun 2007.

Sumner Cate, Pencatatan Kelahiran bagi Seluruh warga Indonesia: Arah dan Strategi Kerjasama. Jakarta: Plan International Headquarters, 2018.

Referensi artikel:

https://dukcapil.kalbarprov.go.id/post/akta-kelahiran-sebagai-dasar-pemenuhan-hak-hak- anak-sebagai-warga-negara, diakses pada tanggal 18 februari 2022, pukul 09.43

https://disdukcapil.kapuashulukab.go.id/dasar-hukum/, diakses pada tanggal 18 februari 2022, pukul 09.43

Http://disdukcapil.tanatidungkab.go.id/berita/detail/apa-yang-dimaksud-dengan- sptjm--surat-pernyataan-tanggung-jawab-mutlak

https://metro.tempo.co/read/1190513/sejuta-warga-kabupaten-tangerang-belum- punya-akta-kelahiran diakses pada tanggal 28 Mei 2021, Pukul 18.00

Swandy Sihotang, SPTJM: Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak, Institut Kewarganegaraan Indonesia, 2016, https://www.iki.or.id.

Referensi Perundang-undangan:

Kompilasi Hukum Islam, cet. Ke-6 (Bandung: Nuansa Aulia, 2015).

Lihat Pasal 27 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Lihat Pasal 27 Undang-Undang No. 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas

Undang-Undang No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Lihat Pasal 28 Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Lihat Pasal 52 ayat (1) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan

Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Lihat Pasal 53 ayat (1) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 1 angka 19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Peningkatan Pencakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.

Pasal 1 angka 19 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Peningkatan Pencakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.

Pasal 1 Ayat (15) dan Ayat (17) Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan.

Pasal 1 ayat 19 Permendagri Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.

Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Pasal 52 ayat (3) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 52 ayat (4) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 55 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 56 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 58 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 59 Ayat (1) (2) (3) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 60 Ayat (1) (2) (3) Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 61 dan Pasal 62 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Pasal 63, 64, 65 Perpres Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil

Peraturan Menteri Agama No. 3 Tahun 1975 Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1975

Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 96 Tahun 2018 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

Permendagri No.9 Tahun 2016 Tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran.

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor:472.11/4954/SJ.

Undang-undang Dasar Tahun 1945, cet. Ke-1 (Mandiri Bersama Comp, 2016).

Undang-undang No. 1 Tahun 1974, cet. Ke-6 (Bandung: Nuansa Aulia, 2015).

Undang-undang No. 22 Tahun 1946

Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan Undang-undang No. 24 Tahun 2013

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Izin Penelitian

Lampiran 2 Dokumentasi Wawancara

Bersama Ibu Susi Suciati, S.STP., M.M.

(Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kab. Tangerang) NIP. 197705101997032004

Lampiran 3 Contoh SPTJM

Lampiran 4 Contoh Akta Kelahiran