Pada bagian akhir penelitian, peneliti menyimpulkan beberapa saran dan rekomendasi yang bisa diaplikasikan oleh pembaca, penelitian selanjutnya atau stakeholders yang berkepentingan dalam topik penelitian.
1. Dengan adanya penelitian ini, pembaca diharapkan bisa lebih sadar terkait fenomena penurunan muka tanah.
Sehingga jika fenomena tersebut bisa terjadi lebih luas, antisipasi sudah dapat dilakuakan lebih dini serta kegiatan atau aktivitas yang berpotensi memperparah fenomena penurunan muka tanah dapat dihindari.
2. Pada penelitian ini hanya merumuskan karakteristik pengendalian berdasarkan aspek IPR atau aspek teknis pada peraturan zonasi. Diharapkan pada pada penelitian selanjutnya, dapat dikembangkan penelitian mengenai bagaimana desain dan keruangan suatu bangunan yang tahan terhadap penurunan muka tanah serta dapat dirumuskan pengendalian dampak penurunan muka tanah pada aspek lainnya.
3. Rekomendasi untuk pemerintah yaitu membuat rencana strategis khusus wilayah yang mengalami penurunan muka tanah ataupun peraturan yang mengikat mengenai penurunan muka tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Arnell, N. (1996). Global Warming, River Flows and Water Resources. West Susseex: Bookcraft (Bath) Ltd.
Barragan, J. M. (2015). Analysis and Trends of The World's Coastal Cities and Aglomerations. Ocean and Coastal Management , 11-20.
BPS. (2016). Kecamatan Gunung Anyar Dalam Angka Tahun 2016. Surabaya: BPS Surabaya.
BPS. (2016). Kecamatan Rungkut Dalam Angka Tahun 2016.
Surabaya: BPS Surabaya.
BPS. (2016). Kota Surabaya Dalam Angka Tahun 2016.
Surabaya: BPS Surabaya.
Dahuri, R., & Rais, J. (2001). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT Pradnya Paramita.
Herdyansyah, A. (2017). Dampak Penurunan muka tanah Pada Kawasan Pesisir Pantai Timur Surabaya. Jurnal POMITS .
Jundi, Lukman. (2017). Analisis Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence) Kota Semarang Menggunakan Citra Sentinel-1 Berdasarkan Metode Dinsar Pada Perangkat Lunak SNAP. Jurnal Geodesi Undip. Universitas Diponegoro. Semarang
Khoirunisa, Risty. (2015). Analisis Penurunan Muka Tanah Kota Semarang Tahun 2015 Menggunakan Perangkat Lunak Gamit 10.5. Jurnal Geodesi Undip. Universitas Diponegoro
Kurniawan, A., & al., e. (2011). Studi Penurunan Tanah Kota Surabaya Menggunakan Global Positioning System.
Seminar Nasional Pascasarjana XI - ITS , 1 - 5.
Lestari, A. D. (2012). Pengaruh Kenaikan Permukaan Air Laut pada Penurunan muka tanah di Akuifer Pantai.
Minardi, Suhayat. (2014). Analisa Penurunan Air Tanah dan Amblesan Tanah dengan Metode Gayaberat Mikro dan Gradien Vertikal Waktu: Studi Kasus di Jakarta. Jurnal Ilmu Dasar Vol. 15 No.1.
Notodarmojo, S. (2005). Pencemaran Tanah dan AIr Tanah.
Bandung: Penerbit ITB.
Pamungkas, A., & Rahmawati, D. (2017). Perencanaan Kawasan PesisirTerpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Papatheochari, D. (2007, December 1). Coastal Cities. Diambil
kembali dari Coastal Wiki:
http://www.coastalwiki.org/wiki/Coastal_Cities
Perencanaan dan Pengembangan Kota Pesisir Berwawasan Lingkungan2015KENDARIUNHALU PRESS
Purnomo, N. A. (2013). Studi Pengaruh Air Laut Terhadap Air Tanah di Wilayah Pesisir Surabaya Timur. Jurnal Teknik POMITS Vol. 1 , 1-6.
Rahmawati, D., & Yukeiko, R. (2015). Konsep Land Sharing Sebagai Alternatif Penataan Permukiman Nelayan di Kelurahan Gunung Anyar Tambak Surabaya. Jurnal Teknik , 6.
Setiyono, A., Wahyudi, & Suntoyo. (2013). Studi Potensi Air Tanah di Pesisir Surabaya Timur Untuk Budidaya Perikanan Air Payau. Journal Teknik POMITS , 1 - 5.
Sophian, R. I. (2010). Penurunan Muka Air Tanah Di Kota - Kota Besar Pesisir Pantai Utara Jawa (Studi Kasus:Kota Semarang). Bulletin Of Scientification Contribution , 1 - 20.
Surabaya, P. K. (2010). RDTR UP Rungkut. Surabaya.
Surabaya, P. K. (2012). RZWP3K Kota Surabaya Tahun 2012.
Surabaya.
Werner, A. D. (2013). Seawater Penurunan muka tanahon Processes, Investigation and Management: Recent
Advances and Future Challenges. Advances in Water Resources , 3-26.
Yuwono, Bambang. (2013). Analisa Geospasial Penyebab Penurunan Muka Tanah di Kota Semarang. Jurnal Teknik. Universitas Wahid Hasyim Semarang
Zulkaidi, D., & Natalivan, P. (2005). Zoning Regulation dan Building Code Dalam Pembangunan Kembali Pasca Gempa dan Tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota,Vol.
16/No.1 , 1-20.
“Halaman ini sengaja dikosongkan”
Lampiran 1.1. Kuisioner Aspek Building Code Berdasarkan Faktor
Tanggal :
No. Responden :
Kelurahan :
RW :
Jenis bangunan :
Jawablah pertanyaandengan jawaban yang paling sesuai dengan kondisi anda saat ini.
Di Kelurahan Medokan Ayu (Kecamatan Rungkut) dan
di Kelurahan Gunung Anyar Tambak telah terjadi
penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah
merupakan percampuran antara air tanah dengan air laut
yang terjadi didalam tanah, sehingga air yang digunakan
sehari – hari menjadi asin. Tingkat penurunan muka
tanah di kedua kelurahan tersebut sudah tinggi (salinitas
30 – 40 ppt) yang dapat mengakibatkan dampak seperti
kerusakan bangunan dan kerusakan lingkungan,
penurunan muka tanah disebabkan oleh penurunan muka
air tanah yang disebabkan dengan massa bangunan dan
intensitas bangunan yang ada diatasnya (tanah). Oleh
karena itu kuisioner itu bertujuan untuk mengidentifikasi
karakteristik bangunan khususnya permukiman
berdasarkan pendekatan aspek building code (Intensitas bangunan, tata massa bangunan, konstruksi bangunan, dan fungsi) guna untuk mengetahui upaya pengendalian melalui pendekatan building code tersebut. Oleh karena itu mohon kesediaan bapak/ibu/sdr/i untuk mengisi kuisioner berikut.
1. Berapa Tahun anda telah tinggal disini
(Kelurahan Medokan Ayu/Kelurahan Gunung Anyar Tambak?
Jawab:
2. Berapa luas lahan/kavling yang anda miliki?
Jawab:
3. Berapa luas lantai bawah bangunan yang anda miliki?
Jawab:
4. Berapa luas seluruh lantai bangunan yang anda miliki (jika jumlah lantai lebih dari 1)?
Jawab:
5. Berapa jumlah lantai bangunan rumah anda?
Jawab:
6. Berapa tinggi bangunan rumah anda (m)?
Jawab:
7. Apakah anda memiliki taman/ruang terbuka/tanah tidak terbangun di rumah? Jika iya, berapa luas taman anda?
Jawab:
8. Berapa jarak antar bangunan ? Jawab:
9. Berapa jarak GSB (dinding bangunan terluar ke tepi jalan) bangunan ?
Jawab:
10. Berapa jarak GSJ (dari bangunan terluar ke median jalan) bangunan ?
Jawab:
1. Berapa jarak GSP (dari pagar ke median jalan) bangunan ?
Jawab:
2. Apakah material yang digunakan dalam bangunan ini?
Jawab:
3. Apakah terjadi kerusakan bangunan (rumah)
selama tinggal disini? Jika iya, bagaimana kondisi
kerusakannya?
a. Pengelup
Lampiran 1.2.Data Hasil Survey Primer Terkait Aspek Building Code
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT
JENIS No. FUNGSI KDB KLB KDH LB TB GSB GSJ GSP MATERIAL KERUSAKAN BOBOT KERUSAKAN A B C D
1810 RUMAH
TINGGAL 85 0,8 15 1 5 3 7,2 5,2 BATU
BATA v v 25
191 RUMAH
TINGGAL 75 0,7 23,5 1 5 1 4 4 BATU
BATA v v 25
192 RUMAH
TINGGAL 74,3 0,7 25,6 1 5 4 7 4 BATU
BATA v 25
193 RUMAH
TINGGAL 75 1,8 22,8 2 15 1 4 4 BATU
BATA v v 50
194 RUMAH
TINGGAL 94,7 1,9 0 2 12 1,5 4,5 4 BATU
BATA v v v 75
195 RUMAH
TINGGAL 91,4 1,8 0 2 10 2 5 3,5 BATU
BATA v v v 75
196 RUMAH
TINGGAL 82,8 0,8 17,2 1 4 2,5 5,5 3 BATU
BATA v v v 75
RATA
RATA 56,93 0,93 14,36 1,23 7,15 3,40 5,68 3,09 45,12
Keterangan:
Kerusakan Bangunan
A = Pengelupasan Cat
B = Amblesan
C = Keretakan Bangunan
D = Pengkaratan
“Halaman sengaja dikosongkan”
BIODATA PENULIS
Penulis dilahirkan di Nganjuk, 19 Juni 1996 dan merupakan anak pertama dari pasangan Samsul Riadi dan Yuniasih.
Penulis telah menempuh pendidikan formal yaitu di TK Dharma Wanita Sawahan, Kota Nganjuk, SD Negeri Sawahan 1, SMP Negeri 1 Lengkong, dan SMA Negeri 2 Nganjuk. Setelah lulus dari jenjang pendidikan SMA pada tahun 2014, penulis di terima di jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FADP – ITS pada tahun 2014 dan terdaftar dengan nomor induk mahasiswa atau di sebut NRP yaitu 3614100035 dan sekarang telah menjadi 08211440000035.
Pada tahun 2014 penulis aktif dalam kegiatan UKM UKTK ITS. Kemudian tahun 2015 penulis aktif dalam kegiatan sosial sebagai volunteer kegiatan sosial Kementerian Sosmas BEM ITS hingga tahun 2016. Kemudian penulis juga aktif dalam kegiatan ormawa dan kepanitiaan diantaranya yaitu menjadi panitia Gerigi 2015 dan Gerigi 2016 serta menjadi panitia dalam kegiatan himpunan. Tahun 2016 dan 2017 penulis diamanahi sebagai staff Divisi Big Event HMPL ITS. Selain itu penulis juga aktif dalam mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan diri didalam ITS dan diluar yaitu Pra LKMM TD 2014, LKMM TD 2015, serta pelatihan leadership talk yang diadakan oleh ITS dan Unair. Penulis dapat dihubungi melalui email [email protected]