Sintesa pustaka merupakan sintesa variabel – variabel dari teori – teori yang terdapat pada kajian pustaka dan akan digunakan dalam penelitian ini. adapun variabel berdasarkan sintesa pustaka yakni disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 2.3. Sintesa Pustaka
Aspek Indikator Variabel Alasan Pemilihan Variabel
penurunan muka tanah
Merupakan salah satu variabel yang disebabkan oleh tingginya IPR.
Bangunan Konstruksi bangunan
Untuk mengetahui tingkat dampak penurunan muka tanah terhadap kerusakan bangunan
Untuk mengetahui jenis penggunaan lahan berdasarkan klasifikasi zona
Intensitas Pemanfaata n Ruang
KDB Merupakan Aspek IPR
yang berpengaruh terhadap terjadinya penurunan muka tanah KLB
Merupakan Aspek Tata Massa Bangunan yang berpengaruh terhadap terjadinya penurunan muka tanah
Untuk mengetahui fungsi yang diterapkan pada suatu bangunan sehingga
Aspek Indikator Variabel Alasan Pemilihan Variabel
dapat mengetahui kebutuhan airnya.
Sumber: Analisa Penulis,2017
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan Penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pendekatan rasionalistik yakni merupakan pendekatan yang menempatkan objek yang spesifik secara totalitas holistik. Pendekatan rasionalistik mengenal mengenai fakta empiris, empiris sensual, empiris logika dan teoritis yang dapat digunakan untuk dasar analisis masalah sehingga hasil penelitian penulis harus dapat diuji validasinya dan dapat dipertanggungjawabkan (Muhadjir, 2000). Selain itu pada penelitian juga menggunakan pendekatan eksplanatori yakni merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk menguji suatu hipotesis pada suatu teori maupun penelitian sebelumnya. Pendekatan eksplanatori bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara dua atau lebih gejala atau variabel (Sarwono,2006).
3.2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif yang terfokus pada dampak yang dihasilkan berdasarkan kondisi lapangan serta faktor penyebabnya pada wilayah terdampak yaitu Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan metode yaitu secara kuantitif pada proses pengumpula data, pengolahan data maupun pada jenis data yang dinilai kuantitatif sehingga tercipta hasil penelitian berdasarkan metode kuantitatif (Creswell & Clark, 2007).
3.3. Variabel Penelitian
Variabel adalah sesuatu yang dipergunakan untuk mewakili ciri, sifat dan ukuran yang bervariasi yang didapatkan oleh satuan penelitian pada suatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo, 2005). Suatu variabel harus berisi mengenai tahapan pengorganisasian serta definisi operasionalnya dengan tujuan agar mempermudah mencari hubungan antar satu variabel dengan variabel lainnya dan pengukurannya (Sarwono, 2006). Menurut Notoatmodjo (2005) tujuan dan manfaat definisi operasional yaitu untuk membatasi ruang lingkup penelitian berdasarkan variabel yang telah didefinisikan secara terukur.
Adapun varibel dan definisi operasionalnya pada penelitian ini yakni sebagai berikut.
Tabel 3.1. Variabel Penelitian
Sasaran Variabel Definisi Operasional
a. Sasaran 1 (Identifikasi tingkat pengaruh variabel – variabel yang terhadap terjadinya fenomena penurunan muka tanah)
Tingkat penurunan muka tanah
Kedalaman permukaan tanah yang turun tiap
tahunnya, yang di deskripsikan dalam KDB Nilai Presentase
koefisien dasar bangunan (luas lantai bangunan dibagi persil
dikali 100%) KLB Nilai koefisien lantai
bangunan yang dijabarkan dalam nilai
desimal KDH Nilai presentase
koefisien dasar hijau (luas dasar hijau dibagi
nilai persil dikali 100%)
bangunan pada
Output Sasaran 1 Terdiri dari variabel yang dihasilkan oleh analisa pada sasaran 1
dan 2
Sasaran Variabel Definisi Operasional wilayah yang
mengalami
penurunan muka tanah berdasarkan aspek IPR)
Konstruksi Bangunan Presentase kerusakan bangunan yang terjadi pada wilayah studi Substructure
bangunan
Jenis material yang digunakan oleh bangunan yang berada
pada wilayah studi Fungsi Bangunan
Jenis fungsi bangunan yang digunakan pada
wilayah studi pemanfaatan ruang di wilayah studi)
Output Sasaran 1 dan 2
Merupakan rekomendasi dan saran
yang ditawarkan berdasarkan temuan pada sasaran 1 dan 2
Sumber: Analisis Penulis, 2017
3.4. Populasi Dan Sampel 3.4.1 Populasi
Populasi merupakan keseluruhan unit pengukuran yang merupakan objek dalam penelitian yang pada akhirnya diambil suatu kesimpulan (Purnomo, 2010). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat yang terdampak terhadap penurunan muka tanah. Adapun masyarakat tersebut adalah masyarakat Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya. Selain itu juga terdapat unsur biotik dan antibiotik.
3.4.2 Sampel
Sampel merupakan keseluruhan unit atau objek yang terpilih dan merupakan bagian dari populasi yang mewakili karakteristik populasi dan dapat berupa suatu elemen individu atau seperangkat elemen (Sarwono, 2006). Sampel tersebut kemudian disebut responden, adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian masyarakat terdampak yakni Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak serta aktivitasnya, dan kondisi fisik wilayah penelitian.
3.4.3 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik stratified random sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan tingkatan atau variasi yang melekat pada populasi. teknik random sampling tersebut digunakan untuk menjawab kebutuhan identifikasi variabel – variabel yang berpengaruh terhadap terjadinya fenomena penurunan muka tanah serta menjawab kebutuhan karakterisasi bangunan pada wilayah studi yang mengalami fenomena penurunan muka tanah berdasarkan kriteria intensitas pemanfaatan ruang.
Tabel 3.2. Teknik Sampling Pada Masing – Masing Sasaran
No. Sasaran Teknik
Sampling Keterangan 1.
Menentukan karakteristik bangunan pada wilayah yang mengalami penurunan muka tanah aspek intensitas pemanfaatan ruang
Stratified Random Sampling
Populasi
merupakan jumlah masyarakat pada wilayah studi (Kelurahan Medokan Ayu dan Gunung Anyar)
a. Teknik Pengambilan Sampel Stratified Random Sampling Teknik random sampling dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengundian atau tabel acak. Pengundian dilakukan secara acak layaknya pengundian arisan sedangkan tabel acak digunakan dengan cara pengundian melalui data tabel melalui Microssoft Excel dengan formula “=randbetween(xn1,xn2)”.
Sebelumnya sampel menggunakan obyek masyarakat yang mana menggunakan jumlah KK sebagai populasi di wilayah terdampak yang kemudian di saring atau ditentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin untuk menentukan total sampel.
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁𝑒2 n =Ukuran Sampel
N=Ukuran Populasi
e =Tingkat Kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir (0,1;
0,05; 0,025; 0,01)
dengan menggunakan rumus slovin tersebut dengan tingkat kesalahan sebesar 10% (0,1) maka diperoleh sampel secara keseluruhan pada wilayah studi yaitu sebesar 180 sampel. Dari 180 sampel tersebut akan dibagi kembali menjadi sampel – sampel pada masing – masing RW secara terstratifikasi. Pengambilan sampel pada masing – masing RW tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik sampling stratified random sampling.
Stratified random sampling merupakan metode pengambilan sampel yang mana populasinya bersifat heterogen dan dibagi – bagi dalam lapisan – lapisan (strata), dan dari masing – masing strata harus diambil sampel secara acak (Kasjono & Yasril, 2009).
Pengambilan jumlah sampel pada masing – masing strata menggunakan rumus sebagai berikut.
𝑆𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙𝑝𝑒𝑟𝑅𝑊 =𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝐾𝐾𝑝𝑒𝑟𝑅𝑊
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙𝐾𝐾 𝑥180 (𝑢𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙) Untuk mendapatkan jumlah sampel pada masing – masing RW maka dibutuhkan data berupa jumlah KK pada masing – masing RW serta jumlah total keseluruhan KK pada wilayah studi (Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak).
Berikut merupakan data tersebut.
Tabel 3.3. Jumlah Sampel pada masing – masing wilayah penelitian
No. Kelurahan RW Jumlah
No. Kelurahan RW Jumlah Sumber: Analisa penulis, 2017
Setelah melakukan perhitungan berdasarkan rumus stratified random sampling tersebut maka diperoleh jumlah sampel pada masing – masing RW sebagai berikut.
Tabel 3.4. Jumlah Sampel pada masing – masing RW
No. Kelurahan RW Jumlah Sampel
2. Gunung Anyar Tambak
1 7
3 8
4 4
No. Kelurahan RW Jumlah Sampel
5 6
6 4
7 4
8 4
9 2
Dari jumlah sampel tersebut kemudian sampel dipilih secara acak pada realisasi survey lapangan.
3.5. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data secara primer yaitu berdasarkan survey primer serta menggunakan teknik pengumpulan data secara sekunder berdasarkan survey sekunder atau instansional.
3.5.1 Metode Pengumpulan Data Primer
Metode pengumpulan data primer merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara langsung yang mana data yang dibutuhkan harus dicari melalui narasumber atau responden yang dijadikan obyek penelitian (Sarwono, 2006). Pengumpulan data secara primer dapat dilakukan secara aktif dan pasif yang mana metodenya terdiri dari observasi, dan survey kuisioner.
Dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dengan metode observasi serta survey kuisioner. Metode observasi pada penelitian dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung pada obyek – obyek penelitian di wilayah penelitian.
Adapun jenis data yang diamati secara langsung (observasi) adalah sebagai berikut.
Tabel 3.5. Metode Pengumpulan Data
Jenis Data Metode Pengumpulan Data Substructure bangunan
Kuisioner Nilai KDB Eksisting
Nilai KLB Eksisting Nilai KDH Eksisting Fungsi Bangunan Jarak Antar Bangunan
Observasi Jenis Penggunaan Lahan
Jenis Material Bangunan
Sumber: Penulis, 2017
Observasi dilakukan di kelurahan terdampak dengan wilayah Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak sebagai populasi yang terdiri dari 23 RW sehingga sebagai sampel lokasi yang akan dilakukan observasi berdasarkan tingkat besaran dampak yang terjadi. Berikut merupakan besaran dampak yang terjadi di Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak.
Tabel 3.6. Lokasi Observasi Tingkat
penurunan muka tanahkan
Kelurahan Lokasi
Tinggi Medokan Ayu RW 1
Tingkat
penurunan muka tanahkan
Kelurahan Lokasi
RW 12 Sumber: Penulis, 2018
Dari data tersebut sehingga diperoleh sampel sebanyak 19 RW yang mana pada masing – masing kategori terdapat sampel sebanyak 4 RW pada kategori penurunan muka tanah tinggi, 11 RW pada kategori penurunan muka tanah sedang, dan 4 RW pada kategori penurunan muka tanah rendah.
3.5.2 Metode Pengumpulan Data Sekunder
Metode Pengumpulan data secara sekunder merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara tidak langsung.
Dalam arti lain adalah pengumpulan data melalui tinjauan atau studi literatur, dokumen serta bukti – bukti lainnya yang telah tersedia.
Selain itu pengumpulan data secara sekunder dapat dilakukan dengan cara studi instansional terkait.
Tabel 3.7. Metode Pengumpulan Data Sekunder
Jenis Data pada wilayah studi
Studi Literatur dan Instansional
BPS
Jumlah KK pada wilayah studi
Kelurahan Medokan Ayu dan
Gunung Anyar Tambak Tingkat Penurunan
Muka Tanah tiap tahun Eksisting 5 Tahun
Terakhir Dinas CKTR dan
PUPR Tata Massa Bangunan
Eksisting 5 Tahun Terakhir
Sumber: Penulis, 2017
3.6. Teknik Analisa Data
Pada penelitian ini digunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis tersebut merupakan pengolahan data yang dihasilkan pada survei lapangan berupa observasi, wawancara, maupun kuisioner yang selanjutnya di kombinasikan survey literatur
dan kebijakan. Berikut merupakan tabel teknik analisis yang digunakan pada masing – masing sasaran penelitian.
Tabel 3.8. Teknik Analisa Data No. Sasaran Teknik Analisa
Hasil Analisis dapat menjelaskan tingkat pengaruh variabel terhadap terjadinya fenomena penurunan muka tanah 2. Menentukan pemanfaatan ruang
Statistik Deskriptif
Karakteristik bangunan pada wilayah studi ditinjau dari faktor dan aspek lainnya tanah yang terjadi.
Analisa Deskriptif
Rekomendasi ketentuan
pengendalian intensitas massa bangunan dalam upaya mengurangi terjadinya penurunan muka tanah
Sumber: Penulis, 2017
1. Identifikasi Tingkat Pengaruh Variabel Terhadap Terjadinya Dampak Penurunan muka tanah
analisa korelasi Ganda
Pada tahap ini dilakukan analisa dengan tujuan untuk mengetahui variabel – variabel yang memiliki pengaruh terhadap variabel dependent (penurunan muka air tanah) dengan melihat seberapa besar nilai hubungan yang terjadi antara variabel independen (tata guna lahan, aktifitas masyarakat, nilai KDB, nilai KLB, nilai KDH, nilai KTB, nilai GSB, nilai GSJ, nilai GSP, dan nilai Tinggi Bangunan) terhadap variabel dependen. Proses analisa tersebut dilakukan dengan melihat nilai R pada hasil analisa korelasi berganda dengan menggunakan software SPSS. Menurut Sugiyono (2007) pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi (nilai R) adalah sebagai berikut.
0,00 – 0,199 = Sangat rendah 0,20 – 0,399 = Rendah 0,40 – 0,599 = Sedang 0,60 – 0,799 = Kuat 0,80 – 1,000 = Sangat Kuat
Pada penelitian ini, variabel yang dianggap berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu variabel yang memiliki nilai R
≥0,5.
Analisa Regresi Linear Berganda
Analisa Regresi Linear Berganda merupakan teknik analisa yang akan digunakan pada tahap ini. tujuan dilakukannya analisa regresi linear berganda yaitu untuk mengetahui tigkat pengaruh intensitas pemanfaatan ruang terhadap penurunan muka tanah yang dapat dijelaskan melalui rumus regresi linear berganda.
Analisa Regresi Linear Berganda merupakan teknik analisa yang digunakan untuk mengetahui hubungan sebab dan akibat
dengan cara memeriksa dan memodelkan hubungan antara variabel independent (variabel bebas) dengan variabel dependent (variabel terikat). Dalam tahap ini analisa dilakukan menggunakan program software wolframe mathematics dengan menggunakan data eksisting sekunder intensitas pemanfaatan ruang sebagai variabel independent dan data penurunan muka tanah sebagai variabel independent. Hasil akhir dari analisa ini adalah rumus mathematic yang dapat menjelaskan tingkat hubungan sebab akibat antara 2 variabel tersebut.
2. Menentukan Karakteristik Bangunan Pada Wilayah Yang Mengalami Penurunan muka tanah Berdasarkan Aspek Ipr
Untuk menentukan karakteristik bangunan pada wilayah yang mengalami penurunan muka tanah yakni menggunakan analisis statistik deskriptif. Analisis statistik deskriptif merupakan analisis data dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel yang diteliti, mentabulasi data berdasarkan variabel yang didapatkan dari seluruh responden. Teknik analisa statistika deskriptif digunakan dengan maksud untuk mendeskriptifkan data yang telah terkumpul tanpa melakukan generalisasi.
Pada tahap ini penulis mengolah dan menyajikan data dalam bentuk tabulasi dan diagram, baik menggunakan digram batang maupun diagram lingkaran dengan penyajian hasil data dalam bentuk presentase. Pada tahap ini data yang digunakan merupakan data yang diperoleh dari hasil survey secara primer berdasarkan faktor – faktor yang mempengaruhi.
Karakteristik bangunan didapatkan dari presentase terbanyak pada masing – masing kategori yang terdapat pada masing – masing kategori. Berikut merupakan kategori pada masing – masing variabel.
Tabel 3.9. Kategori untuk karakterisasi bangunan pada wilayah terpenurunan muka tanah
Variabel Kategori
Intensitas Pemanfaatan Dampak fisik penurunan
muka tanah terhadap bangunan
Variabel Kategori 100 Klasifikasi Bangunan
Fungsi Bangunan
Perdagangan dan Jasa Industri Rumah Tinggal dan
Kos Rumah Tinggal Sumber: Penulis, 2018
Pada tahap tersebut akan didapatkan karakteristik berupa range atau rentanan.
Selain dengan menggukan tabulasi dan diagram, digunakan juga analisa rerata atau means untuk mengetahui nilai secara pasti pada masing – masing variabel yang dijadikan acuan dalam menyusun karakteristik bangunan tersebut.
3. Perumusan Rekomendasi Pengendalian Fenomena Penurunan Muka Tanah Melalui Penataan Ruang Di Wilayah Studi.
Pada tahap rekomendasi yang akan diajukan digunakan teknik analisa deskriptif. Yaitu analisa yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu temuan berdasarkan variabel – variabel yang telah di tentukan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan analisa deskriptif untuk menjelaskan hasil temuan pada analisa sebelumnya.
Selanjutnya untuk mendapatkan rekomendasi yang tepat dan relevan, penulis membandingkan antara hasil temuan dengan regulasi terkait kemudian menguji hasil karakteristik pada sasaran 2 serta ketentuan regulasi dengan menggunakan rumus yang telah didapat pada proses sasaran 1. kemudian dideskripsikan dan disimpulkan rekomendasi yang tepat berdasarkan temuan pada penilitian ini. hasil rekomendasi yang diharapkan dapat berupa
aturan teknis mengenai intensitas pemanfaatan ruang yang tepat dan relevan dalam mengurangi fenomena penurunan muka tanah.
Gambar 3.1. Alur Pikir Perumusan Rekomendasi
Sumber: Hasil Analisa, 2018
3.7. Tahapan Penelitian
Secara keseluruhan, penelitian ini dilakukan dalam lima tahap penelitian yaitu perumusan masalah, studi pustaka, pengumpulan data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Adapun penjelesannya yakni sebagai berikut.
1. Perumusan Masalah
Pada tahap ini dilakukan identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi yaitu terjadinya dampak – dampak penurunan muka tanah yang terjadi pada wilayah penelitian akibat adanya fenomena penurunan muka tanah, yang mana dampak tersebut belum ditangani dan belum ada kebijakan penataan ruang yang khusus mengatur tekait terjadinya dampak penurunan muka tanah tersebut.
2. Studi Pustaka
Pada tahap ini dilakukan studi pustaka dengan pengumpulan teori – teori yang dijadikan landasan dalam penelitian ini diantaranya yaitu Perkembangan Urban Coastal, Fenomena penurunan muka tanah, serta penataan ruang melalui Zoning regulation sebagai pengendali dampak bencana. Hasil dari studi pustaka yaitu indikator dan variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini.
3. Pengumpulan data
Pada tahap ini, pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi dan kuisioner. Data yang dibutuhkan dalam survei primer yaitu tata guna lahan, aktivitas masyarakat, kontruksi bangunan,intensitas pemanfaatan ruang dan nilai tata massa bangunan.
Survei sekunder dilakukan dengan cara studi literatur dan dokumen. Adapun data yang dibutuhkan yaitu tingkat penurunan muka tanah jenis penggunaan lahan, intensitas pemanfaatan air tanah serta nilai IPR dan tata massa bangunan eksisting 5 tahun terakhir. Hasil dari pengumpulan data akan dijadikan input dalam tahap analisis data.
4. Analisis Data
Analisis data dilakukan secara paralel dalam tiga tahap, pada penelitian ini digunakan tiga teknik analisis data yaitu teknik analisis regresi linear berganda, Teknik analisa statistik deskriptif dan analisa deskriptif. Hasil dari analisis keseluruhan akan dijadikan acuan dalam penarikan kesimpulan dan pengajuan rekomendasi.
5. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir setelah dilakukan analisis. Penarikan kesimpulan dilakukan untuk menjawab
rumusan masalah yang telah dirumuskan di awal penelitian.
Kesimpulan pada penelitian ini berupa peraturan pengendalian penurunan muka tanah di Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak, selain itu juga terdapat rekomendasi untuk pengendalian fenomena penuruna muka tanah serta rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yang terkait dengan permasalahan penelitian ini agar penelitian ini dapat bermanfaat dan digunakan untuk keperluan lainnya.
Bagaimana rumusan ketentuan pengendalian intensitas pemanfaatan ruang di Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak sebagai upaya mengurangi penurunan muka tanah yang terjadi?
Perkembangan Kota Pesisir (Urban Coastal)
Fenomena Penurunan Muka Tanah
Zoning Regulation sebagai pengendali bencana
Pengumpulan Data Primer Pengumpulan Data Sekunder
tata guna lahan, intensitas pembangunan, intensitas pemanfaatan
ruang, kontruksi bangunan, intensitas pemanfaatan ruang, serta tata massa
bangunan
tingkat penurunan muka tanah, jenis penggunaan lahan, IPR dan intensitas
pemanfaatan ruang eksisting 5 tahun terakhir.
Sasaran 1
Teknik Analisis Regresi Linear Berganda
Sasaran 2
Teknik Teknik Statistik Deskriptif
Kesimpulan, Kriterian peraturan intensitas pemanfaatan ruang sebagai upaya
mengurangi penurunan muka tanah di wilayah studi, dan rekomendasi selanjutnya Penarikan Kesimpulan Analisa Data Pengumpulan Data
Studi Pustaka Perumusan Masalah
Gambar 3.2. Tahapan Penelitian Sasaran 3, Teknik Analisa Deskriptif
“Halaman ini sengaja dikosongkan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Wilayah Studi 4.1.1 Wilayah administrasi
Wilayah administrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah wilayah pesisir timur Surabaya yang mana wilayah penelitian merupakan wilayah yang terdampak oleh penurunan muka tanah.
Wilayah penelitian tersebut adalah Kelurahan Medokan Ayu (Kecamatan Rungkut) dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak (Kecamatan Gunung Anyar). Adapun batas wilayah penelitian yaitu sebagai berikut.
Batas Utara : Kecamatan Sukolilo Batas Barat : Kecamatan Tenggilis Batas Timur : Selat Madura
Batas Selatan : Kabupaten Sidoarjo
Wilayah penelitian memiliki luas wilayah sebesar 11,64 km2 yang terdiri dari Kelurahan Medokan Ayu yang memiliki luas wilayah sebesar 7,23 km2 yang terdiri dari 15 RW. Sedangkan Kelurahan Gunung Anyar Tambak memiliki luas sebesar 4,41 km2 dan terdiri dari 9 RW.
Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak merupakan Kelurahan yang berada di wilayah pesisir dan berbatasan langsung dengan selat madura yang mana masing – masing kelurahan termasuk kedalam ketinggian rendah yaitu Kelurahan Medokan Ayu berada pada ketinggian ±4,6 mdpl, sedangkan Kelurahan Gunung Anyar Tambak ±3 mdpl.
“Halaman ini sengaja dikosongkan”
Gambar 4.1. Peta Wilayah Administrasi
Sumber: Analisa Penulis
“Halaman sengaja dikosongkan”
4.1.2 Kondisi Kependudukan
Jumlah penduduk di Kelurahan Medokan Ayu yaitu sebesar 24.367 jiwa yang tersebar di 15 RW serta memiliki kepadatan penduduk mencapai 3.370,26 jiwa/km2. Kelurahan Medokan Ayu merupakan Kelurahan di Kecamatan Rungkut yang memiliki jumlah penduduk terbanyak dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Sedangkan Kelurahan Gunung Anyar Tambak memiliki luas wilayah sebesar 8.621 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 1.954,88 jiwa/km2. Untuk lebih jelasnya berikut disajikan data jumlah penduduk Kecamatan Rungkut Tahun 2016.
Tabel 4.2. Data Jumlah Penduduk Kecamatan Gunung Anyar Tahun 2016
1 Medokan Ayu 24.367 3.370,26
4 Gunung Anyar Tambak 4.271 1.954,88
Total 28,638 2.460,31
Sumber: Kecamatan Gunung Anyar Dalam Angka, 2017
4.1.3 Kondisi penggunaan lahan
Berdasarkan RTRW Kota Surabaya tahun 2014 – 2034, kondisi penggunaan lahan di wilayah penelitian (Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar) pada tahun 2017 mayoritas digunakan sebagai permukiman dan tambak. Permukiman mendominasi pada wilayah Kecamatan Rungkut bagian selatan, sedangkan di Kecamatan Gunung Anyar, dominasi permukiman berada di bagian timur Kecamatan Gunung Anyar.
Kecamatan Rungkut dan Kecamatan Gunung Anyar didominasi juga oleh penggunaan lahan sebagai tambak, hal tersebut dikarenakan kedua kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan laut sehingga tambak mendominasi pada bagian timur kedua wilayah tersebut. Selain itu pada wilayah yang berbatasan langsung dengan laut digunakan sebagai kawasan lindung dengan komposisi lebih besar daripada tambak. Berikut disajikan gambar penggunaan lahan eksisting pada tahun 2014 berdasarkan RTRW Kota Surabaya tahun 2014 – 2034.
Gambar 4.2. Penggunaan Lahan Eksisting
Sumber: RTRW Kota Surabaya Tahun 2014 – 2034
secara keseluruhan tutupan lahan yang terdapat di kedua kecamatan tersebut mencapai 69,04% dengan komposisi penggunaan lahan sebagai permukiman sebesar 53,04% dan komposisi kawasan lindung sebesar 30,66%. Dari tahun 2014 hingga tahun 2017 tutupan lahan semakin meningkat yakni sebesar 1,2%.
Gambar 4.3. Komposisi Penggunaan Lahan Eksisting
Sumber:RTRW Kota Surabaya Tahun 2014 – 2034
4.1.4 Tingkat Penurunan Muka Tanah
Tingkat penurunan muka tanah merupakan suatu fenomena yang kerap terjadi di kota – kota besar salah satunya yaitu Surabaya. Penurunan muka tanah di Surabaya khususnya di wilayah studi (Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak) telah mencapai 1 hingga 2 mm tiap tahunnya. Fenomena penurunan muka tanah di wilayah studi dipengaruhi oleh jenis tanah serta substructure atau jenis
Tingkat penurunan muka tanah merupakan suatu fenomena yang kerap terjadi di kota – kota besar salah satunya yaitu Surabaya. Penurunan muka tanah di Surabaya khususnya di wilayah studi (Kelurahan Medokan Ayu dan Kelurahan Gunung Anyar Tambak) telah mencapai 1 hingga 2 mm tiap tahunnya. Fenomena penurunan muka tanah di wilayah studi dipengaruhi oleh jenis tanah serta substructure atau jenis