• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran kepada Peneliti Lain

Dalam dokumen Fulltext Tesis Mahatma Zat Akhdiyat S441302009 (Halaman 186-197)

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

4. Saran kepada Peneliti Lain

Penelitian merupakan modal awal pengembangan kebudayaan dan pengetahuan yang mana peran peneliti sangat dibutuhkan dalam rangka menentukan strategi kebudayaan nasional serta arah pendidikan nasional. Penelitian terhadap serat jawa tradisional umumnya dan cerita wayang pada khususnya akan menjadi pelengkap bagi penelitian yang selama ini telah dilakukan. Cerita wayang baik Dewa Ruci maupun cerita wayang yang lain perlu untuk terus dikaji dan dipahami maknanya sehingga akan menjadi warisan yang tidak sia-sia bagi generasi saat ini dan generasi mendatang.

commit to user

170

A‟la, Miftahul. 2012. Quantum Teaching. Yogyakarta: Diva Press

Adian, Donny Gahral. 2005. Percik Pemikiran Kontemporer . Yogyakarta: Jalasutra Aminuddin.1988. Semantik: Pengantar Studi tentang Makna. Bandung: Sinar Baru

Ansari, Isa. 2010. Kekuasaan Jawa dalam Struktur Kerajaan Islam dan Pewayangan: Sebuah

Analisis Strukturalisme Levy Strauss, Asintya, Jurnal Penelitian Budaya vol. 2, no. 1 Juni

Arifin, Zainal. 2011. Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosdakarya

Arikunto, Prof. Dr. Suharsimi. 2010. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta Atmodjo, S. Prawiro. 1987. Bausastra Jawa. Surabaya: Yayasan Djojo Bojo

Basir, M. Udjang Pairin, 2010. Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah: Antara Idealisme dan

Kenyataan. Surabaya: Kementrian Pendidikan Nasional Unesa

Baskarada, Sasa and Koronios, Andy. (2013) Data, Information, Knowledge, Wisdom (DIKW): A Semiotic Theoretical and Empirical Exploration of the Hierarchy and its Quality

Dimension.Australasian Journal of Information Systems. Vol. 18 No. 1, pp. 5-24

Blank, Barbara Trainin, 2010. Attention Warning for Colombian Social Workers / Attention

Trabajadores Sociales en Colombia. The National Association for Poetry Therapy, inc.

(http: //www.socialworker.com/home/feature_Articles/Professional_Development_%26_ Advancement/Poetry_therapy%3A_Using_Words_to_Heal/)

Brooks, David. 2002. Bobos In Paradise. Penerjemah Asnawi. Yogyakarta: Ikon Tera Litera Budiman, Kris. 1999. Kosa Semiotika. Yogyakarta: LKIS

Cavallaro, Dani. 2004. Teori Kritis & Teori Budaya. Yogyakarta: Niagara Ciptoprawiro, Abdullah. 1986. Filsafat Jawa. Jakarta: Balai Pustaka

De Saussure, F. 1988. Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Dewantara, Ki Hajar. 1977. Pendidikan Dewantara. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa

Dewanto, Nirwan. 1996. Senjakala Kebudayaan. Yogyakarta: Bentang Budaya Dojosantoso. 1986. Unsur Religius dalam Sastra Jawa. Semarang: Aneka Ilmu Eco, Umberto, 2009. Teori Semiotika. Bantul: Kreasi Wacana

commit to user

__________________2006. Mistik Kejawen. Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme dalam

Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta. Narasi

Ferrucci, Piero. 2002. Apa yang Diajarkan Oleh Anak Kita. Jakarta: Gramedia

Florida, Nancy K. 1996. Javanese Language Manuscripts of Surakarta Central Java a

Preliminary Descriptive Catalogus Level I and II. Ithaca New York: South Easth Asia

Program Cornell University

Freire, Paulo. 2008. Pendidikan Sebagai Proses. Diterjemahkan oleh Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Gibson, Margaret. 2011. Death and Grief in the Landscape Private Memorials in Public Space

Cultural Studies Review vol. 17 no. 1 March, pp. 146–61

Hadiatmaja, H. Sarjana dan Kuswa Endah. 2009. Pranata Sosial dalam Masyarakat Jawa. Yogyakarta: CV Grafika Indah

Hamdani, 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia

Hamzah B.Uno. 2007. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif

dan Efektif. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Handaric, Mihai.2013. Religious Tradition and Human Behaviour. JurnalTheory, History And Literary Criticism, Vol. IV, no. 2 (8)

Hansen, E. Ronald. 2000. The Role of Experience in Learning: Giving Menaing and

Authenticicity to the Learning Process in Schools. Journal of Technology Education. Vol

11. (no. 2). P. 23-32

Herusatoto, Budiono. 2000. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita

Howard, Alisha A. 1997. “The Effects of Music and Poetry Theraphy on the Treatment of

Women and Adolescent with Chemical Addictions” Journal of Poetry Therapy Vol. 11, no 2. Pp. 81-102. (abstr)

Huda, Miftahul. 2013. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Husein,Miqdad, 2008. Tuhan Bagai Tertuduh. Jakarta: Gerbang Informasi Press

Hutagalung, Inge. 2007. Pengembangan Kepribadian. Jakarta: Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah kementerian Pendidikan Nasional

commit to user Jong, De. 1976. Salah Satu Sikap Hidup Orang Jawa. Yogyakarta

Kaelola, Akbar, 2010. Mengenal Tokoh wayang Mahabharata. Jakarta: BIP Kartono, Kartini. 1976. Pengantar Metodologi Research. Bandung: Alumni Keraf, Gorys. 2005. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: P.T. Gramedia

Klein, Stephen B. 1996. Learning Principles and Applications. Amerika Serikat: McGraw-Hill Kolman, L., Chýlová, H., Selby, R. (2012) “An Attempt on New Systematization of work

Motivation Theories”, Journal on Efficiency and Responsibility in Education and Science, Vol. 5, No. 2, pp. 92-98

Kumral, Necat. 2013. Semiotic analysis of textual communication in Snow by Julia Alvarez. Journal of Language and Linguistic Studies, Vol. 9 (2), pp. 31-44

Lestari, Endang Dwi. 2009. Kawruh Sapala Basa. Klaten: Intan Pariwara

Lickona, Thomas. 2013. Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi

Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media

---. 1999. Religion And Character Education. Jurnal phi delta Kappa, vol. 81 ni p21-24 26-27 September

Littlewood, Cedric. 2008. Making Mockery: The Peotics of Ancient Satire. American Journal of Philology, vol. 129, No. 3

Lombard, Denys. 2008. Nusa Jawa Silang Budaya. Jakarta: Gramedia

Lubis, Mawardi. 2008. Evaluasi Pendidikan Nilai. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Luxemburg, Jan Van. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: P.T. Gramedia Mangunwijaya, Y.B. 1988. Sastra dan Religiositas. Yogyakarta: Kanisius

Martin E. Marty and Jonathan Moore. 1998. Education, Religion, and the Common Good. Vol. IV, no.1

Mawardi, Bandung, 2010. Sastra Bergelimang Makna. Surakarta: jagad ABJAD

Munandar, Agus Aris. 2004. Karya Sastra Jawa Kuno Yang Diabadikan Pada Relief

Candi-Candi Abad Ke-1315 M. Jurnal Makara, Sosial Humaniora, Vol. 8, No. 2, Agustus:

commit to user

Nashir, Haedar. 2013. Pendidikan Karakter berbasis Agama & Budaya . Yogyakarta: Multi Presindo

Nazarova, Tamara. 1993. Linguistic and Literary Semiotics, Journal Moscow State University Vol. 1 (No 1) 1-27

Nugroho, Yusro Edy, S.S. 2014. Filosofi Pembelajaran Bahasa Jawa Kurikulum 2013.

Semarang: Dinas Pendidikan Jawa Tengah

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Palmer, Richard E. 1983. Postmodern Hermeneutics and the Act of reading”. Notrre Dame

English Journal Vol. 15, No. 3, Summer

Poedjosudarmo, Soepomo, dkk. 1986. Ragam Panggung dalam Bahasa Jawa. Jakarta: PPPB Depdiknas

Pradopo, Rachmad Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Purwadi, 1995, Cerita Sena Sinaraya dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Yogyakarta:

Fakultas Sastra UGM

Qadri, Ridha Al. Sapardi dan Tanda: Telaah Semiotik atas Kumpulan Puisi Kolam “dalam Dari

Zaman Citra ke Metafiksi (bunga rampai telaah sastra DKJ 2010). Jakarta: Gramedia

Rohman, Saifur. 2013. Hermeneutik; Panduan ke Arah Desain Penelitian dan Analisis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Rosyidi, M. Ikhwan. 2010. Analisys Teks Sastra. Yogyakarta. Graha Ilmu

Sangidu, 2004. Penelitian Sastra: Pendekatan, Teori, Metode, Teknik, dan Kiat. Yogyakarta: Unit penerbitan Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada

Santosa, Imam Budhi, 2012. Nasihat Hidup Orang Jawa. Jogjakarta:Diva Press

Sartini, Ni Wayan. Tinjauan Teoritik tentang Semiotik. Journal Unair. http://epress.lib.uts.edu.au/ journals/index.php/csrj/index

Sasmito, Endro. 1992. Cerita Begawan Senaroda karya R.M. Suwandi dalam Pendekatan Struktur dan Makna. Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM

Sastroamidjojo, Seno. 1964. Renungan Tentang Pertunjukan Wayang Kulit. Jakarta: Kinta Sayuti, Suminto A. 2002. Berkenalan dengan Puisi. Yogyakarta: Gama Media

commit to user

Simuh. 1988. Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita; suatu studi terhadap Serat

Wirid Hidayat Jati. Jakarta: UI Press

______ 1995. Sufisme Jawa. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya Siswanto, Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta : PT Grasindo Sobur, Alex. 2013. Semiotik Komunikasi. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya

Soetarno. 1989. Serat Bimasuci dengan Berbagai Aspeknya. (Laporan Penelitian. Surakarta: STSI Surakarta

________ 2011. Makna Pertunjukan Wayang dan Fungsinya dalam Masyarakat Pendukung

Wayang. Jurnal Dewa Ruci, Volume 7. No 2. Pp. 300-332

Sudjiman, Panuti (ed.). 1990. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: UI-Press Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sumardjo, Jakob & Saini K.M. 1986. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia Supadjar, Damardjati. 1993. Nawang Sari. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru

Susetya, Wawan. 2007. Baratayudha: Ajaran, Simbolisasi, Filosofi, dan Maknanya bagi

Kehidupan Sehari-hari. Yogyakarta: Kreasi Wacana

Susilo, M. Joko. 2009. Pembodohan Siswa tersistematis. Yogyakarta: Pinus Sutanto, Jusuf. 2004. Kearifan Kuno di Zaman Modern. Hikmah. Jakarta Selatan

Sutopo, H.B. 2002. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press Utami, Sri Wiryanti Budi. 1999. The Constructivist Theory of Reality in Literary. Letters

journals Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Kristen Petra Vol. 1, No. 1, December: pp. 16 - 22

Van Zoest, Aart. 1993. Semiotik: Tentang Tanda, Cara Kerjanya dan Apa yang kita Lakukan

Dengannya. Jakarta: Yayasan Sumber Agung.

Wahyudi, Aris. 2012. Lakon Dewa Ruci Cara Menjadi Jawa. Yogyakarta: Bagaskara Waluyo, Herman J. 1995. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga

commit to user

Widayat, Afendy. 1990. Tinjauan Struktur dan Makna Cerita Bima Bungkus Karya Can Cu An.

Yogyakarta: Fakultas Sastra UGM

Wilcox, Lynn. 2013. Psikologi Kepribadian. Jogjakarta: IRCiSoD Winarni, Retno, 2013. Kajian Sastra. Magelang: Widya Sari Press

Yousof, Ghulam-Sarwar.2010. Islamic Elements In Traditional Indonesian And Malay Theatre. Jurnal Kajian Malaysia, Vol. 28, No. 1

Zanker, Graham, 2000. Aristotle‟s and the Painters. American Journal of Philology. Vvolume 121. Number 2 Summer

Zoetmulder. 1991. Manunggaling Kawula-Gusti: Pantheisme dan Monisme dalam Sastra Suluk Jawa, di-Indonesiakan oleh Dick Hartoko. Jakarta: Kanisius

commit to user

commit to user

Katalog: Dewaruci, Tan Gun Swi, 1928, #1212

Sambung : -

Serie D. No. … DEWAROETJI Harga f .

Serat Dewaruci

Ini Serat Dewaruci yang sudah dengan tafsir.

[Grafik]

CETAKAN YANG KE IV

Diterbitkan dan didistribusikan oleh: Tan Gun Swi Kedhiri 1928

--- [1] ---

commit to user

[Grafik]

CETAKAN YANG KE IV

Diterbitkan dan didistribusikan oleh: Tan Gun Swi Kedhiri 1928

--- [ 2] ---

Penerbit: TAN KHOEN SWIE – Kediri.

[Grafik]

Diperlindungi hak pengarang tersebut dalam Stb. 1912 No. 600. fatsal ll. Kitab ini Syah bila ada tanda tangannya si penerbit sebagi dibawah ini:

--- [3] ---

commit to user

Serat Dewaruci ini didepan dengan tembang Kawi Sekar Ageng, karangan Empu Widayaka di negeri Mamenang ialah di Kadhiri

Empu Widayaka adalah Ajisaka, yang mudanya bernama Jaka Sangkala, anak dari AAEmpu Anggajali, ibunya putri di nagari Najran, tanah Arab.

Serta Ajisaka tadi muridnya Sang Maolana Usman Ngajid, raja pandita pemuka di negeri Bani Israil Arab. Sedangkan Ajisaka kemudian bersujud kepada para Dewa, tentang pengetahuan kamuksan, atau pengetahuan keunggulan kanuragan sesamanya. Sudah semua dikuasai Ajisaka. Para Dewa yang memiliki kelebihan sudah dimintai ajarannya. Seperti yang disebutkan dalam Serat Ajidarma, juga serat Ajinirmala.

Maka Ajisaka pengetahuannya lebih ungguh dibanding sesama empu. Dikatakan dalam serat Panitisastra bahwa ada empu yang bisa mengalahkan pandhita seratus banyaknya, yang sudah selesai dalam pengetahuan, itu barulah sama dengan Empu Widayaka.

Maka serat Dewaruci ini, sama-sama memngajarkan kamuksan jaman Dewa-Dewa agama Budha, disenangi oleh para wali karena isinya sesuai sekali dengan ajaran inti agama Islam (ilmu Marifat) pada dasarnya sesungguhnyua Empu Widayaka mengenai pengetahuan kesempurnaan, yang diikuti di dalam batinnya hanya ajaran Sang Maolana Ngusman Ngajid di Banisrail seperti disebutkan di atas (Islam) maka layak jika Serat Dewaruci dipelihara para wali.

commit to user

belum dimaknai. Sekarang sudah berhasil dimaknai dengan lengkap. Berdasar dari serat warni-warni. Yang menafsirkan Mas Ngabei mangunwijaya di Wanagiri (Surakarta).

Tahun 1922 - 1852.

--- [5] ---

Sêrat: Dewaruci, dengan tafsir

1. Dhandanggula 1. Beginilah caraku berusaha memantaskan, terhadap kehalusan

Dalam dokumen Fulltext Tesis Mahatma Zat Akhdiyat S441302009 (Halaman 186-197)

Dokumen terkait