BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2. Saran
Dari hasil kesimpulan diatas penulis menyarankan bahwa untuk menghasilkan pertumbuhan bibit kelapa sawit yang terbaik pada pembibitan pre nursery dengan media tanah gambut dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK dengan dosis 5 gr/polybag dan dolomit dengan dosis 10 g/polybag.
59
Alwi, M. 2006. Perubahan KemasamanTanah Gambut Dangkal Akibat Pemberian Bahan Amelioran. Jurnal Tanah Tropikal.
Andriesse, J.P., 1992. Nature and Management of Tropical Peat Soils. FAO Land and Water Development.
Anonim, 2000. Cara Penggunaan Pupuk Dolomit. PT. Polowijo Gosari. Gresik. Arsyad, S. 2012. Konservasi Tanah dan Air. Bogor: IPB Press. Edisi Kedua. Balai Penelitian Perkebunan (BPP) , 1988. Komposisi Kandungan Hara
Sludge.Medan.
Buckman dan Nyle.C. Brady., 1982. Ilmu Tanah. Bhatara Karya Aksara. Jakarta. Chairani, M. 1991. Pengaruh Penyimpanan dan Pengupasan Terhadap Daya
Kecambah Benih Kelapa Sawit. Bul. Perkeb. 22 (1): 21-32.
Chan, F. P. Purba. 1987. Tanaman Kelapa Sawit Pada Tanah Gambut di Sumatera Utara, Bill. PPM. 7(1), 20-31.
Dalimunthe, Masra. 2009. Meraup Untung dari Bisnis Waralaba Bibit Kelapa Sawit. Jakarta. Agromedia Pustaka.
Damanik, M. M. B., Bachtiar, E. H., Fauzi, Sarifuddin, Hamidah Hanum. 2010. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press. Medan.
Dewi, S. 2009. Pengaruh Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays-saccharata, Sturt). Jurnal Agrosains. Direktorat Jenderal Perkebunan. 2015. Statistik perkebunan Indonesia
2013-2015: Kelapa Sawit (Oil Palm). Jakarta: Sekretariat Direktorat Jenderal Perkebunan.
Fauzi, 2007. Kelapa Sawit. Jakarta. Penebar Swadaya.
Foth, H. D. 1994. Dasar -Dasar Ilmu Tanah. Edisi ketujuh.Terjemahan Purbayanti, dkk. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 782 hal.
Gomez, K.A. dan Gomez A.A. (1995). Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. Jakarta : UI–Press, hal :13–16
Hasibuan, B. E. 2008. Pengolahan Tanah dan Air Lahan Marjinal. USU. 2008. Hikmah, A. L., 2010. Laporan Resmi Praktikum Dasar Agronomi, Fakultas
Pertanian Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Imran, A. 2005. Budidaya Tanaman Semangka (Citrus vulgaris Schard). Informasi Penyuluhan Pertanian. Kabupaten Labuhan Batu.
Indranada, H. K., 1989. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Bina Aksara, Jakarta. Hal 19-20.
Jamil. A,A. M. Lubis Zainal Abidin dan Basyaruddin. 1989. Pemanfaatan Tanah Gambut Sebagai Media Tumbuh dan Pemupukan Fospat Pada Pembibitan Kakao (Theobroma Cacao. L.) Prosiding Seminar Tanah Gambut Untuk Perluasan Pertanian. Fakultas Pertanian USU, Medan. P 258-267. Jannah, N., Abdul, F., dan Marhanuddin, 2012. Pengaruh Macam dan Dosis
Pupuk NPK Majemuk Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack). Media sains 4:48-54
Jonatan , G. Sabrina, T. Ebet , S, R, S. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Cair dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Skripsi Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Kartasapoetra, 2005. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Jakarta: Rineka Cipta. Khasanah (2012). Pengaruh Pupuk NPK Tablet dan Pupuk Nutrisi Organik Cair
Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elais Guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama. Skripsi Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Riau.
Komaruddin, N. 2004. Pokok Kelapa sawit.PORIM, Selangor.
Kuswandi. 1993. Pengapuran Tanah Pertanian. Kanisius. Yokyakarta.
Lakitan, B., 1993. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan, PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Leiwakabessy, F.M., U.M. Wahjudin, dan Suwarno. 2003. Kesuburan Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, IPB. Bogor. 252hal.
Lingga P dan Marsono Sigit, 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lingga, P. dan Marsono. 2004. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.
Lubis, A. U. 2008. Kelapa Sawit (Elais Geineensis Jacq.) Di Indonesia. Edisi 2. PPKS RISPA. Medan.
Maryani, A. T. 2012. Pengaruh Volume Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pembibitan Utama.
Masganti, 2003. Kajian Upaya Meningkatkan Daya Penyediaan Fosfat Dalam Bahan Gambut Oligotrofik. Desertasi Program Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta, 355 halaman.
Maspary. 2010. Fungsi unsur hara dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. dalam http://www.gerbangpertanian.com/2010/04/fungsi-unsur- hara-bagi-pertumbuhan-dan.html.
Mediapura, T,. Amir dan Zulfahmi. 1987. Batu Gamping dan Dolomit Indonesia. Publikasi Teknik. Seri Geologi. Dirjen Pertambangan Departemen Pertambangan Bandung.
Mukherjee. 2009. Health Effects of Palm Oil. J Hum Ecol 26 (3):197-203. Ningsih, E.P. 2013. Optimasi dosis pupuk kalsium dan magnesium pada bibit
kelapa sawit (Elaesis guineensis Jack) di pembibitan utama. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Noor, M. 2001. Pertanian Lahan Gambut Potensi dan Kendala. Kanisius. Yogyakarta.
Novizan, 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta. Nurida, N.L, A. Dariah, dan A. Rachman. 2013. Peningkatan kualitas tanah
dengan pembenah tanah biochar limbah pertanian. Jurnal Tanah dan Iklim 37(2):69-78.
Okvianto, 2012. Pengukuran GPS Geodetik Metode Post Processing Kinematik Dalam Sensus Pohon Sawit Milik PT. Anugrah Energitama Bengalon Kutai Timur. repository. upi. edu. Bandung.
Pahan , I. 2008. Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis Dari Hulu hinggga Hilir. Cetakan kedua. Jakarta: Penebar Swadya.
PPKS, 2001. Budidaya Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan. Pirngadi, K. dan S. Abdurachman. 2005. Pengaruh Pupuk Majemuk NPK 15-15-
15 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah. Balai Penilitian Tanaman Padi Subang, Jawa Barat. Jurnal Agrivigor. 4(3) : 188-197.
Poeloengan, Z., Y. Sugiyono, and T. Adiwiganda. 1996. The use of phosphatic fertilizer in oil palm cultivation. In Proceeding of an International
Conference Nutrient Management for Sustainable Crop Production in Asia. Bali, Indonesia. 9-12 December 1996.
PTPN III. 1997. Pemanfaatan Tandan Kosong di Pembibitan Kelapa Sawit, Medan.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2013. Informasi Ringkas Komoditi Perkebunan. Diakses dari http:// pusdatin. Setjen. Deptan. go. id. Pada tanggal 26 November 2013.
Rinsema, W.J. 1993. Pupuk dan Cara Pemupukan. BharataNiaga Media. Jakarta.
Risza, S. 1994. Kelapa Sawit. Yogyakarta: Penerbit Kanisus.
Sabiham, S., G. Supardi, dan S. Djokodudardjo. 1989. Pupuk dan Pemupukan. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Safuan, L.O. 2002. Kendala Pertanian Lahan Kering Masam Daerah Tropika dan Cara Pengelolaannya. IPB. Bogor.
Saifuddin, S. 1993. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. CV. Pustaka Buana, Bandung.
Sarief, ES. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Sinar Baru. Bandung.
Sasli, I. 2011. Karakterisasi Gambut dengan Berbagai Bahan Amelioran dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Guna Mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal Agrovigor.
Sastrosayono, S. 2005. Budidaya Kelapa Sawit, Agromedia Pustaka, Purwekerto Sastrosayono, 2007. Budidaya Kelapa Sawit. Jakarta. Agromedia Pustaka. Sastrosayono, 2010. Budidaya Kelapa Sawit. Jakarta. Agromedia Pustaka. Sastrosoedirjo, 1992. Ilmu Pemupukan. CV.Yasaguna. Jakarta.
Sedjati, S. 2009. Kajian Pemberian Bokashi Jerami Padi Dan Pupuk P pada Kacang Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Muria Kudus.
Setyamidjaja, D., 1986. Pupuk dan Pemupukan. Simplex, Jakarta. Setyamidjaja, D., 2006. Kelapa Sawit. Kanisius, Yogyakarta.
Setyawibawa , I danY.E Widyastuti, 1992. Kelapa Sawit. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sianturi, H.S.D. 2001. Budidaya Kelapa Sawit. Fakultas Pertanian USU, Medan. Soehardiyono, L., 1998. Tanaman Kelapa Sawit. Penerbit Kanisius, Jakarta. Soepartini, M. 1994. Status hara P dan K serta sifat-sifat tanah sebagai penduga
kebutuhan pupuk padi sawah di pulau lombok. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk. Departemen Pertanian. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat 12:23-35.
Subiantoro, A., 2009. Petunjuk Praktis Kelapa Sawit-2. dikutip dari :
http://andreysubiantoro.viviti.com/entries/sda/petunjuk-praktis-kelapa-sawit -2 diakses pada tanggal 27/07/2009.
Sumaryo, dan Suryono. 2000. Pengaruh Dosis Pupuk Dolomit dan SP-36 terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelapa sawit Di Tanah Latosol.
Agrosains vol.2: 54-58. Bogor.
Sunarko, 2007. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka, Jakarta.
Sunarko. 2009. Budi Daya Dan Pengelolaan Kebun Kelapa sawit dengan system Kemitraan. Cetakan Pertama.Jakarta: Agromedia Pustaka.
Suntoro. 2002. Pengaruh Penambahan Bahan Organik, Dolomit Dan KCL Terhadap Kadar Klorofil Dampaknya Pada Hasil Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.). Jurnal Bio Smart: 4(2): 36-40.
Suyatno Risza. 1995. Upaya Peningkatan Produktivitas. Kanisius. Yogyakarta. Sutedjo, MM. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta. Wachjar A, Setiadi Y and Yunike Y. 2002. Pengaruh inokulasi dua spesies
cendawan mikoriza arbuskula dan pemupukan fosfor terhadap pertumbuhan dan serapan fosfor tajuk bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Bull. Agron.30(3): 69-74.
Wahyunto dan Heryanto. B. 2005. Sebaran gambut dan Status terkini di Sumatera.Dalam CCFPI. 2005. Pemanfaatan Lahan Gambut Secara Bijaksana Untuk Manfaat Berkelanjutan.In: Prosiding Lokakarya. Indonesia Programe.Bogor.
Wibowo A. 2009. Peran lahan Gambut Dalam Perubahan Iklim Global. Jurnal Tekno Hutan Tanaman, 2(1): 19-26.
Wijaya, K. A., 1991. Nurisi Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resistensi Alami Tanaman. Prestasi Pustaka, Jakarta.
Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.
World Growth, 2011. Manfaat Minyak Sawit bagi Perekonomian Indonesia. World Growth Palm Oil Green Development Compaign.
Yudhi, AN. 2010. Kajian status hara tanah dan jaringan tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di kebun kelapa sawit balai pengkajian dan pengembangan pertanian terpadu (BP3T) Kecamatan Tambang Ulang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Agroscientiae. 17(1): 3–4.