• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen SKRIPSI SULISTYO A (Halaman 116-129)

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

7.2. Saran

1) Jumlah modal sendiri perlu ditingkatkan untuk menaikkan rasio dan kinerja keuangan yang positif terutama untuk rasio solvabilitas hutang dengan modal sendiri yang relatif tinggi. Peningkatan modal sendiri bisa dengan menambah jumlah anggota dan tetap mengupayakan agar para anggota berdisiplin dalam melakukan pembayaran simpanan wajib dan sukarelanya. Mekanisme dalam pemberian dan penagihan piutang terutama bakul perlu dibuat dan disepakati bersama dengan para bakul. Hal ini untuk mengontrol ketersediaan modal sendiri akan lebih kuat. Pemberian sanksi kepada bakul yang terlambat melakukan pembayaran hutang dari hasil lelang di TPI bisa diterapkan dengan

102 membatasi jumlah pembelian dan tidak memberikan pinjaman lagi, sampai pinjaman dilunasi. Sanksi terberat bisa diterapkan dengan tidak membolehkan bakul tersebut mengikuti proses pelelangan. Namun demikian, mekanisme ini perlu disosialisasikan terlebih dahulu agar para bakul mengetahui dan sebagai antisipasi mereka melakukan manajemen usahanya dengan baik. Jangan sampai mekanisme ini justru membuat bakul tidak berkembang.

2) Hubungan sosial anggota/nelayan yang sudah tinggi agar tetap dipertahankan sebagai modal sosial dalam mendukung kegiatan pengembangan koperasi.

Koperasi tetap berperan dalam kegiatan-kegiatan baik yang terkait dengan koperasi secara langsung atau tidak langsung untuk mendukung hubungan sosial tersebut. Diantaranya adalah kegiatan tradisi sedekah laut yang sudah rutin dilakukan agar koperasi tetap berperan dalam penyelenggaraan tradisi tersebut. Selain itu, tradisi tersebut bisa dijadikan salah satu bentuk kegiatan wisata yang bisa lebih dijual. Hal ini juga bisa diarahkan untuk bekerjasama dengan pihak pemerintah setempat maupun pihak lain yang berminat dalam pengembangan wisata. Salah satunya yang bisa dikembangkan adalah wisata bahari dengan nuansa kegiatan penangkapan ikan dan proses lelang di TPI dengan melibatkan para wisatawan.

3) Penerapan teknologi pasca panen akan dapat menambah nilai jual hasil produksi ketika musim panen tiba, sehingga masalah kelebihan produksi dan harga yang rendah pada saat musim panen bisa diatasi. Penerapan teknologi yang bisa dijadikan pilihan diataranya adalah menambah umur simpan dan pakai produk hasil tangkap sehingga produk dapat dijual pada saat tidak musim panen/paceklik. Beberapa diantaranya yang bisa dilakukan adalah dengan pengawetan sistem kering (pengeringan) atau pengasapan dan pengasinan.

4) Koperasi bisa mengupayakan peningkatan jenis alat tangkap yang ada, baik dari segi jenis maupun kapasitas. Jenis armada nelayan anggota semua masih sama yaitu berupa perahu jukung dengan alat tangkap jaring. Kondisi tersebut beimplikasi pada jelajah area tangkap (fishing gorund) dan jumlah hasil tangkap. Peningkatan kapasitas bisa dengan menambah ukuran kapal dan kekuatan mesin yang dipakai serta jenis dan jumlah alat tangkap. Hal ini

nantinya akan berimplikasi pada peningkatan hasil tangkap/produktivitas tangkapan anggota.

5) Program evaluasi yang sudah dibuat agar bisa dilaksanakan secara rutin dan periodik. Rapat anggota tahunan (RAT) agar segera dilakukan. Hal ini juga terkait fungsi ketua yang kurang optimal karena juga menjabat sebagai Kepala Desa sehingga program evaluasi tidak berjalan dengan semestinya. Fungsi evaluasi yang juga berkaitan dengan pengawasan memegang peran penting untuk melihat kinerja setiap bagian dan unit usaha yang ada. Hasil evaluasi akan dijadikan dasar pertimbangan dalam mengambil langkah dan tindakan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pertimbangan tersebut bisa atas dasar kondisi internal maupun eksternal koperasi.

Untuk lebih melengkapi hasil penelitian ini, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji kelayakan dan langkah operasional yang diperlukan dalam implementasi prioritas strategi. Diharapkan dari peneltian lebih lanjut tersebut nantinya akan mendapatkan suatu usulan dalam tingkatan yang lebih terperinci dalam pelaksanaan strategi.

DAFTAR PUSTAKA

Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman Praktir Memahami Laboran Keuangan.

Penerbit Andi. Yagyakarta.

David, F. R. 2004. Manajemen Strategis. Konsep. Versi Bahasa Indonesia. Edisi Ketujuh. PT Prehalindo. Jakarta.

David, F. R. 2006. Manajemen Strategis. Konsep. Edisi Bahasa Indonesia. PT Prehalindo. Jakarta.

Departemen Kelautam dan Perikanan. Pebruari, 2007.

www.dkp.go.id/content.php. (Juni 2008).

Departemen Koperasi. 1992. Undang-Undang koperasi No. 25. Departemen Koperasi Ripublik Indonesia. Jakarta.

Hendra. R. 2003. Perumusan Strategi Pengembangan Koperasi Pegawai Negeri Widya Bharana Dinas Pendidikan Kota Bogor. Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

ICA. 2009. International Co-operative Aliiance Rules.

http://www.ica.coop/al-ica. (2009)

Junarto, TA. 2008. Manajemen Strategi Pengembangan Koperasi Petani Organik Serikat Petani Indonesia di Bogor. Program Sarjana Eksteni, Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Koperasi Perikanan Mina Usaha Desa Jetia. 2008. Laporan Tahunan Koperasi Perikanan Mina Usaha Desa Jetis.

Kotler. 1993. Manajemen Pemasaran. Analisis, Perencanaan, dan Pengendalian.

Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Lismawati. 2009. Analisis Kinerja Kuangan dan Pelayanan KUD Sumber Alam.

Program Sarjana Eksteni, Manajemen Agribisnis, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Munawir. S. 1996. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.

Muyasaroh, S. 2004. Kajian Strategi Pengembangan KUD Mandiri Mina Karya Bhukti Desa Blanakan, Kabupaten Subang. Dapertemen Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian. Institut Pertanian Bogor

Nirhono (2009). Budidaya Ikan Kerapu. http://ww6.yuwie.com/blog (18 Oktober 2009).

Pearce. J. A. Dan Robinson, R. B. 1997. Manajemen Strategi: Formulasi, Implementasi, dan Pengendalian. Binarupa Aksara. Jakarta

Porter. M.E. 1997. Strategi Bersaing. Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing.

Erlangga. .Jakarta.

Sinaga, Pariaman. Dkk. 2008. Berlayar Mengarungi Sejuta Tantangan Koperasi di Tengah Lingkungan yang Berubah. Rajawali Pers. Jakarta.

Solihin, A. 2003. Quo Vadis Koperasi Perikanan Indonesia. Majalah Cakrawala TNI-AL RI. Edisi 376/2003. Di dalam http://ikanbijak.wordpress.com (Oktober, 2008)

Umar, H. 2008. Strategic Management in Action – Konsep, Teori, dan Teknik Menganalisis Manajemen Strategis Strategic Business Berdasarkan Konsep Michael R. Porter, Fred R. David, dan Wheelen-Hunger.

Kanisius, Yogyakarta.

Baswir, R. 2009. "Workshop Nasional Ekspose Hasil Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM", Selasa (15/9) di Yogyakarta. Di dalam http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/15/19043753mengangkat.u mkm.(15 September 2009)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Struktur Organisasi Koperasi Perikanan Mina Usaha Desa Jetis

BPP

Rapat Anggota

Pengurus Pengawas

Manajer

Unit Waserda Unit Simpi

Unit TPI

Anggota

107 Lampiran 2. Hasil Analisis Trend Neraca Koperasi Perikanan Mina Usaha Desa

Jetis Selama Empat Tahun Terakhir Periode Pembukuan

POS Perkembangan (Tahun)

Simpan Pinjam 0.00 0.00 100 115.75

Persediaan Barang 149.24 79.02 100 42.75

Penyisihan Piutang Tak Tertagih 0.00 90.56 100 100.00

Jumlah Aktiva Lancar 39.25 44.87 100 107.88 INVESTASI JANGKA PANJANG

Simpanan Pokok Puskospin 0.00 0.00 100 100.00

Simpanan Wajib Puskospin 0.00 0.00 100 400.00

Simpanan Berjangka Puskospin 0.00 0.00 100 200.00

Jumlah Invet Jk Panjang 0.00 0.00 100 200.00 AKTIVA TETAP

Tanah 0.00 100.00 100 100.00

Bangunan 92.30 93.20 100 104.16

Peralatan Kantor 36.44 57.82 100 115.54

Kendaraan 0.00 88.51 100 191.95

Akumulai Penyuutan 45.93 69.13 100 161.51

Jumlah Aktiva Tetap 50.79 85.71 100 108.27

TOTAL AKTIVA 40.75 50.99 100 108.75

PASIVA

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

Simpanan Suka Rela 17.51 47.49 100 100.25

Simpanan Wajib Pinjam 0.00 88.97 100 96.30

Simpanan wajib khusus

Hutang Puskopin 0.00 0.00 100 73.53

Hutang INRR 0.00 0.00 100 100.00

Hutang Motor Hutang usaha

Dana Kas Desa 0.00 46.29 100 126.00

Dana Pemda dan Diskanla 0.00 0.00 100 209.84

POS Perkembangan (Tahun)

I II III IV

Dana Tim SAR 0.00 0.00 100 131.32

Dana HNSI 0.00 0.00 100 241.92

Dana Asuransi 0.00 0.00 100 203.17

Dana Sosial 107.20 0.00 100 177.16

Dana Saving Nelayan 0.00 0.00 100 49.14

Dana Saving Bakul 0.00 0.00 100 259.72

Dana Paceklik 0.00 0.00 100 123.82

Dana Simpanan Nelayan 0.00 0.00 100 313.63

Dana Bagian SHU Anggota 300.47 30.23 100 93.41

Dana Pengurus 0.00 0.00 100 148.19

Dana Karyawan 0.00 0.00 100 146.83

Dana Pendidikan 0.00 0.00 100 199.41

Dana PDK 0.00 0.00 100 117.15

Cdangan penyisihan dr anggota

Cadangan Biaya RAT 50.00 62.50 100

Jumlah Kew. Jk. Pendek 40.59 24.30 100 129.13

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

Dana Bergulir BBM 100.00 100.00 100 100.00

Dana Bergulir MAP 0.00 0.00 100 100.00

Jumlah Kew.Jk Panjang 20.00 20.00 100 100.00

KEKAYAAN BERSIH

Simpanan Pokok 90.23 99.21 100 99.21

Simpanan Wajib 61.83 91.54 100 107.52

Donasi 0.00 100.00 100 100.00

Cadangan PMK 174.01 461.07 100 100.00

Cadangan Umum 0.00 0.00 100 117.15

SHU Berjalan 264.35 207.50 100 70.64

Jumlah Kekayaan Bersih 116.26 216.18 100 100.07

TOTAL PASIVA 40.75 50.99 100 108.75

109 Lampiran 3. Laporan Rugi Laba Koperasi Perikanan Mina Usaha Desa Jetis

Selama Empat Tahun Terakhir Periode Pembukuan

Uraian Perkembangan (Tahun)

HPP barang-barang waserda 86,555,450 67,007,463 41,307,996 58,362,991 Laba kotor penjualan 5,524,850 5,433,037 3,109,204 2,552,284

Pendapatan

Jasa pelelangan TPI 71,491,618 81,950,709 96,330,998 64,492,931

Jasa unit SIMPI - 12,855,400 18,947,640 74,167,688

Jasa lainya

penyisihan naggota 5,624,142 - 0

Jasa Bank (Bunga BPD) 532,036 288,998 2,263,393

-Administrasi SIMPI - 638,000 2,140,100

-Jasa bakul - 2,741,800 -

-Lomba INKAPI 5,250,000 -

-Fee sepeda motor - - 283,000 305,000

Jumlah pendapatan 77,647,796 103,724,907 119,965,131 138,965,619 Laba kotor + pendapatan 83,172,646 109,157,944 123,074,335 141,517,903

Pengeluaran (beban/biaya)

Biaya unit waserda 5,051,300 4,502,175 2,962,000

-Biaya unit TPI 43,889,032 19,656,309 18,004,095

-Biaya unit SIMPI - 9,882,950 34,817,600

Biaya lomba INKAPI - 5,840,350

-Biaya penyisihan piutang tak

tertagih - 1,393,230 145,211

Biaya penyusutan aktiva 2,844,276 2,796,452 3,719,833 Biaya organisasi/operasional:

> Biaya adminnistrasi 673,575

> Biaya operasional &

transport 4,736,375

> Honor & THR 40,310,000

> Biaya perawatan inv & spd

motor 1,795,000

Uraian Perkembangan (Tahun)

I I I I

> Biaya lain-lain; konsumsi,

sewa, lembur 4,608,300

> Biaya rapat 1,572,000

> Biaya audit 750,000

Jumlah biaya organisasi 7,648,492 46,452,119 54,445,250

Jumlah pengeluaran 48,940,332 90,523,585 114,093,989 135,174,469

SHU 34,232,314 18,634,359 8,980,346 6,343,434

111 Lampiran 4. Quesioner Informan Strategi Koperasi Perikanan Mina Usaha

Desa Jetis

TUJUAN :

Mendapatkan informasi dari para responden mengenai faktor-faktor strategis (key success factor) internal maupun eksternal koperasi, yaitu dengan cara identifikasi faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan analisa untuk merumuskan alternatif strategi usaha.

PETUNJUK:

1. Identifikasi faktor-faktor eksternal dan inetrnal koperasi dilakukan dengan ceck list wawancara faktor-faktor internal dan eksternal apa saja yang dimiliki koperasi. Faktor internal meliputi kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal meliputi peluang dan ancaman.

2. Responden diperbolehkan menambah, mengurangi atau mengganti faktor-faktor yang diajukan sesuai pendapat masing-masing responden.

Faktor Internal No. Uraian

A. Kekuatan

1. Program kerja yang jelas

2. Struktur organisasi yang tersusun dengan baik 3. Evaluasi yang teratur & periodik

4. Keahlian karyawan/pegawai sesuai kualifikasi yg dibutuhkan

5. Adanya kesempatan memperoleh pelatihan & pendidikan bagi karyawan &

anggota

1. Ketergantungan dg pemasok/anggota dalam pengadaan udang & ikan 2. Koperasi belum mengadakan diversifikasi produk

3. Rasio solvabilitas masih lemah 4. Kualitas SDM anggota masih rendah 5. Alat tangkap nelayan yang masih tradisional

No. Uraian

6. Ketergantungan dg pemasok/anggota dalam pengadaan udang & ikan 7. …………..

1. Pasar udang & ikan yang luas

2. Posisi tawar menawar pemasok yg tinggi 3. Dana bergulir BBM dari pemerintah

4. Kebijakan pemerintah unk pelatihan & pembinaan kepada pengurus/karyawan &

anggota

5. konsumsi udang & ikan yang tinggi 6. ……….

1. Adanya pihak swasta dalam distribusi udang & ikan 2. Koperasi perikanan lain sbg pesaing

3. Adanya produk substitusi 4. Kondisi cuaca

5. Posisi tawar menawar konsumen yang tinggi 6. …………..

7. …………..

8. …………..

9. …………..

10. …………..

3. Formulasi strategi dengan melakukan wawancara dan diskusi dengan manajer untuk menentukan rumusan strategi dengan menggabungkan variabel-variabel strategis internal dan eksternal, yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Formulasi strategi ini dilakukan menggunakan analisis matriks SWOT.

Langkah dalam membuat matriks SWOT adalah:

113 1) Hasil identifikasi peluang eksternal kunci koperasi, ancaman eksternal kunci koperasi, kekuatan internal kunci koperasi, dan kelemahan internal kunci koperasi.

2) Cocokkan kekuatan internal dengan peluang eksternal dan catat hasil strategi SO dalam sel yang ditentukan.

3) Cocokan kelemahan internal dengan peluang eksternal dan catat hasil strategi WO dalam sel yang ditentukan.

4) Cocokan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan catat hasil strategi ST dalam sel yang ditentukan.

5) Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal dan mencatat hasil strategi WT dalam sel yang ditentukan.

Analisis Matrik SWOT:

Dalam dokumen SKRIPSI SULISTYO A (Halaman 116-129)