• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

97 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 11 Yogyakarta telah terlaksana sebagai berikut:

a. Pada bagian komunikasi pemberian informasi sudah dilakukan berupa sosialisasi, workshop, rapat, dan diskusi mengenai pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya. Pada indikator kejelasan, pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya pemberian informasi sudah jelas, yaitu dilakukan secara langsung terhadap target atau objek sasaran berupa pelatihan, rapat, workshop, dan diskusi mengenai pelaksana kurikulum pendidikan berbasis budaya.

b. Sumber daya yang dimiliki untuk mendukung implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya anggaran, sumber daya sarana dan prasarana, dan sumber daya wewenang. Kebutuhan sumber daya tenaga pendidik telah memiliki keterampilan, serta kompetensi. Sumber daya sarana prasarana dalam implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya belum sepenuhnya terpenuhi. Sumber daya anggaran tergabung dengan anggaran sekolah yakni dari BOS, BOSDA dan komite sekolah. Kepala Sekolah memiliki kewenangan penuh dalam

98

menentukan keputusan. Namun dalam kewenangan yang dimiliki melalui musyawarah terlebih dahulu kepada semua pihak sekolah. c. Struktur Birokrasi dalam implementasi kebijakan kurikulum

pendidikan berbasis budaya yakni adanya Petunjuk Pelaksana (SOP) berupa Undang-Undang dan melalui buku pedoman pelaksanaan pendidikan berbasis budaya yang dikeluarkan Dinas DIKPORA. Selain SOP juga terjalin koordinasi antar pelaksana kebijakan pendidikan berbasis budaya yaitu melalui kerjasama antara kepala sekolah dengan guru, karyawan, dan siswa.

d. Disposisi dalam implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya mendapat dukungan yang positif dari semua pihak sekolah. Pelaksana kebijakan dalam hal ini selalu siap dan bertanggungjawab untuk melaksanakan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya sesuai petunjuk pelaksanaan. Selain terdapat antusiasme warga sekolah dalam implementasi kurikulum pendidikan berbasis budaya.

e. Pola implementasi kurikulum pendidikan berbasis budaya yang dilakukan di SMA N 11 Yogyakarta adalah melalui 3 cara antara lain: (1) terintegrasi pada mata pelajaran; (2) pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler; dan 3) pengembangan budaya satuan pendidikan berbasis budaya khas Yogyakarta dalam kegiatan sehari-hari.

99

2. Faktor Pendukung dan penghambat dalam implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 11 Yogyakarta antara lain sebagai berikut:

a. Faktor pendukung yaitu; (1) dukungan internal berupa antusias, respon dan kemauan warga sekolah dalam memahami kebijakan; (2) dukungan eksternal berupa adanya kerjasama lembaga terkait baik dari Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, serta Komite Sekolah. b. Faktor Penghambat yaitu, karakter pelaksana kebijakan di sekolah

yang berbeda-beda dan belum adanya anggaran khusus dalam melaksanakan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya. B. Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka saran yang dapat disampaikan peneliti adalah sebagai berikut:

1. Dinas pendidikan tidak hanya berperan sebagai fasilitator dan penyelenggara pelatihan melainkan juga melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung ke sekolah.

2. Perlu alokasi anggaran khusus dari pemerintah dalam mendukung kurikulum pendidikan berbasis budaya.

3. Adanya koordinasi antar warga sekolah dalam pengembangan implementasi kurikulum pendidikan berbasis budaya.

4. Sekolah melakukan evaluasi internal dalam implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya.

100

DAFTAR PUSTAKA

Arif Rohman. (2009). Politik Ideologi Pendidikan. Yogyakarta: LaksBang Mediatama.

___________. (2014). Kebijakan Pendidikan Analisis Dinamika Formulasi dan Implementasi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Dakir. (2004). Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Rhineka Cipta.

H.A.R Tilaar. (2004). Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

__________. (2006). Standarisasi Pendidikan Nasional: Suatu Tinjauan Kritis. Jakarta: Rineka Cipta.

H.A.R Tilaar & Riant Nugraha. (2008). Kebijakan Pendidikan Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harian Jogja. 2016. Kasus Narkoba DIY:BNN temukan 36000 pecandu baru di DIY. Diakses dari http//m.harianjogja.com/baca/2016//14/kasus-narkoba-diy-bnn-temukan-36-000-pecandu-baru-di-diy-691028. (pada tanggal 1 Juli 2016).

Koransindo. 2016. Pengguna Baru Narkoba di DIY naik 150%. Di akses melalui http://koran-sindo.com/news.php?r=6&n=24&date=2016-02-05. (pada tanggal 1 Juli 2016).

Lexy.J. Moleong. (2014). Metodologi Penelitian Kualitaltif. Bandung: Rosda. Muhammad Munadi & Barnawi. (2011). Kebijakan Publik di Bidang Pendidikan.

Yogyakarta: Ar-ruzz Media.

M. Djuanaidi & Fauzan Almanshur. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Arr-Ruzz Media.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2013). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nanang Fattah. (2012). Analisis Kebijakan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

101

Peraturan Daerah Daerah Istimawa Yogyakarta Tentang Nomor 5 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya. Di unduh melalui birohukum.jogjaprov.go.id/ media/com_prodhuk/

1471852310pergub66-2013.pdf. pada tanggal 14 Februari 2016.

Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya. Yogyakarta: Dinas DIKPORA DIY.

Riant Nugraha. (2008). Kebijakan Pendidikan yang Unggul. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Solichin Abdul Wahab. (2014). Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Penyusunan Model-Model implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara. Subarsono. (2008). Analisis Kebijakan Publik Konsep, Teori, Aplikasi.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudiyono. (2007). Dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Pendidikan. Buku Ajar.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Syafaruddin. (2008). Efektivitas Kebijakan Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Tim Pengembang PBB SMA. (2014). Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Berbasis

Budaya di SMA. Yogyakarta: Dinas DIKPORA DIY.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Pendidikan Nasional. Di unduh melalui

sumberdaya.ristekdikti.go.id/wp.../uu-nomor-20-tahun-2003

102

103 Lampiran 1

PEDOMAN WAWANCARA

Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya Di SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk Kepala Sekolah dan Guru

Identitas Sumber Data (Responden)

Nama :

Jabatan :

Tanggal Wawancara :

Waktu wawancara :

Tempat Wawancara :

Daftar Pertanyaan wawancara A. Komunikasi

1. Bagaimana sosialisasi terkait kebijakan kurikulum Pendidikan berbasis budaya ?

2. Siapa sasaran kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ? B. Sumber Daya

1. Bagaimana sumber daya manusia dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

2. Apakah ada pelatihan untuk guru terkait pembelajaran dalam implementasi kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

3. Apa saja materi yang diberikan dalam Kurikulum Pendidikan berbasis budaya ?

4. Bagaimana pendanaan dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

5. Bagaimana kewenangan kepala sekolah dalam melaksanakan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

C. Sikap warga sekolah

1. Bagaimana respon warga sekolah dengan kebijakan pendidikan berbasis budaya ?

104

2. Bagaimana keterlibatan kepala sekolah, guru, dalam pelaksanaan pendidikan berbasis budaya ?

D. Struktur birokrasi

1. Terbagi dalam berapa cara implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya?

2. Bagaimana SOP dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

3. Bagaimana koordinasi terkait implementasi kebijakan kurikulum Pendidikan berbasis Budaya ?

E. Hambatan dan strategi

1. Adakah hambatan dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

2. Bagaimana strategi untuk mengatasi hambatan tersebut ?

105

PEDOMAN WAWANCARA

Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya Di SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk siswa

Identitas Sumber Data (Responden)

Nama :

Kelas :

Tanggal Wawancara :

Waktu wawancara :

Tempat Wawancara :

Daftar Pertanyaan wawancara

1. Apa yang saudara ketahui dengan pendidikan berbasis budaya ? 2. Sudahkah saudara mengetahui adanya kebijakan tersebut ?

3. Kegiatan apa saja yang ada di sekolah dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

4. Menurut saudara bagaimana suasana belajar di sekolah ini seperti apa ? 5. Menurut saudara sumber daya dalam pendukung kebijakan tersebut

bagaimana ?

6. Bagaimana integrasi kurikulum pendidikan berbasis budaya di sekolah? 7. bagaimana respon saudara terhadap kebijakan kurikulum pendidikan

berbasis budaya ini ?

8. Adakah hambatan-hambatan/kesulitan dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya?

106 Lampiran 2

PENDOMAN DOKUMENTASI

Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya Di SMA Negeri 11 Yogyakarta

No Objek Objek yang diamati

1. Komponen Program sekolah 1. Profil Sekolah 2. Program sekolah 3. Denah sekolah

2. Komponen Isi Kurikulum 1. Pedoman Kurikulum Pendidikan berbasis Budaya

2. RPP 3. Silabus 3. Komponen sarana dan

prasarana

1. Jenis sarana dan prasarana yang digunakan dalam menunjang kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya

2. Kelengkapan sarana dan prasarana dalam menunjang kurikulum pendidikan berbasis budaya

*) objek observasi dapat berkembang selama kegiatan penelitian **) dokumen dapat berupa foto maupun arsip

107 Lampiran 3

PENDOMAN OBSERVASI

Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya Di SMA Negeri 11 Yogyakarta

No Objek Objek yang diamati

1. Komponen Program sekolah 1. Letak geografis

2. Kondisi lingkungan sekolah dan kelas

2. Proses pembelajaran 1. Kegiatan belajar dan mengajar terkait pendidikan berbasis budaya

2. Kegiatan ekstrakurikuler terkait pendidikan berbasis Budaya 3. Komponen sarana dan

prasarana

1. Ketersediaan sarana dan prasaran penunjang pendidikan berbasis budaya

2. Kondisi prasarana kegiatan pembelajaran yang digunakan

108 Lampiran 4. Catatan Lapangan

Catatan Lapangan Penelitian 1 Rabu, 13 april 2016

Pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB Peneliti datang ke sekolah untuk memberikan surat ijin penelitian dari dinas perizinan Kota yogyakarta. Pada hari itu peneliti melaporkan kepada penjaga sekolah mengenai maksud dan tujuannya ke SMA Negeri 11 Yogyakarta dan mencatatnya di buku tamu, setelah itu kami diarahkan oleh penjaga sekolah untuk memasukkan surat ke bagian Tata Usaha. setelah sampai ke TU surat tidak bisa langsung di proses petugas memberitahukan untuk datang kembali ke sekolah setelah dua hari berikutnya untuk mengecek proses disposisisnya.

Catatan Lapangan Penelitian 2 Senin, 18 April 2016

Pada hari senin sekitar pukul 10.30 WIB peneliti kembali ke SMA Negeri 11 Yogyakarta guna mengecek kembali surat ijin penelitiannya. Setelah sudah di disposisi oleh Humas kemudian peneliti mencari narasumber. Peneliti bertemu dengan salah satu narasumber bapak DR selaku wakasek bidang kurikulum. Peneliti berkenalan serta menyampaikan maksud dan tujuan penelitiannya. Berhubung waktu luang yang terbatas karena beliau sedang ada keperluan lain, wawancara tidak dapat dilaksanakan saat itu juga. Kesepakatan selanjutnya peneliti bertemu kembali untuk melakukan wawancara pada hari rabu tanggal 20 April 2016.

109 Catatan Lapangan Penelitian 3

Rabu, Tanggal 20 April 2016

Pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB peneliti kembali datang ke SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk melakukan wawancara dengan bapak DR. Seperti biasa pada saat memasuki area sekolah diwajibkan mengisi buku tamu dan maksud kedatangannya. Peneliti dan narasumber pada kesepakatan hari sebelumnya bertemu sekitar pukul 10.00 WIB namun karena beliau sedang menerima tamu lain dari luar peneliti menunggu sekitar 90 menit.

Peneliti memanfaatkan waktu tersebut untuk melihat-lihat keadaan lingkungan sekolah mulai dari perpustakaan, ruang kelas, lapangan olahraga, toilet serta kantin dan tempat ibadah. Di sekitar tembok atau dinding luar terlihat terpasang berbagai slogan-slogan ataupun kata-kata mutiara tentang nilai-nilai kebaikan. Lingkungan sekolah terlihat bersih dan nyaman dikarenakan masih banyak pohon-pohon rindang di area lingkungan sekolah yang membuat sekolah nampak sejuk. Terlihat sekilas interaksi antar siswa maupun siswa dengan guru ataupun guru dengan guru yang ramah.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya peneliti dapat bertemu dengan bapak DR dan melakukan wawancara terkait dengan implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 11 Yogyakarta. wawancara berlangsung sekitar 45 menit.

110 Catatan lapangan 4

Kamis, 21 April 2016

Bertepatan dengan peringatan hari kartini pada tanggal 21 april peneliti kembali mengunjungi SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk melakukan observasi tentang kegiatan kebudayaan dalam rangka memperingati hari kartini. Peneliti tiba pukul 09.00 WIB dan terlihat semua guru karyawan serta siswa mengenakan pakaian kebaya. Pada hari tersebut tidak dilaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa namun diisi dengan kegiatan kebudayaan dalam rangka memperingati hari kartini. Acara dilaksanakan di aula “Budi Utomo”. Kegiatan -kegiatan yang di lombakan diantaranya lomba karawitan, lomba dimas diajeng, Wiru jarik, sesorah dan geguritan. Guru-guru berperan sebagai juri dan MPK sebagai panitia. Peserta lomba diikuti oleh perwakilan setiap kelas X dan Kelas XII. Acara berlangsung sangat meriah dan terlihat antusiasme siswanya dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dilaksanakan.

111 Catatan lapangan 5

25 April 2016

Pagi sekitar pukul 07.00 WIB peneliti berangkat menuju SMA Negeri 11 Yogyakarta dan tiba di sekolah pukul 07.18 WIB dikarenakan ketidaktahuan peneliti sebelumnya pintu gerbang sekolah sudah ditutup dan akan dibuka kembali pukul 07.30 WIB. Peneliti menunggu di luar pagar sekolah bersama dengan siswa dan guru yang terlambat masuk ke sekolah. peneliti melihat ada beberapa siswa dan guru yang juga terlambat. Setelah menunggu beberapa saat tepat pukul 07.30 pintu dibuka kembali dan semuanya dipersilahkan masuk ke kelas masing-masing dan mengisi buku catatan keterlambatan.

Peneliti kembali menemui Bapak DR dengan keperluan meminta rekomendasi guru yang akan diwawancarai terkait dengan pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya di SMA Negeri 11 yogyakarta. Berdasarkan hasil wawancara sebelumnya pelaksanaan pendidikan berbasis budaya terintegrasi kedalam empat mata pelajaran diantaranya Bahasa jawa, Muatan lokal karawitan, Seni Budaya dan Tata boga. Peneliti bermaksud untuk bertemu dengan guru pengampu mata pelajaran tersebut.

Setelah mendapat daftar nama-nama guru tersebut peneliti menuju ruang guru untuk melakukan wawancara. Pada hari yang sama juga kebetulan 2 narasumber dapat di wawancarai pada waktu itu juga yaitu dengan Bapak H dan Ibu NR. Wawancara dilaksanakan di ruang guru dan wawancara dengan keduanya berlangsung sekitar 2 jam.

112 Catatan Lapangan 6

Selasa, 26 April 2016

Pada pukul 11.00 WIB peneliti kembali pergi ke SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk memperoleh data tentang profil sekolah dan data jumlah guru di bagian Tata Usaha. Namun data yang diminta belum tersedia karena pegawai yang bertugas sedang tidak di tempat. Setelah itu peneliti kembali menemui kepala sekolah dan kebetulan kepala sekolah sedang ada di tempat.

Setelah berkenalan dan menyampaikan tujuan penelitian, kepala sekolah merespon dengan sangat baik, beliau meminta langsung untuk wawancara hari itu juga dikarenakan pada minggu tersebut adalah masa terakhir beliau menjabat sebagai kepala sekolah karena akan segera pensiun dan di ganti dengan kepala sekolah yang baru lagi. wawancara berlangsung tidak begitu lama karena kepala sekolah setelah itu ada agenda lain untuk menyiapkan berkas-berkas ke Dinas Perizinan. Wawancara berlangsung sekitar 30 menit.

113 Catatan Lapangan 7

4 Mei 2016

Seperti biasa sekitar pukul 09.00 WIB peneliti kembali datang ke sekolah untuk melaksanakan kegiatan penelitiannya. Pada hari tersebut peneliti melakukan observasi dan kembali meminta data tentang profil sekolah SMA Negeri 11 Yogyakarta yang terdiri dari sejarah sekolah, visi misi serta tujuan sekolah dan data lain terkait dengan profil sekolah. Peneliti bertemu dengan ibu selaku waka sarpras dan peneliti diarahkan kebagian admin sarpras untuk meminta data tersebut.

Catatan Lapangan 8 7 Mei 2016

Peneliti kembali datang ke sekolah untuk bertemu dengan narasumber yaitu Bapak JS namun karena belum ada janji sebelumnya beliau pada hari tersebut kebetulan tidak sedang mengajar ke sekolah dikarenakan tidak ada jadwal, sehingga berlanjut mencari Ibu R dan narasumber kedua sedang tidak hadir dikarenakan sakit. Tidak berhenti disitu peneliti melanjutkan untuk menemui ibu NR yang sebelumnya sudah janji sebelumnya pada saat wawancara untuk meminta dokumen tentang silabus dan RPP terkait mata pelajaran yang diampu beliau tentang karawitan. Setelah itu peneliti juga melakukan wawancara dengan siswa yang di ambil secara acak sebagai sampel oleh peneliti yaitu S dan Rs siswa kelas XI IPS

114 Catatan Lapangan 9

11 Mei 2016

Tidak seperti biasanya peneliti pagi-pagi sekitar pukul 07.00 WIB sudah tiba di sekolah. Peneliti melakukan pengamatan suasana pada pagi hari. Dari pintu gerbang nampak siswa siswi berbondong-bondong memasuki area sekolah. Di depan sekolah sudah ada beberapa guru yang menyambut siswa-siswi tersebut untuk berjabat tangan yang merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan oleh warga sekolah. Pukul 07.15 WIB tepat bel masuk berbunyi, semua siswa maupun guru yang mengajar mulai memasuki ruang kelas masing-masing. Semua nya mulai berdoa dan selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama yang di pandu oleh pengeras suara otomatis.

Peneliti duduk di depan ruang guru bermaksud menemui ibu NR untuk melakukan observasi di kelas tentang proses pembelajaran kurikulum berbasis budaya. Setelah beberapa saat peneliti bertemu dengan Ibu NR dan langsung menuju ruang karawitan dan melihat proses selama pembelajaran nya. Selama pembelajaran metode yang digunakan yaitu dengan guru memberikan arahan dan memberikan contoh. Kelas dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 1 regu memainkan alat-alat seperti gamelan, gending dan lainnya, serta kelompok yang ke 2 sebagai sinden atau paduan suaranya. Terlihat murid-murid sangat antusias untuk mempelajari alunan musik tradisional tersebut. Suasa belajar yang tidak kaku namun dan nyaman membuat tidak terasa jam pelajaran cepat habis. Setelah melakukan observasi di kelas peneliti berpamitan dan melanjutkan agenda lain yaitu untuk menemui narasumber berikutnya.

115 Catatan Lapangan 10

13 Mei 2016

Sekitar pukul 08.30 WIB peneliti kembali ke SMA Negeri 11 Yogyakarta untuk melengkapi data-data yang masih kurang. Peneliti kembali ke bagian TU untuk memperoleh data jumlah siswa dan guru. Selain itu peneliti juga melakukan pengamatan baik secara sarana dan prasarana maupun kebiasaan warga SMA Negeri 11 Yogyakarta. selain itu peneliti juga melakukan observasi terkait dengan program ekstrakurikuler yang berkaitan dengan implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya.

Catatan Lapangan 11 14 Mei 2016

Pukul 09.30 peneliti kembali ke sekolah untuk menemui narasumber untuk melakukan wawancara. Peneliti bertemu dengan Bapak JS selaku guru bahasa jawa sebagai narasumber. Setelah berkenalan dan peneliti menyampaikan maksud untuk melakukan wawancara, beliau bersedia diwawancarai untuk membantu peneliti dalam memperoleh data. Namun karena pada saat itu akan mengajar ditunda pada jam luang saat beliau tidak mengajar. Sambil menunggu bapak JS mengajar peneliti memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mekukan wawancara dengan siswa yang sedang tidak ada jam pelajaran. Peneliti melakukan wawancara dengan 2 siswa yaitu AN dan RT.

116 Lampiran 5

Wawancara 1

Transkrip Wawancara

Implementasi Kebijakan Kurikulum Pendidikan Berbasis Budaya Di SMA Negeri 11 Yogyakarta

Identitas Sumber Data (Responden)

Nama : ibu B

Jabatan : Kepsek

Tanggal Wawancara :

Waktu wawancara : 11.00-11.30 WIB Tempat Wawancara : Ruang Kepsek

1. Peneliti : Bagaimana sosialisasi terkait kebijakan kurikulum Pendidikan berbasis budaya ?

B : Sosialisasi, dari dinas mengadakan workshop, kebetulan saya salah satu nara sumber pada tingkat SMA, ada kelompok diskusi juga, nanti kemudian Kepala Sekolah sosialisasi dengan warga sekolah.

2. Peneliti : Siapa sasaran kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : Semua warga sekolah, terutama murid-murid

3. Peneliti : Bagaimana sumber daya manusia dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : Sumber daya manusia di sini, rata-rata sadah kompeten 4. Peneliti : Apakah ada pelatihan untuk guru terkait pembelajaran

dalam implementasi kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : Saat ini belum ada,

5. Peneliti : Apa saja materi yang diberikan dalam Kurikulum Pendidikan berbasis budaya ?

117

B : Banyak, meliputi budaya-budaya jawa Yogyakarta dan nilai-nilai yang dikembangkannya dll,

7. Peneliti : Bagaimana pendanaan dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : pendanaan dari Komite sama, sama yang kemarin dapat bantuan dari Dikpora sebagai sekolah model PBB, atau dari bosda.

8. Peneliti : Bagaimana kewenangan kepala sekolah dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : Sekolah mempunyai kewenangan untuk mengembangkan potensi budaya apa yang ada di sekolah

10. Peneliti : Bagaimana respon warga sekolah dengan kebijakan pendidikan berbasis budaya ?

B : Respon warga sekolah sangat responsif, dengan adanya kebijakan ini kita juga mengikutinya dengan berbagai program-program kegiatan di sekolah maupun event di luar sekolah”.

11. Peneliti : Bagaimana keterlibatan kepsek, guru, dalam pelaksanaan pendidikan berbasis budaya ?

B : Semuanya terlibat saling membantu satu sama lain, kalau semuanya bisa peduli, stakeholder yang ada di sekolah ini peduli, semuanya peduli bersama-sama untuk bisa mewujudkan sekolah berwawasan kebangsaan, berintegritas, intelektualitas, sopan santun, berbudaya lingkungan, berkebangsaan dan berkebangsaan cakrawala global.

12. Peneliti : Terbagi dalam berapa cara implementasi kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya?

pertama Terintegrasi dalam pelajaran, selanjutnya ada ekstrakurikuler dan pembiasaan-pembiasaan

118 budaya ini ?

B nah itu kriterianya da sendiri yang menilai dari Dinas Dikpora sana, yang di buat dinas. Kalau kami ketercapaian menilainya gimana ya, yang kita programkan itu bisa terlaksana, kemudian di sana kan keterlaksanaannya indikatornya penilaiannya disesuaikan dengan yang ada. Artinya kalau di bidang seni musik ya seni musik bagaimana, untuk karawitan, bahasa jawa dan boga. Atau guru MGMP nya ya Pak herman dan kawan-kawan itu indikator yang ada di sana. Yang penting program itu dibuat ketercapainnya harus targentunya terpenuhi disitu. Kalau indikatornya apa saya tidak menyimpan yang nyimpen Pak herman Dkk,

13. Peneliti : Bagaimana SOP dalam pelaksanaan kebijakan kurikulum pendidikan berbasis budaya ?

B : Kita sudah diberi buku panduan pelaksanaannya, kemudian sudah ada juklaknya juga, Jadi kita tinggal menyesuaikan nya

14. Peneliti : Bagaimana koordinasi warga sekolah terkait implementasi kebijakan kurikulum Pendidikan berbasis Budaya ?

B : Semuanya, berkoordinasi, misalkan melali diskusi gruu, Peneliti Apa sajakah faktor pendukung yang dalam kebijakan

kurikulum pendidikan berbasis budaya ini ?

B Faktor pendukung : ya potensi sekolah yaitu kultur dan budaya di sekolah , “ faktor pendukungnya banyak, mulai dari potensi yang sudah ada di sekolah sendiri seperti budaya sekolah di SMA Negeri 11 ini, adanya peran serta dari Dinas terkait seperti dinas kebudayaan dinas

Dokumen terkait