BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
C. Saran
Pada bagian akhir skripsi ini, maka penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Pihak sekolah hendaknya memberikan dukungan pada pengembangan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Student Teams Achievement Division (STAD),sehingga proses pembelajaran Fiqih dapat berjalan secara efektif, kreatif dan inovatif.
2. Diharapkan bagi para pendidik dapat memilih metode atau cara mengajar yang tepat, agar dapat memicu semangat siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar dan dapat menumbuhkan minat serta motivasi belajar dalam mengikuti pelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Bagi siswa diharapkan dapat melatih kemampuan berfikir, berkomunikasi, percaya diri serta meningkatkan aktifitas belajar yang tinggi dalam pembelajaran Fiqih sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Abu Zahra Muhammad, Ushul Fiqih, (Jakarta: PT Pustaka Firdaus, 2011), cet. 15, h. 2-3.
Al- Fattah Mushaf, Al- qur’an - 2 Muka Terjemah Tematik, (Bandung: CV Mikraj Khazanah Ilmu, 2011), Cet. 10, h. 273
Amri Sofwan dan Ahmadi Iif Khoiru, Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovati dalam Kelas, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya, 2010), h. 67.
Arikunto Suharsimi, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara 2010), Cet. 9, h. 16, 79, 100, 208.
Asrori Muhammad, Penelitian Tindakan Kelas, (Bandung: Penerbit CV Wacana Prima, 2009), h. 6.
Dewi Laksmi, Masitoh, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), cet. 1, h. 234 - 235, 248 - 249, 7- 8.
Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1999), Cet. I, h. 42, 3 - 4.
Djamarah Bahri Syaiful, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), Cet. 2, h.15.
Hamalik Oemar, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2009), cet 3, h.106.
Huda Miftahul, Cooperative Learning Metode, teknik, struktur dan model Penerapan, (Jogjakarta: Pustaka Pelajar. 2011), Cet. 1, h. 31, 205.
Jihad Asep dan Haris Abdul, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi Press, 2010), h. 14.
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: Grafindo Persada, 2011), cet. 3, h. 209, 215, 13, 209, 205.
Sabri Alisuf M, Psikologi Pendidikan Berdasarkan Kurikulum Nasional, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet. 2, h. 56.
Sanjaya Wina, Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan, (Jakarta:Kencana, 2009), Cet. h. 246, 248.
Soemanto Wasty, Psikologi Pendidikan landasan kerja pemimpin pendidikan, (Malang: Rineka Cipta, 1983), Cet. 4, h. 104-105.
Sukmadinata Syaodih Nana, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), h.165, 156.
Suprijono Agus, Cooperative Learning: Teori & Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 5
Syah Muhibbin, Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. 15, h. 35
Yudik Yahya, Pedoman Pelaksanaan Kurikulum R.A. (Jakarta : Departemen Agama, 2005) h.5
Zain Lukman, Pembelajaran Fiqih. (Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), cet. 1, h. 3, 8.
Wawancara dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Rabu, 26 Maret 2014 Responden : Siswa kelas VIII
Tempat : MTs. Nurul Hikmah Jakarta Pokok pembicaraan : Perhatian siswa
Tujuan Wawancara : Mengidentifikasi kondisi awal siswa dalam belajar Fiqih
Daftar Pertanyaan Wawancara Siswa Sebelum Tindakan
1. Hal-hal apa saja yang kamu lakukan saat Guru menjelaskan materi Fiqih? Jawaban: Ngobrol dan kadang-kadang memperhatikan.
2. Hal-hal apa saja yang menyebabkan kamu senang atau tidak senang terhadap Mata Pelajaran Fiqih?
Jawaban: Senang, jarang diberi tugas karena gurunya wali kelas. Tidak senang, karena penjelasannya tidak dijabarkan dengan jelas.
3. Apakah Guru Fiqih kamu pernah menerapkan metode pembelajaran STAD? Jawaban: Belum pernah.
4. Apabila ada materi yang kurang kamu mengerti, apa yang kamu lakukan? Jawaban: Bertanya kepada teman sebangku.
5. Apabila Guru memberi pertanyaan, bagaimana respon kamu terhadap pertanyaan Guru tersebut?
Jawaban: Jika mengerti saya akan menjawab, tapi kalau tidak mengerti saya tidak menjawab.
6. Jika kamu mendapat nilai yang kurang bagus pada pelajaran Fiqih, bagaimana usaha-usaha yang kamu lakukan?
sehari-hari.
8. Bagaimana kemampuan kamu dalam mengerjakan soal-soal Fiqih?
Jawaban: Kurang memahami karena banyak soal-soal yang belum pernah dibahas, namun sudah harus diselesaikan atau dikerjakan soalnya.
9. Pembelajaran seperti apa yang kamu inginkan dalam belajar Fiqih?
Jawaban: Metode pembelajaran yang baru. Agar tidak membosankan bagi para siswa dan dapat dipahami, sertakami mudah untuk mempraktikkannya.
10. Menurut kamu metode pembelajaran yang diterapkan oleh Guru Fiqih sudah cukup baik dan cukup membuat kamu memahami materi ajar?
Jawaban: Cukup. Namun kami sebagai siswa kurang bisa memahami dan memperaktikkan apa yang diajarkan oleh guru
(
Observasi Awal)Nama : A Kelas : VIII
1. Apakah kamu merasa senang dengan pelajaran Fiqih? Ya, saya suka dengan pelajaran Fiqih.
2. Apa yang kamu suka dari belajar Fiqih?
Pelajarannya mudah dipahami, materinya tentang kehidupan kita sehari-hari. Tidak bikin pusing kaya pelajaran yang lain.
3. Apakah kamu merasa senang dengan metode yang digunakan Guru Fiqih dalam proses pembelajaran?
Biasa saja, tetapi terkadang bikin mata mengantuk. Kalau bisa, saya mau Guru Fiqih menggunakan metode yang lain dalam mengajarnya, agar menyenangkan dan tidak bikin ngantuk.
4. Metode apa yang digunakan Guru Fiqih dalam menjelaskan materipelajaran? Biasanya ceramah, kemudian mengerjakan LKS setelah itu hafalan.
5. Apakah nilai hasil belajar Fiqih kamu mengalami peningkatan?
Alhamdulillah, saya merasa nilai Fiqih saya cukup bagus dan selalu seperti itu. Karena saya suka membaca.
6. Menurut kamu bagaimana kinerja Guru Fiqih, khusunya di kelas?Apa yang kamu harapkan tentang kinerja Guru Fiqih?
Terkadang gurunya cuma ngejelasin saja, ngasih hafalan, yang lebih lama ngerjain LKS. Saya berharap tidak ceramah saja supaya tidak mengantuk, jadi belajarnya semangat, sehingga nilai anak-anak di kelas bagus-bagus.
1. Apakah kamu merasa senang dengan pelajaran Fiqih? Biasa saja
2. Apakah yang kamu suka dari belajar Fiqih? Pelajarannya tentang kehidupan kita sehari-hari
3. Apakah kamu merasa senang dengan metode yang digunakan Guru Fiqih dalam proses pembelajaran?
Tidak senang, karena mengajarnya bikin mata mengantuk.
4. Metode apa yang digunakan Guru Fiqih dalam menjelaskan materi pelajaran? Ceramah saja dan kalau waktunya masih lama disuruh hafalan dan tugas LKS. 5. Apakah nilai hasil belajar Fiqih kamu mengalami peningkatan?
Biasa saja
6. Menurut kamu, bagaimana kinerja Guru Fiqih khusunya di kelas? Apa yang kamu harapkan tentang kinerja Guru Fiqih?
Terkadang gurunya malas-malasan menjelaskannya, lalu kasih tugas LKS dan hafalan. Jadi ga asyik belajarnya bikin bosan dan ngantuk. Saya berharap guru lebih kreatif dalam mengajarnya, jadi belajarnya asyik.
1. Apakah kamu merasa senang dengan pelajaran Fiqih? Biasa saja
2. Apakah yang kamu suka dari belajar Fiqih?
Sebenarnya pelajarannya seru-seru, tentang kehidupan sehari-hari tetapi kadang cara mengajarnya ngebosenin jadi ga seru.
3. Apakah kamu merasa senang dengan metode yang digunakan Guru Fiqih dalam proses pembelajaran?
Kurang senang, karena belajarnya kurang seru, banyak anak-anak yang lain pada ngantuk terus malas-malasan belajarnya.
4. Metode apa yang digunakan Guru Fiqih dalam menjelaskan materi pelajaran? Ceramah, hafalan dan memberikan tugas LKS
5. Apakah nilai hasil belajar Fiqih kamu mengalami peningkatan?
Biasa saja, malah terkadang turun nilainya. Saya juga terkadang malas belajar dan tidak bersemangat.
6. Menurut kamu bagaimana kinerja Guru Fiqih khususnya di kelas?Apa yang kamu harapkan tentang kinerja Guru Fiqih?
Kinerjanya kurang bagus, tidak kreatif, mungkin karena gurunya sibuk dan selalu main hp. Saya harap Guru Fiqih lebih kreatif dan aktif dalam mengajar sehingga anak-anak dikelas jadi semangat belajarnya dan ga pada mengantuk. Nilai teman-teman juga banyak yang kurang bagus. Kalau belajarnya asik dan enak, teman-teman juga jadi semangat belajarnya, kemudian nilai-nilai juga jadi pada bagus.
Peneliti : Bagaimana menurut pendapatmu tentang pelajaran yang telah kalian ikuti?
Siswa : “Seru, belajarnya jadi nggak ngebosenin!”
Peneliti : Apakah kalian senang belajar dengan menggunakan metode STAD? Siswa : “Senang banget, soalnya di metode ini anak harus paham sama
materinya karena tiap orang memiliki kesempatan untuk menjawab pertanyaan dan itu memotivasi saya untuk belajar lebih giat ”
Peneliti : Apakah kalian merasa lebih aktif dalam belajar dengan menggunakan metode STAD?
Siswa : “ Tentu saja!”
Peneliti : Apakah belajar dengan menggunakan metode STAD membuatmu lebih mudah memahami materi yang diajarkan?
Siswa : “Iya, sangat membantu saya dalam memahami materi ”
Peneliti : Apakah hasil belajarmu meningkat setelah belajar dengan menggunakan metode STAD ?
Siswa : “Iya !”
Siswa dengan Hasil Belajar Sedang
Peneliti : Bagaimana menurut pendapatmu tentang pelajaran yang telah kalian ikuti?
Siswa : “Sangat senang, selain metodenya asyik materinya juga lebih mudah dipahami”
Peneliti : Apakah kalian senang belajar dengan menggunakan metode STAD? Siswa : “Senang, belajarnya jadi nggak ngebosenin!”
Peneliti : Apakah kalian merasa lebih aktif dalam belajar dengan menggunakan metode STAD?
Siswa :“Iya, soalnya semua siswa harus menjawab pertanyaan, kalau nggak bisa jawab kan malu!”
Peneliti : Apakah hasil belajarmu meningkat setelah belajar dengan menggunakan metode STAD ?
Siswa : “Lumayan meningkat !”
Siswa dengan Hasil Belajar Rendah
Peneliti : Bagaimana menurut pendapatmu tentang pelajaran yang telah kalian ikuti?
Siswa : “Saya sangat senang Pak!”
Peneliti : Apakah kalian senang belajar dengan menggunakan metode STAD? Siswa : “Senang dong Pak! ”
Peneliti : Apakah kalian merasa lebih aktif dalam belajar dengan menggunakan metode STAD?
Siswa : “Iya, kalau ada yang membingungkan saya suka langsung tanya” Peneliti : Apakah belajar dengan menggunakan metode STAD membuatmu
lebih mudah memahami materi yang diajarkan?
Siswa : “ Iya, karena belajarnya asyik, jadi lebih mudah untuk memahami”
Peneliti :Apakah hasil belajarmu meningkat setelah belajar dengan menggunakan metode STAD ?
Division (STAD)
Nama Sekolah : MTs. Nurul Hikmah Jakarta Tahun Pelajaran : 2013 / 2014
Kelas/Semester : VIII / 2
Materi Pokok : Makanan Halal Dan Haram Dalam Islam Siklus : 1 ( Satu )
Hari Tanggal : Kamis, 10 April 2014
Berilah tanda check list (√) pada nilai sesuai dengan pengamatan anda!
SB : Sangat Baik B : Baik
C : Cukup K : Kurang
No Aspek yang diobservasi Nilai Tanggapan SB B C K
1. Mengkondisikan situasi
pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran
√
2. Apersepsi √
3. Membangkitkan minat atau rasa
ingin tahu siswa (motivasi) √ 4. Menyampaikan tujuan dan indikator
yang ingin dicapai √
5. Penggunaan media atau alat
Teknik Student Teams Achievement Division (STAD)
7. Pemusatan perhatian siswa terhadap
proses pembelajaran √
8. Teknik menjelaskan/menyampaikan
Materi √
9. Pengelolaan kegiatan pembelajaran √
10. Bimbingan kepada kelompok √
11. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk berfikir
√
12. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengungkapkan jawaban
√
13. Antusias siswa terhadap jawaban yang diberikan
√
14. Mengamati kesulitan dan kemajuan belajar siswa
√
15. Keterampilan menerangkan kembali atau menyimpulkan materi yang disampaikan
√
16. Keterampilan memberikan kegiatan tindak lanjut setelah penyampaian materi
√
17. Kemampuan memberikan evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai
Division (STAD)
Nama Sekolah : MTs. Nurul Hikmah Jakarta Tahun Pelajaran : 2013 / 2014
Kelas/Semester : VIII / 2
Materi Pokok : Makanan Halal Dan Haram Dalam Islam Siklus : II ( Dua )
Hari Tanggal : Kamis, 24April 2014
Berilah tanda check list (√) pada nilai sesuai dengan pengamatan anda!
SB : Sangat Baik B : Baik
C : Cukup K : Kurang
No Aspek yang diobservasi Nilai Tanggapan SB B C K
1. Mengkondisikan situasi
pembelajaran dan kesiapan siswa untuk mengikuti proses
pembelajaran
√
2. Apersepsi √
3. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi)
√
4. Menyampaikan tujuan dan indikator
yang ingin dicapai √
5. Penggunaan media atau alat
Student Teams Achievement Division (STAD)
7. Pemusatan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran
√
8. Teknik menjelaskan/menyampaikan
Materi √
9. Pengelolaan kegiatan pembelajaran √
10. Bimbingan kepada kelompok √ 11. Pemberian kesempatan kepada siswa
untuk berfikir
√
12. Pemberian kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan mengungkapkan jawaban
√
13. Antusias siswa terhadap jawaban yang diberikan
√
14. Mengamati kesulitan dan kemajuan belajar siswa
√
15. Keterampilan menerangkan kembali atau menyimpulkan materi yang disampaikan
√
16. Keterampilan memberikan kegiatan tindak lanjut setelah penyampaian materi
√
17. Kemampuan memberikan evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan indikator yang ingin dicapai
No Aspek yang diamati Hasil Pengamatan
1. Interaksi Siswa Interaksi antar siswa masih kurang terjalin. Siswa masih belum berani untuk bertanya ataupun mengeluarkan pendapatnya, sehingga dalam pertemuan ini siswa masih kurang berpikir kreatif.
2. Kerjasama Siswa Masih banyak siswa yang belum dapat bekerjasama dengan baik di dalam kelompoknya
3. Perhatian Belajar Siswa sudah mulai menyukai proses pembelajaran Fiqih mereka terlihat senang dan tidak merasa bosan dalam belajar karena menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Student Teams Achievement Division. Siswa masih belum terbiasa dengan diskusi kelompok, sehingga masih terlihat kebingungan siswa dalam mempresentasikan hasildiskusi kepada kelompok lain.
4. Kondisi Kelas Kondisi kelas belum tertib, siswa masih sibuk dengan tugas-tugasnya. Masih terdengar suara ribut siswa di dalam kelas pada saat proses pembelajaran terjadi.
5. Hasil Belajar Siswa Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Student Teams Achievement Divisionyang digunakan belum efektif meningkatkan hasil belajar.
No Aspek yang diamati Hasil Pengamatan
1. Interaksi Siswa Banyak siswa yang berinteraksi dengan temannya
2. Kerjasama Siswa Siswa berperan dalam kelompoknya, terlihat jelas diantara mereka adanya saling membantu, dan saling memotivasi.
3. Perhatian Belajar Siswa memperhatikan guru, menanggapi antar siswa yang lain. Siswa sudah mulai memahami tahapan yang dilakukan prose pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik Student Teams Achievement Division.
4. Kondisi Kelas Suasana kelas lebih tertib, siswa menjadi lebih terkendali dan lebih berkonsentrasi dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik Student Teams Achievement Division.
5. Hasil Belajar Siswa Bagus, meningkat dalam hal keaktifan dan terjadinya peningkatan hasil belajar.
Nama Sekolah : MTs. Nurul Hikmah Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester : VIII / 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Siklus : 1 (Satu)
A. Standar Kompetensi
6. Memahami hukum Islam tentang makanan dan minuman
B. Kompetensi Dasar
6.1 Menjelaskan jenis-jenis makanan dan minuman halal
C. Indikator
1. Menjelaskan pengertian makanan dan minuman yang halal 2. Menyebutkan jenis-jenis makanan dan minuman yang halal 3. Menyebutkan cara memperoleh makanan dan minuman yang halal 4. Menunjukkan manfaat makanan dan minuman yang halal
5. Menjelaskan dasar-dasar hukum makanan yang halal
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian makanan dan minuman yang halal 2. Siswa dapat menyebutkan jenis-jenis makanan dan minuman yang halal 3.Siswa dapat menyebutkan cara memperoleh makanan dan minuman
yang halal
4. Siswa dapat menunjukkan manfaat makanan dan minuman yang halal 5. Siswa dapat menjelaskan dasar-dasar hukum makanan yang halal
E. Nilai Karakter yang diharapkan :
- Religius - Jujur - Mandiri - Demokratis - Komunikatif - dan Tanggung jawab
kesehatan. Adapun pengertian makanan yang baik adalah makanan yang bergizi yang dapat membawa kesehatan bagi tubuh, dapat menimbulkan nafsu makan, keadaannya bersih, tidak menjijikan serta tidak ada larangan dari Al-Qur’an atau Hadis.
Macam-macam makanan yang halal antara lain sebagai berikut: 1. Semua makanan yang baik-baik daan tidak menjijikan
2. Semua makanan yang dihalalkan oleh Allah swt, kecuali yang diharamakan
3. Semua makanan yang tidak member madarat 4. Bangkai ikan dan belalang
5. Binatang yang hidup di laut ataupun air tawar 6. Hati dan limpah yang halal dimakan dagingnya.
Pengertian minuman yang dihalalkan. Minuman yang halal adalah jenis minuman yang bersih, sehat tidak mengandung najis dan tidak merusak badan, atau minuman yang boleh dikonsumsi sesuai dengan syariat Islam kecuali yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-nya.
Macam- macam minuman halal antara lain sebagai berikut:
1. Semua jenis air yang tidak membahayakan bagi hidup dan kehidupan manusia.
2. Air atau cairan yang sudah hilang sifat memabukkannya seperti arak yang sudah berubah menjadi cuka.
3. Air yang tidak mendatangkan mudarat atau tidak merusak jasmani, akal, jiwa, moral dan aqidah.
4. Air suci dan tidak terkena najis.
G. Metode Pembelajaran
Ceramah, Tanya jawab, dan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Teknik Student Teams Achievement Division
Waktu: ( 5 menit)
Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai
karakter - Mengucap salam dan berdoa
- Guru melakukan absensi - Appersepsi
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Menjawab salam dan berdoa - Bersama guru melakukan absensi
- Bersama guru melakukan abensi
- Memperhatikan tujuan
pembelajaran yang dijelaskan oleh guru Religius Mandiri Rasa ingin tahu 2. Kegiatan Inti 2.1Eksplorasi Waktu: ( 15 menit)
Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter -Guru memotivasi siswa
dengan mengajukan pertanyaan- pertanyaan sebagai berikut:
-Pernahkah kalian mendengar di radio atau televisi apa saja jenis-jenis makanan dan minuman yang halal ? -Apa yang kalian dapat dari
jenis-jenis tersebut ? -Selain jenis-jenis makanan
dan minuman halal, apa saja
- Secara bersama siswa menyimak pertanyaan- pertanyaan dengan baik
- Secara bersama siswa menjawab pertanyaan- pertanyaan guru dengan beraneka macam jawaban siswa.
Menghargai
Berani mencoba
pada papan tulis dan menjawabnya dengan kegiatan berikutnya. -Setelah siswa menjawab.
Ceramah, guru menjelaskan materi mengenai Makanan Halal dan Haram dalam Islam
memperhatikan guru dan bersiap- siap untuk melakukan kegiatan berikutnya.
2.2 Elaborasi Waktu: ( 30 menit)
Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter -Guru menjelaskan kepada
siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efisien
-Guru mengkondisikan siswa menjadi 4 kelompok masing- masing kelompok terdiri dari 4 - 5 orang siswa, masing-masing kelompok mempunyai anggota yang heterogen, baik jenis kelamin, ras, etnik, maupun kemampuannya.
- Secara bersama siswa memperhatikan penjelasan dari guru mengenai cara membentuk kelompok
- Siswa mencari pasangan yang akan menjadi kelompok belajarnya
Menghargai
masing kelompok dengan menggunakan lembar kerja siswa
-Guru berkeliling mengamati siswa yang sedang berdiskusi bersama kelompoknya masing- masing.
-Guru memfasilitasi siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas secara bergiliran. Selanjutnya guru
memberikan tanggapan dan penegasan, dan tiap
kelompok diberi skor atas penguasaannya terhadap materi pelajaran , dan kepada siswa secara individual atau kelompok yang meraih prestasi tinggi atau
memperoleh skor sempurna diberi penghargaan.
menerima materi yang berbeda dan soal- soal yang akan di diskusikan bersama kelompoknya masing- masing.
- Siswa berdiskusi atau tanya jawab bersama kelompoknya masing- masing dan saling membantu dalam kelompok untuk menguasai materi pelajaran yang telah diberikan
- Perwakilan masing- masing kelompok menjelaskan hasil diskusinya di depan kelas secara bergiliran dan kelompok yang lain menanggapinya. Kerja sama Kreatif Tanggung jawab Berani mencoba
siswa dengan memberikan pertanyaan untuk mereview materi pada pertemuan sebelumnya
- Guru menjelaskan materi dilanjutkan dengan pembentukan kelompok kooperatif
- Setelah masing-masing kelompok sudah siap, guru membagikan lembar pertanyaan yang harus mereka diskusikan dengan teman kelompoknya - Setelah selesai diskusi dan
pembahasan, kemudian bersama-sama
menyimpulkan hasil diskusi pada pertemuan ini
- Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari dan
mengevaluasi cara masing-masing kelompok
bekerjasama.
Pertemuan ketiga
- Pada pertemuan ini guru memberikan tes hasil belajar
guru dan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru tentang materi pada pertemuan sebelumnya
-Perwakilan dari masing- masing kelompok untuk menerima materi yang berbeda dan soal- soal yang akan di diskusikan bersama kelompoknya
-Bersama guru dan siswa menyimpulkan hasil diskusi kelompoknya masing-masing
-Siswa secara klasikal
mengerjakan tes hasil belajar
Memotivasi
Tanggung jawab dan jujur
sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Tes ini dilakukan untuk
mengetahui hasil belajar siswa berdasarkan tindakan yang telah diberikan dan untuk mengetahui
keberhasilan metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.
2.3 Konfirmasi Waktu: (10 menit) Kegiatan guru Kegiatan siswa Nilai karakter -Guru bertanya jawab
tentang hal- hal yang belum diketahui siswa. -Guru memberikan
penguatan dan
penyimpulan singkat dari hasil pembelajaran terkait dengan Makanan Halal dan Haram dalam Islam
- Sebagian siswa ada yang bertanya tentang hal- hal yang ia belum pahami
- Siswa memperhatikan penguatan dan kesimpulan singkat yang di berikan oleh guru secara klasikal.
- Siswamerefleksikan hasil pembelajaran yang disampaikan oleh guru
Mandiri
Menghargai
menyimpulkan hasil dari kegiatan inti.
- Guru mengajukan post tes dan meminta beberapa siswa untuk menjawabnya.
- Guru membuat catatan siswa untuk membaca materi minggu depan.
- Guru mengakhiri pelajaran dengan bersama- sama membaca doa dan mengucapkan salam.
siswa menyimpulkan tentang Makanan Halal dan Haram dalam Islam
-Secara individu melalui tehnik acak 3 siswa untuk menjawabnya.
-Siswa membuat catatan tugas membaca dirumah untuk minggu depan.
-Bersama guru, siswa berdoa dan menjawab salam.
terbuka Berani mencoba Tanggung jawab Religius J. Penilaian
1. Teknik penilaian : Tes tertulis Pre test dan Post test (terlampir) 2. Bentuk Instrumen : Tes tertulis pilihan ganda
FORMAT KRITERIA PENILAIAN
PRODUK ( HASIL DISKUSI )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar
* sebagian besar benar * sebagian kecil benar * semua salah
4 3 2 1
2. 3. Praktek Sikap * kadang-kadang Pengetahuan * tidak Pengetahuan * aktif Praktek * kadang-kadang aktif * tidak aktif * Sikap * kadang-kadang Sikap * tidak Sikap 2 1 4 2 1 4 2 1
CATATAN : Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
K. Sumber belajar : Buku Paket Pendidikan Agama Islam Fiqih Karya Toha Putra Semarang kelas VIII MTs, dan Buku LKS Fiqih kelas VIII Al-Hikmah
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran Fiqih
Nama Sekolah : MTs. Nurul Hikmah Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester : VIII / 2 Alokasi Waktu : 2 x 40 menit Siklus : 2 (Dua) A. Standar Kompetensi
6. Memahami hukum Islam tentang makanan dan minuman
B. Kompetensi Dasar
6.3 Menjelaskan jenis-jenis makanan dan minuman haram
C. Indikator
1. Menjelaskan pengertian makanan dan minuman haram
2. Menyebutkan jenis-jenis makanan dan minuman dan minuman yang haram
3. Menyebutkan cara memperoleh makanan dan minuman yang haram 4. Menunjukkan manfaat makanan dan minuman yang haram
5. Menjelaskan dasar-dasar hukum makanan yang haram 6. Menjelaskan manfaat persatuan dan kesatuan
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian makanan dan minuman haram