BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN
5.3 Saran
Berdasar pada keterbatasan penelitian yang ada, peneliti memberikan saran untuk penelitian selanjutnya sebagai berikut:
5.3.1 Alokasi waktu untuk uji coba lapangan sebaiknya disesuaikan dengan waktu yang dialokasikan atau waktu yang ideal untuk mengerjakan buku suplemen tersebut. 5.3.2 Langkah penelitian pengembangan ini bisa menggunakan 10 langkah sesuai
dengan teori yang sudah dikemukakan.
5.3.3 Wawancara bisa dilakukan pada guru lebih dari satu sekolah sehingga analisis kebutuhan dapat detail.
102
DAFTAR REFERENSI
Amir & Rukayah. (1996). Pendidikan bahasa di kelas tinggi Sekolah Dasar. Surakarta: UNS.
Arikunto, S. (1997). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek edisi revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.
BSNP. (2006). Panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang
pendidikan dasar dan menengah. Jakarta.
Cunningsworth. (1955). Choosing your coursebook. Oxford: Macmillan. Dahar, R W. (2011). Teori-teori Belajar & pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Darmiyati & Budiasih. (1996). Pendidikan bahasa dan sastra indonesia di kelas
rendah. Surakarta: UNS.
Dhieni, Nurbiana. (2007). Metode pengembangan bahasa. Jakarta: UT. Djamarah, Syaiful B. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Harijanto, Moh. (2007). Pengembangan bahan ajar untuk peningkatan kualitas
pembelajaran program pendidikan pembelajar sekolah dasar: Didaktika, vol.2
No 1 Maret 2007: 216-226
Hurlock, Elizabeth. (1978). Perkembangan anak. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama. Depdikbud. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia
Kurniawati, Eni. (2009). Pengembangan bahan ajar bahasa dan sastra Indonesia
dengan pendekatan tematis. Surakarta: UNS.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan pembelajaran (mengembangkan standar kompetensi
guru). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Meggit,C. (2013). Memahami perkembangan anak. Jakarta: PT Indeks. Mulyati, Y. (2004). Pembelajaran membaca dan menulis permulaan. UPI.
Ngalimun&Alfulaila, N. (2014). Pembelajaran keterampilan berbahasa Indoneia. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Rahim, F. (2007). Pengajaran membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana. Prastowo, A. (2014). Pengembangan bahan ajar tematik. Jakarta: Kencana. Salkind, Neil. (2004). Teori-teori perkembangan manusia. Bandung: Nusa Media.
Seno, Agustinus. (2012). Kemampuan menulis permulaan dengan menggunakan modul
MMP gambar pada siswa kelas I SD Kanisius Kembaran semester I tahun ajaran 2011/201. Skripsi. Yogyakarta: PGSD, USD.
Setyosari, p. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana.
Setyosari, P.(2013). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana.
Slamet. (2003). Kemampuan membaca pemahaman mahasiswa ditinjau dari
penguasaan struktur kalimat dan pengetahuan derivasi: Survei di
PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, Paedogogia (Jurnal Penelitian
Pendidikan), Jilid 6 no. 1: 73 – 87.
Slamet. (2014). Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di kelas rendah dan tinggi
Sekolah Dasar. Surakarta: UNS.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan
R&D.Bandung: Alfabeta.
Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: Prodi Teknologi Pembelajaran, Pps UNY.
Sukmadinata. N. S. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sutjipto,N & Swacita I B,. (2006). Membuat bahan ajar, Denpasar: LP3 UNUD. Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta:
UNY.
Suprapti, Ana. (2012). Keterampilan membaca dan menulis permulaan dengan ,metode
SAS dan modul MMP gambar pada siswa kelas I SD Kanisius Ganjuran tahun elajaran 2011/201 Skripsi.Yogyakarta : PGSD, USD.
Suryaman, M. (2012). Metodologi pembelajaran bahasa. Yogyakarta: UNY.
Yusuf, Syamsu. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Tarigan, H. G. (1987) . Membaca sebagai suatu ketrampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Henry Guntur. (2008). Menulis sebagai suatu keterampilan. Bandung: Angkasa.
Trianto. (2010). Pengantar penelitian pendidikan bagi pengembangan profesi
pendidikan dan profesi pendidikan tenaga kependidikan. Jakarta: Kencana.
Vita, Vivino. (2011). Kemampuan menulis kalimat aktif dan pasif dengan menggunakan
metode kerja kelompok dan media kartu kata pada siswa kelas I SD kanisius Gamping semester II tahun2010/2011. Skripsi. Yogyakarta: PGSD, USD
105
Hasil Wawancara Survei Kebutuhan SD N Somokaton 1
No Daftar Pertanyaan
Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara
1.
Sejauh mana kesulitan anak dalam kegiatan membaca di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia?
Sebagaian anak sudah lancar, namun sebagian masih mengeja persuku kata. EYD (titik, doma, seru, tanya) belum paham karena membacanya masih mengeja.
2.
Sejauh mana kesulitan anak dalam kegiatan menulis di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia?
Karena membaca masih mengeja, sehingga menulisnya juga masih lama, kadang ada huruf yang kurang misalnya : tujuh, tangga. Tulisannya belum rapi karena kurang berlatih menulis. 1/3 anak belum lulus KKM (70) 2/3 sudah dapat lulus KKM.
3.
Kesulitan apa yang Ibu temui ketika mengajarkan kepada anak mengenai kegiatan membaca di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia?
Kurangnya waktu untuk melakukan bimbingan persoanal, mengajarkan mereka membaca, menuntun membaca.
4.
Kesulitan apa yang Ibu temui ketika mengajarkan kepada anak mengenai kegiatan menulis di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia?
Tidak ada buku yang mendukung untuk berlatih membaca. Buku yang ada kurang ada latihan untuk siswa menulis, terutama menulis hurf latin tegak bersambung.
5.
Apakah Ibu merasa bahan ajar yang digunakan sekarang dalam muatan membaca dan menulis Bahasa Indonesia perlu diperbaiki/
disempurnakan? Mengapa?
Ya, karena buku pegangan yang digunakan kurang sesuai dengan perkembangan anak di SD ini, kurang banyak latihan membaca dan menulis. Buku yang digunakan tidak hanya satu melainkan banyak dari beberapa sumber.
6.
Apakah Ibu
membutuhkan buku suplemen bahan ajar membaca dan menulis permulaan Bahasa Indonesia? Mengapa?
Ya, karena buku suplemen MMP memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bagi anak di SD ini.
7.
Saran apa yang dapat Ibu berikan terkait dengan bahan ajar sekarang ini khususnya muatan membaca dan menulis permulaan.
Sudah bagus, jika nanti sudah direvisi dan sudah sempurna harapannya buku suplemen MMP ini benar-benar dibagikan bagi anak kelas 3 khususnya di SD ini.
Rekapituasi Hasil Validasi Pakar Bahasa Indonesia Pakar Bahasa Indonesia 1
Rekapituasi Hasil Validasi Guru Kelas III Guru I
Rekapituasi Hasil Validasi Siswa kelas 1 Siswa 1
Rekapitulasi Validasi Pakar Bahasa Indonesia, Guru Kelas III dan Siswa Kelas III
Validator Skor Kategori
Pembelajaran Bahasa Indonesia (Validator 1) 3,58 Baik Pembelajaran Bahasa Indonesia (Validator 2) 4, 17 Baik
Guru Kelas III SD Negeri Somokaton 1 4,86 Sangat baik Guru Kelas III SD Negeri Pakunden II 4,79 Sangat baik
Siswa Kelas III 4, 90 Sangat baik
DOKUMENTASI PENELITIAN
Gambar 1.
Peneliti memberikan penjelasan pengerjaan buku suplemen
Gambar 2.
Siswa mengerjakan buku suplemen
Gambar 3.
Siswa menulis huruf tegak bersambung di papan tulis
Gambar 4.
Gambar 5.
Peneliti membimbing siswa yang kesulitan mengerjakan buku suplemen
Gambar 6.
BIODATA PENULIS
Siska Estri Pangestika lahir di Sleman, 03 April 1994. Pendidikan dasar diperoleh di SD Balangan II Sleman Yogyakarta, tamat pada tahun 2006. Pendidikan menengah pertama diperoleh di SMP Negeri 1 Minggir Sleman Yogyakarta, tamat pada tahun 2009. Pendidikan menengah atas diperoleh di SMA Negeri Godean Yogyakarta, tamat pada tahun 2012.
Pada tahun 2012, peneliti melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada Falkutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Pendidikan di pergguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul
Pengembangan Buku Suplemen Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas III Semester 2 SD Negeri Somokaton 1. Pengembangan bahan ajar tersebut