BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh saran sebagi berikut:
1. Guru perlu membuat perencanaan pada setiap materi pelajaran yang akan dilaksanakan dalam melatihkan keterampilan proses IPA dasar siswa dan
99
merencanakan keterampilan proses IPA dasar siswa apa saja yang ingin dikembangkan.
2. Hendaknya guru memberikan bimbingan pada siswa yang memiliki keterampilan proses IPA dasar rendah agar tidak terlihat perbedan keterampilan yang ditunjukan siswa lainnya.
3. Guru hendaknya mencari metode alternatif yang lain dalam pelaksanaan pembelajaran agar dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa.
4. Sekolah hendaknya memberikan kesempatan kepada guru yang lain untuk mengikuti pelatihan dalam mata pelajaran IPA agar semua guru memiliki kemampuan sama telebih pada guru yang dirasa masih memiliki kemampuan rendah dalam bidang IPA.
100
DAFTAR PUSTAKA
Asy’ri, M. 2006. Penerapan Pendekatan Sains- Teknologi- Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Bass, J. E, Contant, T. L, & Carin, A. A. 2009. Teaching Science As Inquiry. USA: Pearson Education, Inc.
Bundu, P. 2006. Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains-SD. Jakarta: DEPDIKNAS.
Carin, A.A., & Sund, R. B. 1989. Teaching Science Through Discovery. Ohio: Merill Publishing Company.
Dimyati & Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta. Ghony, D & Almanshur, F. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta:
AR-RUZZ MEDIA.
Hidayah, N. 2015. Jurnal Terampil. Pembelajaran Tematik Integratif di Sekolah Dasar. Volume IV No.1 di unduh pada 27 Januari 2013, pukul 11.30 melalui http://ejournal.radenintan.ac.id/index.php/trmpl/article/view/1139/932 Hikmawati. 2012. Jurnal Publikasi Pendidikan. Penggunaan Pendekatan
Keterampilan Proses Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pesawat Sederhana Siswa Di Kelas V SD N 51 Lambari. Volume II No. 1.
Indrawan, R & Yaniawati, P. 2016. Metodologi Penelitian (Kuantitatif, Kualitatif, dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan, dan Pendidikan). Bandung: PT Refika Aditama.
Izzaty, R.E., Suardiman, S.P., Ayriza, P., et al. (2013). Perkembangan Peserta Didik. Yogyakarta: UNY Press.
Kemenristekdikti. (2005). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
______________. (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
______________. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Menengah.
101
Majid, A. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
_______. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muslich, M.2011. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual (Panduan bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah). Jakarta: Bumi Aksara.
Mussen, P. H., Conger, J., J. & Kagan, J., et al.1984. Perkembangan dan Kepribadian Anak Jilid 1. Ahli Bahasa Meitasari Tjandrasa. Jakarta: Erlangga.
Putra, S. R. 2013. Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Yogyakarta: DIVA Press.
Rezba, R. J. 2006. Learning & Assessing Science Process Skills. USA: Kendall/ Hunt Publishing Company.
Saefuddin, A & Berdiati, I. 2014. Pembelajaran Efektif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Samatowa, U. 2006. Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: DEPDIKNAS RI.
___________. 2011. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. Sapriati, A., Hartinawati, Sulaiman, M., et al. 2009. Pembelajaran IPA di SD.
Jakarta: Universitas Terbuka.
Satori, D. & Komariah, A. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sugihartono, Fathiyah, K. N., & Harahap, F., et al. 2013. Psikologi Pendidikan.
Yogyakarta: UNY Press.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
102
Wisudawati, A.W & Sulistyowati, E. 2015. Metodologi Pembelajaran IPA. Jakarta: Bumi Aksara.
103
104 Lampiran 1. Reduksi Data
REDUKSI DATA 1. Perencanaan dalam melatihkan keterampilan proses IPA dasar.
No. Aspek Hasil Sumber Kesimpulan
a. Memberikan kesempatan untuk menggunakan keterampilan proses dalam pembelajaran.
“…..RPPnya sesuai yang ada pada buku guru, kalau di tanya
sudah mempersiapkan untuk melatih keterampilan proses ya sudah, kan sesuai dengan buku guru pada kurikulum 2013. Karena pada kurikulum 2013 ini yang dinilai tidak hanya aspek kognitif saja namun juga aspek sikap dan keterampilan. Mau tidak mau sebagai guru harus bisa melakukan itu semua.(dengan memperlihatkan buku guru tentang rubric penilaian) iya ini saya melatihkan keterampilan ini untuk khusus materi IPA. Yang pasti kalau dalam pembelajaran pasti ada kegiatan seperti mengamati, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan. Untuk keterampilan yang lain masih susah tergantung materinya mbak. Kalau untuk keterampilan mengukur ya harus ada materi yang
kegiatann ya mengukur”
Wawancara guru
Guru melatihkan keterampilan proses IPA dasar sesuai dengan RPP yang mengacu pada buku guru. Untuk melatihkan keterampilan lain, guru tergantung pada materi yang dipelajari karena tidak semua materi pelajaran dapat digunakan untuk melatihkan semua keterampilan proses IPA dasar. Guru mengajarkan hal yang pokok saja hanya fokus mengajar bagaimana agar siswa itu paham dengan materi yang diajarkan.
“….yang saya sampaikan saya ambil tertentu saja yang sekiranya penting atau yang pokok mbak. Semisal ada kegiatan yang saya rasa bisa disampaikan secara sepintas yang hanya saya sampaikan secara lisan saja. Berbeda jika ada kegiatan
percobaan ya itu memang harus di praktekkan”
Wawancara guru
“…saya tidak mengembangakan keterampilan proses IPA dasar lain, saya mengajar ya sesuai dengan buku guru dan buku siswa itu. Kadang saya lupa saya hanya fokus mengajar bagaimana
biar siswa itu paham dengan materi yang saya ajarkan”
Wawancara guru
b. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi baik
Siswa berdiskusi tentang faktor yang menyebabkan bohlam menyala (diskusi kelas dan kelompok)
RPP I Dalam pembelajaran materi IPA, guru menggunakan metode diskusi.
105 dalam kelompok kecil
maupun kelompok besar.
Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai penyebab alat-alat elektronik dapat digunakan sesuai fungsinya dan mencari informasi nama-nama alat elektronik beserta fungsinya (diskusi kelompok).
RPP II Sebelum pembelajaran dimulai, guru akan membentuk kedalam beberapa kelompok yang tiap kelompok beranggotakan siswa yang memiliki kemampuan tinggi dan siswa yang memiliki kemampuan lebih rendah. Selain itu, dengan berkelompok diharapkan siswa bisa kerjasama. Kegiatan percobaan dan mengerjakan tugas berupa LKS dan menjawab pertanyaan dilakukan secara diskusi dalam kelompok kecil. Selanjutnya, diskusi dalam kelompok besar dikelas bersama guru untuk membahas dan mencocokan hasil diskusi dari masing-masing kelompok.
Siswa membahas hal-hal yang berhubungan dengan hasil percobaan yaitu mengamati benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet (diskusi kelompok).
Siswa membahas hasil percobaan yaitu interaksi dua buah magnet (diskusi kelompok).
Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan hasil percobaan (diskusi kelas).
Siswa membahas hasil percobaan untuk membuktikan adanya gaya gravitasi (diskusi kelompok).
Siswa diajak bertanya jawab untuk mengetahui manfaat dari gaya magnet dan gaya gravitasi (diskusi kelas).
RPP III
Siswa melakukan bercobaan bersama kelompok. (diskusi kelompok)
Siswa menjawab pertanyaan berdasarkan percobaan bersama kelompoknya. (diskusi kelompok)
Siswa berdiskusi tentang perbedaan gaya dan gerak bersama kelompoknya. (diskusi kelompok)
RPP IV
Siswa melakukan percobaan secara berpasangan. (diskusi kelompok)
Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan hasil percobaan bersama teman pasangannya. (diskusi kelompok)
RPP V
“… saya mengacu RPP itu lalu saya buat diskusi kalau tidak
akan susah mbak, kan kalau IPA kebanyakan praktik. Oleh karena itu juga agar siswa bisa saling bekerjasama karena kalau
praktek itu agak rumit”.
Wawancara guru
106
“… saya lebih sering buat kelompok untuk diskusi. Kalau saya
buat kelompok biasanya saya acak. Saya pisah-pisah siswa yang kemampuannya tinggi dan saya campur dengan yang kemampuan dibawahnya biar heterogen. Kalau tidak begitu, nanti siswa akan memilih anak-anak yang dianggap pandai dan
yang kemampuanya dibawah akan disingkirkan”
Wawancara guru
c. Menelaah keterampilan proses yang digunakan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Dalam RPP guru belum membuat perencanaan untuk menelaah keterampilan proses IPA dasar apa saja yang digunakan siswa.
RPP Dalam proses pembelajaran, guru hanya menelaah keterampilan proses IPA dasar yang ditunjukkan siswa secara umum. Guru hanya menelaah kemampuan yang ditunjukkan seperti siapa saja yang aktif dan yang tidak atau siapa saja yang berani atau tidak dalam berpendapat. Selebihnya guru membuat penilaian otentik keterampilan proses IPA dasar siswa berdasarkan buku guru.
“Tapi sekarang buku yang baru tema 7 dan 8 sudah ada jadi saya
tidak membuat catatan terlebih dahulu. Saya hanya menelaah dengan mengamati kemampuan yang ditunjukkan siswa, siapa yang aktif dan yang tidak atau siapa saja yang berani atau tidak dalam berpendapat. Biasanya kemampuan siswa tersebut tidak
mengalami perubahan pada tiap pembelajarannya.”
Wawancara guru
“….saya membuat penilaian yang seperti pada buku guru mbak,
panduannya hanya buku guru” Wawancara guru
d. Mendorong adanya review bersama siswa untuk menyamakan persepsi dalam memahami konsep.
Guru menyampaikan refleksi pembelajaran berupa mengulas aktivitas yang telah dilakukan dan hasil yang telah diperoleh, sehingga secara bersama-sama menemukan manfaat langsung dan tidak langsung dari hasil pembelajaran.
Guru menyampaikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
RPP I Guru melakukan review diawal dan diakhir pembelajaran keseluruhan bukan pada setiap mata pelajaran. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran tematik dilaksanakan berdasarkan tema yang terdiri dari beberapa mata pelajaran dalam satu pembelajaran. Guru melakukan review diawal pembelajaran dengan mengulas kegiatan yang sudah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya sedangkan di akhir pembelajaran review dilakukan dengan melakukan refleksi Guru menyampaikan refleksi pembelajaran berupa mengulas
aktivitas yang telah dilakukan dan hasil yang telah diperoleh, sehingga secara bersama-sama menemukan manfaat langsung dan tidak langsung dari hasil pembelajaran.
Guru menyampaikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
RPP II
Guru menyampaikan refleksi pembelajaran. Guru menyampaikan umpan balik.
107
Siswa dan guru menyimpulkan materi pembeajaran. Siswa dan guru merefleksi kegiatan pembelajaran.
Guru memberikan gambaran materi pembelajaran pertemuan berikutnya.
RPP IV kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
Siswa dan guru menyimpulkan materi pembeajaran. Siswa dan guru merefleksi kegiatan pembelajaran.
Guru memberikan gambaran materi pembelajaran pertemuan berikutnya.
RPP V
Guru menyampaikan refleksi pembelajaran berupa mengulas aktivitas yang telah dilakukan dan hasil yang telah diperoleh, sehingga secara bersama-sama menemukan manfaat langsung dan tidak langsung dari hasil pembelajaran.
Guru menyampaikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
RPP VI
“Iya mbak, saya mereview saat awal pembelajaran dan akhir kadang juga. Tapi untuk setiap mata pelajaran saya jarang, kan ini tematik ya reviewnya setiap kegiatan atau tiap pembelajaran yang dilaksanakan. Kalau awal pembelajaran ya biasanya mengulas kegiatan yang sudah dipelajari pada pembelajaran sebelumnya. Kalau akhir ya biasanya review pembelajaran yang
telah dilaksanakan.”
Wawancara guru
e. Menggunakan metode pembelajaran dengan memanfaatkan alat dan media pembelajaran.
Metode yang digunakan yaitu diskusi, pengamatan, dan penugasan.
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu lingkungan sekolah, potongan kertas dan penggaris.
RPP I Dalam pembelajaran, guru menggunakan metode diskusi, percobaan/ pengamatan, tanya jawab dan penugasan. Alat dan media yang digunakan dalam pembelajaran disesuaikan dengan materi pembelajaran berupa hal konkret baik benda maupun suatu tempat agar siswa bisa mengalami secara langsung sehingga konsep materi Metode yang digunakan yaitu diskusi, pengamatan, dan
penugasan.
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu lingkungan sekolah, alat-alat elektronik, dan stop kontak listrik.
RPP II
Metode yang digunakan yaitu diskusi, pengamatan, dan penugasan
108
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu buku teks, uang logam, magnet, benda-benda dari bahan logam dan non logam.
pembelajaran bisa tertanam dan dapat diingat dalam jangka waktu yang lama. Alat dan media pembelajaran yang dipersiapkan yaitu seperti saklar lampu dan kipas angin, magnet, meja, bola, dan mobil-mobilan.
Metode yang digunakan tanya jawab, diskusi, ceramah, dan percobaan.
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu meja.
RPP IV
Metode yang digunakan tanya jawab, diskusi, ceramah, dan percobaan.
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu meja.
RPP V
Metode yang digunakan yaitu diskusi, pengamatan dan eksperimen.
Alat dan media pembelajaran yang digunakan yaitu bola, mobil mainan, dan tali.
RPP VI
“…..ya sering menggunakan media mbak, ya supaya siswa itu
tahu betul yang seperti apa to, biar siswa itu mengalami secara langsung. Misalnya materi tulang daun itu siswa kadang tak suruh membawa atau kalau tidak mencari di lingkungan sekolah tulang daun menyirip seperti apa gitu. Kalau seperti itu kan konsep bisa tertanam dan dapat diingat dalam jangka waktu yang lama, kalau ngawang-ngawang siswa akan susah
menerima dan menyimpanya dalam waktu lama.”
Wawancara guru
“…..lingkungan sekitar, soalnya misal kayak semester 1 lebih banyak ke lingkungan ya saya memanfaatkan sekolah, lingkungan rumah, tapi misal kita tidak bisa menemukan media yang pas kita bisa pakai gambar, siswa juga saya minta bawa alat dari rumah, kalau tidak saat ini lebih ke lingkungan seperti gaya. Tetapi misal cahaya dan sinar harus mengusahakan
alatnya”
Wawancara guru
f. Melatihkan keterampilan proses mengamati,
Siswa diminta untuk mengamati alat elektronik yang ada di dalam kelas (misalnya bohlam)(mengamati)
RPP I Dalam kegiatan pembelajaran, guru melatihkan keterampilan proses IPA
109 mengkomunikasikan, dan
menginferensi.
Siswa berdiskusi tentang faktor yang menyebabkan bohlam menyala (mengkomunikasikan)
Siswa melakukan percobaan untuk mengetahui adanya listrik statis (mengamati)
Siswa menuliskan pengetahuan baru tentang listrik statis dan listrik dinamis (mengkomunikasikan).
dasar mengamati dan
mengkomunikasikan. Untuk keterampilan menginferensi guru hanya merencanakan untuk melatihkan pada beberapa pembelajaran saja. Sedangkan untuk keterampilan proses IPA yang lain guru tidak melatihkan tergantung dari materi yang diajarkan.
Siswa diminta untuk mencermati gambar alat-alat elektronik, seperti lampu senter, kipas angin, setrika, dan lemari pendingin (mengamati).
Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai penyebab alat-alat elektronik dapat digunakan sesuai fungsinya (mengkomunikasikan).
Siswa secara berkelompok mencari informasi nama-nama alat elektronik beserta fungsinya (mengamati).
Siswa menuliskan hasilnya dalam bentuk tabel (mengkomunikasikan).
RPP II
Siswa melakukan percobaan untuk mengamati benda-benda yang dapat ditarik oleh magnet dilanjutkan dengan percobaan untuk mengetahui interaksi dua buah magnet (mengamati).
Siswa berdiskusi untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan hasil percobaan (mengkomunikasikan).
Siswa memberi bimbingan untuk membuat kesimpulan percobaan berdasarkan data pengamatan (menginferensi).
RPP III
Siswa diminta melakukan percobaan secara berkelompok untuk mengetahui pengaruh gaya tarikan dan dorongan terhadap arah gerak benda menggunakan alat berupa meja dengan mengikuti langkah kegiatan pada buku siswa.(mengamati)
110
Setelah selesai, siswa dimita untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku siswa berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan kemudian berdiskusi dengan anggota kelompoknya tentang perbedaan gaya dan gerak (mengkomunikasikan)
Siswa menuliskan hasil diskusinya dan diminta untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya didepan kelompok lain. (mengkomunikasikan)
Siswa melakukan percobaan menggunakan alat berupa meja. (mengamati)
Siswa mengikuti langkah kegiatan pada buku siswa saat melakukan percobaan. (mengamati)
Setelah selesai, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku siswa berdasarkan hasil percobaan yang telah dilakukan kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok didepan kelompok lain. (mengkomunikasikan)
RPP V
Siswa diajak untuk melakukan percobaan untuk mengetahui macam pengaruh gaya terhadap gerak benda. (mengamati) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mempresentasikan kesimpulan hasil percobaan pertama dan kedua didepan kelas. (mengkomunikasikan dan menginferensi)
Siswa diminta untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. (mengkomunikasikan
RPP VI
“…biasanya saya melatihkan mengamati, mengkomunikasikan, dan menyimpulkan mbak. Kalau untuk memprediksi, mengukur, dan mengelompokkan itu dari sekian pembelajaran
hanya sekali gitu mbak, tergantung materi pembelajaran”
Wawancara guru
111 2. Pelaksanaan dalam melatihkan keterampilan proses IPA dasar siswa.
No. Aspek Hasil Sumber Keterangan
a. Memberikan kesempatan untuk menggunakan keterampilan proses dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran pada materi IPA, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan mengamati.
Observasi I-VII
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan proses IPA dasar mengamati, mengkomunikasikan, memprediksi, dan menginferensi. Untuk ketermpilan mengamati, mengkomunikasikan, dan menginferensi hampir setiap pembelajaran dilatihkan, sedangkan untuk keterampilan memprediksi guru hanya melatihkan secara sekilas itupun hanya pada beberapa pembelajaran. Untuk keterampilan lain, guru juga akan melatihkan tergantung materi yang diajarkan. Guru akan menjadi fasilitator dalam melatihkan keterampilan proses IPA dasar siswa dengan membimbing siswa dalam proses pembelajaran. Karena sejauh ini keterampilan proses IPA dasar siswa belum begitu baik mengingat masih kelas IV SD. Apalagi bila siswa diberi kesempatan untuk memberikan pendapat dan menyangga, siswa belum mampu dan masih perlu bimbingan.
Dalam pembelajaran pada materi IPA, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan mengkomunikasikan
Observasi I-VII Dalam pembelajaran pada materi IPA, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan memprediksi.
Observasi I dan III Dalam pembelajaran pada materi IPA, guru memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan menginferensi.
Observasi I,III,IV,V, VI,VII
“…ya kalau pembelajaran pasti ada kegiatan percobaan itu ya
melatihkan keterampilan mengamati, kalau membuat laporan dan menyampaikan kepada orang lain itu untuk melatih keterampilan mengkomunikasikan, misal setelah percobaan ada kegiatan menyimpulkan gitu. Saya melatihkan tergantung
Wawancara guru
112
materinya mbak. Misal materi ada mengkelompokkan ya saya melatihkan keterampilan itu, kalau ada materi mengukur yang saya melatihkan keterampilan mengukur. Karena setiap meteri tidak mencakup semuanya ya saya melatihkan hanya sesuai materi saja. Kalau mengkomunikasikan dan menyimpulkan ya kemampuanya masih segitu mbak memang kelas IV itu masih perlu bimbingan dan pancingan. Misalnya kalau mengkomunikasikan seperti memberikan pendapat dan menyanggah pendapat teman itu belum begitu bisa. Saya sebagai guru ya yang menjembatani mereka misal pendapat kelompok ini seperti ini kelompok lain berbeda ya saya tanya ada yang beda dan misal ada seperti apa perbedaanya
disampaikan oleh siswa”.
b. Memberikan kesempatan untuk berdiskusi baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar.
Dalam pembelajaran guru membentuk siswa menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan percobaan maupun pengamatan. Siswa diberi kesempatan untuk berkerjasama dalam dalam kegiatan percobaan maupun pengamatan mengenai listrik statis, alat elektronik, kemagnetan, gaya dan gerak.
Observasi I-VII
Guru selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi dalam kelompok kecil maupun besar. Sebelum pembelajaran dimulai, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Dilanjutkan dengan kegiatan pecobaan atau pengamatan dan disusul mengerjakan LKS atau menjawab pertanyaan berdasarkan percobaan. Setelah itu guru memberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dalam kelompok besar dikelas membahas dan mencocokan hasil diskusi dari masing-masing kelompok kecil. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan
LKS yang sudah guru siapkan ataupun pertanyaan yang ada di buku siswa bersama kelompok masing-masing berdasarkan percobaan yang telah dilakukan antara lain mengenai listrik, magnet, gaya dan gerak.
Observasi I, II,
III,V,VI,VI I
Guru memberikan kesempatan untuk melakukan diskusi dalam kelompok besar dikelas dengan membahas hasil diskusi dari masing-masing kelompok kecil.
Observasi I-VII
“kalau materi IPA ya saya jarang menggunakan model pembelajaran, paling ya pembelajarannya hanya diskusi itu
mbak”
Wawancara guru
“Iya mbak, sering diskusi kelompok. Kalau pembelajaran IPA
113 c. Menelaah keterampilan
proses yang digunakan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Guru belum menelaah keterampilan proses yang digunakan siswa dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Observasi I-VII
Guru menelaah keterampilan proses IPA dasar hanya dengan pengamatan. Guru mengamati aktivitas dan kemampuan yang ditunjukkan siswa saat kegiatan pembelajaran. Selebihnya guru hanya membuat penilaian berdasarkan hasil akhir pada pembelajaran sesuai instrumen yang ada dibuku guru itupun tidak langsung dibuat setelah selesai pembelajaran. Dalam membuat penilaian dilakukan dengan mengingat-ingat siswa, dikarenakan guru sudah mengetahui siapa saja siswa yang memiliki keterampilan proses IPA dasar yang baik.
“…Saya hanya menelaah dengan mengamati kemampuan yang
ditunjukkan siswa, siapa saja yang aktif dan yang tidak atau
siapa saja yang berani atau tidak dalam berpendapat.”
Wawancara guru
“…. saya membuat penilaian yang seperti pada buku guru mbak,
panduannya hanya buku guru dan itu pun tidak langsung saya buat setelah selesai pembelajaran. Dalam membuat penilaian saya sudah tau siapa saja yang aktif yang keterampilannya bagus tu hanya itu-itu saja mbak. Kadang kalau mau menilai sambil mengingat-ingat siswanya kalau si A seperti ini, Si B seperti ini jadi saya bisa ngawang-awang mbak sudah tau seberapa
kemampuan siswa”
Wawancara guru
d. Mendorong adanya review bersama siswa untuk menyamakan persepsi dalam memahami konsep.
Review dilakukan setelah membahas bersama hasil diskusi siswa, Guru mengulas materi secara garis besar dengan memberi pertanyaan secara klasikal dilanjutkan dengan memberi tugas untuk mengidentifikasi alat-alat elektronik.
Observasi I Guru melakukan review setelah diskusi dalam kelompok besar. Guru mengulas materi yang baru saja dibahas secara garis besar dengan tanya jawab secara klasikal mengenai alat elektronik, sifat magnet, gaya dan gerak, perubahan gerak akibat gaya, dan pengaruh gaya terhadap perubahan gerak benda. Sebelum guru Review dilakukan setelah membahas bersama hasil diskusi
siswa, Guru mengulas materi secara garis besar dengan memberi pertanyaan secara klasikal kemudian membaha sedikit materi