BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran-saran
Secara keseluruhan dalam format maupun pelaksanaan produksi, program Suara Anak Negeri sudah mencakup SOP/ Standar Operational Production. Namun setelah melakukan penelitian dan observasi, terdapat sedikit kekurangan di dalam pelaksanaan produksi Suara Anak Negeri.
1. Kepada para pengelola program siaran di televisi pada umumnya, hendaknya ketika melakukan proses prooduksi harus melalui perencanaan yang matang sehingga hasil produksi yang didapat sesuai dengan yang diharapkan. Kemudian diharapkan untuk selalu meninjau apakah program dan materi yang ditayangkan dapat bermanfaat dan menarik perhatian khalayak atau tidak, serta memperhatikan lebih jauh lagi apa yang diinginkan dan diharapkan oleh khalayak umum agar kedepannya stasiun-stasiun televisi dapat menayangkan program-program yang lebih berkualitas lagi khususnya untuk program yang bersifat religi.
2. Kepada tim produksi Suara Anak Negeri seharusnya menambahkan inovasi dalam penayanagan konsep acaranya, agar tidak terkesan monoton.
3. Waktu durasi harus diperhatikan oleh pengarah acara, agar tidak terjadi penambahan waktu (corupt time).
4. Kepada para akademisi, khususnya kepada mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran, diharapkan untuk lebih mendalami ilmu komunikasi, agar dimasa yang akan datang bila mendapatkan kesempatan bekerja pada bidang yang sesuai, tidak sulit bila ingin membuat program-program siaran yang bertujuan untuk memberikan informasi yang mendidik bagi khalayak luas.
5. Kepada masyarakat, agar lebih bisa menikmati program religi dengan adanya inovasi format program religi, tanpa menghilangkan esensi dari dakwah tersebut. Dengan menanamkan dalam diri penonton bahwa menyaksikan acara dakwah merupakan hal penting bagi umat muslim agar memahami makna nilai-nilai pesan dakwah yang disampaikan oleh narasumber. Selain itu diharapkan lebih selektif lagi dalam memilih dan memilah program-program acara yang akan dikonsumsi baik bagi diri sendiri maupun keluarga.
Arifin, M, Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi, Jakarta : Bumi Aksara, 1997, Cet ke-4
Arifin, Tatang M, Menyusun Rencana Penelitian, Jakarta: rajawali Press,1986 Badruttamam, Nurul, Dakwah Kolaboratif Tarmizi Taher, Jakarta: Grafindo,
2005, Cet.ke-1
Bachtiar, Wardi, Metedologi Penelitian Ilmu Dakwah, Ciputat: Logos Wacana Ilmu , 1997, Cet. Ke-1
Chase, Richard B, dan Aquilano, Nicholas J, Production and Operations Management, Homewood: Illinois: irwin,1981
DEPDIKBUD, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka
Echols, Jhon M dan Shadily, Hasan, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta : PT Gramedia,1990
Effendi, Onong Uchjana, Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008
--- Kamus Komunikasi, Bandung: CV Mandar Maju, 1998
Enjang, dan Aliyudin, Dasar- Dasar Ilmu Dakwah Pendekatan Filosofis dan Praktis, Bandung, Widya Padjajaran, 2009
Ghazali, Bahri, Dakwah Komunikatif : Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah, Jakarta: CV Pedoman Ilmu Jaya, 1997
Hasanuddin, Hukum Dakwah Tinjauan Aspek Hukum dalam Berdakwah di Indonesia, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1996, Cet. Ke-1
Habin, M. Syafaat, Buku Pedoman Dakwah, Jakarta: Wijaya, 1982 Harding, H.A, Manajemen Produksi, Jakarta: Balai Aksara,1984
Hasymi,A, Dustur Dakwah Menurut Al-Qur’an, Jakarta: Bulan Bintang, 1994 Kriyantono, Rahmat, Tekhnik Praktis Riset Komunikasi,Jakarta: PT Kencana
Prenata Media Group,2007, Cet ke-2
Mansur, Wadhl, Televisi Manfaat dan Madharat, Jakarta: Fikahati Aneska, 1993, Cet. Ke-1
Milles,Mattew B dan Huberman, A.Michael, Analisis Data Kualitatif Penerjemah Rohidi, Tjetjep Rohendi, Jakarta: UI Press,1992
Morissan, Media Penyiaran Strategi Mengelola Televisi, Tangerang: Ramdina Prakarsa,2005
Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,ed Revisi,2007
Mulkan, Abdul Munir, Ideologisasi Gerakan Dakwah, Yogyakarta: SIPERS,1996 Mulyana, Deddy, Mdetodologi Penelitian Kualitatif (Paradigma Baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya), Bandung: PT Remaja Rosdakarya.2006 C, Trilogi Islam ( Islam, Iman, dan Ihsan), terj.Mas’ad,
Gufron,A, Jakarta: Raja Grafindo Persada,1997 Murata, Sachiko dan Chitick, William
Rafiudin, S.Ag dan Drs. Abdul Jalil, Maman, Prinsip dan Strategi Dakwah, Bandung : CV. Pustaka Setia, 1997, cet. Ke-1
Rakhmat, Jalaluddin, Catatan Kang Jalal: Visi Media,Politik, dan Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,1997
Sastro Soebroto, Darwanto, Produksi Acara Televisi, Yogyakarta: Duta Wacana University Press, 1994.
Shaleh, Abdul Rosyad, Manajemen Dakwah Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1997 Suminto, Problematika Dakwah, Jakarta: Timtamas,1973
Sunandar, Telaah Format Keagamaan di Televisi, Studi Deskriptif Analisis TPI, Tesis, Yogyakarta: 1998
Sutisno, P.C.S, Pedoman Praktis Penulisan Skenario Televisi dan Video, Jakarta: Grasindo, 1993, Cet. Ke-1
Syahputra, Iswandi, Komunikasi Profetik Konsep dan Pendekatan, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2007, Cet ke-1
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia,Jakarta:Balai Pustaka,1992
Wahyudi, JB., Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak: Jakarta, : PT Gramedia Pustaka Utama, 1992, cet ke-1
Wibowo, Fred, Tekhnik Produksi Program Televisi, Yogyakarta: Pinus Book Publisher, 2009
Ya'kub, Hamzah, Publisistik Islam: Teknik Dakwah dan Leadership, Bandung: Diponegoro, 1998
Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahannya (Jakarta, CV.Indah Press 2002).
Yusuf, Mahmud, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta: Yayasan Penterjemahan / Penafsiran Al-Qur’an.
Zaidan, Abdul Karim, Dasar-dasar Ilmu Dakwah 2, Jakarta: Media Dakwah,1984
Wawancara
Wawancara Pribadi dengan Eksekutif Produser Program Suara Anak Negeri JAK TV, Bulan Maret 2013 , di Lt 2 Gd. JAK TV, SCBD, Kuningan Jakarta Selatan.
Company Profile
Human Resource Development ( HRD JAK TV), company profile JAK TV ( Jakarta : HRD, 2013
Nama : Velantine Valiant
Jabatan : Eksekutif Produser Suara Anak Negeri Waktu : 14.00 – 16.30 WIB
Tanggal : 27 Maret 2013
Lokasi : Ruang kerja Lantai 2 Gedung Stasiun JAK TV SCBD Kuningan Jakarta Selatan
1. Apa latar belakang dihadirkannya program Suara Anak Negeri?
Latar belakang hadirnya Program Suara Anak Negri adalah karena masih kurangnya program religi yang khususnya bersifat lokal. Selain itu karena Potensi pasar yang masih sangat terbuka untuk program religi.
2. Apa tujuan di program Suara Anak Negeri?
Tujuanya karena ini program dakwah kita hanya ingin agama itu bisa di pahami oleh umat Islam sesuai dengan konteks zamannya, dan ingin menghadirkan suatu program religi kepada masyarakat dalam konteks yang berbeda dengan yang sudah ada.
3. Apa visi dan misi program Suara Anak Negeri?
Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep dakwah kita yang telah disesuaikan dengan zaman sekarang, sekaligus meluruskan pemahaman tentang islam yang sebenarnya. Sebagai agama yang selalu bisa diterima dari masa kemasa, Islam mampu merangkul semua kalangan dan segmentasi masyarakat pada setiap zamannya. Hal ini pula yang menjadi landasan dari program suara anak negeri yang menginginkan agar program ini dapat diterima di segala lapisan masyarakat dari masa ke masa
4. Bagaimana ide awal sehingga bisa di bentuk program Suara Anak Negeri?
Berawal dari riset, ternyata potensi dari konsep Tv One ( Damai Indonesiaku) sangat memberikan peluang untuk membuat tayangan serupa namun dikemas dalam bentuk yang berbeda dengan tambahan beberapa kekereatifan, dan selain itu didukung kita ( JAK TV) mempunyanyai CNC untuk melakukan Shooting secara Live.
Konsep yang berbeda antara lain sebagai berikut : 1. Ustad/ Da’i yang bervariatif
2. Tema yang diangkat selalu up to date dengan realitas yang ada dengan konteks agama Islam.
3. Dibawakan secara Non formal / santai/ fun/ oleh narasumber kita Bedu yang notabene Artis Penghibur ( Lawak)
Selain itu kami juga ingin memakmurkan Masjid, namun harus mempunyai syarat dan kriteria yang kami inginkan seperti :
mengganggu siaran
d. Lebih diutamakan Masjid yang mempunyai Jama’ah atau komunitas 5. Kapan acara Suara Anak Negeri di mulai tayangkan?
Lahirnya Program ini sejak pertama kali tayang yaitu pada bulan September 2012 waktu itu masih di dalam studio JAK TV namun setelah itu program ini memakai setting tempat di luar Studio yaitu di masjid-masjid sekitar Jabodetabek
6. Kenapa acara ini di tayangkan di hari Minggu sore ?
Kami menjadwalkan acara ini pada minggu sore dikarenakan beberapa alasan yaitu :
1. Dari sisi Internal, acara ini merupakan acara non news jadi lebih bisa fokus untuk taping
2. Potensi acara seperti ini memang tepat pada minggu sore dikarenakan banyak orang yang mempunyai waktu santai dan dalam kondisi tidak bekerja karena libur.
3. Untuk menyerap kembali dari penonton Damai Indonesiaku yang diadakan lebih dulu yaitu pukul 13.00-15.00, kita kan mulai pukul 16.00-18.00
4. Sebagai acara alternative pilihan chanel hiburan ke acara religi.
7. Format apa yang digunakan program Suara Anak Negeri?
Variety Show Realigi
8. Bagaimana tahap produksi yang dilakukan ?
untuk tahap produksi saya kira sama saja dengan produksi program yang lainnya, yaitu memlalui tahap persiapan yaitu seperti survey dimana lokasi yang akan diselenggarakan, memilih pengisi acara, budget yang diperlukan, setelah semuanya sudah matang terkonsep kemudian setelah waktu acara yang telah ditentukan akan diselenggarakan baru mengumpulkan peralatan apa saja yang akan dipersiapkan, seperti kamera, LCD, pencahayaan, sound dan lain sebagainya, baru memulai tahapan produksi di lokasi shooting, setelah produksi baru kita mengadakan evaluasi mengenai acara yang telah diselenggarakan, dan hasil pengambilan gambar kemudian masuk ke proses editing sebagai bahan untuk arsip.
9. Bagaimana dasar pemilihan judul/ materi Suara Anak Negeri?
Pemilihan judul atau materi dalam setiap episode Suara Anak Negeri memang kita persiapkan dari adanya isu-isu terkini, ataupun yang memang sedang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga yang diharapkan adalah yang kami informasikan selalu update dan mengena ke masyarakat.
10. Apa dasar pemilihan pengisi acara (presenter, narasumber, dan pendukung pengisi acara) pada program Suara Anak Negeri?
Pemilihan Ustad atupun narasumber yang kami hadirkan memang mengikuti kebutuhan / kemauan masyarakat, dan disandingkan dengan ustad setempat agar disandingkan dengan ustad yang sudah terkenal luas.
sewaktu menyelesaikan atau menghadapi masalah tersebut, diharapkan agar lebih mengena ke audience.
11. Berapa lama waktu yang di butuhkan untuk produksi acara ini?
120 menit
12.Apa keunggulan program Suara Anak Negeri?
Keunggulan dari acara ini adalah Host/pembawa cara yang dapat mencairkan suasana
Ustad yang variatif
Mengangkat ustad Lokal untuk disandingkan dengan ustad yang terkenal Lokasi berbeda-beda mencakup wilayah Jabodetabek
13.Faktor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan?
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan meliputi : 1. Lokasi
2. Ustad yang di bawa
3. Jama’ah masjid tersebut ada
4. Tema yang diangkat sesuai dengan isu yang ada dan mengena kemasyarakat
14.Faktor apa saja yang menghambat?
Faktor-faktor yang menghambat antara lain : 1. Cuaca hujan lebat
2. Lokasi yang kurang kondusif 3. Koordinasi Team kurang baik
15.Apa target dari acara Suara Anak Negeri?
Target sasaran audience Suara Anak Negeri meliputi : a. Semua umur
b. Status sosial menengah
Target program Suara Anak Negeri lainnya : a. Ingin terus memakmurkan masjid
b. Menyambangi semua masjid se-Jabodetabek
16. Apa yang dilakukan agar pemirsa menonton program Suara Anak Negeri
Dengan menampilkan ustad-ustad yang bagus dan mumpuni di bidang dakwah, Mengadakan bazaar sebelum acara dimulai, Informasi melalui media Jak Tv, flayer, umbul-umbul serta menginformasikannya pas sholat
Jum’at .
17.Apa harapan anda terhadap penonton setia Suara Anak Negeri?
Bisa lebih berinteraksi memberikan masukan melalui twiter ataupun facebook kami memberikan saran dan kritik yang membangun. Menggali potensi-potensi yang ada dimasyarakat guna disandingakan dengan acara Suara Anak Negri.