BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
V. B Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang telah disampaikan, peneliti mengajukan saran yang dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu sebagai berikut:
1. Saran Metodologi
a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, gambaran attachment style pada perempuan yang fatherless merupakan dismissing style. Maka dari itu, untuk kebutuhan penelitian selanjutnya yang ingin meneliti dengan variabel yang sama disarankan dapat menggunakan metode kualitatif agar memperoleh dinamika dan gambaran yang lebih mendalam tentang fatherless.
b. Meneliti faktor-faktor lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi fatherless, seperti kemungkinan adanya peran ‘pengganti’dari seorang ayah yang didapatkan mungkin dari saudara laki-laki sekandung, paman, atau pun ayah tiri/angkat.
c. Meneliti variabel lain yang mungkin berkaitan dengan attachment style pada perempuan yang fatherless, seperti penyesuaian perkawinan pada subjek yang usianya lebih tua dari rentang usia pada penelitian ini.
2. Saran praktis
a. Hasil penelitian yang berupa pengetahuan mengenai attachment style pada perempuan yang fatherless merupakan dismissing style dapat digunakanan oleh masyarakat umum, khususnya keluarga dari fatherless women, agar
dapat mempertimbangkan keterlibatan keluarga dalam mengembangkan secure style.
b. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat membantu fatherless women agar lebih menyadari isu tentang fatherless, khususnya dampak dari kesedihan yang berlarut-larut sehingga membuat fatherless women menghindari hubungan kedekatan.
DAFTAR PUSTAKA
Afni, N. (2016). Hubungan adult attachment dengan penyesuaian perkawinan pada pasangan suami istri di Kabupaten Polewali Mandar. 1-21.
Agusdwitanti, H., Tambunan, S. M., & Retnaningsih. (2015). Kelekatan dan intimasi pada dewasa awal. Jurnal Psikologi, 1(8), 18-25.
Ali, A. A., & Daoud, F. S. (2016). Early father-daughter relationship and demographic determinants of spousal marital satisfaction. Psychology Research and Behavior Management, 61-70. Didapatkan dari
http://dovepress.com/PRBM-96345-psychodynamics-of-early-father-daughter-relationship-and-demo_041116
Andayani, B., & Koentjoro. (2004). Peran Ayah Menuju Coparenting. Wage Taman Sepanjang: Dieta Persada.
Ashari, Y. (2017). Fatherless in Indonesia and its impact on children's psychological development. Psikoislamika, 15, 35-40.
Azwar, S. (2018). Metode Penelitian Psikologi Edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: A test of four-category. Journal of Personality and Social Psychology, 2(61), 226-244.
Devi, C. S. (2016). Dampak perceraian orang tua bagi perilaku mahasiswa Universitas Airlangga. AntroUnairdotNet, (5), 218-231.
Dianti, H. N., & Sutarmanto, H. (2016). Dampak kehilangan ayah pada
perempuan dewasa muda terhadap relasi intim: Dinamika pribadi yang sehat. Didapatkan dari http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php Fajrin, D. O., & Rangkuti, A. A. (2015). Preferensi pemilihan calon pasangan
hidup ditinjau dari keterlibatan ayah pada anak perempuan. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 2(4), 59-64.
Feeney, J., & Noller, P. (1996). Adult Attachment. California: Sage Publication.
Hadi, S. (2015). Metodologi Riset. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Hall, C. S., Lindzey, G., Loehlin, J. C., & Manosevitz, M. (1985). Introduction to Theories of Personality. United States of America: John Wiley & Sons.
Hutauruk, V. (2019, April 3). Di Medan Terjadi 308 Kasus Perceraian hingga Februari 2019 Pasangan Muda Mendominasi Faktor Ekonomi.
Didapatkan dari Tribun-Medan.com:
http://medan.tribunnews.com/amp/2019/04/03/.
Irdhanie, I., & Cahyanti, I. Y. (2013). Adult romantic attachment pada dewasa muda yang mengalami childhood abuse . Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 2(2), 112-125.
Jackson, L. M. (2010). Where's my daddy? Effects of fatherlessness on women's relational communication. Master's Theses, 3767. Didapatkan dari http;//sholarworks.sjsu.edu/etd_theses/3767/
La Guardia, A. C., Nelson, J. A., & Lertora, I. M. (2014). The impact of father absence on daughter sexual development and behaviors: Implications for professional counselors. The Family Journal: Counseling adn Therapy for Couples and Families, 3(22), 339-346.
Lamb, M. E. (2010). How Do Fathers Influence Children's Development? Let Me Count the Ways. In M. E. Lamb, The Role of The Father in Child
Development 5th Edition (pp. 1-26). Canada: John Wiley & Sons.
Mardiyah, R. (2019). Komunikasi antarpribadi dengan lawan jenis pada perempuan fatherless di kota Medan. Repositori Institusi USU.
Marks, N. F., Jun, H., & Song, J. (2009). Death of parents and adult psychological and physical well being: A Prospective U.S. National Study. NIH Public Access, 1-21. Didapatkan dari
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2638056
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood; Structure, Dynamics, and Change. New York: Guilford .
Miller, R. S. (2015). Intimate Relationship Seventh Edition. New York: McGraw-Hill.
Newman, B. M., & Newman, P. R. (2012). Development Through Life A Psychosocial Approach. USA: Wadsworth.
O'Loughlin, J. (2015). Short-term natural course of depressive symptoms and family-related stress in adolescents after separation from father. The Canadian Journal of Psychiatry, 10(60), 417-426.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development Edisi 10 diterjemahkan oleh Brian Marswendy. Jakarta: Salemba Humanika.
Pleck, J. H. (2010). Paternal Involvement: Revised Conceptualization and Theoretical Linkages with Child Outcomes. In M. E. Lamb, The Role of the Father in Child Development, 5th Edition (pp. 58-92). Canada: John Wiley & Sons.
Santrock, J. W. (2015). Life-Span Development. New York: McGraw-Hill.
Saepulloh, R. (2017, Juli 28). Mensos: Indonesia Ranking 3 Fatherless Country di Dunia. Didapatkan dari Warta Ekonomi:
http://m.wartaekonomi.co.id/berita149193/
Saputra, A. (2019, April 3). Hampir Setengah Juta Orang Bercerai di Indonesia Sepanjang 2018. Didapatkan dari Detiknews:
http://m.detik.com/news/berita/d-4495627/
Schultz, D. P., & Schultz, S. E. (2005). Theories of Personality 8th Edition.
United States of America: Wadsworth.
Sigelman, C. K., & Rider, E. A. (2003). Life-Span Human Development Fourth Edition. United States of America: Wadsworth .
Suzanna. (2018). Makna kehilangan orang tua bagi remaja di panti sosial bina remaja Indralaya Sumatera Selatan. Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(3), 61-76.
Zia, A., Ali, S. M., & Malik, A. A. (2015). Father and daughter relationship and impact on daughter's self-esteem and academic achievement. Academic Journal of Interdisciplinary Studies, 1(4), 311-316. Didapatkan dari http://mcser.org/journal/index.php/ajis/article/view/5984
Zulu, N. T. (2014). I am making it without you, dad: fatherless female students.
Retrieved from: University of KwaZuluNatal Research Pageh
ttps://researchspace.ukzn.ac.za/xmlui/bitstream/handle/10413/14461/Zulu _Ncamisile_Thumile_2014.pdf?sequence=1&isAllowed=y
LAMPIRAN 1 HASIL UJI DAYA BEDA AITEM
Item-Total Statistics
LAMPIRAN 2 HASIL DATA
Sub
S19 29
S39 23
LAMPIRAN 3 SKALA RELATIONSHIP STYLE QUESTIONNAIRE (RSQ)
NO :_______________
SKALA PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2019
RAHASIA
23. Saya takut kalau-kalau saya ditinggal sendirian.
24. Saya agak tidak nyaman jika terlalu dekat/akrab dengan orang lain.
25. Saya tahu orang tidak suka akrab dengan saya padahal saya ingin sekali akrab dengan mereka.
26. Saya lebih suka tidak bergantung pada orang lain.
27. Saya tahu bahwa orang lain ada saat saya membutuhkan mereka
28. Saya khawatir orang lain tidak ada yang mau menerima saya.
29. Pasangan saya sering menginginkan agar saya lebih dekat dengan mereka dibandingkan saya sendiri.
30. Saya merasa tidak sulit untuk mendekatkan diri dengan orang lain.
Terima Kasih atas Partisipasi Anda
I. IDENTITAS
o Belum Menikah dan Tidak Sedang Pacaran o Belum Menikah dan Sedang Pacaran o Sudah Menikah
Status Orang tua :
o Bercerai Hidup
o Ayah Sudah Meninggal
Lama Ditinggalkan :
o 1-5 tahun o 5-10 tahun o < 10 tahun II. PETUNJUK PENGISIAN
Skala ini terdiri atas sejumlah pernyataan. Silahkan dibaca dengan cermat dan berilah tanda (X) pada kotak pilihan jawaban yang Anda anggap paling sesuai dengan keadaan diri Anda saat ini.
Pilihan jawabannya adalah :
SS: Sangat Sesuai, apabila pernyataan tersebut sangat sesuai dengan diri Anda.
S: Sesuai, apabila pernyataan tersebut sesuai dengan diri Anda.
AS: Agak Sesuai, apabila pernyataan tersebut agak sesuai dengan diri Anda TS: Tidak Sesuai, apabila pernyataan tersebut tidak sesuai dengan diri Anda.
STS: Sangat Tidak Sesuai, apabila pernyataan tersebut sangat tidak sesuai dengan diri Anda.
CONTOH :
NO Pernyataan Pilihan Jawaban
SS S AS TS STS
1 Saya selalu memikirkan tentang bagaimana masa
depan. X
Setiap orang memiliki jawaban yang berbeda dan tidak ada jawaban yang salah dalam pengisian skala ini. Oleh karena itu, pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan diri Anda. Isilah semua pernyataan, jangan ada yang terlewati.
SELAMAT MENGERJAKAN
No. Pernyataan Pilihan Jawaban
SS S AS TS STS 1. Sulit bagi saya untuk bergantungkan pada
orang lain.
2. Bagi saya merasa tidak terikat adalah hal yang penting.
3. Mudah bagi saya untuk dekat secara emosional dengan orang lain.
4. Saya ingin berbaur akrab dengan orang lain.
5. Saya khawatir saya akan mudah sakit hati jika bergaul akrab dengan orang lain.
6. Saya nyaman tanpa adanya hubungan kedekatan yang emosional dengan orang lain.
7. Saya tidak yakin bisa selamanya bergantung pada orang lain meskipun saya
membutuhkan mereka.
8. Saya ingin sepenuhnya bisa akrab dengan orang lain secara emosional.
9. Saya khawatir jika saya sendirian.
10. Saya nyaman bergantung pada orang lain.
11. Saya sering merasa khawatir jika pasangan saya tidak benar-benar mencintai saya.
12. Sulit sekali bagi saya mempercayai orang lain seratus persen.
13. Saya curiga jika ada orang ingin terlalu dekat dengan saya.
14. Saya ingin bersahabat dengan akrab secara emosional.
15. Saya merasa nyaman jika ada orang lain yang bergantung pada saya.
16. Saya khawatir orang lain tidak menghargai saya seperti saya menghargai mereka.
17. Orang lain tidak ada ketika saya membutuhkan mereka.
18. Keinginan saya untuk berbaur akrab terkadang membuat orang menjauh.
19. Bagi saya kepuasan diri adalah hal yang penting.
20. Saya gelisah jika ada orang yang terlalu dekat dengan saya.
21. Saya sering merasa khawatir jika pasangan saya tidak bersedia tetap bersama saya.
22. Saya lebih memilih untuk tidak memiliki orang lain yang bergantung pada saya.