VII. KESIMPULAN DAN SARAN
7.2 Saran
1. Pemberian DAU dan DAK bidang infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan antar pulau perlu disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah dan alokasi penggunaannya lebih ditekankan untuk investasi pemerintah. Selain itu, diperlukan pengawasan yang lebih baik dalam melakukan pengelolaan anggaran sehingga dana-dana yang dimiliki setiap pemerintah daerah benar-benar digunakan sesuai dengan tujuannya.
2. Peningkatan alokasi pengeluaran pembangunan/belanja modal sebagai investasi pemerintah dari anggaran pemerintah daerah diperlukan untuk melakukan percepatan pembangunan. Selain itu, pembangunan
infrastruktur jalan, listrik, fasilitas pendidikan dan kesehatan juga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan PDRB per kapita di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang pendapatan per kapitanya masih rendah.
3. Investasi pemerintah memiliki peranan yang relatif besar dalam menurunkan kesenjangan PDRB per kapita antar pulau maupun antar provinsi di Indonesia, maka setiap pemerintah daerah perlu merencanakan anggarannya agar lebih tepat guna dan efisien agar manfaatnya bagi perekonomian dapat langsung dirasakan dan dapat menarik investor swasta.
DAFTAR PUSTAKA
Ambramovitz M. 1986. Catching Up, Forging Ahead, and Falling Behind. Journal of Economic History. Vol 46 (2): 385-406.
Adirinekso, G.P. 2001. Faktor-Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Optimal dalam Era Desentralisasi Fiskal. [Tesis]. Depok: Universitas Indonesia.
Akita, T, dan Alisjahbana, A. 2002. Income Inequality in Indonesia and the Initial Impact of the Economic Crisis. Bulletin of Indonesian Economic Studies, Vol 38 (2): 201-222.
Alkadri. 1999. Sumber-sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jurnal Pusat Studi Indonesia. Universitas Terbuka.
Arsyad, L. 2010. Ekonomi PembangunanEdisi 5. Yogyakarta: UPP STIM YKPN. Atmanti, H.D. 2005. Investasi Sumber Daya Manusia Melalui Pendidikan.
Dinamika Pembangunan. Vol 2 (1): 30-39.
Badan Pusat Statistik. 2000-2010. Statistik Indonesia. Jakarta.
Baltagi B.H. 2005. Econometrics analysis of Panel Data 3rd Edition. Chicester: John Wiley and Sons. Ltd.
Baransano, M.A. 2011. Analisis Disparitas Pembangunan Wilayah di Provinsi Papua Barat [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Barro, R. dan Sala-I-Martin, X. 1995. Economic Growth. New York: McGraw- Hill.
Barzelay, M. 1991. Managing Local Development, Lesson from Spain. Policy Sciences. Vol 24: 271 – 290.
Bhinadi, A. 2003. Disparitas Pertumbuhan Ekonomi Jawa dengan Luar Jawa.
Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol.8 (10): 39-48.
Blanchard O. 2006. Macroeconomics. New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Brata, AG. 2002. Pengeluaran Pemerintah Daerah dan Konvergensi Pendapatan Per Kapita Studi Kasus Jawa Tengah (1995/1996-1998/1999)
[Tesis].Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Brodjonegoro, B. 2001. Indonesian Intergovernmental Tranfer in Decentralization Era : The Case of General Allocation Fund. Working Paper.
Capello, R. 2007. Regional Economics. New York: Routledge.
Caska, dan Riadi, RM. 2008. Pertumbuhan dan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Daerah di Provinsi Riau. Jurnal Ekonomi F-KIP.
Universitas Riau.
Daryanto A. 2003. Disparitas Pembangunan Perkotaan – Perdesaan di Indonesia. Agrimedia. Vol 8 (2): 30 – 39.
Daulay, R. 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di
Kabupaten dan Kota di Propinsi Sumatra Utara [Tesis]. Medan:
Universitas Sumatra Utara.
Elhorst, JP. 2003. The Mystery of Regional Unemployment Differentials: Theoritical and Empirical Explanations. Journal of Economic Survey,Vol 17 (5): 709-748.
Emilia dan Imelia. 2006. Ekonomi Regional. Jambi: Universitas Jambi.
Esmara, H. 1986. Politik Perencanaan Pembangunan: Teori, Kebijaksanaan dan Prospek. Jakarta: PT. Gramedia.
Firdaus, M. 2006. Impact of Investment Inflowson Regional Disparity in Indonesia [Disertasi]. Kuala Lumpur: Universiti Putra Malaysia.
Firdaus, M. dan Yusop, Z. 2009. Dynamic Analysis of Regional Convergence in Indonesia. International Journal of Economic and Manajemen, Vol 3 (1) : 73-86.
Hartono, B. 2008. Analisis Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Provinsi
Jawa Tengah [Tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro.
Ikhsan. 2004. Hubungan antara Infrastruktur dengan Pertumbuhan Ekonomi dan
Pembangunan. Jakarta: LPEM.
Indrawati, T. 2011. Analisis Peranan Anggaran Belanja Modal sebagai Investasi Pemerintah dalam Perekonomian Kawasan Timur Indonesia Tahun 2005- 2009. [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Garcia, G.J dan Soelistiningsih, L. 1998. Why Do Differences in Provincial Income Persist in Indonesia?. Bulletin of Indonesian Economic Studies.
Vol. 34 (1) : 95-120.
Jhingan, M.L. 2010. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Rajawali Pers, Jakarta.
Juanda, B. 2009. EKONOMETRIKA : Pemodelan dan Pendugaan. Bogor : IPB Press.
Kuncoro, M. 2003. Ekonomi Pembangunan – Teori, Masalah, dan Kebijakan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.
Kodoatie, R.J. 2003. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Lucas, R.E.B. 1997. Internal Migration in Developing Countries, Handbook of Population and Family Economics ed. M. R. Rosenzweig and O. Stark. Boston: Elsevier-Science Press, 721-798.
Mankiw, N. G. 2007. Makroekonomi, Edisi keenam. Jakarta: Erlangga. Mangkoesoebroto G. 1993. Ekonomi Publik. Yogyakarta: BPFE.
Meier, G, M. 1989. Leading Issues Economic Development. 5th. Edition. New York.: Oxford University Press.
Mopanga, H. 2010. Analisis Ketimpangan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Gorontalo [Tesis]. Bogor : Institut Pertanian Bogor. Muis, N.H. 2012. Pengaruh Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus terhadap
Pertumbuhan Ekonomi dan Belanja Modal sebagai Variabel Intervening
[Tesis]. Medan: Universitas Sumatra Utara.
Nachrowi, D.N, dan Usman, H. 2006. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. Jakarta: Lembaga Penerbit Universitas Indonesia.
Nanga, M. 2005. Makro Ekonomi: Teori, Masalah dan Kebijakan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Pancawati, N. 2000. Pengaruh Rasio Kapital-Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan, Stok Kapital dan Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Pertumbuhan GDP Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 15, No.2, Universitas Gajah Mada.
Prahara, G. 2010. Analisis Disparitas Antar Wilayah TerhadapPertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Barat [Tesis]. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Prud’homme R. 1995. On The Danger of Decentralization. The World Bank
Pusat Penelitian Perencanaan Pembangunan Nasional. 1997. Evaluasi Paruh Waktu Pelita VI Daerah Tingkat I Jawa Tengah. Semarang : Universitas Gajah Mada dan Bappeda Tingkat I Jawa Tengah.
Putra, M.S.Y. Asas, I. Amar, S. Asnawi, M. 2010. Masalah Pendapatan dan Kemiskinan di Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Quah, D. 1995. Empirics for Economic Growth and Convergence. Centre for
Economic Performance Discussion Paper 253:10-23.
Rezeki, R. 2007. Disparitas Sub Wilayah (Kasus Perkembangan Antar Kecamatan di Kabupaten Tanah Datar) [Tesis]. Semarang : Universitas Diponegoro.
Rustiadi, E. Saefulhakim, S. Panuju, D.R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor.
Schultz, T.W. 1962. Invesment in Human Capital. in. Peter M. Gutmann (edt). Economic Growth an American Problem. New York: Prentice-Hall Inc. Sasana, H. 2001. Studi Dampak Kebijaksanaan Pembangunan Terhadap
Disparitas Ekonomi Antar Wilayah (Pendekatan Model Analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi) [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. __________. 2005. Analisis Dampak Pelaksanaan Desentralisasi Fiskal Terhadap
Pertumbuhan Ekonomi dan Kesenjangan Antarwilayah, Antarsektor di Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol. 12 (2) : 249-264.
__________. 2009. Peran Desentralisasi Fiskal Terhadap Kinerja Ekonomi di Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol. 10 (1) : 103-124.
Sirojuzilam. 2009. Disparitas Ekonomi Regional dan Perencanaan Wilayah. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Ekonomi Regional. Medan: Universitas Sumatra Utara.
Sjafrizal, 1997, Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Regional Wilayah Indonesia Bagian Barat. Jakarta : Jurnal Buletin Prisma.
______. 2008. Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi. Baduose Media, Padang. Stiglitz, J. 2000. Economics of The Public Sector. Third Edition. New York: WW
Suhartono, H. 2005. Signifikansi Peran Transfer Fiskal dalam Mengurangi
Kesenjangan Antar Daerah di Wilayah Jawa Bagian Barat [Tesis].
Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik, FE-UI. Depok: Universitas Indonesia.
Sumodiningrat, G. 2001. Responsi Pemerintah Terhadap Kesenjangan Ekonomi – Studi Empiris Pada Kebijaksanaan dan Program Pembangunan Dalam
Rangka Pemberdayaan Masyarakat Indonesia.Jakarta : PerPod.
Sukirno, S. 2004. Makroekonomi Modern. Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.
_________. 2007. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana.
Suparno. 2010. Desentralisasi Fiskal dan Pengaruhnya Terhadap Perekonomian di Indonesia [Tesis]. Bogor: Institut Pertanian Boor.
Sutarno, dan Kuncoro, M. 2003. Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Antar Kecamatan di Kabupaten Banyumas, 1993-2000. Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol.8 (2) : 97-110.
Rustiono, D. 2008. Analisi Pengaruh Investasi, Tenaga Kerja, dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Propinsi Jawa Tengah
[Tesis]. Semarang : Universitas Diponegoro.
Tadjoeddin, M.Z. 2003. Aspiration To Inequality:Regional Disparity And Centre- Regional Conflicts In Indonesia. Tokyo: United Nations University Centre.
Todaro, M.P dan Smith, S.C. 2006. Pembangunan Ekonomi/ edisi kesembilan, Jilid 1. Munandar Haris, penerjemah; Barnadi Devri, Saat Suryadi, Hardani Wibi, editor. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Economic Development/ Ninth Edition.
Uppal JS, dan Handoko SH. 1986. Regional Income Disparities in Indonesia.
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Indonesia Vol 34 (3) : 287 – 304.
Wahyuni, K.T. 2011. Konvergensi dan Faktor-faktor yang Memengaruhi
Ketimpangan Wilayah Kabupaten/Kota di Pulau Jawa [tesis]. Bogor:
Institut Pertanian Bogor.
Wibisono, Y. 2001. Determinan Pertumbuhan Ekonomi Regional: Studi Empiris Antarprovinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia. Vol 1 (2) : 52-58.
Wibisono, Y. 2003. Konvergensi di Indonesia: Beberapa Temuan Awal dan Implikasinya. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Indonesia. Januari 2003, Vol 1 (51) : 53-82.
World Bank. 1994. World Development Report: Infrastructure for Development.
New York: Oxford University Press.
Yuliarmi, N. 2008. Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga, Investasi dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap PDRB Propinsi Bali. Bulletin Studi
Lampiran 1 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Indonesia Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 09/05/12 Time: 19:38
Sample: 2001 2009 Periods included: 9
Cross-sections included: 26
Total panel (balanced) observations: 234
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.433991 0.355377 -1.221214 0.2234
LOG_PDRBKAP_1 0.981909 0.047285 20.76582 0.0000
LOG_K_GOV -0.000212 0.003530 -0.059975 0.9522
LOG_L_SMA 0.037977 0.033350 1.138733 0.2561
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.999334 Mean dependent var 3.760586
Adjusted R-squared 0.999244 S.D. dependent var 2.432362 S.E. of regression 0.039040 Sum squared resid 0.312442
F-statistic 10993.13 Durbin-Watson stat 2.111710
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.996149 Mean dependent var 1.855117
Lampiran 2 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Sumatra Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 08/05/12 Time: 09:03
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 72
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.092994 0.203642 -0.456654 0.6494 LOG_PDRBKAB_1 0.951517 0.025948 36.67051 0.0000 LOG_K_GOV 0.006639 0.010316 0.643558 0.5220 LOG_L_SMA 0.008792 0.018666 0.471023 0.6391 Effects Specification S.D. Rho Cross-section random 0.024035 0.2293 Idiosyncratic random 0.044067 0.7707 Weighted Statistics
R-squared 0.973885 Mean dependent var 0.994208
Adjusted R-squared 0.972733 S.D. dependent var 0.263966 S.E. of regression 0.043588 Sum squared resid 0.129193
F-statistic 845.3019 Durbin-Watson stat 2.065602
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.990555 Mean dependent var 1.906527
Lampiran 3 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Jawa Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 08/05/12 Time: 09:06
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 5
Total panel (balanced) observations: 45
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.021618 0.314424 0.068756 0.9456
LOG_PDRBKAB_1 1.073407 0.035610 30.14321 0.0000
LOG_K_GOV -0.013773 0.007686 -1.791839 0.0813
LOG_L_SMA 0.004749 0.026715 0.177775 0.8599
Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.999834 Mean dependent var 2.161754
Adjusted R-squared 0.999803 S.D. dependent var 0.921127 S.E. of regression 0.011364 Sum squared resid 0.004778
F-statistic 31853.52 Durbin-Watson stat 1.757591
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.999806 Mean dependent var 2.086749
Lampiran 4 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Bali-Nusa Tenggara Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 08/13/12 Time: 00:09
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 3
Total panel (balanced) observations: 27
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.018574 0.276349 0.067213 0.9470
LOG_PDRBKAB_1 1.009611 0.024281 41.58089 0.0000
LOG_K_GOV -0.000762 0.006632 -0.114852 0.9096
LOG_L_SMA 0.000649 0.027252 0.023814 0.9812
Weighted Statistics
R-squared 0.998834 Mean dependent var 1.653236
Adjusted R-squared 0.998682 S.D. dependent var 0.607583 S.E. of regression 0.023309 Sum squared resid 0.012496
F-statistic 6568.868 Durbin-Watson stat 1.839502
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.997147 Mean dependent var 1.324320
Lampiran 5 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Kalimantan Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 08/13/12 Time: 00:11
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 4
Total panel (balanced) observations: 36
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.068296 0.082158 -0.831277 0.4120
LOG_PDRBKAB_1 0.970556 0.006997 138.7088 0.0000
LOG_K_GOV 0.007737 0.004793 1.614127 0.1163
LOG_L_SMA 0.003928 0.008306 0.472863 0.6395
Weighted Statistics
R-squared 0.999462 Mean dependent var 2.781181
Adjusted R-squared 0.999411 S.D. dependent var 1.332831 S.E. of regression 0.021880 Sum squared resid 0.015319
F-statistic 19809.05 Durbin-Watson stat 2.135478
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.999093 Mean dependent var 2.298634
Lampiran 6 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Sulawesi Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 08/13/12 Time: 00:13
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 4
Total panel (balanced) observations: 36
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.006476 0.116232 -0.055720 0.9559
LOG_PDRBKAB_1 0.994436 0.029745 33.43243 0.0000
LOG_K_GOV 0.014186 0.006829 2.077149 0.0459
LOG_L_SMA -0.010267 0.012416 -0.826931 0.4144
Weighted Statistics
R-squared 0.984510 Mean dependent var 1.759096
Adjusted R-squared 0.983058 S.D. dependent var 0.537332 S.E. of regression 0.026744 Sum squared resid 0.022888
F-statistic 677.9478 Durbin-Watson stat 2.114179
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.978359 Mean dependent var 1.534452
Lampiran 7 : Output Hasil Estimasi Pengaruh Investasi Pemerintah Terhadap Konvergensi Ekonomi Regional di Maluku-Papua Tahun 2001- 2009
Dependent Variable: LOG_PDRBKAB Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 08/13/12 Time: 00:15
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 2
Total panel (balanced) observations: 18
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -1.065629 0.936702 -1.137639 0.2744
LOG_PDRBKAB_1 0.988188 0.054671 18.07530 0.0000
LOG_K_GOV -0.006499 0.021510 -0.302129 0.7670
LOG_L_SMA 0.096204 0.094815 1.014656 0.3275
Weighted Statistics
R-squared 0.983331 Mean dependent var 2.255761
Adjusted R-squared 0.979758 S.D. dependent var 0.626348 S.E. of regression 0.098930 Sum squared resid 0.137021
F-statistic 275.2860 Durbin-Watson stat 3.178754
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.977796 Mean dependent var 1.620893
Lampiran 8 : Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Sumatra Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_PDRBKAB
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:45
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 8
Total panel (balanced) observations: 72
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -1.789851 0.709201 -2.523755 0.0144 LN_K_GOV 0.043447 0.022774 1.907750 0.0614 LN_JALAN_1 -0.050481 0.043877 -1.150495 0.2547 LN_LISTRIK 0.164923 0.120103 1.373178 0.1750 LN_L_SMA 0.177674 0.058658 3.029000 0.0037 LN_MYS -0.001100 0.016128 -0.068199 0.9459 LN_AHH 0.007974 0.012903 0.617996 0.5390 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.990530 Mean dependent var 2.467310
Adjusted R-squared 0.988408 S.D. dependent var 0.919542 S.E. of regression 0.069374 Sum squared resid 0.279137
F-statistic 466.6774 Durbin-Watson stat 0.920620
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.969861 Mean dependent var 1.906527
Lampiran 9 : Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Jawa Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_PDRBKAP
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:41
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 5
Total panel (balanced) observations: 45
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -5.179651 0.246181 -21.04003 0.0000 LN_K_GOV 0.005470 0.009771 0.559865 0.5792 LN_JALAN_1 -0.009238 0.016576 -0.557328 0.5810 LN_LISTRIK 0.462146 0.049753 9.288760 0.0000 LN_L_SMA 0.198166 0.048790 4.061622 0.0003 LN_MYS 0.024532 0.009682 2.533903 0.0161 LN_AHH -0.011466 0.004342 -2.640814 0.0124 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.998682 Mean dependent var 2.136725
Adjusted R-squared 0.998295 S.D. dependent var 0.740421 S.E. of regression 0.032189 Sum squared resid 0.035228
F-statistic 2576.759 Durbin-Watson stat 1.080520
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.998542 Mean dependent var 2.086749
Lampiran 10 : Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Bali-Nusa Tenggara Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_ PDRBKAP
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:38
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 3
Total panel (balanced) observations: 27
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.982447 0.481497 -2.040401 0.0563 LN_K_GOV -0.012406 0.012176 -1.018952 0.3217 LN_JALAN_1 0.023036 0.031978 0.720378 0.4805 LN_LISTRIK 0.294079 0.025199 11.67019 0.0000 LN_L_SMA 0.027648 0.038073 0.726190 0.4771 LN_MYS 0.213465 0.188282 1.133752 0.2718 LN_AHH -0.091509 0.085042 -1.076050 0.2961 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.996456 Mean dependent var 1.304507
Adjusted R-squared 0.994881 S.D. dependent var 0.261508 S.E. of regression 0.030500 Sum squared resid 0.016744
F-statistic 632.6048 Durbin-Watson stat 1.199922
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.996125 Mean dependent var 1.324320
Lampiran 11 : Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Kalimantan Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_ PDRBKAP
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:35
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 4
Total panel (balanced) observations: 36
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -1.783415 0.805653 -2.213627 0.0358 LN_K_GOV 0.075904 0.015642 4.852629 0.0000 LN_JALAN_1 0.113180 0.076291 1.483525 0.1500 LN_LISTRIK 0.020650 0.008185 2.522956 0.0181 LN_L_SMA 0.148601 0.062747 2.368269 0.0256 LN_MYS -0.449555 0.458808 -0.979833 0.3362 LN_AHH 0.218098 0.221103 0.986410 0.3330 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.995876 Mean dependent var 2.544243
Adjusted R-squared 0.994448 S.D. dependent var 0.949963 S.E. of regression 0.054125 Sum squared resid 0.076168
F-statistic 697.5649 Durbin-Watson stat 1.619502
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.995392 Mean dependent var 2.298634
Lampiran 12: Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Sulawesi Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_ PDRBKAP
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:33
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 4
Total panel (balanced) observations: 36
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -5.707746 0.679884 -8.395171 0.0000 LN_K_GOV 0.070339 0.017284 4.069547 0.0004 LN_JALAN_1 0.068439 0.045333 1.509693 0.1432 LN_LISTRIK -0.004895 0.017714 -0.276340 0.7845 LN_L_SMA 0.437128 0.067692 6.457577 0.0000 LN_MYS 0.009368 0.003358 2.789505 0.0097 LN_AHH 0.012823 0.007794 1.645192 0.1120 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.922851 Mean dependent var 1.663530
Adjusted R-squared 0.896146 S.D. dependent var 0.507051 S.E. of regression 0.057550 Sum squared resid 0.086113
F-statistic 34.55672 Durbin-Watson stat 2.326378
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.912640 Mean dependent var 1.534452
Lampiran 13 : Output Hasil Estimasi Faktor-faktor Pemacu Pertumbuhan PDRB per Kapita di Pulau Maluku-Papua Tahun 2001-2009
Dependent Variable: LN_ PDRBKAP
Method: Panel EGLS (Cross-section weights) Date: 10/04/12 Time: 09:21
Sample: 2001 2009 Periods included: 9 Cross-sections included: 2
Total panel (balanced) observations: 18
Linear estimation after one-step weighting matrix
White cross-section standard errors & covariance (d.f. corrected)
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C -0.273586 1.558464 -0.175549 0.8642 LN_K_GOV 0.048926 0.021544 2.270965 0.0465 LN_JALAN_1 0.111132 0.043125 2.576991 0.0276 LN_LISTRIK 0.019223 0.075594 0.254288 0.8044 LN_L_SMA 0.013682 0.181133 0.075535 0.9413 LN_MYS -0.005314 0.007222 -0.735757 0.4788 LN_AHH -0.002495 0.009167 -0.272130 0.7911 Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)
Weighted Statistics
R-squared 0.994584 Mean dependent var 1.635262
Adjusted R-squared 0.990793 S.D. dependent var 0.216675 S.E. of regression 0.065877 Sum squared resid 0.043398
F-statistic 262.3451 Durbin-Watson stat 2.727313
Prob(F-statistic) 0.000000
Unweighted Statistics
R-squared 0.993415 Mean dependent var 1.620893
1.1 Latar Belakang
Negara melaksanakan pembangunan ekonomi untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan dicirikan dengan kemakmuran, yaitu meningkatnya konsumsi masyarakat karena pendapatan yang diperoleh juga mengalami peningkatan (Sumodiningrat, 2001). Namun demikian dalam perjalanannya, pembangunan dalam lingkup negara secara spasial kadang tidak sesuai harapan, dimana terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan dan perbedaan pencapaian pertumbuhan ekonomi antar daerah. Beberapa daerah mencapai pertumbuhan yang cepat sementara beberapa daerah lain mengalami pertumbuhan yang lambat (Sutarno dan Kuncoro, 2003).
Dinamika spasial pembangunan Indonesia menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara pulau Jawa dengan pulau-pulau lainnya (Bhinadi, 2003). Daerah-daerah di Jawa umumnya mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat dibandingkan dengan daerah lain di luar Jawa. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Garcia dan Soelistiningsih (1998) menunjukkan bahwa selama tahun 1975-1995 telah terjadi ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar wilayah di Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI), dimana pertumbuhan ekonomi antar wilayah di KTI jauh tertinggal dibandingkan KBI.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada awal pembangunan umumnya disertai dengan permasalahan lain seperti pengangguran, kemiskinan di perdesaan, ketimpangan distribusi pendapatan dan ketidakseimbangan struktural (Kuncoro, 2003). Keadaan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan syarat perlu namun tidak cukup bagi proses pembangunan (Esmara, 1986; Meier, 1989). Akibatnya terjadi pergeseran definisi pembangunan ekonomi dari yang semula hanya memperhatikan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi suatu proses dimana pendapatan perkapita suatu negara atau wilayah meningkat dalam kurun waktu yang panjang, namun jumlah penduduk miskin yang hidup di bawah garis kemiskinan absolut tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang (Rezeki, 2007).
Secara rata-rata pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa dan Sumatra pada periode tahun 2006-2010 sudah lebih rendah dari rata-rata pertumbuhan nasional (Tabel 1.1). Kondisi daerah yang mulai mencapai keadaan mapan membuat pertumbuhan ekonomi provinsi-provinsi di Jawa dan Sumatra mulai melambat, sedangkan untuk provinsi-provinsi di luar Jawa dan Sumatra, rata-rata pertumbuhan ekonominya masih tinggi. Daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi umumnya belum mencapai kondisi yang mapan dalam perekonomian atau disebut sebagai wilayah yang sedang berkembang. Keadaan ini juga menunjukkan perbedaan keberhasilan pembangunan antar provinsi di Indonesia.
Tabel 1.1 Rata-rata Pertumbuhan PDRB Menurut Provinsi, Tahun 2006-2010
Provinsi Rata-rata Pertumbuhan (%) Provinsi Rata-rata Pertumbuhan (%)
Aceh (1,78) Kalimantan Barat 5,18
Sumatra Utara 6,18 Kalimantan Tengah 6,01
Sumatra Barat 5,92 Kalimantan Selatan 5,66
Riau 4,27 Kalimantan Timur 3,32
Jambi 6,72 Sulawesi Utara 7,60
Sumatra Selatan 5,13 Sulawesi Tengah 8,21
Bengkulu 5,95 Sulawesi Selatan 7,05
Lampung 5,44 Sulawesi Tenggara 8,80
Kep Babel 4,53 Gorontalo 7,55
Kep Riau 6,23 Sulawesi Barat 8,87
DKI Jakarta 6,03 NTB 5,78
Jawa Barat 5,80 NTT 4,90
Jawa Tengah 5,50 Maluku 5,46
DI Yogyakarta 4,47 Maluku Utara 6,30
Jawa Timur 5,95 Papua 10,64
Banten 8,95 Papua Barat 1,18
Bali 6,52 Indonesia 5,62
Sumber: BPS, berbagai tahun.
Keberhasilan pembangunan antar wilayah ditentukan oleh faktor-faktor internal maupun faktor eksternal yang dimiliki oleh suatu daerah (Prahara, 2010). Menurut Todaro dan Smith (2006), faktor-faktor internal yang dimaksud adalah
kondisi alam, lokasi geografis, jumlah dan kualitas sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, sistem politik dan ekonomi yang dianut, serta peran aktif dari pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Adapun faktor eksternal antara lain adalah perkembangan teknologi, kondisi perekonomian, perdagangan dan politik wilayah lain, serta kondisi keamanan global.
Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan keberhasilan pembangunan yang dicapai setiap daerah antara lain adalah kurangnya sumber- sumber daya yang dimiliki, adanya kecenderungan peranan modal (investor) memilih daerah perkotaan atau daerah yang mempunyai sarana prasarana yang lengkap seperti prasarana perhubungan, jaringan listrik, jaringan komunikasi, perbankan, asuransi dan ketersediaan tenaga trampil. Selain itu adanya ketimpangan redistribusi pembagian pendapatan dari Pemerintah Pusat kepada daerah juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi antar daerah menjadi berbeda (Pusat Penelitian Perencanaan Pembangunan Nasional, 1997). Konsekuensi dari perbedaan keberhasilan pembangunan dan faktor internal dan eksternal yang berbeda antar wilayah adalah terjadinya kesenjangan pembangunan antar wilayah.