• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Profesi Keperawatan

Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi pengembangan ilmu keperawatan terkait dengan penggunaan metode dan media agar dapat lebih mudah dimengerti oleh warga Pedukuhan Kasihan Bantul. Perawat dapat menggunakan leaflet dan video untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku pencegahan DM.

2. Warga Pedukuhan Kasihan Bantul

Media pembelajaran dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi warga Pedukuhan Kasihan Bantul dalam mencari pengetahuan tentang DM dan meningkatkan sikap pencegahan DM.

3. Puskesmas Kasihan I

Media pembelajaran dalam penelitian ini dapat dijadikan sebagai media tambahan dalam pemberian penyuluhan kesehatan. Puskesmas Kasihan I diharapkan agar menyelenggarakan penyuluhan kesehatan yang lebih sering dan dapat berkoordinasi dengan dinas kesehatan kepada warga agar tercipta pemahaman dan sikap tentang pencegahan penyakit DM.

4. Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan dan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya dan dapat mengontrol variabel pengganggu yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap.

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Gadjah Mada. Agustin M. (2014). Efektifitas Pendidikan Kesehatan Media Booklet

Dibandingkan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Karies Gigi Pada Anak Usia 5-9 Tahun Di Desa Makamhaji. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Aljoudi, A.H dan Taha, A.Z.A. (2009). Knowledge of diabetes risk factors and preventive measures among attendees of a primary care center in eastern Saudi Arabia.Journal Ann Saudi Med. Jan-Feb; 29(1): 15–19. doi: 10.4103/0256-4947.51813. PMCID: PMC2813608

American Diabetes Association [ADA]. (2014). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care. Jan; 34(Suppl 1): S62–S69, doi: 10.2337/dc11-S062 ,PMCID: PMC3006051.

American Heart Association [AHA]. (2012). Understand Your Risk for Diabetes.

Diakses dari

http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/Diabetes/UnderstandYourR

iskforDiabetes/Understand-Your-Risk-for-Diabetes_UCM_002034_Article.jsp, pada 27 Juni 2015 pukul 16.00 WIB Andriyas, P. (2015). Sanofi dan Promkes Kemenkes RI Umumkan 6 Video

Animasi Terbaik, Cegah Diabetes. Diakses dari

http://tumbuh- kembang.co.id/berita/sanofi-dan-promkes-kemenkes-ri-umumkan-6-video-animasi-terbaik-cegah-diabetes/, pada 22 Oktober 2015 pukul 07.00 WIB. Arikunto. 2002. Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : PT.

Rineka Cipta

Azwar, S. (2009). Reliabilitas dan validitas (cetakan IX). Jakarta: Pustaka Pelajar. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2013).

Penduduk Usia Produktif dan Ketenagakerjaan.

Beigi, F.I. (2012). Glycemic Management of Type 2Diabetes Mellitus. The New England Journal of Medicine 14 nejm.1320 org april 5.

Center for Chronic Disease. (2011). Successes and Opportunities for Population-Based Prevention and Control At A Glance. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion.

Chen, S.F dan Lin, C.C. (2010). The predictors of adopting a health-promoting lifestyle among work site adults with prediabetes.J Clin Nurs. 2010 Oct;19(19-20):2713-9. doi: 10.1111/j.1365-2702.2010.03320.x.

Clinical Diabetes Association [CDA]. 2013. Clinical Practice Guidelines for the Prevention and Management of Diabetes in Canada.

Dari, N.W., Nurchayati, S., dan Hasanah, O. (2014). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Senam Kaki melalui Media Audio Visual terhadap Pengetahuan

Pelaksanaan Senam Kaki pada Pasien DM Tipe 2 . JOM PSIK Vol.1 No.2

Departemen Kesehatan Republik Indonesia [DEPKES RI]. 2006. Modul: Promosi Kesehatan untuk Politeknik/D3 Kesehatan. Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI, Jakarta.

Diabetes Research & Wellness Foundation [DRWF]. (2015). What is Diabetes?.

5151 Wisconsin Ave. NW, Suite 420 • Washington, D.C. 20016.

Djaramah,S.B dan Zain, A. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Rineka Cipta; hlm.124

Fast DK. (2012). The Effectiveness of an Education Intervention Related to Knowledge Increase Among Adolescents Regarding Dietary Calcium and Prevention of Osteoporosis. Grand Valley State University.

Fibriana, LP. (2011). Hubungan Antara Sikap Dengan Perilaku Keluarga Tentang Pencegahan Penyakit Menular Tuberkulosis. Jurnal Keperawatan –Volume 01 / Nomor 01/ Januari 2011–Desember 2011.

Geiss, L.S., James, C., Gregg, E.W., Albright, A., Williamson, D.F., dan Cowie, C.C. (2010). Diabetesrisk reduction behaviors among U.S. adults with

prediabetes. Am J Prev Med. 2010 Apr;38(4):403-9. doi:

10.1016/j.amepre.2009.12.029.

Goldenberg R., Mikalachki A., Prebtani., Punthakee Z. 2013. Reducing the Risk of Developing Diabetes. Canadian Diabetes Association Clinical Practice Guidelines Expert Committee, Canadian Journal of Diabetes volume 13. Hasibuan, R. (2014). Pengaruh Pengetahuan Dan Motivasi Terhadap Sikap

Remaja Putri Yang Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Di Sma Negeri 1 Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2014. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Indey, K. (2012). Penyuluhan kesehatan dengan media audio visual terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien DM.Diperoeh tanggal 5 Oktober

2013 dari

http://apps.umsurabaya.ac.id/digilib/files/disk1/16/perpustakaan%20umsura baya--korneliain-790-1-pendahul-n.pdf.

Internasional Labour Organization [ILO]. (2015). Indonesia: Upah dan

produktivitas untuk pembangunan berkelanjutan. ASIA-PACIFIC

DECADE 2006-2015. http://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public/---asia/---ro-bangkok/---ilo-jakarta/documents/publication/wcms_381159.pdf

International Diabetes Federation [IDF]. (2014). IDF Diabetes ATLAS 4th Edition. ISBN-13: 978-2-930229-71-3. ADA.

Juwitaningtyas, FA. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Penderita Diabetes Mellitus dalam Pencegahan Luka Kaki Diabetik di Desa Mranggen Polokarto Sukoharjo

H. (2013). Myocardial Perfusion SPECT Utility in Predicting

Cardiovascular Events Among Indonesian Diabetic Patients. Open

Cardiovasc Med J. 2013 Sep 20;7:82-9. doi: 10.2174/1874192401307010082.

Kaur G., Mohammad I., dan Kaur D. (2015). Knowledge Regarding Prevention of Complications of Diabetes Mellitus. International Journal of Science and Research (IJSR) ISSN (Online): 2319-7064, Volume 4 Issue 2.

Kawuriansari R, Fajarsari D, dan Mulidah S. (2010). Studi Efektivitas Leaflet terhadap Skor Pengetahuan Remaja Putri tentang Dismenorea di SMP Kristen 01 Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Kebidanan, Vol. 1 No. 1 Edisi Desember 2010.

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKES RI). (2011). Promosi Kesehatan di Daerah Bermasalah Kesehatan Panduan Bagi Petugas Kesehatan Di Puskesmas.

Khanolkar, M.P., Bain, S.C., dan Stephens, J.W. (2008). The diabetic foot. Q J Med; 101:685–695, doi:10.1093/qjmed/hcn027.

Laksono, WY. (2012). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dengan. Kematangan Emosi Pada Wanita Dewasa Madya. Skripsi Universitas Kristen Satya Wacana - Salatiga.

Muslikha dan Purwanti. (2011). Peran Leaflet ASI Eksklusif Terhadap Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dan Motivasi Untuk Menyususi secara Eksklusif di BPS NY. Djuwedah Kebasen Kabupaten Banyumas. Nasir, A., Muhith, A., Ideputri, ME. 2011. Buku Ajar: Metodologi Penelitian

Kesehatan; Konsep Pembuatan Karya Tulis Ilmiah dan Thesis untuk Mahasiswa Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

National Institute for Health and Care Excellence. [NICE]. (2011). Diabetes in adults quality standard. https://www.nice.org.uk/guidance

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). (2014). Causes of diabetes. NIH Publication.

Norman, C.D. (2012) Social media and health promotion. Global Health Promotion 1757-9759; Vol 19(4): 3–6; 464593, DOI: 10.1177/1757975912464593.

Notoatmodjo, S. (2005). Promosi Kesehatan: Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo. (2005). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Nugraheni. (2012). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual

dan Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu tentang Menopause Di Perumahan Candi Gebang Permai, Ngemplak, Sleman. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Pandiangan, T. (2005). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi Melalui Metode Ceramah, Audio Visual, Ceramah Plus Audio Visual pada Pengetahuan dan Sikap Remaja SLTP di Tapanuli Utara. Tesis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Perkeni. (2006). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe-2 di Indonesia. Jakarta: Penerbit PERKENI, 4-32.

Phitri HE danWidyaningsih. (2013). Hubungan antara pengetahuan dan sikap penderita diabetes melitus dengan kepatuhan diet diabetes melitus di RSUD AM.Parikesit Kalimantan Timur,Volume 1,No1,Mei 2013, 58–74.

Pittas, A.G and Greenberg, A.S. (2003).Contemporary Diagnosis and Management of Diabetes. Handbooks in Health Care Co, Newtown, PA. Primanda Y., Kritpracha C., Thaniwattananon P., 2011. Managemen Diri

Perilaku Diet Pasien Diabetes. Thesis of Prince of Songkla University Thailand.

Putri, N.H.K dan Isfandiari, M.A. (2013). Hubungan Empat Pilar Pengendalian Dm Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula Darah Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 1, No. 2 September 2013: 234–243.

Putro, P.J.S dan Suprihatin. (2012). Pola Diet Tepat Jumlah, Jadwal, Dan Jenis Terhadap kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. STIKES Vol 5 No 1 Juli 2012. Stikes Baptis Jurnal @ymail.com

Rahayu, P. (2012). Hubungan antara faktor karakteristik, hipertensi, dan obesitas dengan kejadian diabetes mellitus di rumah sakit umum daerah Dr. H. Soewondo Kendal. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang.

Saifudin, Azwar. 2005. Sikap Manusia. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Salas-Salvado, J., Bullo, M., Babio, N., Martinez-Gonzalez, MA., Ibarrola-Jurado, N., Baora, J., Estruch, R., Covas, Ml., Corella, D., Aros, F., Ruiz-Gutierrez, V., Ros, E. (2011). Reduction in the incidence of type 2 diabetes with the Mediterranean diet: results of the PREDIMED-Reus nutrition intervention randomized trial.

Sandhi. (2011). Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Manajemen Pemberian ASI di Posyandu Kelurahan Baciro Gondokusuman Kota Yogyakarta. Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada.

Saraswati LK. (2011). Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Pengetahuan tentang Kanker Serviks dan Partisipasi Wanita dalam Deteksi Dini Kanker Serviks. Tesis Universitas Sebelas Maret.

Sarwono, W. (2002). Diabetes Mellitus: Mekanisme Dasar dan Pengelolaannya yang Rasional dalam: Penatalaksanaan Diabetes Melituss Terpadu. Jakarta: FKUI; p.31-40

Sekaran, Uma. 2000. Metodelogi Penelitian. Penerbit Salemba Empat, Yogyakarta.

Setiawan, M. (2011). Pre-Diabetes Dan Peran Hba1c Dalam Skrining Dan Diagnosis Awal Diabetes Melitus. Vol 7, No 14.

Soewaondo, P., Ferrario, A., dan Tahapary, D.L. (2013). Challenges in diabetes

management in Indonesia: a literature review. Soewondo et al.

Globalization and Health 2013, 9:63, doi: 10.1186/1744-8603-9-63.

Sovia., Rekawati, E., dan Kuntarti. (2011). Kejadian Pradiabetes Pada Usia Dewasa Menengah Berdasarkan Karakteristik Dan PerilakuPerawatan Kesehatan Keluarga.

Srinivas, S.C., Wrench, W.M., Bradshaw, K.,Dukhi, N. (2011). The computer-based quizzes were effective in raising awareness of DM and its prevention, especially among the young attendees at SciFest, and may serve as a means of addressing the rapidly increasing CNCD disease profile in developing countries such as South Africa. Journal of Endocrinology, Metabolism and Diabetes of South Africa. Vol 16, No 2.

Sulistyowati, AD. (2011). “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Metode Ceramah dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Menopause di Dukuh Girimulyo, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara. Stikes Muhammadiyah Klaten.

Suprijanto. (2005). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT.Bumi Aksara; hlm.171.

Sussman,J.B., Kent, D.M., Nelson, J.P., dan Hayward, R.A. (2015). Improving diabetes prevention with benefit based tailored treatment: risk based reanalysis of Diabetes Prevention Program. BMJ2015; 350doi: http://dx.doi.org/10.1136/bmj.h454

Tjahyono, Y.P. (2013). Pengaruh edukasi melalui media visual buku ilustrasi terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien DM tipe 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol 2 No 1.

Tjokroprawiro, A. (2006). Hidup Sehat dan Bahagia Bersama Diabetes Mellitus. ISBN 979-655-140-1. Jakarta: Gramedia.

Wang, R.H., Ling, L.Y., Cheng, C.P., Hsu, M.T., dan Kao, C.C. (2012). The Psychometric Testing of the Diabetes Health Promotion Self-Care Scale. The journal of nursing research: JNR. College of Nursing, Kaohsiung

Medical University. (Impact Factor: 0.84). 06/2012; 20(2):122-30.

DOI: 10.1097/jnr.0b013e318254eb47.

WHO (World Health Organization). (2015). Diabetes Mellitus.

World Bank. (2011). Hasil Pendidikan, Pelatihan dan Bursa Kerja bagi Kaum Muda di Indonesia. World Bank Document. www-wds.worldbank.org

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta akan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemberian Program Promosi Kesehatan Pencegahan Diabetes melalui Media Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap pada Warga Pedukuhan Kasihan Bantul”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pemberian program promosi kesehatan pencegahan diabetes melalui media audio visual terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pada warga Pedukuhan Kasihan Bantul.

Penelitian ini membutuhkan responden yang termasuk dalam kriteria kelompok sehat tanpa penyakit DM dan risikonya. Kemudian dari kelompok tersebut akan dibentuk menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen yaitu warga sehat dengan pemberian edukasi audio visual, sedangkan kelompok kontrol yaitu warga sehat dengan pemberian media leaflet. Masing-masing kelompok tersebut dilakukan pretest dan

posttest yang sama. Penenentuan responden pada kelompok tersebut berdasarkan

kriteria inklusi yaitu berusia 17-45 tahun, berdomisili di wilayah kerja puskesmas kasihan 1, tidak memiliki penyakit DM, obesitas, dan riwayat keluarga DM. Sedangkan responden dapat dinyatakan keluar berdasarkan kriteria eksklusi yaitu individu terdiagnosis diabetes dan individu tidak mengikuti rangkaian kegiatan. A. Kesukarelaan untuk ikut penelitian

kelompok eksperimen maupun kontrol diberikan pada rangkaian awal kegiatan. Penyampaian promosi kesehatan dilakukan pada Hari Minggu dengan perkiraan setiap sesi berlangsung selama 60 menit dengan alokasi waktu 13.45 menit untuk pemutaran video dan sisa waktu untu tanya jawab dengan penyuluh (peneliti).

Adapun materi yang akan diberikan dalam bentuk video yaitu materi dasar-dasar diabetes melitus (definisi, jenis, faktor risiko, patofisiologi, komplikasi) dan pencegahan DM dengan pengelolaan diet dan aktivitas fisik. Setelah itu dilanjutkan dengan forum diskusi. Setelah rangkaian keseluruhan kegiatan berakhir, maka baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol pada penelitian ini diberikan posttest.

C. Kewajiban subjek penelitian

Anda bebas memilih keikutsertaan dalam penelitian ini tanpa ada paksaan. Bila Anda sudah memutuskan untuk ikut, Anda juga bebas untuk mengundurkan diri atau berubah pikiran setiap saat tanpa dikenai denda atau pun sanksi apapun. Bila Anda tidak bersedia untuk berpartisipasi maka Anda dapat keluar dalam penelitian ini tanpa harus menyampaikan alasan apapun. D. Risiko efek samping dan penanganannya

Penelitian ini hanya berupa pemberian edukasi melalui media audio visual yaitu video dasar-dasar penyakit DM dan pencegahannya kepada Warga

Keuntungan langsung yang Anda dapatkan adalah informasi terkait dasar-dasar penyakit DM dan pencegahannya. Selain itu dalam satu kali kegiatan, Anda dapat mempraktekkan materi yang sudah diajarkan serta berdiskusi mengenai materi tersebut. Anda juga diharapkan akan mengenali faktor risiko serta mampu melakukan pencegahan penyakit DM dan melakukan perubahan pada hidup Anda.

F. Kerahasiaan

Semua informasi yang berkaitan dengan identitas subjek penelitian akan dirahasikan dan hanya akan diketahui oleh peneliti. Hasil penelitian akan dipublikasikan tanpa identitas subjek penelitian.

G. Kompensasi

Anda akan mendapat leaflet tentang edukasi pencegahan diabetes yang dilakukan oleh peneliti dan souvenir sebagai kenang-kenangan dari peneliti. H. Pembiayaan

Semua biaya yang terkait dengan penelitian akan ditanggung oleh peneliti.

I. Informasi tambahan

Anda diberi kesempatan untuk menanyakan semua hal yang belum jelas sehubungan dengan penelitian ini, yaitu dengan menghubungi:

Semua penjelasan tersebut telah disampaikan kepada saya dan semua pertanyaan saya telah dijawab oleh peneliti. Saya mengerti bahwa bila memerlukan penjelasan, saya dapat menanyakan kepada:

1. Nurdina Wahyu Hidayati pada no HP 087763299164

2. Yanuar Primanda, S.Kep., Ns., MNS di bagian Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY

Dengan menandatangani formulir ini, saya setuju untuk ikut serta dalam penelitian ini.

Tanda tangan subjek: Tanggal:

(Nama jelas: ...)

Tanda tangan saksi: Tanggal:

Petunjuk pengisian

1. Bacalah dengan cermat dan teliti setiap pertanyaan dalam kuesioner ini. 2. Isilah titik-titik yang tersedia dengan jawaban yang benar.

3. Pilihlah salah satu jawaban yang menurut Bapak/Ibu/Saudara (i) paling sesuai dengan kondisi yang dialami oleh Bapak/Ibu/Saudara (i) dengan cara memberikan tanda centang (√) pada pillihan jawaban yang dipilih.

Karakteristik demografi responden

1. Nama :

2. Umur :

3. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

4. Pendidikan : SD/sederajat SMA/sederajat

SMP/sederajat Perguruan tinggi Lainnya ………

5. Pekerjaan : Tidak bekerja Pedagang/wiraswasta

BuruhSMP/sederajat PNS

Petani POLRI/TNI Lainnya ……… 6. Rata-rata pendapatan perbulan : < Rp1.163.800,00. .

> Rp1.163.800,00. .

1. Penyakit DM merupakan a. Penyakit akut

b. Penyakit tidak menular c. Penyakit infeksi

2. Organ tubuh yang mengalami gangguan pada penderita DM yaitu a. Pankreas

b. Jantung c. Ginjal

3. Beberapa tipe DM yaitu a. DM tipe basah dan kering. b. DM tipe akut dan kronik

c. DM tipe 1, DM 2, DM kehamilan, dan DM tipe lainnya 4. DM tipe 2 merupakan

a. DM yang dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat. b. DM yang disebabkan oleh kerusakan pankreas c. DM karena gangguan produksi insulin

5. Gejala umum penyakit DM adalah a. Sering lapar

b. Sulit buang air besar/sembelit c. Nyeri di kepala/pusing

6. Faktor-faktor risiko DM yang dapat diubah yaitu a. Umur

b. Keturunan

c. Obesitas/kegemukan

7. Dampak akibat penyakit DM antara lain a. Luka lama sembuh

c. Mengkonsumsi obat anti DM

9. Pemeriksaan untuk mengetahui seseorang terkena DM adalah a. Pemeriksaan tekanan darah

b. Pemeriksaan gula darah c. Pemeriksaan hemoglobin

10.Tujuan aktifitas fisik dalam pencegahan DM

a. Meningkatkan dan mempertahankan fungsi pankreas b. Menurunkan produksi hormon insulin

c. Meningkatkan beban kerja jantung

11.Olahraga yang dapat dilakukan untuk mencegah DM adalah a. berlari kecil, bersepeda dan berenang

b. angkat beban, lari maraton, memanah c. panjat tebing, pancho, sepakbola 12.Cara mencegah penyakit DM

a. Pengaturan pola makan sehat b. Mengkonsumsi suplemen vitamin

c. Menghindari kontak dengan penderita DM

13.Manfaat mengatur pola makan yang baik pada penderita DM yaitu a. mengatur berat badan dan membuat badan menjadi lebih sehat b. meningkatkan keparahan kondisi DM

c. glukosa menjadi tidak stabil

14.Apa arti dari istilah 3J dalam pengaturan pola makan? a. Jumlah makanan, jenis makanan, dan jadwal makan b. Jarak waktu makan, jenis makanan, dan jenis minuman c. Jumlah sayuran, jumlah daging, dan jumlah nasi

No Pernyataan tidak setuju Tidak setuju Setuju Sangat setuju 1 Penyakit DM terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat

2 Resiko penyakit DM bisa saya turunkan jika saya memiliki berat badan ideal.

3

Penderita DM beresiko mengalami penyakit lain seperti stroke, gagal ginjal, kebutaan, dan amputasi lebih tinggi daripada penderita penyakit lain

4 Penyakit DM tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol 5 Menjaga berat badan saya tetap ideal dapat bermanfaat dalam

mencegah terkenanya penyakit DM.

6 Menjaga kestabilan gula darah dapat mencegah DM.

7 Saya harus menggunakan gula khusus jika ingin menurunkan resiko DM

11 Olahraga secara rutin minimal 3x seminggu dapat menurunkan resiko DM

12 Menurut saya diabetes tidak dapat dicegah dengan beraktifitas atau berolahraga teratur.

13 Olahraga seperti jogging dan renang tidak berpengaruh dalam mencegah DM.

14 Untuk mencegah DM, maka saya harus berolahraga khusus misalnya harus angkat beban atau treadmill di pusat kebugaran 15 Jika denyut nadi mencapai maksimal, maka olahraga dihentikan.

Topik : Program Promosi Kesehatan Pencegahan Diabetes melalui Media Audio Visual

Sasaran : Kelompok sehat yaitu suatu kondisi tanpa DM dan risikonya

Hari/Tanggal : Minggu, 1 Mei 2016 Alokasi Waktu : 60 menit

Tujuan Instruksional Umum

: Warga Pedukuhan Kasihan Bantul memahami pencegahan diabetes melalui media audio visual sehingga meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap.

Tujuan Instruksional Khusus

: Setelah penyuluhan, Warga Pedukuhan Kasihan diharapkan:

a. Mampu menjelaskan definisi mengenai diabetes melitus (DM)

b. Mampu menyebutkan klasifikasi DM. c. Mampu menyebutkan manifestasi klinis d. Mampu menyebutkan faktor risiko DM. e. Mampu menjelaskan patifisiologi general

DM

f. Mampu menjelaskan pencegahan DM dengan manajemen nutrisi.

g. Mampu menyebutkan tes diagnostik DM h. Mampu menyebutkan komplikasi DM i. Mampu menjelaskan pencegahan DM

dengan pengelolaan makan

Kegiatan/ Instructional Event ( Aplikasi Teori Gagne)

No Instructional Event

(Yang dilakukan penyuluh)

Yang dilakukan responden Durasi 1 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Gaining Attention

Pembukaan: Salam, menjelaskan latar belakang penelitian

Informed the Learner of the objective Menjelaskan tujuan penyuluhan Stimulate recall of prequisite

Menanyakan pengetahuan warga tentang DM dan pencegahannya.

Presenting the stimulus material Menyampaikan materi melalui video, yaitu tentang definisi, klasifikasi, manifestasi klinis, faktor risiko, patofisiologi, kriteria diagnostik

Providing learning guidance

Menyampaikan materi melalui video, yaitu cara pencegahan dengan

pengelolaan makan dan aktivitas fisik Eliciting Performance

Meminta warga untuk menyebutkan salah satu bagian dari materi video DM dan pencegahannya

Providing Feedback

Membahas jawaban yang dinyatakan warga pada langkah sebelumnya. Assesing Performance

Mengajukan pertanyaan pada warga apakah ada yang belum jelas, atau langsung bertanya pada warga

Menjawab salam mendengarkan atau menyimak Mendengarkan Menjawab sesuai kemampuan Menonton, menyimak, dan mendengarkan Menonton, menyimak, dan mendengarkan Menjawab dan berdiskusi dengan warga Mendengarkan atau memberikan tanggapan Menjawab Atau bertanya 2 menit 1 menit 2 menit 10 menit 4 menit 10 menit 10 menit 16 menit

1. Pengertian Gambar 1

Kasus diabetes melitus di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat, dari 8,4 juta pada tahun 2000 akan menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 dan DI Yogyakarta menjadi peringkat pertama kasus tertinggi diabetes melitus. (Tulisan) Penyakit diabetes melitus saat ini masih menjadi

penyakit yang menyebabkan kematian dini (Gambar 6).

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang diakibatkan oleh terganggunya produksi insulin sehingga kadar gula darah melebihi normal (hiperglikemia). Adanya kondisi tersebut, menyebabkan glukosa gagal memasuki sel sehingga tidak dapat diubah menjadi energi. (00.21-00.45 video 2)

2. Patofisiologi DM (00.19-02.22 video DM 9)

Pada orang normal, hormon insulin dihasilkan oleh sel-sel beta pankreas, berfungsi mengatur seberapa banyak gula dalam darah. Dalam setiap makanan yang kita makan mengandung gula. Ketika ada kelebihan gula dalam darah, hormon insulin akan menyerap cukup gula dan menyimpannya jika berlebih. Jadi hormon insulin inilah yang berfungsi sebagai kunci masuknya gula ke dalam sel tubuh sehingga akan diubah menjadi energi. Pada

Kasus DM semakin meningkat hingga 2-10 kali lipat. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya faktor resiko penyakit tersebut. Adapun faktor-faktor risiko DM yaitu

a. Faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu riwayat keluarga terkena DM (Gambar 13+tulisan), pertambahan usia (Gambar 8+tulisan), ras/etnik (Gambar 11+tulisan),

b. Faktor risiko yang dapat diubah yaitu kegemukan (Gambar 2+tulisan), pola makan tidak sehat dan kurang olahraga (Gambar 9+tulisan), kerusakan toleransi glukosa (Gambar 12+tulisan), riwayat diabetes kehamilan dan buruknya nutrisi selama kehamilan (Gambar 5+tulisan). 4. Klasifikasi

Diabetes dibagi menjadi 4 tipe:

1) Diabetes tipe 1 (02.24-03.20 video DM 9)

Diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada remaja atau anak (Gambar 28), disebabkan oleh penyakit autoimun sehingga terjadi kerusakan pankreas yang merupakan organ penghasil insulin sehingga menyebabkan insulin tidak dihasilkan secara total. Akibatnya, makanan yang mengandung gula, tidak dapat diubah menjadi energi secara total.

3) Diabetes gestasional (Gambar 5 dan gambar 4)

Diabetes kehamilan adalah diabetes yang diderita selama kehamilan dan menyebabkan penderita memiliki risiko tinggi gangguan selama

Dokumen terkait