BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Sebaiknya fraud audit dilakukan dalam setiap periode, tetapi tanpa menentukan waktu pelaksanaan yang tetap seperti audit reguler. Namun, hal ini mungkin membutuhkan dana yang lebih tinggi dari biasanya.
2. SPI hendaknya terus-menerus meninjau dan melakukan tindak lanjut audit untuk memastikan apakah tindakan-tindakan perbaikan yang memadai untuk mengatasi kelemahan yang ditemukan dalam audit telah dilaksanakan secara maksimal atau belum oleh manajemen.
3. Kinerja SPI PT. Pelabuhan Indonesia I Medan hendaknya terus ditingkatkan sehingga tidak hanya mampu mengungkapkan dan mengatasi praktek kecurangan, tetapi juga mampu mencegah kecurangan itu sendiri.
4. Sebaiknya pengetahuan dan kemahiran para personil SPI harus ditingkatkan dengan cara meningkatkan frekuensi mengikuti pelatihan-pelatihan dari Yayasan Pendidikan Internal Auditor ataupun dari lembaga pelatihan internal auditor lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Elder, Beasly.2006.Auditing dan Pelayanan Verifikasi (Pendekatan
Terpadu). Jakarta: Indeks
Hartadi, Bambang.2000.Sistem Pengendalian Intern dalam Hubungannya dengan
Manajemen dan Audit.Yogyakarta:BPFE
Ikatan Akuntan Indonesia.2007.Standar Akuntansi Keuangan.Jakarta: Salemba Empat
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara.2004.Buku
Petunjuk Teknik Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi.
Medan
Karni, Soejono.2002.Auditing Audit Khusus dan Audit Forensik dalam
Praktik.Jakarta: FEUI
Mulyadi.2002.Auditing. Jakarta: Salemba Empat
Sawyer, Dittenhofer, Scheiner.2003.Audit Internal Sawyer.Jakarta:Salemba Empat Sugiyono.2006.Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesembilan.Bandung: C.V.
Alfabeta
Sunarto.2003.Auditing. Yogyakarta: Pandan
Tugiman, Hiro.2001.Pandangan Baru Internal Auditing.Yogyakarta: Kanisius Tugiman, Hiro.2003.Standar Profesional Audit Internal.Yogyakarta: Kanisius Tunggal, Amin Widjaja.1992.Auditing Suatu Pengantar. Jakarta: Rineka Cipta Umar, Husein.2008.Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis.Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada
Lampiran i Surat Balasan Riset
Lampiran ii Struktur Organisasi Satuan Pengawasan Intern (SPI)
Lampiran iii Tabel Nilai
r
Lampiran iv Contoh Formulir Pre Audit
Lampiran v Contoh Formulir Pengujian Data Lapangan
Lampiran vi Contoh Formulir Hasil Pemeriksaan Khusus
Lampiran vii Daftar Pertanyaan Kuesioner
No. Pernyataan SS S KS TS STS
1 Status organisasi bagian audit internal cukup memadai guna memungkinkan tanggung jawab audit yang diberikan.
2 Audit intenal bersikap objektif dalam melakukan audit.
3 Kepala bagian audit menyiapkan uraian tugas yang lengkap mengenai tujuan, kewenangan serta tanggung jawab audit internal.
4 Tujuan, kewenangan, dan tanggung jawab audit internal didefinisikan secara tertulis dan secara resmi dalam anggaran dasar bagian audit internal dan disetujui oleh manajemen dan direksi.
5 Tanggung jawab audit dalam menilai kecukupan dan keefektifan di setiap lini operasi tidak mempunyai makna apabila auditor internal tidak diberi kewenangan untuk melakukannya.
6 Bagian audit internal dapat menjamin tersedianya auditor internal yang memiliki kecakapan teknis dan latar belakang pendidikan yang sesuai dalam melaksanakan audit.
7 Bagian audit internal memiliki atau mendapatkan pengetahuan, kecakapan, dan berbagai bidang ilmu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanggung jawab audit.
No. Pernyataan SS S KS TS STS
8 Bagian audit internal mampu memberikan kepastian bahwa pelaksana audit internal akan diawasi sebagaimana mestinya.
9 Kegiatan audit dilaksanakan sesuai dengan fungsi audit internal yang diatur menurut kebijakan manajemen dan direksi.
10 Tujuan pelaksanaan audit internal dapat membantu anggota organisasi untuk melaksanakan tanggung jawab mereka secara efektif.
11 Audit internal melakukan pengevaluasian terhadap keefektifan sistem pengendalian intern, misalnya struktur organisasi atau prosedur-prosedur yang ditetapkan apakah sesuai dengan kondisi perusahaan atau tidak.
12 Audit internal bertanggung jawab atas penyediaan informasi mengenai cukup dan efektifnya suatu sistem pengendalian intern dan mutu pekerjaan organisasi perusahaan.
13 Sebelum melakukan audit, anggota tim audit internal mengadakan pertemuan pendahuluan dengan manajemen perusahaan.
14 Anggota tim audit internal meninjau tempat lokasi atau tempat dilakukannya audit untuk memperoleh informasi-informasi yang dibutuhkan.
15 Anggota tim audit internal mempelajari dokumen tentang grafik organisasi, tujuan organisasi maupun dokumen kegiatan lain serta laporan-laporan yang relevan.
16 Anggota tim audit internal mengerti tentang kegiatan auditee dalam hal mengevaluasi sistem pengendalian intern yang memadai.
17 Dalam melakukan tinjauan prosedur analitis, anggota tim audit internal memperolehl laporan singkat dari data kuantitatif seperti laporan keuangan dan laporan kegiatan lainnya.
18 Audit internal merencanakan terlebih dahulu setiap tugas audit yang akan dilakukan.
19 Audit internal melakukan pengujian dan pengevaluasian terhadap informasi yang diperoleh untuk menunjang temuan-temuan audit serta rekomendasi yang akan diberikan kepada manajemen.
20 Auditor internal menyampaikan laporan hasil audit yang akan dilakukannya.
21 Audit internal melakukan tindak lanjut audit untuk memastikan tindakan-tindakan perbaikan yang memadai dalam mengatasi kelemahan-kelemahan yang ditemukan dalam audit.
22 Audit internal mampu mengidentifikasi indikator kemungkinan terjadinya kecurangan.
23 Kecurangan ditemukan secara kebetulan atau tidak sengaja dan diungkapkan melalui keluhan-keluhan para pegawai.
24 Auditor internal meyakinkan manajemen tentang kecurangan yang terjadi melalui bukti-bukti yang cukup setelah melakukan audit.
25 Auditor internal memperoleh bukti yang kompeten dalam memastikan apakah benar
diperkirakan.
26 Audit terhadap kecurangan harus dilakukan meskipun biaya yang dikeluarkan sangat tinggi. 27 Eksistensi kecurangan di PT. Pelabuhan
Indonesia I (Persero) Medan menunjukkan adanya suatu kelemahan atau kekurangan dalam pengendalian.
28 Audit internal memperoleh informasi yang sensitif terhadap peluang atau kesempatan terjadinya kecurangan.
29 Pengembangan integritas antara manajemen dengan karyawan dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan di PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan.
30 Dalam melakukan audit terhadap kecurangan, dibuat ketentuan khusus melalui analisis ancaman untuk mencegah terjadinya kecurangan. 31 Dalam fraud audit, audit internal melakukan
survei pendahuluan sebagai dasar untuk memformulasikan audit program.
32 Audit program disusun dan dikembangkan dari survei pendahuluan sesuai kebijakan perusahaan. 33 Dalam melakukan audit, tim fraud auditor
memiliki keterampilan, serta pengalaman yang luas dalam mewawancarai untuk mendokumentasikan hasil diskusi.