V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai System of Rice
Intensification (S.R.I.) untuk lebih mengetahui keunggulan dan tantangan dari S.R.I.
29
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Budidaya Padi. http://distan. gorontaloprov. go. id/ agronomi /komoditi tanaman pangan/bididaya%20padi.pdf. [24/03/2009].
Anonim. 2009. The System of Rice Intensification (S.R.I.) in Cambodia. http://www.foodsecurity.gov.kh/sri. [05/11/2009].
Anugrah, I. S., I. P. Wardana dan Sumedi. 2008. Gagasan dan Implementasi System of Rice Intensification (S.R.I.) dalam Kegiatan Budidaya Padi Ekologis (BPE). http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/ pdffiles/ A RT6-1c.pdf. [19/02/2009].
De Datta, S. K., E. I. Alvarez, H. K. Krupp and S. C. Modgal. 1973. Water Management Practices in Flooded Tropical Rice. In IRRI (Ed). Water Management in Philippine Irrigation Systems : Research and Operations. Los Banos, Philippine. p. 1-18.
De Datta, S. K. 1975. Drought Tolerance in Upland Rice. In IRRI (Ed). Major Research in Upland Rice. IRRI. Los Banos, Philippines. p. 101-116. De Datta, S. K. 1981. Principles and Practices of Rice Production. John Wiley &
Sons. New York.
Departemen Pertanian. 2009. Pedoman Teknis Pengembangan System Rice of Intensification (S.R.I.). http: // pla. deptan. go. id / pdf / 03 PEDOMAN TEKNIS S.R.I. 2009. pdf. [20/12/2009].
Hanum, C. 2008. Teknik Budidaya Tanaman Jilid 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Mananajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Hasan, M and S. Sato. 2007. Water Saving for Paddy Cultivation Under the System of Rice Intensification (S.R.I.) in Eastern Indonesia. J. Tanah dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 : hal. 57-62.
Kalsim, D. K. 2007. Rancangan Operasional Sistem Irigasi untuk Pengembangan S.R.I. Seminar KNI-ICID. Bandung. http: // www. tep. fateta. ipb. ac. id. [19/08/2009].
Kurniarahmi, E. K. 2005. Pengaruh Waktu Penggenangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo Rancah. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.
Manurung, S. O dan M. Ismunadji. 1988. Morfologi dan Fisiologi Padi. Dalam Padi. PPPTP, Bogor. p. 55-98.
Matsushima, S. 1963. Theory of Plant Growth. In Matsubayasi (Ed). Theory and Practice of Growing Rice. Fuji Publishing Co. Ltd. Tokyo. p. 73-99.
30
Peningkatan Produksi Beras Nasional. 2007. Rumusan Sementara Rapat Regional III. http : // agribisnis. deptan. go. id / web / diperta- ntb/berita/p2bn.htm. [01/12/2009].
Pusat Penelitian Tanah. 1983. Klasifikasi Kesesuaian Lahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor.
Puslitbang Tanaman Pangan. 2008. Peningkatan Produksi Padi Menuju 2020. http // www. puslittan. bogor net/ index php?bawaan=download/download detail&&id=35. [01/12/2009].
Siregar, H. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Bogor: Sastra Hudaya. Situmorang, R dan U. Sudadi. 2001. Tanah Sawah. Jurusan Tanah, Fakultas
Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Subagyono, K., A. Dariah, E. Surmaini dan U. Kurnia. 2009. Pengelolaan Air pada Tanah Sawah 7. http: // balittanah. litbang. deptan. go. id/ dokumentasi/ buku/ tanahsawah/ tanahsawah7/pdf. [10/08/2009].
Suryanata, Z. D. 2007. Pengembangan System of Rice Intensification, Sistem Budidaya Padi Hemat Air Irigasi dengan Hasil Tinggi. Prosiding Kongres IX Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI). Bandung, 15-17 November 2007.
Sutaryat, A. 2008. Sistem Pengelolaan Pertanian Ramah Lingkungan dengan Metode System of Rice Intensification (S.R.I.). http: // www. diperta. Jabarprov. go.id/data/arsip/TANTANGAN % 20 DAN %20PELUANG% 20SRI. pdf. [23/10/2009].
Uphoff, N. 2002. The System of Rice Intensification Developed in Madagascar. http://ciifad.cornell.edu/sri/harvard.pdf. [23/10/2009].
Uphoff, N. 2005. Features of The System of Rice Intensification (S.R.I.) Apart from Increases in Yield. http : // ciifad. cornell. edu/ SRI/ yielduphoffrpt 505.pdf. [23/10/2009].
Uphoff, N and E. Fernandes. 2003. Sistem Intensifikasi Padi Tersebar Pesat. Terjemahan : Salam. http://www.leisa.info/index.php?url=getblob.php&o id=67237&a_id=211&a_seq=0. [23/10/2009].
31
Tabel Lampiran 1. Jadwal Kegiatan
Ket : TT : Tinggi Tanaman, JB : Jumlah Batang
Waktu
Kegiatan Fase
Bulan Masa Tanam
Maret 4 Minggu sebelum tanam Semai benih untuk budidaya konvensional April 3 Minggu sebelum tanam Persiapan lahan
2 Minggu sebelum tanam Persiapan lahan (pengolahan lahan, 1 Minggu sebelum tanam
pelumpuran, dan pembuatan petakan) Semai benih untuk budidaya S.R.I.
0 Minggu Penanaman tanaman Vegetatif
Pemupukan kimia
(Urea 50 %, KCl dan SP-18 100 %)
Mei 1 Minggu setelah tanam Vegetatif
2 Minggu setelah tanam Pengambilan data (TT, JB, Eh, pH) Vegetatif
3 Minggu setelah tanam Vegetatif
4 Minggu setelah tanam Pengambilan data (TT, JB, Eh, pH) Vegetatif Juni 5 Minggu setelah tanam Pemupukan kimia (Urea 50 %) Vegetatif 6 Minggu setelah tanam Pengambilan data (TT, JB, Eh, pH) Vegetatif
7 Minggu setelah tanam Generatif
8 Minggu setelah tanam Pengambilan data (TT, JB, Eh, pH) Generatif Tanaman mengalami kekeringan Generatif
Juli 9 Minggu setelah tanam Generatif
10 Minggu setelah tanam Pengambilan data (TT, JB, Eh, pH) Generatif
11 Minggu setelah tanam Pemasakan
12 Minggu setelah tanam Panen konvensional (pada umur 114 HSS) Pemasakan Agustus 13 Minggu setelah tanam Panen S.R.I. (pada umur 106 HSS) Pemasakan
32
Tabel Lampiran 2. Analisis Sifat Kimia dan Fisik Tanah yang digunakan dalam Penelitian
Jenis Analisis Metode Hasil Kriteria* pH H2O (1:1) 6.0 Agak Masam C-org Walkley & Black 2.16% Sedang N-total Kjeldahl 0.20% Rendah
P Bray I 7.2 ppm Sangat Rendah Ca N NH4OAc pH 7.0 7.05 me/100 g Sedang
Mg N NH4OAc pH 7.0 2.88 me/100 g Tinggi K N NH4OAc pH 7.0 0.52 me/100 g Sedang Na N NH4OAc pH 7.0 0.54 me/100 g Sedang KTK N NH4OAc pH 7.0 18.72 me/100 g Sedang KB Jumlah basa-basa 58.71% Sedang
Al N KCl Tr H N KCl 0.08 me/100 g Fe 0.05 N HCl 0.56 ppm Cu 0.05 N HCl 2.12 ppm Zn 0.05 N HCl 22.80 ppm Mn 0.05 N HCl 159.20 ppm Tekstur Penyaringan Pasir 4.38%
Liat Pipet Debu 28.75%
Pipet Liat 66.97%
33
Tabel Lampiran 3. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Deskripsi Penjelasan Nama Varietas : Ciherang
Kelompok : Padi VUB
Nomor Seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1
Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/2*IR19661-131-3-1//4*IR64 Golongan : Cere
Umur Tanaman : 116-125 hari Bentuk Tanaman : Tegak Tinggi Tanaman : 107-115 cm Anakan Produktif : 14-17 batang Warna Daun : Hijau
Posisi Daun : Tegak
Bentuk Gabah : Panjang ramping Warna Gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur Nasi : Pulen Kadar Amilosa : 23% Bobot 1000 Butir : 27-28 g Rata - Rata Produksi : 6.0 t/ha Potensi Hasil : 8.5 t/ha
Ketahanan Terhadap Hama : Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3 Ketahanan Terhadap Penyakit: Tahan terhadap bakteri hawar daun (HDB) strain III dan IV
Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simanullang, E. Sumadi, dan Aan A. Daradjat
34
Tabel Lampiran 4 . Pengaruh Sistem Budidaya terhadap Tinggi Tanaman (cm)
Sistem Budidaya Umur Tanaman (MST)
2 4 6 8 10 Konvensional 34.045b 53.645b 72.245c 89.8065d 95.43d
S.R.I. Anorganik 27.42a 42.045a 59.69b 81.195c 84.085c
S.R.I. Organik 23.255a 36.215a 53.065a 67.57a 69.915a
S.R.I. Semi-organik 24.845a 38.49a 55.13ab 74.8075b 77.68b Ket : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam satu kolom
tidak menunjukan perbedaan yang nyata menurut DMRT 5%
Tabel Lampiran 5. Pengaruh Sistem Budidaya terhadap Jumlah Batang per 100 m2 Sistem Budidaya Umur Tanaman (MST)
2 4 6 8 10 Konvensional 40750b 63875b 56375c 50750c 43250c
S.R.I. Anorganik 4555.1a 13054.25a 28441.6b 34774.3b 29385.95b
S.R.I. Organik 2833.05a 8054.75a 17609.35a 24886.4a 23275.45a
S.R.I. Semi-organik 3944.05a 9887.9a 20609.05ab 23664.3a 20775.7a
Ket : Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama dalam satu kolom tidak menunjukan perbedaan yang nyata menurut DMRT 5%
35
(a) (b)
(c) (d)
Gambar Lampiran 1. Persiapan Tanam : (a) persemaian S.R.I. (6 HSS), (b) persemaian konvensional (26 HSS), (c) saluran air, (d) petakan penanaman
36
(a) (b)
(c) (d)
Gambar Lampiran 2. Pertumbuhan Tanaman pada 4 Minggu Setelah Tanam : (a) budidaya konvensional, (b) budidaya S.R.I. anorganik, (c) budidaya S.R.I. organik, (d) budidaya S.R.I semi-organik
37
(a) (b)
(c) (d)
Gambar Lampiran 3. Kondisi Tanaman Sebelum dan Sesudah Mengalami Kekeringan : (a) budidaya konvensional 6 MST, (b) budidaya konvensional 10 MST, (c) budidaya S.R.I semi-organik 6 MST, (d) budidaya S.R.I semi-organik 10 MST
38
(a) (b)
(c) (d)
Gambar Lampiran 4. Kondisi Tanaman dan Tanah yang Mengalami Kekeringan : (a) tanaman di lahan penelitian , (b) tanah di lahan penelitian, (c) tanaman di sekitar lahan penelitian, (d) tanah di sekitar lahan penelitian