• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

1. Tenaga medis (dokter anestesi dan perawat) sebaiknya memberikan terapi anti nyeri pasca operasi secara adekuat dan benar-benar melakukan follow- up pasien minimal dalam 24 jam setelah menjalani operasi mata dengan general anestesi sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian nyeri dalam 24 jam pasca operasi mata.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menilai lebih lanjut prevalensi nyeri pasca operasi dengan general anestesi dan keterkaitan antara faktor

41

resiko operasi mata dan juga faktor resiko nyeri pasca operasi dengan angka kejadian nyeri dan menilai apakah faktor resiko tersebut memang ada hubungannya dengan kejadian nyeri

3. Bagi penelitian selanjutnya disarankan agar lebih memperluas cakupan penelitiannya, khususnya dalam jumlah sampel dan lokasi penelitian sehingga dapat lebih bermanfaat dalam perkembangan ilmu pengetahuan di bidang kedokteran dan kesehatan.

4. Data hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi mengenai keefektivitasan pengobatan yang telah dilakukan untuk mencegah nyeri pasca operasi matadan terus dilakukan evaluasi.

42

DAFTAR PUSTAKA

Aitkenhead, A., Moppett, I., & Thompson, J., 2013. Smith and Aitkenhead's Textbook of Anaesthesia. 6th ed. London: Churchill Livingstone.

Avidan M., Jose Ponte, 2003. Pain Management in perioperative care, Anaesthesia, Pain Management and Intensive care, London: Churhchill Livingstone.

Barash, et al., 2009.Clinical Anesthesia. 6th ed. USA: Lippincott William & Wilkins.

Basta, S.J., 2008. Anesthesia for Ophthalmic Surgery.In: Longnecker, D.E., Brown, D.L., Newman, M.F., Zapol, W.M., eds. 2nd ed. Anesthesiology. USA: McGraw-Hill Companies, Inc., 1558-1582.

Benzon, et al., 2005.The Assesment of Pain, In Essential of Pain Medicine and Regional Anaesthesia.3thedition.Philadephia: Elsevier-Churchill Livingstone.

Berdahl JP., 2007. Cataract surgery to lower intraocular pressure. Middle East Afr J Ophtalmol; 16(3):119-122.

BlueCross BlueShield of North Carolina, 2014.Monitored Anesthesia Care (MAC). North Carolina: BlueCross BlueShield Association. Available from:http://www.bcbsnc.com/assets/services/public/pdfs/medicalpolicy/ anesthesia_services.Pdf[Accessed 20 April 2015].

43

Bhalil S., et al, 2009. Change in intraocular pressure after clear corneal phacoemulsification in normal patients. Oman Journal of Ophthalmology; 2(3): 111-113.

Eva M Sobas, et al. 2015. Ocular pain and discomfort after advanced surface ablation: an ignored complaint. Available at

https://www.dovepress.com/ocular-pain-and-discomfort-after-advanced- surface-ablation-an-ignored--peer-reviewed-fulltext-article-OPTH [Accessed 9Desember 2015].

G Mwaka, S Thikira& V Mung’ayi, 2013.The prevalence of postoperative pain in the first 48 hours following day surgery at a tertiary hospital in

Nairobi.Available at

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3824427/ [Accessed 30 November 2015].

Garra G., et al., 2010. Validation of the wong-baker faces pain rating scale in pediatric emergency department patients. AcadEmerg Med. 50-54. Available at http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1553- 2712.2009.00620.x/epdf [Accessed 20 April 2015].

Henzler D, Kramer R, Steinhorst UH, et al., 2004.Factors independently associated with increased risk ofpain development after ophthalmic surgery. EurJAnaesthesiol;21:101–6.

Holdcroft, A., Jaggar, S., 2005.Post Operative Pain. In: Holdcroft, A., Jaggar, S. Core Topics in Pain. New York : Cambridge University Press, 161.

IASP., 2011. IASP Taxonomy. Diakses dar iInternational Association for the Study of Pain IASP Taxonomy.htm: www.iasp-pain.org. [Accessed 20May 2015].

44

Jensen, M.P., Chen C.,Brugger A.M.,2013. Interpretation of visual analog scale ratings and change scores: A reanalysis of two clinical trial of postoperative pain. The Journal of Pain.Available at http://www.researchgate.net/publication/9003900_Interpretation_of_visu al_analog_scale_ratings_and_change_scores_a_reanalysis_of_two_clini cal_trials_of_postoperative_pain[Accessed 9 May 2015].

Lee YC, Chung FL, Chen CC, 2007. Intraocular pressure and foveal thickness after phacoemulsification. Am J Opthalmol; 144: 203-208.

MladinLesinet al., 2014.Postoperative Pain in Complex Ophthalmic Surgical Procedures: Comparing Practice

With Guidelines.Available at

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24666698[Accessed 30 November 2015].

Morgan,et al., 2006.Clinical Anesthesiology.4rd ed. USA: McGraw-Hill Companies, Inc.

Nurhafizah & Erniyati, 2011.Strategi Koping dan Intensitas Nyeri Pasien Post Operasi di RuangRindu B2a RSUP H. Adam Malik Medan. Fakultas Keperawatan, Universitas Sumatera Utara. Available at http://www.e- jurnal.com/2014/10/strategi-koping-dan-intensitas-nyeri.html [Accessed 16 May 2015].

O’Brien. PD, Ho SL, Fitzpatrick P, Power W. 2007. Risk factor for a postoperative intraocular pressure spike after phacoemulsification. Can J Opthalmol ; 42: 51-5.

45

P Koay et al. 1992. Ophthalmic pain following cataract surgery: comparison between local and general anaesthesia. British Journal of opthalmic,

1992,76,225-227. Available at

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC504233/?page=1 [Accessed 7 Desember 2015].

Porela-Tiihonen S., et al,. 2013. A prospective study on postoperative pain after cataract surgery. Available at

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23608571[Accessed 16 May 2015].

Press, C.D., 2013.General Anesthesia, Medscape. Available from:

http://emedicine.medscape.com/article/1271543-overview. [Accessed 29 April 2015].

Price, S. A., Wilson, L. M. 2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Volume 2 Edisi 6. Jakarta: EGC.

Rahman M.H, and Beattie J. 2005. Managing most operative pain. The Pharmaceutical Journal.Vol (275).145-48.

Romito K., & Karp C.L., 2013.Cataract Surgery, WebMD. Available from: http://www.webmd.com/eye-health/cataracts/extracapsular-surgery-for- cataracts. [Accessed 16 May 2015].

Rüsch, D., et al., 2010. Nausea and Vomiting After Surgery Under General Anesthesia. Available at:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2977990/ . [Accessed 29 April 2015].

Shah, R., 2010.Anesthesia for cataract surgery: Recent trends. Oman J Ophthalmol, 3(3): 107-108. Available at:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2992155/ [Accessed at: 28April 2015]

46

Smith, J.S., 2004. Eye Surgery in Hot Climates. 3rd ed. England: Butterworth Heinemann Ltd.

Sulastomo, 2007. Manajemen Kesehatan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Suza, D., 2007. Pain Experiences and Pain Management in Postoperative Patients, MajalahKedokteran Nusantara Volume 40: Universitas Sumatera Utara.

Tamsuri.A., (2012), Konsep&PenatalaksaanNyeri.Konsep&PenatalaksaanNyeri : EGC.

Torpy, J.M., 2011.General Anesthesia. JAMA, 305(10), 1. Available at :http://jama.jamanetwork.com/article.aspx?articleid=646035 [Accesed at: 26 April 2015].

Tortora, G.J. danDerrickson, B.H. 2009.Principles of Anatomy and Physiology.Twelfth Edition. Asia: Wiley

Uhr, B.W., 2003. History of ophthalmology at Baylor University Medical Center.BUMC Proceeding, 16(4): 435-438.

Smith Howard S., et al., 2008. Opioids for Pain. In: Pain and Chemical Dependency. USA :Oxford University Press. 183-185

Wahyuni, A.S., 2011. Statistika Kedokteran. Bamboedoea Communication, Jakarta Timur.

Whitten E Christine., et al, 2005. Pain Management Doesn't have to be a pain : Working and Communicating Effectively with Patients who have Chronic Pain; 9(2); 41-48.

47

Windiarto, N., 2010. Differences of Recovery time of Intestinal Peristaltic on Surgical Patients with General Anesthesia Taken with Early Ambulation of Active and Passive ROM in Wira Bhakti Tamtama Hospital Semarang, Diponegoro University. Available from:

Lampiran 1.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Wan Anis Binti Wan Lokman

Tempat/ Tanggal Lahir : Terengganu / 09 Agustus 1993

Agama : Islam

Alamat : Setiabudi, Jl. Kamboja, Permata B4, Medan Riwayat Pendidikan :

1. Sekolah Kebangsaan Pusat Jerteh

2. Sekolah Menengah Kebangsaan Tengku Mahmud

3. International University College of Technology 4. Universitas Sumatera Utara (USU)

RiwayatOrganisasi :

1. Wakil Stambuk 2012 Perwakilan Mahasiswa Malaysia Universitas Sumatera Utara (PM- USU) sesi 2014/2015

2. Exco Kebudayaan dan Pelancongan Persatuan Kebangsaan Pelajar-Pelajar Malaysia di Indonesia (PKPMI-CM) Cawangan Medan sesi 2015/2016

3. Exco Kebajikan Perwakilan Mahasiswa Malaysia Universitas Sumatera Utara (PM- USU) sesi 2015/20

LAMPIRAN 5.

LEMBAR PENJELASAN KEPADA SUBJEK PENELITIAN

Saya Wan Anis Binti Wan Lokman, mahasiswa yang sedang menjalani program pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul “Prevalensi Nyeri Pasca Operasi Mata dengan General Anestesi Berdasarkan Jenis Operasi Mata”. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat tingkat nyeri setelah 8 jam pertama, 16 jam kedua dan 24 jam ketiga pasien yang telah menjalani operasi mata dengan menggunakan anestesi umum.

Untuk kepentingan pengumpulan data pada penelitian ini, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu Saudara untuk menjawab pertanyaan dengan jujur tanpa kerja sama dengan orang lain. Peneliti berjanji akan menjunjung tinggi hak-hak Bapak/Ibu Saudara dengan cara menjaga kerahasiaan data yang diperoleh dan data yang telah terkumpul hanya untuk keperluan penelitian. Bila data hasil penelitian ini dipublikasikan, kerahasiaan data Bapak/Ibu Saudara akan tetap dijaga. Penilaian nyeri ini akan dilakukan dengan pengumpulan data dan melalui wawancara. Bapak/Ibu Saudara akan diminta untuk menentukan tingkat nyeri dengan menunjuk pada satu garis lurus dari angka 0 hingga 10 sesuai rasa nyeri yang dirasakan 8 jam, 16 jam dan 24 jam setelah pasien menjalani operasi mata dengan anestesi umum. Bapak/Ibu tidak akan dikenakan selama pelaksanaan penelitian ini.

Demikian penjelasan penelitian ini saya sampaikan. Atas bantuan, partisipasi dan kesediaan waktu ibu/bapak sekalian, saya ucapkan terima kasih.

Peneliti,

LAMPIRAN 6.

LEMBAR PERSETUJUAN SUBJEK PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama :

Umur : Alamat :

Setelah mendapatkan keterangan dan penjelasan secara lengkap tentang penelitian,

Judul Penelitian : Prevalensi Nyeri Pasca Operasi Mata dengan General Anestesi Berdasarkan Jenis Operasi Mata.

Nama Peneliti : Wan Anis Binti Wan Lokman (120100466)

Lokasi Penelitian : Sumatera Eye Center Medan (SMEC), Sumatera Utara Institusi : Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Maka dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan saya menandatangani dan menyatakan bersedia berpartisipasi pada penelitian ini.

Medan, ... 2015

Mahasiswa peneliti, Peserta penelitian,

Wan Anis Wan Lokman _____________________

LAMPIRAN 7.

FORMULIR PENGAMBILAN DATA No. Studi :

No. Status : Nama Pasien :

Tanggal dan jam wawancara : / / ( : )

I. Data Demografis Usia (tahun) : Berat Badan (kg) : Tinggi Badan (cm) :

Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Pekerjaan :

Alamat :

II. Manifestasi Klinis (Keluhan Nyeri)

VAS

Pre Operasi Post Operasi

8 Jam 16 Jam 24 Jam

Skor intensitas nyeri berupa angka 1-10.

VAS 0 : tidak nyeri VAS 1-3 : nyeri ringan VAS 4-6 : nyeri sedang VAS 7-10 : nyeri berat

III. Operasi

Tanggal dan jam operasi : / / ( : - : ) Jenis tindakan operasi mata :

Status fisik (ASA) : Durasi operasi : Medikasi

Premedikasi : Ya / Tidak Post medikasi :

LAMPIRAN 8.

Nama :……….

No CM :………

VISUAL ANALOGUE SCALE Setelah operasi mata dengan general anestesi

Setelah prosedur yang telah dilakukan, bila tidak terasa nyeri dinilai sebagai 0, dan bila terasa sangat nyeri dinilai sebagai 10. Mohon Bapak/Ibu Saudara memberi tanda silang sesuai dengan rasa nyeri yang dirasakan sekarang pada skala di bawah ini:

8 Jam setelah operasi

0 10

Tidak nyeri Sangat Nyeri

Keterangan :

VAS 0 : tidak ada keluhan nyeri.

VAS 1-3 : ada rasa nyeri, mulai terasa dan masih dapat ditahan.

VAS 4-6 : ada rasa nyeri, terasa mengganggu dengan usaha yang cukup kuat untuk menahannya.

VAS 7-10 : ada nyeri, terasa sangat mengganggu/ tidak tertahankan sehingga harus meringis, menjerit bahkan berteriak.

VISUAL ANALOGUE SCALE Setelah operasi mata dengan general anestesi

Setelah prosedur yang telah dilakukan, bila tidak terasa nyeri dinilai sebagai 0, dan bila terasa sangat nyeri dinilai sebagai 10. Mohon Bapak/Ibu Saudara memberi tanda silang sesuai dengan rasa nyeri yang dirasakan sekarang pada skala di bawah ini:

16 Jam setelah operasi

0 10

Tidak nyeri Sangat Nyeri

Keterangan :

VAS 0 : tidak ada keluhan nyeri.

VAS 1-3 : ada rasa nyeri, mulai terasa dan masih dapat ditahan.

VAS 4-6 : ada rasa nyeri, terasa mengganggu dengan usaha yang cukup kuat untuk menahannya.

VAS 7-10 : ada nyeri, terasa sangat mengganggu/ tidak tertahankan sehingga harus meringis, menjerit bahkan berteriak.

VISUAL ANALOGUE SCALE Setelah operasi mata dengan general anestesi

Setelah prosedur yang telah dilakukan, bila tidak terasa nyeri dinilai sebagai 0, dan bila terasa sangat nyeri dinilai sebagai 10. Mohon Bapak/Ibu Saudara memberi tanda silang sesuai dengan rasa nyeri yang dirasakan sekarang pada skala di bawah ini:

24 Jam setelah operasi

0 10

Tidak nyeri Sangat Nyeri

Keterangan :

VAS 0 : tidak ada keluhan nyeri.

VAS 1-3 : ada rasa nyeri, mulai terasa dan masih dapat ditahan.

VAS 4-6 : ada rasa nyeri, terasa mengganggu dengan usaha yang cukup kuat untuk menahannya.

VAS 7-10 : ada nyeri, terasa sangat mengganggu/ tidak tertahankan sehingga harus meringis, menjerit bahkan berteriak.

Lampiran 10. Output Data

Jenis Operasi Mata

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid Intraokuler 39 76.5 76.5 76.5 Ekstraokuler 12 23.5 23.5 100.0 Total 51 100.0 100.0 Nama Operasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid EKSISI TUMOR 6 11.8 11.8 11.8

EVISERASI 4 7.8 7.8 19.6 HECTING PALPEBRA 2 3.9 3.9 23.5 KATARAK 8 15.7 15.7 39.2 LASIK 3 5.9 5.9 45.1 REPOSISI IOL 4 7.8 7.8 52.9 STRABISMUS 1 2.0 2.0 54.9 TRAUMA OCULI 1 2.0 2.0 56.9 VITREKTOMI 22 43.1 43.1 100.0 Total 51 100.0 100.0

Tingkat Nyeri 8 Jam Pasca Operasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Nyeri 12 23.5 23.5 23.5

Nyeri Ringan 33 64.7 64.7 88.2

Nyeri Sedang 6 11.8 11.8 100.0

Tingkat Nyeri 16 Jam Pasca Operasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Nyeri 17 33.3 33.3 33.3

Nyeri Ringan 30 58.8 58.8 92.2

Nyeri Sedang 4 7.8 7.8 100.0

Total 51 100.0 100.0

Tingkat Nyeri 24 Jam Pasca Operasi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Tidak Nyeri 22 43.1 43.1 43.1

Nyeri Ringan 28 54.9 54.9 98.0 Nyeri Sedang 1 2.0 2.0 100.0 Total 51 100.0 100.0 JENISOPERASI * NYERI NYERI Total NYERI TIDAK NYERI

JENISOPERASI Intraokuler Count 33 6 39

% of Total 64.7% 11.8% 76.5%

Ekstraokuler Count 9 3 12

% of Total 17.6% 5.9% 23.5%

Total Count 42 9 51

JENISOPERASI * TINGKATNYERI 8

TINGKATNYERI 8

Total Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang

JENISOPERASI Intraokuler Count 8 29 2 39

% of Total 15.7% 56.9% 3.9% 76.5%

Ekstraokuler Count 4 4 4 12

% of Total 7.8% 7.8% 7.8% 23.5%

Total Count 12 33 6 51

% of Total 23.5% 64.7% 11.8% 100.0%

JENISOPERASI * TINGKAT NYERI 16

TINGKAT NYERI 16

Total Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang

JENISOPERASI Intraokuler Count 13 25 1 39

% of Total 25.5% 49.0% 2.0% 76.5%

Ekstraokuler Count 4 5 3 12

% of Total 7.8% 9.8% 5.9% 23.5%

Total Count 17 30 4 51

% of Total 33.3% 58.8% 7.8% 100.0%

JENISOPERASI * TINGKAT NYERI 24

TINGKAT NYERI 24

Total Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang

JENISOPERASI Intraokuler Count 19 20 0 39

% of Total 37.3% 39.2% 0.0% 76.5%

Ekstraokuler Count 3 8 1 12

% of Total 5.9% 15.7% 2.0% 23.5%

Total Count 22 28 1 51

Dokumen terkait